
Rindu langsung masuk ke dalam kamar begitu sampai di rumah. Kevin mengikuti dari belakang, tak dipedulikannya panggilan sang mama. Begitu membuka pintu, terlihat Rindu sudah berbaring di kasur. Seluruh tubuhnya tertutup oleh selimut. Kevin menghela nafasnya kemudian masuk ke kamar mandi.
Selepas shalat maghrib, Kevin keluar dari kamarnya. Di lantai bawah semua keluarganya sudah berkumpul. Alasan mereka berkumpul karena Delia mengajak makan malam bersama untuk merayakan kehamilan Rindu. Dea, anak dari Anya yang berusia 15 tahun segera menarik tangan Kevin.
“Om.. kata mama tante Rindu ngidam pengen lihat om ngedance ala K-Pop ya?”
“Iya.. mana om bisa coba,” jawab Kevin frustrasi.
“Tenang aja. kita bantuin om. Ayo.”
Dea menarik tangan Kevin menuju kamarnya. Di sana sudah ada Ricky, anak Devan dan Noah, adik Dea yang berbeda 2 tahun darinya. Dea mendudukkan Kevin di sisi ranjang lalu membuka ponselnya.
“Om disuruh ngedance apa?”
“Tau apa tuh namanya, pokoknya yang nyanyinya ada nananana gitu.”
“Oh EXO!”
Dea membuka aplikasi youtube lalu mencari video klip yang dimaksud. Diputarnya video tersebut. Keempatnya menyaksikan dengan seksama bagaimana para pria itu menari sambil menyanyikan lagu Love Shot.
“Om jadi si Kai aja,” seru Dea.
“Kai yang mana?”
“Ini yang pake jas merah. Pasti tante Rindu seneng deh. Apalagi pas nanti bagian om ngerap.”
“Mana bisa om!”
“Belajar om. Ayo kita latihan.”
Dea kembali memutar video tersebut kemudian mulai mengikuti gaya dance EXO diikuti oleh Noah juga Ricky. Kevin hanya bengong memperhatikan ketiga ponakannya menari dengan meliuk-liukkan badan. Belum apa-apa dia sudah bergidik membayangkan dirinya berjoged seperti itu.
“Ayo om coba, demi tante Rindu,” Dea menarik tangan Kevin.
“Iya om. Mau apa dede bayi nanti ileran?” timpal Ricky.
Mau tak mau Kevin menuruti ajakan para keponakannya. Dea mendorong Kevin berada paling depan, sesuai dengan posisi Kai dalam video. Ketiga bocah yang ada di belakang pria bertubuh jangkung itu tak bisa menahan tawanya melihat gaya kaku Kevin ditambah dengan wajah datarnya.
“Om, coba mukanya dibikin seksi kaya Kai. Terus gini om gayanya.”
Dea memperagakan bagaimana meliukkan badan kemudian menggerakkan bokongnya seperti tarian EXO. Kevin melotot, mana bisa dirinya bergaya seperti itu. Kalau para sahabatnya tahu, sudah pasti akan menjadi bahan ledekan seumur hidup.
“Ayo om, demi dede bayi,” Noah menyemangati.
Mau tak mau Kevin mulai mengikuti gerakan Kai. Beberapa kali Dea memberi arahan bagaimana cara menggerakkan badannya. Setelah hampir satu jam berlatih, akhirnya Kevin sudah bisa sedikit menguasi tarian itu. Ternyata menari tak semudah yang terlihat, tubuhnya sampai berkeringat.
“Nah om udah lumayan lah. Sekarang tinggal dandannya aja nih. Om pake jas merah gih biar kaya Kai.”
“Mana punya jas merah kaya gitu!” sewot Kevin.
Dea terkikik geli. Suatu yang mustahil bin mustahal melihat pamannya memakai jas dengan warna terang benderang seperti itu. Warna pakaian yang dipilih sudah pasti disesuaikan dengan wajahnya yang datar dan sikapnya yang dingin.
“Ya udah deh, pakai apa aja yang penting gaol.”
“Sama senyum om. Pelit amat sih buat senyum aja. Senyum om,” protes Noah.
“Iya.. cerewet!”
Terdengar suara Anya memanggil mereka semua untuk makan malam. Keempatnya keluar dari kamar. Di meja makan semua sudah berkumpul termasuk Rindu. Dia memalingkan wajahnya saat bersitatap dengan suaminya. Kevin memilih menuju kamarnya sambil menyeret Dea bersamanya.
Sesampainya di kamar, Kevin meminta Dea memilihkan pakaian yang pas untuknya. Gadis itu melihat-lihat isi lemari Kevin. Dia menggelengkan kepalanya karena semua pakaian Kevin tak ada yang sesuai seleranya. Akhirnya Dea memilih kaos hitam dan celana jeans warna biru langit.
“Om ada gunting ngga?”
