
Adinda bersiap dengan mic di tangannya. Kakinya sedikit dilebarkan, saat musik mulai mengalun dia bergaya seperti orang yang sedang memainkan gitar. Kepalanya naik turun dengan rambut yang tergerai. Jojo cukup bingung melihat gadis itu, lagu Cherrybelle tapi dengan gaya rock. Dan saat intro musik berakhir, gadis itu mendekatkan mic ke mulutnya.
“BLEWAH!!!” ucapnya dengan nada seperti penyanyi rock genre hard core.
“Eh buset!” Jojo terlonjak sampai kedua kakinya naik ke atas kursi. Matanya menatap tak percaya ke arah makhluk di depannya. Adinda mulai menyanyikan lagu beautiful dengan suara seperti sedang menyanyi rock.
Don’t cry, don’t be shy
Kamu cantik apa adanya
Sadari syukuri dirimu sempurna
Jangan dengarkan kata mereka
Dirimu indah pancarkan sinarmu yeaaaaahhhhh!!!
You are beautiful, Blewah! Beautiful, Blewah! Beautiful, Blewah!
Kamu cantik-cantik dari hatimu yeaaaahhhh!!
You are beautiful, Blewah! Beautiful, Blewah! Beautiful, Blewah!
Kamu cantik-cantik dari hatimu yeaaaahhhh!!
BLEWAH!!!
Jojo menatap tak berkedip dengan mulut menganga. Cakra menutupi wajahnya dengan lembaran kertas. Sekar bersembunyi di bawah meja karena tak bisa menahan tawa. Luna membalikkan kursi sambil tertawa terpingkal-pingkal. Dan Arland menutupi telinganya dengan head phone.
“Siapa namamu tadi?” tanya Jojo setelah gadis itu selesai bernyanyi.
“Adinda Puspita Muharani.”
“Ok.. jadi gini ya Pus..”
“Dinda aja om, jangan Pus, berasa lagi manggil kucing.”
“Hahahaha... om,” ledek Cakra.
“Suka-suka saya mau manggil apa. Kamu tahu ngga ini audisi untuk apa?”
“Tahu om, buat cari personil girl band kan? Makanya saya nyanyi lagu Cherrybelle tadi.”
“Kamu udah bener pemilihan lagunya. Tapi mana ada girl band yang gaya nyanyinya hard core kaya kamu.”
“Ya kan saya mau coba yang beda aja om.”
“Beda ndasmu! Bukannya enak malahan bikin kuping saya sakit.”
Gadis yang bernama Adinda itu hanya nyengir kuda saja mendengar ucapan Jojo. Luna yang tak bisa berhenti tertawa mulai menggoda Jojo.
“Ayolah om, dilolosin aja,” bujuk Luna.
“Jangan gila ya Lun. Land, kamu gimana?”
“Ya jelas no!"
"Cak?"
“Dinda, kamu salah tempat kalau mau jualan blewah jangan di sini. Lagian bulan puasa masih jauh, belum laku blewah sekarang,” Sekar mencubit lengan Cakra sambil tertawa.
“Kamu, Se?”
Sekar hanya menggerakkan tangannya tanda tidak. Dia masih belum bisa menghentikan tawanya melihat penampilan si gadis blewah. Adinda melihat ke arah Jojo dengan mata penuh pengharapan.
“Om.. please kasih saya kesempatan.”
“Sorry.. jawaban saya no!”
Dinda menatap satu per satu juri yang ada di depannya. Arland menyilangkan kedua tangannya, Luna dan Sekar menangkupkan kedua tangannya dan Cakra malah melambaikan tangan tanda perpisahan. Dengan langkah lunglai, gadis itu keluar dari ruangan.
☘️☘️☘️
Pukul empat sore audisi selesai. Rencananya audisi akan dilakukan selama tiga hari. Audisi hari ini, juri hanya mendapatkan delapan orang saja yang sesuai kualifikasi mereka. Nantinya peserta yang lolos akan disaring kembali sampai mereka mendapatkan lima terbaik yang akan digembleng menjadi girl band.
Usai audisi, Jojo mengajak semua juri untuk mendiskusikan hasil hari ini. Cakra tak ada minat untuk ikut meeting dadakan itu. Dia mengajak Sekar pergi. Acara kencan mereka hari ini tertunda gara-gara audisi girl band. Cakra juga gerah melihat Arland yang secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Sekar.
“Jadi rencananya gimana nanti bang, peserta yang lolos audisi?” tanya Arland.
