KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Sensasi Gurit


__ADS_3

“SAH!!!”


Ucap para saksi ketika Jojo selesai mengucapkan kalimat ijab kabul. Semua yang ada di ruangan langsung mengucap hamdallah seraya mengusap wajah dengan kedua tangannya. Mereka kemudian mengaminkan doa yang dipanjatkan untuk kedua pengantin.


Rahma datang dengan membawa Adinda bersamanya. Jojo tak mengedipkan matanya saat menatap gadis yang telah sah menjadi istrinya. Jantungnya berdegup kencang ketika langkah Adinda semakin dekat padanya. Rahma mendudukkan Adinda di samping Jojo.


Cakra memberikan kotak beludru warna hitam pada Jojo. Dibukanya kotak tersebut lalu menyematkan cincin di jari manis sang istri. Bergantian, Adinda pun melakukan hal yang sama. Kemudian dia mencium punggung tangan Jojo yang dibalas dengan ciuman hangat di keningnya. Keduanya lalu menandatangi buku pernikahan. Selanjutnya sang fotografer mengambil gambar mereka yang tengah memegang buku nikah seraya memamerkan cincin pernikahan.


Semua yang ada langsung memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin. Rahma dan Teddy turut memberikan nasehat pada keduanya. Begitu pula dengan para sahabat Jojo yang telah melepas masa lajangnya lebih dulu. Richard yang baru saja pulih pasca operasi juga turut hadir. Dia mendekati keponakan yang begitu disayanginya walau tak ada ikatan darah di antara mereka.


“Selamat ya Jo. Om sudah tenang sekarang. Kalau papamu masih ada, dia pasti akan bahagia melihatmu mendapatkan wanita yang baik sebagai pendamping hidupmu.”


“Terima kasih om.”


“Dinda, om titip Jojo padamu. Dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Om harap kalian cepat mendapatkan momongan.”


“Aamiin.. makasih om.”


“Tante tunggu kalian datang ke rumah ya,” ucap Jessy, istri Richard.


“In Syaa Allah tante.”


Setelah Richard mengucapkan petuahnya bagi pasangan pengantin, kini giliran Daus yang menghampiri mereka. Bersama dengan Rika dan juga anaknya, Sandi, pria itu mengucapkan selamat sekaligus undur diri.


“Selamat ya Dinda, Jojo. Tante harap kalian berbahagia.”


“Selamat untuk kalian berdua,” ucap Daus tanpa melihat ke arah sang keponakan.


“Terima kasih om sudah mau menjadi waliku. Aku janji om, ini terakhir kalinya aku menyusahkan om. Mulai sekarang aku akan mengikuti kemauan om, kita sudah tidak ada lagi hubungan. Semoga om, tante dan Sandi diberikan kesehatan dan kebahagiaan.”


“Terima kasih sudah bersedia menjadi wali Dinda. Mulai sekarang dia adalah tanggung jawabku. Aku pastikan dia tidak akan menyusahkanmu lagi. Silahkan menikmati hidangan, setelah itu kalian boleh pergi.”


Jojo menggandeng tangan Adinda kemudian segera berlalu dari pasangan tersebut. Jojo masih geram dengan perbuatan Daus yang berusaha pergi ke luar kota demi menggagalkan pernikahannya dengan Adinda. Untung saja dia sudah menempatkan anak buah Abi untuk mengawasi tindak tanduk pria itu dan berhasil mencegah kepergiannya tepat waktu.


Daus memandangi kepergian keponakannya itu. Dalam hatinya tetap tak merasa ikhlas telah menikahkan keponakannya itu. Dia masih belum rela kalau keponakan yang dianggap sebagai penyebab kematian sang kakak hidup bahagia. Baru saja dia akan pergi, terdengar suara Adinda memanggilnya.


“Om..”


Daus menghentikan langkahnya. Nampak Adinda berjalan kembali ke arahnya. Jojo pun mengikuti sang istri dari belakang. Adinda berdiri tepat di depan Daus, menatap lekat ke arah netra pria itu. Hal yang tak berani dilakukannya dahulu.


“Satu hal yang harus om tahu. Aku juga bersedih kehilangan mama dan papa. Kalau saja aku tahu maksud mereka pergi ke pasar untuk persiapan merayakan ulang tahunku, aku pasti akan mencegahnya. Dalam satu waktu aku harus kehilangan dua orang yang kusayangi dan kubutuhkan dalam hidupku.


Apa om tahu hari apa yang paling kubenci di di dunia ini? Aku benci hari ulang tahunku, karena di hari itu aku harus kehilangan mereka. Bukan hanya om, tapi aku pun menderita, aku pun sedih. Om yang seharusnya bisa menjadi pengganti orang tuaku justru menjauhi dan membenciku. Terima kasih atas semua rasa perih yang sudah om berikan padaku. Mulai hari ini aku berjanji akan lebih bahagia lagi dan melupakan semua rasa sakit yang pernah ada.”


Adinda membalikkan tubuhnya kemudian menghampiri Jojo. Airmata yang sedari tadi sudah menggenang di pelupuk mata akhirnya tumpah juga. Jojo merengkuh tubuh Adinda, membiarkan gadis itu menangis dalam pelukannya.


Daus menatap Adinda dengan pandangan yang sulit diartikan. Perkataan Adinda tadi berhasil menyentil perasaannya. Dengan suara pelan dia mengajak istri juga anaknya meninggal ballroom yang dijadikan tempat akad nikah.


☘️☘️☘️


Satu per satu tamu undangan datang memenuhi ballroom hotel tempat diadakannya resepsi pernikahan Jojo dan Adinda. Pengantin berdiri di atas pelaminan dengan mengenakan pakaian adat Sunda. Di samping kiri Jojo, Rahma dan Teddy duduk sebagai perwakilan orang tua dari Adinda. Sedangkan Richard dan Jessy sebagai perwakilan orang tua Jojo duduk di samping kanan Adinda.


Radix menaiki panggung pelaminan dengan langkah pelan. Tak dapat dipungkiri perasaan kecewa masih meliputinya. Namun dia menguatkan diri datang ke pesta pernikahan gadis yang dicintainya untuk memberikan selamat sekaligus doa. Radix menghampiri Richard dan Jessy kemudian memberikan ucapan selamat. Dengan perasaan tercabik-cabik Radix mendekati Adinda. Pemuda itu berusaha memasang senyum terbaik di wajahnya. Senyum yang menutupi luka hatinya.


“Selamat ya Din. Semoga menjadi keluarga samawa dan dikaruniai anak-anak yang soleh dan solehah.”


“Makasih kang.”


Radix mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Adinda. Kedua tangan Radix menggenggam tangan Adinda sedang matanya menatap dalam ke arah pengantin wanita itu. Kalau tak malu mungkin dia sudah nangis guling-guling.


“Ehem!!”


Jojo berdehem keras melihat Radix tak juga melepaskan genggaman tangan istrinya. Lamunan Radix buyar ketika mendengar deheman Jojo. Rival utama yang telah berhasil merebut pujaan hatinya. Radix melepaskan genggamannya kemudian beralih ke arah Jojo. Dengan malas dia mengulurkan tangannya ke arah Jojo.


“Selamat ya kak. Titip Dinda, jangan disia-siakan, kalau ngga, aku bakal ambil dia dari kakak.”


“Berisik! Dah sana turun!”


Adinda mencubit pinggang Jojo. Radix melepaskan genggamannya kemudian meninggalkan pasangan pengantin dengan perasaan sedih bercampur dongkol. Rahma menyambut Radix kemudian memeluknya.


“Sabar ya Dix. Tenang aja, jodoh yang baik sudah menunggumu. Tinggal kamunya aja yang harus menemukannya.”


“Makasih tante.”


Teddy menepuk pelan punggung sahabat dari anak perempuannya itu. Kemudian Radix turun dari pelaminan. Dia memilih mencari kedua sahabatnya, Rindu dan Sekar untuk menghilangkan kegaualauannya. Pemuda itu langsung menuju meja di mana Sekar dan Rindu berada.


“Gurit mana?” tanya Sekar begitu Radix mendaratkan bokongnya di kursi.

__ADS_1


“Au.. tadi dia bilang gue suruh duluan aja. Katanya mau jemput cewek dulu.”


“Seriusan lo si Gurit mau bawa cewek ke sini?” tanya Sekar tak percaya.


“Siapa?” Rindu penasaran.


“Meneketehe. Udah seminggu ini tuh anak udah kaya orang gila. Senyum-senyum sendiri kalau lagi pegang hp. Tiap gue intip langsung cabut dia, sok misterius banget. Penasaran gue cewek model gimana yang mau ama kutu loncat macem dia.”


“Yang pasti perempuan yang kurang setengah ons otaknya,” Rindu terkikik geli.


Tawa Rindu dan Sekar terhenti ketika Radix menyenggol tangan mereka. Mata mereka membulat melihat Gurit datang mengenakan setelan jas berwarna merah terang.


“Buset si Gurit berasa jadi Kai pake jas terang begitu,” celetuk Rindu.