Kevin mengambil gunting dari laci lalu memberikannya pada Dea. Matanya melotot melihat keponakannya itu membolongi celana jeansnya di beberapa tempat. Saat akan protes, Dea memberi tatapan tajam padanya. Selesai membolongi celana, gadis itu berjalan menuju deretan sepatu. Lalu mengambil sepatu kets putih.
“Nih pake om.”
“Kenapa celananya dibolongin gini sih. Tau ngga kamu kalau ini harganya mahal.”
“Ah elah nanti juga om bisa beli lagi. Ini biar keliatan gaol, om. Udah cepetan pake, Dea tunggu di bawah ya. Kan Dea juga mau dandan juga. Nanti turunnya kalau Dea udah panggil ya om.”
Dea segera keluar dari kamar Kevin. Kepada sang mama dia mengatakan kalau dirinya, Kevin, Ricky dan Noah akan makan setelah pertunjukkan. Gadis itu segera menyeret dua saudaranya untuk berganti pakaian.
Usai makan malam semua keluarga diminta berkumpul di ruang keluarga. Dea menyambungkan ponsel pada layar LED agar video bisa diputar di layar datar tersebut. Kemudian dia mulai memberi sambutan pada para penonton dadakan.
“Selamat malam semuanya. Pada kesempatan kali ini, ijinkan kami menghibur anda semua yang ada di sini. Ladies and gentlemen, please welcome.... uncle Kevin!!!”
Noah mematikan lampu di ruang tengah. Kevin mulai menuruni anak tangga lalu bergabung dengan para keponakannya. Dea mulai memutar video Love Shot. Rindu menutup mulutnya, tak percaya melihat melihat penampilan suaminya yang lain dari biasanya.
Suara musik mulai mengalun. Dea maju pertama bergaya menyanyikan lagu tersebut, kemudian disusul oleh Noah. Selanjutnya Kevin mulai bergaya seperti Kai, mulutnya mangap-mangap seperti tengah ngerap. Yang lain sekuat mungkin menahan tawanya melihat gaya Kevin yang kaku. Sebisa apapun pria itu tersenyum tetap saja wajahnya terlihat datar.
Rindu ternganga melihat sang suami meliukkan tubuhnya mengikuti gaya personil EXO. Bahkan pria itu juga menggerakkan bokong, bahu dan kakinya persis gaya EXO. Dia juga melakukan lipsync pada part Kai dan Chanyeol. Saat mengatakan ‘love shot’, Kevin mengarahkan jarinya ke arah sang istri.
Suara musik mengalun saat Ricky melakukan lipsync part D.O. setelah itu disambung Kevin melakukan rap part Sehun dan Chanyeol sekaligus lalu maju di bagian paling depan seperti posisi Kai. Mereka terus menari mengikuti lagu sampai selesai.
__ADS_1
Rindu bertepuk tangan begitu kencang kemudian bangun dari duduknya. Dia menghambur ke arah sang suami lalu memeluknya erat. Tak dipedulikannya tubuh sang suami yang bersimbah keringat. Anya tersenyum puas saat dirinya berhasil merekam seluruh pertunjukkan tadi.
“Bener ya the power of bumil bisa ngerubah si es balok jadi lava chocolate cake,” seru Ivan sambil terpingkal.
“Vin.. coba lihatin lagi gaya kamu goyangin bokong,” timpal Devan.
“So sexy,” sambar Anya sambil terkikik geli.
Kevin bergegas menarik tangan Rindu. Dia memilih kembali ke kamarnya sebelum berondongan ledekan menerpa telinganya. Sepeninggal Kevin, Anya segera mengirimkan video yang berhasil direkamnya pada Devan, Ivan juga Rindu.
“Makasih ya abang. Makin cinta deh sama abang.”
Rindu memeluk suaminya begitu tiba di kamar. Kevin mencium puncak kepala sang istri. Senang rasanya melihat calon ibu dari anaknya terlihat begitu bahagia. Tak apalah dirinya harus menahan rasa malu dan kehilangan harga diri di depan anggota keluarganya. Asalkan dia bisa melihat istrinya kembali tersenyum.
“Abang makan dulu yuk. Kan belum makan.”
“Abang makan di kamar aja. Kalau di bawah pasti yang lain ngga akan berhenti ngeledek. Tapi abang mau mandi dulu, gerah.”
“Ya udah aku ambilin makanan buat abang.”
Kevin mencium kening Rindu lalu masuk ke kamar mandi. Rindu baru saja akan keluar ketika ponselnya bergetar. Dilihatnya Anya baru saja mengirimkan file video. Ibu hamil itu tak bisa menahan tawanya melihat kembali penampilan sang suami saat menari ala EXO. Dia mengirimkan video itu pada Sekar dengan caption ‘tanda cinta suami pada istri’.
