KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Bercocok Tanam


__ADS_3

“Dengar baik-baik sahabatku. Fahira.. dia pernah hamil anakmu, tapi dia menggugurkannya karena tak ingin mempunyai keturunan darimu,” Jojo menepuk rahang Abi pelan.


Pria itu menyeringai puas setelah menancapkan pisau tajam di hati sahabatnya. Melihat Abi hanya terdiam dan terlihat shock, dia begitu puas seakan dunia berada dalam genggamannya. Cakra yang sudah gatal ingin menghajarnya merangsek maju, namun segera ditahan oleh Sekar.


“Syukurlah kalau mas Abi tidak jadi memiliki keturunan dari wanita iblis itu. Tenang saja Jo, aku yang akan memberikan anak untuk sahabat tercintamu ini. Sedang kamu, aku berharap ada wanita yang mau menerima lelaki pengecut sepertimu. Ayo mas.”


Nina menarik tangan Abi keluar dari unit Jojo disusul oleh Cakra dan Sekar. Kesal mendengar ucapan Nina, Jojo menghancurkan barang-barang yang ada di dekatnya sambil berteriak kencang. Teriakannya sampai terdengar ke koridor apartemen.


Nina terus menggenggam tangan Abi. Pria itu tak mengeluarkan kata sepatah pun. Sepertinya Abi masih cukup shock dengan apa yang didengarnya barusan. Fahira sukses menghancurkan hidupnya berkeping-keping.


Cakra memilih meninggalkan kendaraannya dan meminta supir kantor untuk mengambilnya nanti. Begitu pula dengan Sekar, dia ikut pulang bersama dengan Cakra dan kakaknya. Nina membukakan pintu belakang, lalu menarik tangan Abi untuk masuk. Cakra dan Sekar duduk di kursi depan. Tak lama pria itu melajukan kendaraan. Nina menarik Abi dalam pelukannya. Suaminya ini terlihat begitu terpukul.


☘️☘️☘️


Abi duduk termenung di sisi ranjang. Kenyataan yang baru diketahuinya tentang Fahira dari Jojo begitu menohok hatinya. Wanita itu tahu betul betapa dirinya menginginkan anak waktu itu namun dengan begitu kejam dia menggugurkannya. Abi kehilangan anak yang belum sempat diketahuinya.


Nina masuk ke dalam kamar. Tangannya membawa segelas teh hangat yang dicampur dengan madu dan perasan lemon. Nina mendekat lalu menyodorkan cangkir ke depan wajah suaminya, membuat lamunan Abi buyar seketika.


Abi melihat ke arah Nina lalu tangannya meraih cangkir di depannya. Diteguknya teh hangat itu sampai tak bersisa. Nina mengambil cangkir kosong tersebut lalu meletakkannya di atas nakas. Dia kembali ke hadapan Abi kemudian memeluk suaminya itu. Abi memeluk pinggang Nina, membenamkan wajahnya di perut sang istri.


Nina mengusap punggung Abi seraya meletakkan dagunya di puncak kepala sang suami. Untuk sesaat mereka hanya diam. Nina tahu betul saat ini suaminya membutuhkan dirinya. Jangankan Abi, dia pun terkejut mendengar penuturan Jojo.


Usapan tangan Nina di punggung Abi terhenti ketika merasakan pakaiannya basah. Abi tengah menangis, punggung pria itu nampak bergetar. Nina mengeratkan pelukannya, hatinya sakit melihat suaminya terpuruk seperti ini. Matanya pun berkaca-kaca. Ingin rasanya dia melemparkan Jojo keluar dari dunia ini, mengirimnya ke planet antah berantah.


Perlahan Nina mengurai pelukannya, menjauhkan tubuhnya sedikit lalu duduk di pangkuan Abi. Jarinya bergerak menghapus airmata sang suami. Ditangkupnya wajah Abi dengan kedua tangannya lalu memberikan ciuman ke setiap inci wajah tampan itu. Nina menyatukan kening mereka berdua.


“Jangan bersedih mas. Anggaplah semua yang terjadi padamu dulu adalah ujian sebelum mas menggapai kebahagiaan yang sesungguhnya. Lihat aku mas.”


Nina melepaskan tautan kening mereka kemudian mengarahkan wajah Abi untuk melihatnya.