Ketiganya kembali terkejut saat melihat seorang wanita menghampiri Gurit lalu melingkarkan tangannya di lengan Gurit. Keduanya terus berjalan menuju panggung pelaminan. Sekar tak berhenti ternganga, tangan Rindu terus menggantung di udara ketika hendak menyuapkan siomay ke mulutnya sedang Radix mengerjap-ngerjapkan matanya tanda tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Bukan hanya para sahabat Gurit yang dibuat terperangah dengan kedatangannya dengan seorang wanita bersamanya. Tetapi Abi, Cakra, Kevin juga Juna dibuat terkejut. Nina dan Nadia bahkan sampai terbatuk melihatnya.


Setali tiga uang dengan yang lain, pasangan pengantin pun dibuat terkejut. Dengan langkah mantap Gurit beserta pasangannya mendekat ke arah pengantin. Mereka berhenti di depan pasangan pengantin yang terbengong oleh kedatangan keduanya.


“Selamat ya Din, kak Jojo, semoga samawa,” ucap Gurit seraya menyalami Jojo dan Adinda bergantian.


“Syelaamaath ya masshhh Joooohh jhugaahh Dindaaahhh. Akhuuhh turuutthh bahagiaaahhh.”


“Makasih kak Gurit, makasih kak Syakira,” jawab Adinda.


“Makasih Rit, Syaki,” ucap Jojo.


“Shamaawaahhh yaaahhh.”


Gurit dan Syakira kemudian bersamalan dengan Rahma dan Teddy kemudian turun dari panggung pelaminan. Keduanya langsung menuju meja di mana para sahabat Gurit berkumpul. Gurit menarik sebuah kursi untuk Syakira kemudian menarik kursi di sebelah untuknya.


“Rit, kaga salah lo pake jas cetar gitu warnanya,” sembur Radix.


“Baaguuushhh khaaannn. Ituuhh akkuuhh yangh philiiihhh loohhh.”


“Pantes,” gumam Sekar.


“Kok kalian bisa dateng barengan sih?” tanya Rindu.


“Diphtaaahh yaanghh ajaaakk akkuuhhh.”


Sekar dan Rindu terkikik mendengar panggilan Syakira pada Gurit. Nama lengkap Gurit adalah Gurit Agung Pradipta.


“Kenapa manggilnya Dipta? Bukannya Gurit atau Agung?”


“Syoalnyaahh kagaa bisaah mendesaaah kalau panggil Gurit atau Agung hahahaha,” Rindu tak bisa menahan tawanya saat menirukan gaya bicara Syakira.


“Iiiihhhh kaaamyuuuhhh yaaahhh,” kesal Syakira.


“Syaki.. lo kaga cape apa ngomonnya kaya gitu? Sumpah ya, gue aja bengek dengernya,” cetus Sekar yang langsung dihadiahi pelototan Gurit.


Syakira hanya mengendikkan bahunya, kemudian dia berdiri. Perutnya lapar dan dia memilih berburu makanan di stall. Gurit yang hendak menyusul langsung ditahan oleh para sahabatnya. Mereka menuntut penjelasan pada pemuda itu.


“Sejak kapan lo deket sama Syakira?” Radix memulai interogasinya.


“Baru seminggu sih.”


“Lo seriusan mau sama dia? Lo putus asa banget kayanya ya Rit jadi jomblo,” timpal Rindu.


“Weh apa yang salah ama Syaki? Cantik loh, bodynya juga euughhh semok.”


“Ya tapi lo ngga bengek apa denger dia ngomong?” sambar Sekar.


“Bukan bengek Se.. tapi tegang hahahaha,” timpal Radix.


“Tenang aja, pelan-pelan gue bakal rubah gaya bicaranya. Kasih gue waktu satu bulan. Gue jamin dia udah ngga men**sah lagi.”


“Yakin lo? Kalau gagal?”


“Ya paling gue yang ngomongnya mend**ah kaya dia huahahaha...”


“Dasar semprul!!”


Radix menoyor kepala Gurit yang disusul oleh Sekar dan Rindu bergantian. Tapi bukannya sewot, pemuda itu malah tambah terpingkal saat membayangkan dirinya berbicara ala Syakira.


“Berarti tinggal lo doang Dix yang jomblo.”

__ADS_1


“Jiaaahhh gue mah ngga terhina jadi jomblo kalo modelan ceweknya Gurit kaya Syakira.”


“Semprul lo emang kenapa Syakira? Eh gue bilangin ya, biar kata gayanya kaya ulet bulu terus ngomongnya kaya orang lagi seuhah, tapi hatinya baik. Ngga kaya Luna yang kelihatannya kalem, tapi ternyata licik kaya uler.”


“Iya.. iya yang udah mulai bucin. BTW si Syaki berapa tahun sih?”


“Tahun ini 26 tahun.”


“Berarti beda 4 tahun doang ama elo.”


“Ya ngga apa-apa. Kan lagi jamannya cowok dapet cewek yang lebih tua, ya ngga?”