__ADS_1
“Ya seperti ajang pencarian bakat lainnya. Nanti kita saring lagi. Proses penyaringannya mungkin sebulan lah. Mereka bakal diberi macam-macam pelajaran, olah vocal, dancing, atittude juga. Mereka juga harus bisa berkomunikasi dengan baik, syukur-syukur ada yang fasih bahasa Inggris. Kamu sama Luna nanti tanggung jawab buat ngelatih mereka.”
“Siap bang. Terus si blewah beneran ngga akan diterima?” Luna terkikik.
“Blewah lagi.. tuh anak heran deh, udah tahu kita audisi girl band malah ngegaya kaya gitu.”
“Itu berarti anaknya kreatif bang.”
“Kadang kreatif sama gila itu tipis bedanya.”
Luna terbahak mendengarnya. Arland yang sedari tadi lebih banyak diam, tak bisa menahan tawanya juga. Dari sekian produser yang pernah dia temui, baru Jojo yang asik bergaul dan tidak jaim.
“Bang, kalau Sekar adeknya abang?”
“Dia adek sahabatku. Nah cowok yang tadi, Cakra, dia juga sahabatku dan calon suami Sekar. Jangan macem-macem Land kalau ngga mau kena bogem dia.”
“Oh oke, sorry bang. Aku pikir Sekar masih available hehehe.”
“Bang Jojo yang masih available, ya ngga bang? Atau jangan-jangan abang ada hubungan sama Syakira.”
“Ngga lah. Kenapa kalau aku available? Kamu mau daftar?”
“Boleh bang.”
Luna tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya. Tak dipungkiri kalau Luna itu gadis yang cantik, dia juga energik dan supel. Jojo juga senang dekat dengan gadis itu. Sepertinya dia akan mulai membuka hati.
“Udah ah aku pulang duluan, dari pada jadi obat nyamuk tak berasap.”
Arland menyambar tas ranselnya lalu bergegas keluar ruangan, meninggalkan Jojo dan Luna yang masih asik berbicara. Luna tak segan menyentuh tangan Jojo atau menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.
“Kamu minggu depan ada acara ngga?”
“Ngga bang. Kenapa?”
“Temenin aku ya dateng ke nikahan Sekar sama Cakra. Males aku kalau diledekin jomblo mulu.”
“Boleh bang. Jadi pasangan beneran juga aku ngga nolak kok,” Luna mengedipkan matanya ke arah Jojo yang dibalas senyuman manis pria itu.
“Udah malem, pulang sana. Atau mau aku anter?”
“Aku bawa mobil bang. Tapi besok kalau abang mau jemput, boleh banget.”
“Ok bang, aku pulang dulu ya.”
Luna mengambil tasnya lalu keluar ruangan. Jojo masih bertahan di sana, dia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya dulu. Setengah jam kemudian Jojo selesai. Setelah mematikan laptop dan lampu ruangan, pria itu melangkah keluar.
Hari sudah gelap ketika Jojo keluar dari gedung kantornya. Tangannya yang memegang remote terarah pada Honda Civic yang terparkir tak jauh dari pintu masuk gedung. Jojo melangkah mendekati kendaraannya. Saat tangannya menyentuh kenop mobil, seseorang menghampirinya.
“Om..”
Jojo menoleh, dia cukup terkejut melihat Adinda berada di sampingnya. Hanya saja penampilan gadis itu sudah berubah. Pakaiannya sudah terbalut celana jeans dan kaos longgar. Rambutnya juga dikuncir kuda, wajahnya terlihat lebih imut tanpa balutan make up tebal.
“Kamu.. si blewah kan?”
“Iya om.”
“Ngapain di sini? Mau nginep di sini kamu?”
“Aku sengaja nunggu om.”
“Ngapain? Kamu masih minta dilolosin audisi, gitu?”
“Ngga om. Aku sadar kok kalau suaraku ngga bagus dan ngga sesuai kriteria yang om cari.”
“Nah itu sadar.”
Jojo membuka pintu mobil lalu menaruh tas kerjanya ke jok mobil. Dia kembali menutup pintu lalu berdiri bersandar pada body mobil dengan tangan bersedekap. Matanya menatap Adinda yang masih berdiri di depannya.
“Terus mau kamu apa?”
“Aku butuh kerjaan om. Apa aja deh om, jadi office girl atau cleaning service juga ngga apa-apa, yang penting aku dapet kerjaan.”
“Umur kamu berapa sih?”
“19 tahun om.”
“Kamu ngga kuliah?”
__ADS_1
“Ngga ada biaya om. Tolong ya om, kasih saya kerjaan,” Adinda menangkupkan kedua tangannya.
“Sekarang kegiatan kamu apa?”
“Aku suka ada kerjaan om, ya freelance gitu deh.”
“Kaya kang Mus aja freelance,” Jojo terkekeh.
“Bisa ya om, kasih saya kerjaan, please..”