“Ada aku di sini. Aku mencintaimu dan kita berdua akan merajut kebahagian kita bersama. Aku akan memberimu berapapun anak yang mas inginkan, jika Tuhan mengijinkan.”


“Jangan pergi dariku, jangan mengkhianatiku.”


“Aku tidak akan melepaskanmu mas. Akan kusingkirkan siapa pun yang berusaha merebutmu dariku. Aku milikmu dan kamu milikku, selamanya.”


Nina mendekatkan wajahnya lalu membenamkan bibirnya di bibir Abi. Dengan penuh kelembutan, dia memberi ******* dan pagutan. Wanita itu berusaha menunjukkan rasa cintanya melalui ciuman lembutnya. Nina mengakhiri ciumannya lalu menarik kepala Abi hingga menyentuh dadanya.


“Aku tahu mas kecewa dan sedih atas perbuatan Fahira. Tapi itu semua sudah berlalu, mas harus mengikhlaskannya. Mas boleh menangis sekarang tapi besok mas harus kembali kuat. Besok aku ingin melihat mas Abiku kembali tersenyum.”


“Terima kasih sayang.”


“Mas tidur ya. Pasti mas cape.”


Nina melepaskan pelukannya lalu turun dari pangkuan Abi. Ditariknya tangan Abi naik ke atas kasur. Nina menepuk-nepuk bantal sebentar lalu meminta Abi berbaring. Abi merebahkan kepalanya di atas bantal, lalu menggenggam erat tangan Nina.


“Temani aku.”


“Iya mas.”


Nina merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Abi merapatkan tubuhnya, mendekatkan kepalanya ke dada Nina lalu memejamkan mata. Nina memeluk punggung Abi lalu mengelusnya dengan gerakan pelan. Tak butuh waktu lama Abi sudah masuk ke alam mimpi.


Setelah Abi tertidur, pelan-pelan Nina melepaskan diri darinya. Dia keluar kamar menemui Cakra dan Sekar yang masih menunggunya. Nina terkejut melihat Teddy, Rahma, Juna, Nadia bahkan Anfa sudah berada di ruang tengah. Dia bergabung lalu duduk di antara Anfa dan Rahma.


“Abi mana Nin?” tanya Rahma, dia cukup cemas mendengar cerita Sekar tentang Jojo.


“Mas Abi tidur ma.”


“Sebenarnya apa yang terjadi Cak?” tanya Juna tak sabaran.


Cakra menoleh pada Nina, wanita itu menganggukkan kepalanya. Lalu Cakra mulai menceritakan apa yang terjadi hari ini. Mulai dari terbongkarnya dalang dibalik Ruby, tuduhan terhadap Abi yang memperk*sa Anka sampai kabar Fahira menggugurkan kandungannya.


Rahma tak bisa menahan kemarahan dan kesedihan mendengar semuanya. Sebagai seorang ibu, hatinya terluka melihat anaknya terus menerus dibuat menderita oleh wanita bernama Fahira. Belum lagi pengkhianatan yang dilakukan oleh Jojo, sahabat baik anaknya.


“Tega-teganya Jojo berbuat seperti itu. Padahal dia tahu kalau Abi sangat menyayanginya. Mama juga ngga menyangka, Anka memfitnah Abi seperti itu.”


Marah, kesal bercampur sedih menjadi satu, membuat wanita itu tak bisa menahan airmatanya. Teddy memeluk sang istri. Sebagai seorang ayah, tentunya dia tak terima anaknya diperlakukan seperti ini. Tapi dia harus tetap berpikir tenang, terlebih semua anggota keluarganya tengah dalam keadaan emosi.


Tangan Juna mengepal keras mendengarkan penuturan Cakra. Pria yang biasanya selalu bersikap tenang, kini terlihat begitu emosi. Juna berdiri dari duduknya membuat Nadia terjengit karena gerakan suaminya yang tiba-tiba.


“Di mana Jojo? Di mana bajing*n itu?”


“Kamu mau kemana Jun?” tanya Teddy.


“Aku akan menemuinya pa. Dia sudah membuat Abi menderita. Dia sengaja menyuruh Fahira menikahi Abi hanya untuk membuatnya menderita! Aku ngga bisa membiarkan ini. Sudah cukup aku melihat Abi menderita.”


“Mas.. istighfar mas, jangan emosi seperti ini,” Nadia berdiri, menahan lengan Juna yang hendak pergi.


“Nadia benar Jun, jangan pergi dalam keadaan emosi,” Teddy berusaha menenangkan.


“Kak tenang kak. Kita harus memikirkan masalah ini dengan pikiran jernih. Aku merasa ada pihak lain yang memanipulasi masalah ini. Jojo yakin banget kalau Abi yang memperkosa Anka, itu yang membuatnya seperti ini.”


“Tapi bukan berarti dia bisa seenaknya menghancurkan hidup Abi!”


“Aku tahu kak. Tapi ada baiknya kita menyelidiki ini lebih lanjut,” Cakra terus berusaha menenangkan Juna.

__ADS_1


“Ayo mas, duduk dulu.”


Nadia menarik tangan Juna untuk duduk. Sungguh dia sangat takut melihat suaminya seperti ini. Setelah mempertimbangkan apa yang dikatakan Cakra, Juna akhirnya memilih duduk kembali.


“Katakan apa rencanamu?”


“Ruby.. kita harus bisa mendapatkan informasi dari Ruby. Pasti Jojo mengatakan apa rencananya pada perempuan itu.”


“Siapa Ruby?” tanya Rahma.


“Sekretaris Abi ma. Dia adalah adik dari Fahira.”


“Hah!! Perempuan terkutuk itu tak ada habisnya mengganggu keluarga kita. Dulu kakaknya, sekarang adiknya.”


“Memangnya Ruby tidak tahu apa yang sudah dilakukan kakaknya?” kali ini Nina ikut bersuara.


“Sepertinya ngga. Mereka tinggal terpisah. Ruby dibesarkan oleh adik dari mama Fahira. Sepertinya Jojo juga telah menghasutnya sampai dia mau bersekongkol dengan Jojo.”


“Apa kalian punya bukti soal perselingkuhan Fahira?”


“Ada Nin. Di kartu SD black box mobil Vicko, ada rekaman perselingkuhan Fahira di sana.”


“Berikan padaku. Kalian urus saja Jojo, aku yang akan mengurus Ruby.”


“Apa kamu yakin Nin?”


“Hmm.. dia berusaha merebut mas Abi dariku. Jadi aku yang akan menghadapinya. Sudah waktunya dia tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh kakaknya. Oh iya, apa kita bisa mendapatkan bukti soal Fahira yang mengugurkan kandungannya?”


“Sedikit sulit Nin. Kamu tahu sendiri praktek aborsi itu sangat tersembunyi.”


“Sa.. saya tahu tempatnya.”


Semua yang ada di ruangan tengah menoleh ke arah datangnya suara. Ita, asisten rumah tangga di kediaman Teddy yang kini diperbantukan di rumah Abi datang mendekat. Wanita berusia empat puluh tahun itu sudah bekerja selama enam tahun.


“Ita...” panggil Rahma.


Ita segera menghampiri Rahma lalu duduk bersimpuh di hadapan Rahma. Wanita itu menangis, menyesali perbuatannya yang telah mengkhianati keluarga yang telah memberinya pekerjaan.


“Maafkan saya bu. Saya terpaksa melakukannya waktu itu. Non Fahira mengancam saya akan memberi tahu keberadaan saya pada mantan suami saya. Saya terpaksa menuruti semua yang dia perintahkan.”


“Katakan apa yang kamu tahu.”


Ita mulai menceritakan semua yang diketahui tentang Fahira. Awalnya Ita tak menaruh curiga pada Fahira yang bersikap ramah padanya jauh sebelum dia menikah dengan Abi. Fahira kerap membawakan makanan atau pakaian untuk wanita itu juga untuk anak semata wayangnya yang dititipkan di kampung. Kedekatan Ita dengan Fahira membuat Ita tak ragu menceritakan masalah rumah tangganya saat itu.


Ita kabur dari rumah karena tak kuat selalu disiksa oleh suaminya. Dia lalu melamar pekerjaan di kediaman Teddy. Tak disangka, Fahira mencari keberadaan sang suami dan menjadikannya senjata agar Ita menuruti semua perintahnya.


Dan puncaknya Fahira meminta Ita mengantarnya untuk melakukan aborsi. Di masa suburnya Fahira berhubungan dengan Abi dan lupa meminum pil pencegah kehamilan. Kebetulan selama sebulan wanita itu tak bertemu dengan Jojo maupun Vicko. Jadi hanya Abi yang menyentuhnya. Setelah tahu dirinya hamil anak Abi, Fahira memutuskan untuk menggugurkan kandungannya.


