
Tangan Sekar terus bergerak mengusap-usap layar ponselnya. Senyum tak lepas dari wajahnya saat melihat-lihat deretan foto Radix di laman IG-nya. Dalam kurun waktu beberapa jam, followers sahabatnya itu langsung melonjak. Begitu pula dengan konten youtubenya. Seketika Radix menjadi selebgram terkenal.
Tanpa Cakra katakan, Sekar tahu kalau ada campur tangan suami juga kakaknya dibalik ketenaran Radix. Sekar benar-benar bahagia, ternyata Cakra mau mendukungnya untuk menjodohkan Radix dengan Adinda. Tanpa wanita itu ketahui maksud sebenarnya dua pria tersebut melakukan semua itu.
Sekar beranjak dari tempatnya kemudian menuju walk in closet. Tangannya bergerak meraih sebuah lingerie hadiah pernikahan yang belum pernah dipakainya. Malam ini dia ingin memberikan service memuaskan pada sang suami.
Setelah berganti pakaian, Sekar memutar kembali video yang diberikan dua sahabat durjananya. Baru menonton sebentar, Sekar sudah kepanasan. Dia langsung mematikan laptop kemudian pergi menyusul sang suami yang tengah berada di ruang kerjanya.
Cakra nampak serius di belakang meja kerjanya. Matanya menatap lurus ke arah laptop. Jarinya sesekali bergerak mengetikkan sesuatu. Tanpa pria itu sadari, Sekar telah masuk lalu berdiri di depan meja kerjanya.
“Abang...”
“Hmm..” jawab Cakra tanpa mengalihkan pandangannya.
“Masih banyak kerjaannya?”
“Kenapa emang?” Cakra masih serius dengan pekerjaannya.
“Aku ngantuk bang.”
“Tidur duluan aja Se. Nanti abang nyusul, sebentar lagi.”
“Ish abang kalau ngomong tuh sambil lihat orangnya dong,” Sekar kesal sendiri karena sedari tadi Cakra tak melepaskan pandangannya dari laptop.
“Apa sih Se...”
Cakra mengangkat kepalanya. Lelaki itu langsung terdiam melihat keindahan di depannya. istri tercinta terlihat begitu seksi dalam balutan lingerie berbahan transparan dengan warna merah menyala. Bagian atas tidak tertutup apapun hingga Cakra bisa melihat bukit kembar dari balik kain tipis tersebut. Belum lagi rambut Sekar yang dicepol hingga memperlihatkan leher jenjangnya membuat Cakra langsung menegang.
“Jangan lama-lama ya, aku tunggu di kamar. Daaaggghh abang mmmuuuaaacchhh.”
Sekar melenggang pergi meninggalkan Cakra yang belum sepenuhnya sadar dari lamunannya. Kesadarannya kembali ketika mendengar suara pintu tertutup. Dengan cepat pria itu berdiri. Melihat penampilan sang istri, seketika imannya menjadi cetek. Segera ditinggalkan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi. Bergegas dia menyusul Sekar ke kamar.
BRAK
Cakra membuka pintu kamar dengan kencang lalu menutupnya menggunakan kakinya. Di ranjang terlihat Sekar tengah berbaring dengan posisi menggoda. Segera saja pria itu mendekat lalu menerjang sang istri. Cakra meraih tengkuk Sekar lalu membenamkan bibirnya, dilu**tnya bibir penuh itu. Ciumannya begitu kasar dan tergesa, namun Sekar menyukainya.
Bibir Cakra turun menyusuri leher jenjang Sekar kemudian menyesapnya kencang hingga meninggalkan bercak kemerahan. Dia melanjutkan ciumannya ke arah bahu, hingga dada. Tangannya meremat bulatan kenyal yang sejak tadi menantangnya. Cakra sudah tak sabar ingin menikmati tubuh sang istri. Dengan tergesa hendak melepaskan lingerie dari tubuh mulus itu. Saking tak sabarnya Cakra merobek pakaian tipis tersebut kemudian membuangnya ke sembarang arah.
“Abang.. kenapa dirobek? Aku baru pakai.”
“Nanti abang beliin satu kontainer.”
Cakra langsung melahap bukit kembar yang berdiri menantang membuat sang empu men**sah kenikmatan. Tangannya meremat rambut Cakra kemudian menekan kepala suaminya itu agar memperdalam kulumannya. Tangan Cakra bergerak melepaskan segitiga pengaman Sekar. Kemudian bibirnya mulai turun ke bawah, melewati perut sampai akhirnya berhenti di lembah sang istri yang telah basah.