☘️☘️☘️
Selesai mandi, Kevin merasakan tubuhnya sedikit lebih segar. Ternyata menari itu sangat melelahkan. Dia lebih memilih menghabiskan waktu di kantor, berhadapan dengan tumpukan berkas dibanding menari seperti tadi.
Kevin menghampiri Rindu yang tengah duduk di sofa. Di atas meja, nampak hidangan makan malam telah tersedia untuknya. Kevin mendudukkan diri di samping sang istri. Rindu mengambil piring berisi nasi dan lauknya kemudian mulai menyuapi Kevin sampai makanan di piring tandas.
“Abang tadi sexy banget deh,” Kevin hanya tersenyum tipis.
“Susah ngga latihannya?”
“Susah banget.”
“Maaf ya bang. Itu bukan mauku, tapi ini.”
Rindu mengusap perutnya yang masih rata. Kevin bangkit dari duduknya kemudian berjongkok di depan Rindu. Tangannya memeluk pinggang sang istri kemudian mengecupi perut itu. Kevin menyandarkan kepalanya di perut Rindu. Perasaannya sungguh bahagia akhirnya Tuhan mempercayainya untuk menjadi orang tua. Sebelumnya pria itu tidak pernah berpikir untuk menikah cepat atau memiliki anak. Namun sekarang, dua hal itu sudah terjadi pada dirinya.
Rindu membelai pelan rambut Kevin. Dia menundukkan kepalanya lalu mengecup puncak kepala sang suami. Lelaki yang kerap membuatnya naik darah kini menjadi suaminya dan telah menanamkan benih pada rahimnya. Rindu juga tak menyangka perasaan cintanya pada Kevin akan berkembang secepat ini.
“Abang mau hadiah apa dari aku?”
Kevin mendongakkan kepalanya lalu menatap netra istrinya begitu dalam. Dia menarik tengkuk Rindu kemudian me**mat bibir tipis itu. Rindu mengalungkan tangannya ke leher Kevin. Untuk sesaat mereka saling menyalurkan perasaan cinta dengan pertautan bibir dan lidah mereka.
“Jangan mancing-mancing sayang. Kamu tahu kan kalau abang harus puasa dulu.”
“Hmm..?”
Rindu membisikkan sesuatu di telinga Kevin. Senyum terurai di wajah tampan itu. Kevin mengangkat tubuh Rindu ala bridal style kemudian membawanya ke kasur. Rindu duduk di atas kasur lalu meminta Kevin berbaring di dekatnya. Selanjutnya wanita itu membuka perlahan celana yang dikenakan sang suami. Malam ini dia akan memberikan service melalui bagian tubuhnya yang lain untuk memuaskan sang suami.
☘️☘️☘️
Kediaman Cakra
Karena penasaran, Cakra mendekati sang istri yang tengah terpingkal sambil matanya terus menatap ke layar ponsel. Sekar yang tak menyadari kedatangan suaminya terus menyaksikan tontonan bersejarah yang mungkin tidak akan dilihat lagi seumur hidupnya.
Cakra mengintip dari balik punggung Sekar. Matanya memicing melihat empat orang tengah menari, sayup-sayup terdengar lagu yang terdengar familiar di telinganya karena Sekar pernah memutarnya beberapa kali. Tawanya pecah ketika menyadari orang dalam video tersebut adalah Kevin. Sontak Sekar melihat ke arah belakang.
“Hahahaha...” Cakra terus tertawa seraya memegangi perutnya.
“Abang ngagetin aja,” Sekar menepuk bahu Cakra.
“Itu si Kevin kemasukan jin apa sampai mau ngedance ala K-Pop gitu hahahaha. Astaga narinya kaku banget, mana mukanya tetap datar hahahaha...”
“Rindu hamil bang. Dia ngidam pengen lihat bang Ke nari lagu Love Shot-nya EXO.”
“Dasar bucin hahahaha...”
“Kalau aku hamil terus minta abang nari kaya gini mau ngga?”
“Boleh aja asal ditemenin Abi, kak Juna, Jojo sama Kevin hahahaha...”
“Ish.. beraninya sambil bawa rombongan tagonian.”
Cakra mengusak puncak kepala Sekar lalu berbaring di atas kasur. Dia merentangkan lengannya lalu meminta sang istri merebahkan kepalanya di sana. Sekar menurut, dia berbaring di samping sang suami. Cakra memutar kembali video kiriman dari Rindu. Dia masih belum puas melihat dan menertawakan sang sahabat.
“Kamu udah kirimin ke Abi belum? Biar dia lihat.”
“Belum.”
“Sini abang kirim.”
Cakra mengirimkan video Kevin pada Abi, Jojo dan Juna. Dia kembali tertawa membayangkan ketiga sahabatnya itu terpingkal melihat tingkah Kevin. Tawanya terhenti ketika merasakan Sekar memeluk tubuhnya. