KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Gambling


__ADS_3

Jojo menggandeng tangan Adinda, keduanya tengah menuju tempat praktek dokter kandungan yang berada di lantai dua. Pria itu segera mendaftar kemudian duduk menunggu di depan ruang praktek dokter Santi.


Adinda melirik suaminya yang tampak senyum-senyum sendiri. Jojo mulai membayangkan bagaimana Abi bernyanyi sambil berjoged di depan lampu merah. Walau tahu lagu yang mungkin dibawakan sahabatnya tak jauh dari Si Komo, tetap saja dia bahagia melihat harga diri sahabatnya berserakan di jalan.


Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya suster memanggil nama Adinda. Jadwal praktek dokter Santi memang akan berakhir, beruntung pasangan suami istri itu masih kebagian nomor antrian. Ketika pasangan itu akan masuk, saat yang bersamaan Ruby juga Agung keluar dari ruangan praktek. Tentu saja mereka terkejut.


“Loh.. kalian di sini juga,” tegur Ruby.


“Iya kak,” jawab Adinda.


“Dinda hamil?” tanya Ruby pada Jojo.


“Belum tahu, baru mau periksa. Kamu sendiri?”


“Alhamdulillah, Ruby udah isi,” jawab Agung.


“Kita pergi dulu ya. Mau ke tempat Gurit,” sahut Ruby.


“Kakak ngga mau lihat Rindu? Kan dia habis melahirkan.”


“Oh ya? mas.. Kita lihat Rindu dulu ya,” Agung hanya mengiyakan ajakan istrinya.


“Mereka ada di lantai 5, kamar nomer 3.”


“Ok.”


Jojo dan Adinda segera masuk ke dalam ruang praktek karena suster sudah memanggilnya lagi. Sedang Ruby bersama sang suami bergegas menuju lantai lima untuk menjenguk Rindu.


Ruby dan Agung masuk ke kamar nomor tiga. Sahabat Kevin masih setia berada di sana. Delia memilih pulang untuk membawakan pakaian menantunya. Ruby langsung mendekati boks bayi. Matanya berbinar menatap baby Ravin yang tertidur pulas. Agung sendiri memilih duduk bersama Abi dan kawan-kawan.


“Tahu dari mana Rindu melahirkan?” tanya Juna.


“Dari mas Jojo, tadi kita ketemu di ruang praktek dokter Santi.”


“Ruby hamil?” tanya Abi.


“Alhamdulillah mas, sudah jalan tiga bulan.”


“Ternyata sekarang musim nikah sama musim hamil yee.”


Agung tertawa mendengar ucapan Cakra. Sebenarnya pria itu masih sedikit canggung jika duduk bersama dengan para atasannya. Namun sikap santai mereka membuat kecanggungannya berkurang. Apalagi jika di luar urusan kantor, ketiganya kerap memperlakukan Agung layaknya teman saja.


Nadia tersenyum samar mendengar berita kehamilan Ruby. Sebagai wanita tak dapat dipungkiri kalau hatinya mencelos mendengar temannya yang sudah menikah lebih dulu hamil. Menyadari kegalauan istrinya, Juna memeluk pinggang Nadia kemudian berbisik pelan di telinganya.


“Sabar sayang. Nanti akan ada gilirannya kita mendapat kabar bahagia seperti mereka.”


“Aaminn.. Iya mas.”


“Yang penting kita ngga berhenti berdoa dan berusaha. Pulang dari sini, kita ngadon lagi ya.”


Nadia mencubit pinggang sang suami yang selalu saja pembicaraannya menuju ke arah mesum. Puas melihat anak Kevin dan Rindu, Ruby ikut duduk bersama yang lainnya. Setelah berbincang sebentar, Ruby dan Agung bermaksud pamit, namun Cakra menahannya.


“Eh kalian jangan pergi dulu. Siapa tahu mau lihat pertunjukkan.”


“Pertunjukkan apa?”


“Abi sama Jojo taruhan. Kalau Dinda hamil, Jojo bakalan nyanyi di depan lampu merah. Tapi kalau Dinda ngga hamil, Abi yang bakal nyanyi sama joged,” terang Juna.


“Kalian mau siapa yang kalah taruhan?” tanya Cakra.


“Pak Abi hahaha,” jawab Ruby.


“Mimpi!” sambar Abi yang langsung disambut gelak tawa mereka.


Akhirnya Ruby dan Agung memutuskan untuk menunggu hasil pemeriksaan Adinda. Mereka penasaran siapa yang menang taruhan dan siapa yang harus bernyanyi sambil berjoged di depan lampu merah. Tiba-tiba Ruby berbisik di telinga suaminya.