Ita juga mengaku, dia yang telah memberikan informasi tentang Nina pada Aswan. Dia disuruh Jojo untuk melakukannya. Jojo mengancam akan membeberkan semua pengkhianatannya pada Rahma.


“Maafkan saya bu. Maafkan saya.. saya terpaksa melakukannya.”


“Fahira.... wanita terkutuk itu, aku berharap dia membusuk di neraka,” geram Rahma.


“Apa bi Ita mau ikut denganku bertemu dengan Ruby? Dia perlu mendengar apa yang bibi katakan tadi.”


“Bibi bersedia. Bibi akan lakukan apapun untuk menebus kesalahan bibi. Kalau ibu juga mau memecat saya, saya ikhlas bu.”


“Bibi ngga akan kemana-mana. Bibi akan tetap di sini menemaniku.”


“Terima kasih mba Nina, terima kasih.”


“Ok kalau gitu. Ruby aku serahin sama kamu. Aku sama kak Juna yang akan urus Jojo dan menyelidiki soal pemerkosaan Anka. Fa, untuk sementara tolong kamu handle pekerjaanku, mungkin aku akan sedikit sibuk.”


“Iya bang.”


“Bagaimana keadaan Abi, Nin?”


“Sedih sudah pasti kak. Tapi aku percaya, mas Abi orang yang kuat. Aku akan memastikan dia baik-baik saja. Aku ngga akan biarkan Jojo tertawa lebar melihat mas Abi terpuruk. Aku akan tunjukkan pada Jojo, kalau semua usahanya untuk membuat mas Abi menderita sia-sia.”


Rahma memandang penuh haru pada Nina. Wanita itu mendekat pada Nina lalu memeluknya. Hatinya bersyukur akhirnya Abi mendapatkan pendamping yang benar-benar tulus mencintainya.


“Terima kasih sayang. Terima kasih..”


“Mama tidak perlu berterima kasih. Mas Abi suamiku, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia dan melindunginya dari orang yang berusaha menyakitinya.”


“Mama percaya padamu. Mama akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Dan jangan lupa untuk cepat memberikan mama cucu.”


“Soal itu, ngga usah disuruh juga mas Abi udah usaha tiap malam.”


“Ck.. emang Abi aja yang usaha. Aku juga usaha tiap malam ma. Yang, ayo pulang, kita ngadon anak,” celetuk Juna.


“Ya ampun kalian, disaring napa ngomongnya. Adeknya masih volos gini,” protes Anfa.


Suasana tegang sedikit mencair dengan kelakaran Nina serta Juna. Rahma merangkul bahu Nina juga Anfa. Kehadiran mereka membawa keceriaan dalam keluarganya yang sempat hilang beberapa waktu lalu.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Kelopak mata Abi bergerak-gerak, tak lama kemudian matanya terbuka. Pemandangan pertama yang dlihatnya adalah wajah sang istri. Nina nampak tertidur pulas di sampingnya. Jari Abi bergerak menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya. Terusik dengan gerakan jari Abi, Nina pun terbangun.


“Mas..”


“Maaf membangunkanmu.”


“Kenapa mas? Mas mau sesuatu?”


Nina melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul dua dini hari. Abi hanya menggeleng pelan. Kemudian punggung tangannya mengusap pipi mulus Nina. Matanya terus saja memandang sang istri lekat-lekat


“Apa mas masih memikirkan perkataan Jojo?”


“Apa kamu percaya padaku Nin?”


“Soal?”


“Soal tuduhan Jojo kalau mas yang sudah memperk*sa Anka.”


“Aku percaya suamiku tidak akan melakukan hal keji seperti itu,” Nina mengusap rahang Abi.


“Bagaimana kalau benar mas yang melakukannya? Apa kamu akan meninggalkan mas?”


“Aku akan terus berada di sampingmu. Jika memang mas salah, aku akan membantu mas menebus semua kesalahan dan terus berada di sampingmu, mengingatkanmu agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Tapi saat ini aku percaya, kalau suamiku tidak melakukan itu. Suamiku orang yang tahu bagaimana cara menghargai seorang wanita.”


Abi menarik tengkuk Nina lalu memagut bibirnya dengan gerakan lembut dan pelan. Nina menutup matanya menikmati pagutan sang suami di bibirnya. Abi melepaskan pagutannya lalu mengusap bibir Nina dengan ibu jarinya.