Gurit menaik turunkan alisnya. Yang lain tak berminat menanggapi. Percuma saja, sepertinya saat ini Gurit sudah terkena gigitan ulet bulu. Yang ada di mata dan hatinya saat ini adalah Syakira. Gurit beranjak dari duduknya lalu menyusul Syakira yang tengah mengantri Zupa-zupa.


Sementara itu di meja lain, keempat sahabat Jojo masih memperhatikan Gurit dengan Syakira. Sepertinya mereka tengah memantaskan diri untuk bersama, terlihat dari pakaian yang dikenakan sama-sama berwarna merah terang.


“Jodoh emang jorok ya. Ngga tahu kapan dan dimana akan bertemu dengan siapa. Syaki yang biasanya nempelin bang Jojo kaya ulet bulu sekarang nemploknya di Gurit,” Nina terkikik geli.


“Kayanya kalau mereka nikah, Gurit bakalan ketagihan tuh,” timpal Nadia.


“Kebayang ngga kalau mereka lagi tempur di kasur. Maasshhh aaaahhhh teruuussshhh massshhh, dalemiinnhh maaassshhh.”


Sontak semua tertawa mendengar ucapan Cakra. Abi menoyor kepala sahabat sekaligus adik iparnya itu. Nadia tak bisa berhenti tertawa sambil mengusap sudut matanya yang basah.


“Kalo si Gurit lagi bikin konten youtube sama Syakira terus ketemu pocong, kayanya tuh pocong langsung melipir ke kamar mandi denger jeritan Syakira yang mend**ah hahaha..” sambung Juna.


“Kalo dia bisa bikin pocong cowok tegang hebat banget hahaha,” timpal Kevin.


“Gue suruh Jojo bikin film horor judulnya pocong h*rny hahaha..” lanjut Abi.


“Yang ada si Syaki didemo para kuntilanak, popularitas mereka dilibas ama Syakira,” Cakra menambahi.


Gelak tawa terus mewarnai meja yang ditempati mereka. Nadia dan Nina tak bisa berhenti terpingkal mendengar ucapa absurd suami mereka. Sedang yang digosipkan tengah asik menikmati hidangan sambil saling menyuapi.


☘️☘️☘️


Adinda duduk terdiam di depan meja rias. Kedua tangannya saling meremat, kegelisahan melanda hatinya. Setelah Sekar dan Rindu membantunya berganti pakaian dan menghapus sisa-sisa make up di wajahnya, keduanya langsung meninggalkan pengantin baru itu di kamar pengantin.


Wajah Adinda memanas mengingat ucapan-ucapan Sekar dan Rindu tentang sensasi malam pertama. Jantung berdetak lebih cepat saat membayangkan Jojo akan mengambil apa yang telah dijaganya selama ini.


CEKLEK


Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Adinda. Tiba-tiba saja gadis itu panik. Tanpa pikir panjang Adinda segera masuk ke kamar mandi lalu mengunci pintu. Jojo masuk ke ruang tidur. Keningnya berkerut saat tak mendapati sang istri di sana. Dia berjalan mendekati kamar mandi lalu mengetuk pintu.


TOK


TOK


TOK


“Din... kamu di dalam?”


TOK


TOK


TOK


“I.. iya om, sebentar.”


Jojo lega begitu mendengar jawaban Adinda. Dia kemudian menuju lemari untuk berganti pakaian. Selesai berganti pakaian, Jojo merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran king size. Tubuhnya terasa lelah setelah menjalani serangkaian acara dari pagi hingga malam. Tanpa sadar dia terlelap.


Jojo terbangun dari tidurnya. Saking lelahnya, dia sampai jatuh tertidur. Dilihatnya ke sekeliling kamar, namun Adinda masih belum ada bersamanya. Tangannya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas. Matanya membulat saat menyadari dirinya tertidur sampai lebih dari satu jam. Dengan segera dia bangun lalu keluar dari ruang tidur. Jojo mengelilingi kamar tipe suite room itu untuk mencari keberadaan sang istri, namun tak juga ditemukan.


Dengan bergegas dia menuju kamar mandi lalu mengetuk kembali pintu, namun tak ada jawaban. Tangannya bergerak membuka handle pintu, namun ternyata terkunci. Sudah dipastikan Adinda masih berada di dalam.


TOK


TOK


TOK


“Din.. Dinda!!”


☘️☘️☘️


**CUT!!!

__ADS_1


Bersambung ya gaaaeesss🏃🏃🏃


Mohon maaf sebelumnya kalau kemarin mamake ngga bisa up. Kemarin anak mamake sakit. Sampai sekarang juga yang sulung masih sakit. Minta doanya ya supaya teteh cepet sembuh🙏**


__ADS_2