“Mas.. kayanya seru deh kalau lihat kamu juga ikut gabung nyanyi sama nari.”


“Jangan macem-macem.”

__ADS_1


“Aku ngga macem-macem, cuma satu macem. Kayanya anak kamu juga mau lihat ayahnya nyanyi sambil nari,” Ruby mengelus perutnya yang masih rata.


Agung menepuk keningnya, gara-gara taruhan konyol atasannya, dirinya juga terkena imbasnya. Bisa-bisanya sang istri latah ngidam ingin melihatnya menari dan menyanyi. Seumur hidupnya Agung tak pernah menari. Terakhir kali dia bernyanyi juga saat ujian kelulusan sekolah dasar.


☘️☘️☘️


Adinda telah selesai melakukan pemeriksaan, wajahnya nampak berseri begitu dokter menyatakan dirinya positif hamil. Berbeda dengan Jojo yang wajahnya nampak tegang. Sebenarnya pria itu bahagia, anak yang ditunggu akhirnya kini tengah berkembang di perut sang istri. Hanya saja waktu munculnya yang tidak tepat. Adinda melirik ke arah suaminya yang nampak tegang.


“Panda kenapa sih diem aja. Ngga seneng ya kalau aku hamil.”


“Ngga kok manda. Panda seneng kok.”


“Seneng mukanya ngga enak gitu,” Adinda merajuk. Jojo menghentikan langkahnya lalu menatap serius ke arah sang istri.


“Manda.. kita langsung pulang aja ya. Ngga usah balik ke ruangan Rindu lagi.”


"Kenapa?"


“Ngga apa-apa, panda cuma capek aja.”


“Bilang aja panda takut kalah taruhan sama kak Abi,” Jojo hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.


“Ayok cepetan,” Adinda menarik tangan Jojo.


“Pulang ya.”


“Balik ke kamar Rindu.”


Jojo pasrah saja ketika Adinda menarik tangannya memasuki lift yang akan membawanya ke lantai lima. Semakin mendekati kamar, langkah Jojo semakin lambat. Dia seperti tengah menanti hukuman mati saja. Adinda membuka pintu kamar. Semua yang ada di dalam kamar langsung melihat ke arah mereka.


“Gimana?” tanya Cakra tak sabaran.


“Maaf kak Abi...” Abi terlihat tegang saat Adinda menggantung ucapannya.


“Kak Jojo kalah taruhan.”


“Huahahaha...”


Baby Ravin yang tengah tertidur sampai terbangun dan menangis. Kevin menggendong sang anak lalu membawanya pada Rindu yang juga terjaga karena polusi suara yang berasal dari sahabat suaminya. Kevin menarik tirai untuk menutup bed, karena Rindu akan memberi pasokan susu dari sumbernya langsung.


“Udah ayo, tunggu apa lagi,” ucap Abi.


“Bentar lah Bi, gue siapin mental dulu ini,” jawab Jojo lesu.


“Hahaha... salah lo sendiri. Udah tau si Abi gila, malah diajak taruhan hahaha,” Cakra tertawa puas sekali.


“Tenang aja Jo, suamiku bakal temenin kamu perform,” celetuk Ruby.


Jojo sontak melihat ke arah Agung yang hanya menepuk keningnya mendengar acara ngidam sang istri. Suara tawa kembali pecah, sepertinya mereka akan mendapat pertunjukkan menarik. Agung yang bertubuh kekar harus meliuk-liukkan tubuhnya, menari mengikuti irama musik. Jojo juga ikutan tertawa, bersyukur bukan hanya dirinya yang menanggung malu.


Kedua pria yang sebentar lagi akan tampil di depan publik, nampak berdiskusi membicarakan lagu akan yang akan mereka bawakan. Setelah sepakat tentang lagu yang dipilih, keduanya segera keluar dari ruang rawat inap diikuti yang lain, termasuk Kevin. Pria itu juga tidak mau ketinggalan melihat aksi sahabatnya. Dia berjanji akan melakukan video streaming pada sang istri.


Agung dan Jojo berjalan menuju pengamen jalanan yang tengah menunggu datangnya lampu merah. Mereka lalu berbicara dengan pengamen tersebut agar mau mengiringi pertunjukkan mereka dengan musik. Tentu saja pengamen tersebut bersedia, mereka akan mengiringi calon bapak itu dengan peralatan yang mereka punya. Jojo juga mempersilahkan mereka menarik uang dari para pengendara.


Sambil menunggu lampu berganti merah, Jojo dan Agung menulis lirik lagu yang akan diyanyikannya di ponsel. Lampu hijau berganti kuning, kedua pria itu bersiap di pinggir jalan. Ketika lampu berubah merah, mereka menuju ke tengah jalan. Gaya mereka sudah seperti orang hendak berperang. Jojo memegang mic dan Agung kecrekan. Keduanya berhenti di tengah jalan.