“Terima kasih sayang.”


“Apa yang akan mas lakukan nanti?”


“Aku belum tahu. Yang pasti mas akan mencari tahu siapa orang yang telah memperk"sa Anka dan membuatnya memfitnah mas.”


“Apa mas membenci Jojo?”


“Dibanding benci, mas justru kasihan padanya. Dia terjebak dalam kubangan dendam yang salah. Mas lebih membenci orang yang telah membuat Jojo seperti ini. Jojo itu sahabat yang baik. Hanya saja dia sedang tersesat sekarang.”


Mata Abi menerawang, otaknya memutar kembali kenangannya bersama Jojo. Hari-hari yang mereka habiskan sejak masih kecil, lalu beranjak remaja dan dewasa bersama. Mengenang kenakalan di saat remaja, dan kekompakan mereka saling menguatkan ketika masalah melanda.


Mata Abi berkaca-kaca mengingat itu semua. Begitu banyak orang terdekat yang mengkhianatinya. Namun pengkhianatan Jojo yang paling melukai perasaannya. Nina menarik Abi dalam pelukannya. Membenamkan wajah sang suami ke dadanya. Abi memeluk pinggang Nina erat.


“Menangislah mas kalau itu bisa membuatmu lega.”


Abi semakin mengeratkan pelukannya seiring dengan isak tangisnya yang mulai terdengar. Nina merapatkan bibirnya, mencoba menahan tangis yang hendak keluar. Isakan Abi sungguh terdengar begitu menyayat hati. Tak ayal airmata Nina akhirnya mengalir juga.


Abi melonggarkan pelukannya kemudian mendongakkan kepalanya, menatap wajah sang istri yang juga bersimbah airmata. Tangan Abi bergerak mengusap buliran bening yang mengalir.


“Maaf sudah membuatmu menangis.”


“Kita adalah satu pasang mas. Apa yang mas rasakan begitu pula yang kurasakan. Kalau mas bersedih, aku juga bersedih. Kalau mas bahagia, aku ikut bahagia.”


“Terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Terima kasih tetap berada di sampingku di masa sulitku.”


“Aku mencintaimu mas.”


“Aku mencintaimu sayang.”


Abi mengecup bibir Nina kemudian memberikan lu**tan-lu**tan kecil di bibir seksi itu. Nina balas memagut bibir Abi. Keduanya hanyut dalam ciuman nan lembut dan penuh kemesraan. Tidak tergesa dan tak menuntut. Hanya ciuman berdurasi singkat yang terus dan terus mereka lakukan sambil saling memeluk erat tubuh masing-masing.


“Sayang.. apa kamu serius mau memberiku anak berapa pun yang mas mau?”


“Hmm.. kalau Allah mengijinkan. Mas mau anak berapa?”


“Hmm.. sebelas boleh?”


“Boleh.. aku hamil enam, sisanya mas Abi yang mengandung dan melahirkan.”


Abi terkekeh mendengar kalimat absurd Nina. Diciuminya wajah sang istri dengan gemas. Suasana hatinya sudah lebih baik sekarang. Nina benar-benar menjadi mood booster baginya.


“Sayang.. mau bercocok tanam?”


“Mau tanam apa mas?”


“Tanam kecebong di rahim kamu.”


“Ish nyebelin.”


Nina menepuk pelan lengan Abi. Pria itu hanya terkekeh saja. Abi mendekatkan wajahnya lalu mulai mencium dan menyesap leher Nina. Memberikan tanda kemerahan di sana. Nina menarik kaos yang dikenakan Abi, dia pun balas mencium dan menyesap dada sang suami hingga kemerahan.


Abi tersenyum senang melihat sang istri yang mulai agresif. Keduanya langsung terlibat cumbuan yang memabukkan. Abi melupakan masalahnya sejenak dengan menikmati tubuh sang istri. Keduanya bersiap mendayung nirwana di saat ayam jantan belum terjaga dari tidurnya.


☘️☘️☘️


**Ngga kerasa ngetik udah 2500 kata aja nih. Biar kalian puas bacanya ya, part ini mamake msh panjang😁 hari ini cuma bisa up 1x soalnya.

__ADS_1


Makasih buat semua dukungannya. Semoga ngga bosan dengan jalan ceritanya ya😉**


__ADS_2