“Ngga bisa, saat ini ngga ada lowongan apapun di kantor. Mending kamu pulang, udah malam ini.”
“Kang parkir juga boleh om.”
“Ngga ada! Udah sana pulang.”
KRIUKK
Tangan Jojo terhenti saat akan membuka pintu mobil. Refleks dia menoleh ke arah Adinda. Gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Perutnya memang lapar, sejak siang belum diisi apapun.
“Itu perut kamu yang bunyi? Suara perut kamu sama kencengnya pas kamu bilang blewah.”
Adinda tak berkomentar, saking malunya dia berlari meninggalkan area parkir. Jojo menggelengkan kepalanya, lalu masuk ke dalam mobil. Saat kendaraannya keluar dari area kantor, terlihat Adinda tengah berjalan di trotoar dengan kepala tertunduk. Jojo melambatkan laju mobilnya. Dibukanya kaca jendela di kursi sebelah lalu membunyikan klakson. Sontak Adinda melihat ke arahnya.
“Ayo naik.”
“Ngga usah om, saya naik angkot aja.”
“Cepetan naik!”
Adinda terdiam sejenak. Namun melihat gendikan kepala Jojo, membuat gadis itu akhirnya naik ke dalam mobil. Dipasangnya seat belt untuk melindungi dirinya. Jojo kembali melajukan kendaraannya.
“Kita makan dulu, kamu kan laper.”
“Ngga usah om.”
“Ngga apa-apa. Anggap aja ini permintaan maaf karena ngga bisa kasih kamu kerjaan.”
Adinda menutup mulutnya. dia ikut saja kemana Jojo membawanya. Gadis itu yakin Jojo adalah pria baik yang tidak akan berbuat macam-macam padanya. Kendaraan yang dikemudikan Jojo berbelok memasuki sebuah restoran mewah. Setelah memarkirkan mobilnya, dia mengajak Adinda untuk turun.
Adinda mengikuti langkah Jojo memasuki restoran. Mereka lalu duduk di salah satu meja. Seorang pelayan datang memberikan buku menu. Mata Adinda membelalak melihat harga makanan yang tertera.
Ya ampun ngga salah nih harga makanannya? Tapi kayanya enak deh.
Adinda menelan ludahnya kelat. Sudah terbayang kelezatan rasa masakan di restoran ini. Bukankah ada harga ada kualitas, bisa dipastikan harga selangit yang dibanderol sesuai dengan cita rasanya.
“Kamu mau pesan apa?”
Suara Jojo membuyarkan lamunan gadis itu. Adinda melihat-lihat kembali menu yang tersedia. Saat akan memesan, dia teringat akan neneknya di rumah. Bayang-bayang sang nenek yang belum tentu sudah makan malam ini, seketika membuatnya perutnya terasa kenyang. Adinda meletakkan buku menu di meja.
“Saya ngga lapar, om.”
“Jangan bohong, suara dari perut kamu ngga bisa bohong.”
“Lihat harganya bikin saya kenyang, om.”
“Ngga usah pikirin itu, saya yang bayar.”
“Beneran om ngga usah. Lidah saya cocoknya warteg, bukan yang beginian. Saya permisi aja om. Selamat makan.”
Adinda meraih tasnya lalu memundurkan kursi yang didudukinya. Dia menganggukkan kepalanya pada Jojo lalu bergegas keluar dari restoran. Jojo hanya terpaku melihat Adinda pergi meninggalkannya. Dia segera menyusul gadis itu, namun sayang Adinda sudah menaiki angkot yang melintas. Jojo kembali ke dalam restoran, dia memesan makanan untuk dirinya sendiri.
☘️☘️☘️
**Selamat pagi semua, mudah²an cerita ini bisa menghibur kalian semua dan ngga bikin boring.
Yang ngga tau blewah, blewah itu buah²an sejenis timun suri. Nah kalau bulan puasa, si blewah nih bakal kebanjiran job buat ngisi takjil seperti es buah😁
Sekarang kita belajar kosakata dikit ya, kali aja ada yang belum paham atau bingung dengan artinya**.
Bergeming
Dalam kamus bahasa Indonesia, bergeming artinya diam, tidak bergerak. Jadi kalau ada yang nulis tak bergeming artinya orang itu bergerak. Banyak banget yang masih kurang paham soal kata ini, makanya mamake jelaskan biar tidak bingung.
Acuh
**Acuh artinya peduli, kalau tidak acuh atau acuh tak acuh berarti tidak peduli. Sekali lagi, banyak juga yang ngga paham dan malah menggunakan yang sebaliknya.
__ADS_1
So.. kalau kalian baca novel dan Nemu kata² seperti di atas, udah mengerti kan artinya sekarang🤗**