Para pengendara penasaran melihat dua orang pria tampan dan gagah berdiri di depan mereka. Jojo memberi tanda, tak lama suara musik terdengar. Sebuah lagu lawas milik almarhumah Elya Kadam siap untuk mereka dendangkan.


“Hatiku bahagia, dapat kabar gembira. Istriku tercinta sudah berbadan dua, ooh sayaaaannggg..” Jojo memulai nyanyiannya sambil menggoyangkan tubuhnya.


“Istriku sayaaaanggg.. terima kasih... sekarang aku mau jadi ayah,” lanjut Jojo.


“Serrrrr,” lanjut Agung seraya memainkan kecrekannya. Sebisa mungkin pria itu menggoyangkan tubuhnya, walau masih terasa kaku.


Para sahabat Jojo yang menonton dari trotoar tak bisa menahan senyumnya melihat penampilan Jojo dan Agung. Abi yang tengah merekam dan Kevin yang melakukan video call dengan sang istri tak bisa memegang ponselnya dengan benar karena terus saja tertawa. Ruby juga tak bisa berhenti tertawa melihat suaminya bergoyang. Demikian pula dengan para pengendara. Bahkan di antara mereka ada yang ikut merekam.


“Hatiku bahagia, dapat kabar gembira. Istriku tercinta sudah berbadan dua, ooh sayaaaannggg.. Istriku sayaaaanggg.. terima kasih... sekarang aku mau jadi ayah.”


“Serrrrr, hobah!!” Agung mengakhiri penampilan mereka dengan teriakan kencang.

__ADS_1


Suara tawa dan tepukan tangan langsung terdengar begitu kedua pria itu mengakhiri nyanyiannya. Salah satu pengamen yang sedari tadi berputar meminta bayaran seikhlasnya dari para pengendara kembali ke tempatnya berbarengan dengan Jojo dan Agung. Lampu kembali hijau, pengendara motor dan mobil yang menyaksikan mereka mulai melaju pergi.


“Puas lo!” seru Jojo pada Abi yang hanya dijawab dengan tawa kencangnya.


“Ya ampun makasih masku sayang. Anakmu bahagia banget loh.”


Ruby menyambut suaminya penuh sukacita. Agung hanya melengos saja. kalau bukan demi sang anak, tak mungkin dirinya mau melakukan hal yang menjatuhkan harga diri dan wibawanya.


Sementara itu para pengamen jalanan sibuk menghitung penghasilan mereka. Dari para pengendara, mereka mendapat enam puluh ribu lima ratus rupiah. Belum lagi ada tambahan dari Juna, Abi dan Cakra. Total mereka mendapat penghasilan hampir delapan ratus ribu rupiah. Tentu saja mereka senang bukan kepalang. Taruhan gila Abi dan Jojo ternyata membawa berkah untuk para pengamen tersebut.


☘️☘️☘️


Rumah kontrakan Syakira sudah sepi. Sisa-sisa acara hajatan masih ada di sana. Malam ini sang pengantin memilih tinggal di kontrakan. Syakira enggan pulang ke rumah. Wanita itu belum siap menjadi bahan gunjingan lagi, menikah untuk yang keempat kali. Sedang Akmal dibawa pulang oleh ibu Syakira, demi menjaga kelancaran Gurit melepas masa perjakanya.


Di kamar berukuran 4x6, sepasang pengantin baru tengah sibuk memadu kasih. Suasana kamar yang temaram semakin menambah syahdunya penyatuan dua insan di malam pertama mereka. Akhirnya Gurit bisa melihat tubuh polos wanita secara langsung dan merasakan surga dunia yang dulu hanya bisa dilihatnya melalui situs porno.


Walau sudah menikah tiga kali dan melahirkan seorang anak, namun tubuh Syakira masih tetap sintal. Bukit kembarnya juga masih kencang dan berisi. Ukurannya yang sedikit besar membuatnya nampak seperti buah melon. Gurit dengan rakus melahap bulatan kenyal itu bergantian.


Sang empu tak enak diam saat Gurit meremat dan men**lum bukit kembarnya. Sudah lama dia tak merasakan sentuhan pria sejak bercerai dari suami terakhirnya dua tahun lalu. Tangannya meremat tangan Gurit dan membenamkan kepala suaminya itu ke bukit kembarnya.


“Aaaahhhh Diptaaaahhh aaaahhhh uuhhhh.”