Tubuh Sekar menggelinjang menikmati sentuhan sang suami. ******* dan lenguhan terus keluar dari bibirnya membuat Cakra semakin bersemangat untuk membuat istrinya mencapai pelepasannya. Tak lama kemudian terdengar lenguhan panjang Sekar saat sampai ke puncaknya.
Dada Sekar naik turun setelah gelombang hangat menghantamnya. Matanya terus menatap ke arah Cakra yang tengah melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian pria itu merangkak naik ke atas tubuh sang istri. Tanpa diduga Sekar bangun kemudian membalik posisi. Wanita itu duduk di atas perut Cakra kemudian mulai menciumi leher hingga dada suaminya.
Cakra menggeram ketika Sekar memasukkan miliknya. Kini permainan Sekar semakin agresif saja, dan pria itu jelas menyukainya. Sekar mulai bergerak di atas suaminya. Sesekali terdengar racauan Cakra yang semakin memacu semangat Sekar untuk memuaskan sang suami.
Tubuh Sekar ambruk di atas sang suami ketika gelombang hangat kembali menghantamnya. Cakra segera membalikkan posisi, kini Sekar berada di bawahnya. Sebelah tangan Cakra bertumpu pada kasur dan yang satunya menarik pinggang sang istri hingga miliknya terbenam sempurna. Pria itu mulai menggerakkan pinggulnya.
Cakra bergerak semakin cepat, Sekar seakan ingin meledak lagi saat milik suaminya menghujam semakin dalam. Pekikannya terdengar saat Cakra kembali membuat tubuhnya bergetar.
Cakra kembali berganti posisi, kini mereka berbaring bersama dengan dirinya berada di belakang Cakra. Sekar memejamkan matanya menikmati permainan suaminya. Gaya yang hanya ada dalam bayangannya saja kini dipraktekkan langsung. Cakra terus memompa miliknya. Dunianya semakin lama semakin mengerucut ke satu titik hingga akhirnya semburan cairan panasnya berhasil memenuhi rahim sang istri.
Sekar terkulai lemas, percintaannya kali ini benar-benar menguras tenaganya. Cakra memeluk tubuhnya dari belakang seraya menciumi punggungnya yang lembab oleh keringat. Dalam hati Cakra tersenyum senang, ide licik Abi berhasil membuat ular kobranya tetap bisa menyemburkan bisanya. Dan di sisi lain, Jojo tengah terpacu untuk mendapatkan gadis pujaannya.
Sekar membalikkan tubuhnya menghadap Cakra kemudian mencium bibirnya sekilas. Dia menyandarkan kepalanya ke dada Cakra dan jemarinya mengusap dada bidang itu.
__ADS_1
“Bang..”
"Iya sayang."
“Aku pengen cepet-cepet punya anak.”
“Abang juga, sayang. Kamu ngga keberatan kita cepat punya momongan?”
“Ngga. Aku pengen punya anak-anak yang cantik dan ganteng kaya papanya. Aku mau buat rumah ini ramai dengan suara mereka. Biar abang lebih semangat kerjanya dan ada pelepas lelah saat pulang.”
“Dan kamu adalah penyemangat sekaligus pelepas lelah terbesar abang. Terima kasih sayang.”
Cakra mencium kening Sekar cukup lama, kemudian memagut bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Dia lalu menarik sang istri dalam pelukannya, mengusap punggungnya pelan. Sekar menguap, rasa kantuk mulai menyerangnya. Tak lama wanita itu terlelap dalam pelukan sang suami.
☘️☘️☘️
“Abang...”
“Hmm..”
“Abang beneran mau bantuin aku jodohin Radix sama Dinda?”
“Sebenarnya abang lebih senang dia sama Jojo, tapi demi kamu, abang ikut aja.”
“Kenapa abang lebih milih bang Jojo?”
“Biar dia cepet dapet jodoh jadi ngga jomblo lagi. Abang bisa hidup tenang kalau dia udah nikah.”
“Kok gitu?”
“Abang takut kamu kepincut lagi sama dia.”
“Dia itu masa lalu, kalau abang masa sekarang dan masa depanku. Lagian dulu aku cuma ngeceng biasa aja. Tapi kalau sama abang aku udah cinta banget.”
Rindu mengeratkan pelukannya di leher Kevin lalu mencium pipi sang suami, kanan dan kiri. Kevin menolehkan wajahnya kemudian me**mat sebentar bibir Rindu. Pria itu kembali berjalan mengelilingi taman yang ada di halaman rumah sambil menggendong Rindu di punggungnya.
Malam ini, semua penghuni rumah tengah menginap di luar. Orang tua Kevin menginap di rumah Devan. Anya tengah berlibur bersama keluarga kecilnya. Sang suami baru saja pulang dari tugas negaranya. Ivan memilih babymoon di vila yang ada di daerah Lembang. Sedang pengantin baru ditugaskan sebagai penjaga gawang menjaga rumah.
Rindu memanfaatkan kesempatan ini untuk bermanja dengan suaminya. dia bahagia karena Kevin mau mengabulkan keinginannya. Ingin digendong ala oppa-oppa Korea berkeliling taman di halaman rumah.
“Abang... masuk yuk, abang pasti cape gendong aku. Biar aku pijetin abang.”
Kevin melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah kemudian menapaki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua. Rindu membuka pintu kamar, Kevin menurunkan sang istri di kasur. Rindu menepuk ruang kosong di kasur, meminta Kevin untuk berbaring. Pria itu menurut saja dengan titah sang istri.
Rindu membuka kaos Kevin lalu membuangnya ke sembarang arah. Jarinya menelusuri dada Kevin yang sedikit berbulu, mengirimkan sengatan listrik yang mulai membangkitkan hasrat kelelakiannya. Kemudian Rindu melepaskan celana joger yang membalut tubuh bagian bawah sang suami. Dari balik kain segitiga, anaconda Kevin mulai menyembul.
Rindu melepaskan kain segitiga, memberikan anaconda itu untuk bernafas lega. Kemudian tangannya mulai membelai ular tersebut, menj*lati layaknya es krim. Sang pawar ular tampak begitu menikmati apa yang dilakukannya. Kemudian terdengar geraman Kevin ketika ular miliknya masuk ke rongga mulut sang istri. Matanya terpejam menikmati semua pelayanan istri kecilnya.
Rindu menghentikan aksinya, membuat Kevin membuka matanya. Sang istri terlihat tengah melucuti semua pakaian yang membungkus tubuh mungilnya. Rindu berdiri di atas kasur tanpa benang sehelai pun kemudian meliuk-liukkan tubuhnya seperti penari ular. Kevin tertawa melihat tingkah sang istri, dia mendudukkan diri kemudian menarik tangan Rindu hingga duduk di pangkuannya.
“Mulai nakal hmmm..”
“Nakal sama suami sendiri ibadah bang.”
Rindu berbisik di telinga Kevin kemudian menjilat cuping telinganya. Kevin menggeram, tangannya meremat bokong Rindu cukup kencang. Kemudian bibirnya melahap bibir tipis yang kadang tak pernah berhenti mengoceh. Untuk beberapa saat keduanya terlibat pertarungan bibir.
Kevin membaringkan tubuh Rindu di bawah kungkungannya. Leher serta dada sang istri sudah penuh dengan bercak merah hasil karyanya. Kini dirinya siap memasuki lubang lembab yang menjadi candunya.
Anaconda Kevin melesak masuk ke dalam sarang, namun dia merasakan sesuatu yang berbeda. Sarang itu terasa lebih sempit. Kevin mendorong miliknya hingga masuk sempurna. Terdengar desisan Rindu saat anaconda masuk sempurna ke dalam sarang. Lalu sang ular mulai bergerak-gerak di dalamnya.
__ADS_1
“Oh ****.. kamu kenapa sempit sekali bee..”
Racau Kevin di tengah-tengah pompaannya. Rindu tersenyum samar, ternyata jamu racikan mama mertua benar-benar mujarab. Atas permintaannya, Delia membuatkan jamu sari mampet, alhasil kini Kevin benar-benar merasakan sensasi berbeda.
Kevin terus bergerak di atas Rindu. Anaconda miliknya benar-benar terjepit sempurna, dia terus meracau merasakan kenikmatan berlipat. Kevin menarik keluar anaconda dari sarangnya kemudian membalikkan tubuh Rindu. Pria itu turun dari ranjang kemudian mulai memasukkan kembali anaconda ke dalam sarangnya.
Mata Rindu terpejam, tangannya meremat seprai begitu Kevin mulai memaju mundurkan pinggulnya. Kevin kembali meracau, dengan posisi ini anacondanya semakin terasa terjepit saja. Dia mempercepat gerakannya karena terasa kalau bisa ularnya sudah hampir sampai di ujung. Terdengar suara Kevin meneriakkan panggilan sayangnya untuk Rindu ketika telah sampai ke puncaknya. Pun dengan Rindu, wanita itu pun mencapai pelepasannya bersamaan dengan sang suami.
Kevin merebahkan tubuhnya di belakang Rindu. Dia masih belum melepaskan tautannya. Sengaja membiarkan anacondanya tetap berada dalam sarangnya, menunggu sang ular kembali siap tempur untuk ronde kedua. Rasanya sayang saja kalau hanya bermain sekali. Jepitan Rindu terasa begitu memabukkan dan membuatnya semakin candu saja.
☘️☘️☘️
Jojo menutup pintu kamarnya dengan kesal. Hari ini benar-benar hari yang buruk untuknya. Adinda tidak datang ke apartemen untuk melakukan tugasnya karena harus menemani sang nenek kontrol ke rumah sakit. Yang lebih membuatnya kesal, Radix mencuri start darinya untuk mengantar mereka ke rumah sakit. Perasaannya semakin dongkol saat tahu, Abi meminjamkan salah satu mobilnya pada Radix agar bisa mengantar Adinda dengan neneknya.
Setali tiga uang, Kevin juga ikutan mengucurkan dana pada Radix untuk membiayai kontrol nenek Adinda ke rumah sakit. Lalu Cakra meminta Jerry menaikkan popularitas Radix di media sosial dengan dalih untuk ajang promosi produksi film barunya. Jika Radix terkenal dan menjadi incaran para kaum hawa, maka dengan sendirinya film horor yang akan dibintangi Radix akan booming di pasaran.
Kekesalan demi kekesalan terus melanda pria yang tahun ini akan menginjak usia 29 tahun. Di setiap foto yang terpajang di laman IG Radix selalu terdapat komentar dari Adinda. Isinya berupa pujian atau ucapan penyemangat. Jojo menghempaskan tubuhnya di kasur, otaknya berpikit cepat bagaimana caranya bisa bertemu dengan Adinda malam ini.
Jojo bangun dari tidurnya. Tangannya meraih ponsel yang berada di atas bantal. Lalu dengan cepat mengetik pesan yang ditujukan kepada Dinda.
To Muh :
Aku laper.
Jojo terus memandangi layar ponselnya, berharap centang abu di pesannya berubah menjadi biru. Namun lima menit berlalu, Adinda tak jua membaca pesannya padahal gadis itu sedang online. Jojo menaruh ponsel dengan kesal kemudian bangun dari tidurnya. Dia memilih untuk mandi, mendinginkan otaknya yang terasa panas.
Sepuluh menit kemudian, Jojo selesai dengan ritual mandinya. Hal pertama yang dilakukannya adalah memeriksa ponselnya. Matanya membulat membaca pesan balasan dari Adinda.
From Muh :
Di kulkas ada gepuk, om. Tinggal goreng aja. Kalau pengen yang berkuah, masih ada stok mie instan kuah di lemari, yang rasa laksa Singapura juga masih ada om.
“Muuuuuhhhhh,” geram Jojo.
Jojo bergegas berpakaian, malam ini juga dia bertekad mendatangi Adinda di rumahnya. Pria itu mematut dirinya di depan cermin, memastikan sekali lagi kalau penampilannya sudah sempurna. Kemudian Jojo mengambil ponsel juga kunci mobilnya, bergegas dia keluar dari unit apartemennya.
☘️☘️☘️
Jojo berdiri di depan pintu rumah kontrakan Adinda. Untuk sejenak pria itu ragu untuk mengetuk karena melihat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Namun didorong rasa cemburunya, akhirnya tangannya mulai mengetuk pintu seraya mengucapkan salam.
“Assalamu’alaikum..”
TOK
TOK
TOK
“Assalamu’alaikum..”
“Waalaikumsalam.”
Akhirnya terdengar juga jawaban salam dari dalam rumah. Jojo berdiri resah menunggu kemunculan Adinda. Tak lama kemudian pintu terbuka. Adinda terkejut melihat Jojo berdiri di depannya.
“Om Jojo, ada apa ke sini malem-malem?”
☘️☘️☘️
**Muh.. ikut om dangdutan nyok😂
__ADS_1
Aduh cuaca mendung nih, jadi bawaan mamake pengen bikin part nganu aja🏃🏃🏃
Selamat ya, bang Cak dan Bang Ke, ular kobra dan anaconda kalian berhasil masuk ke sarangnya. Tinggal batang karatan yang masih belum ada lawan🙊**