Gurit semakin dibuat cenat-cenut mendengar de**han sang istri. Terong kualitas supernya yang sudah berdiri, dibuat semakin menegang saja. Ternyata cukup melalui de**han saja, istrinya sudah berhasil membuatnya on fire. Beruntung waktu itu Gurit ikut mendengarkan saat Jojo, Cakra dan Juna memberikan petuah pada Anfa tentang cara jebol menjebol. Ditambah pengalamannya menonton film dewasa, membuat pemuda itu tak merasa kesulitan untuk menjadi striker menjebol gawang sang istri.


Karena sudah tak bisa menahan diri lagi, Gurit pun bersiap meluncurkan terong kualitas supernya. Dia sedikit menegakkan diri, lalu dengan perlahan memasukkan terongnya ke lorong milik Syakira. Awalnya dia cukup kesulitan untuk masuk. Karena cukup lama tak dipakai, lorong sang istri sempit juga seperti perawan. Akhirnya dengan satu hentakan keras, terong kualitas supernya berhasil masuk.


“Diptaaaaahhhhh..”


Gurit mulai menggoyangkan pinggulnya. Pikirannya mulai berhamburan, ternyata memanjakan terongnya melalui lorong yang tepat benar-benar nikmat. Berbeda dengan pelayan tante Lux atau Citra. Pria itu terus memacu tubuhnya. De**han Syakira terus terdengar seiring penyatuan mereka.


Saking konsentrasi dan menikmati percintaan mereka, tanpa sadar Gurit pun ikutan men**sah seperti sang istri. Akhirnya suara de**han saling bersahutan memenuhi seisi ruangan.


“Diptaaaahhh aaahhhh ooohhhh...”


“Syakiiiihhhh aaahhh enaaakkhhh.”


“Iyaaaahhh Diptaaahhh.”


Mendengar suara sang istri, Gurit semakin bersemangat memompa tubuhnya. Keduanya terhanyut dalam olahraga malam nan panjang. Tanpa mereka sadari ranjang pun ikut berderit seiring pergerakan mereka. Jadilah suara de**han sepasang penganting bersahutan dengan suara derit ranjang.


Syakira memeluk erat punggung Gurit yang telah lembab oleh keringat saat dirinya mencapai pelepasan. Lenguhan panjang yang tentu saja diiringi d*sah manjanya semakin membuat Gurit bersemangat untuk mencapai kepuasannya. Suara ranjang berderit pun semakin kencang pula. Gurit terus memacu tubuhnya semakin kencang, kali ini ranjang bukan hanya berderit tapi juga ikut bergoyang. Di tengah keasikan Gurit memuaskan dirinya, tiba-tiba


KRAK


GUBRAK


Ranjang yang ditiduri kedua insan itu tiba-tiba ambruk, mengagetkan sepasang pengantin baru yang tengah mendayung surga dunia. Sontak Gurit menghentikan aktivitasnya saat ranjang yang ditidurinya patah.


“Aduh ganggu aja, gimana nih Yang.”


“Terushiinnhh ajaaaahhh Diptaaaahhh.”


“Wokeeehhh cintaaaahhh.”


Gurit kembali memacu tubuhnya. Melon milik Syakira bergoyang-goyang saat Gurit kembali menambah kecepatannya. Tak lama terdengar erangan Gurit dan de**han Syakira saat pria itu berhasil mencapai klimaksnya. Lahar panas pria itu keluar dengan derasnya dan masuk ke rahim Syakira, menandakan kalau kini dirinya sudah tidak perjaka lagi.


Tak ada pelukan atau ciuman mesra yang diberikan usai percintaan panas mereka. Yang ada hanya kesibukan membereskan kekacauan. Gurit sibuk membereskan ranjang kayu yang sudah patah di sana sini kemudian mengumpulkannya di pojok kamar. Dia juga mengangkat kasur agar memudahkan Syakira menyapu serpihan kayu yang mengotori lantai.


Selesai dengan urusan ranjang reyot, Gurit menggelar karpet lalu menaruh kasur di sana. Syakira datang membawakan minuman dingin. Hanya dalam sekali teguk, air dingin itu meluncur masuk ke dalam tenggorokannya. Kemudian Gurit membaringkan tubuhnya di atas kasur, Syakira pun ikut berbaring dengan posisi berada dalam pelukan suaminya. Tak lama keduanya langsung jatuh tertidur.


☘️☘️☘️


**Selamat buat Jojo atas kehamilan Dinda.


Selamat juga buat Ruby.


Selamat buat Gurit yang sudah melepas masa perjakanya.


Hanya tinggal menunggu Nadia dan Rayi hamil. Ditambah Radix dan Nabila menikah, perpisahan kita semakin dekat🤧

__ADS_1


Terima kasih buat dukungan kalian selama ini ya. Tanpa kalian novel KPA ngga akan sebooming ini🙏**


__ADS_2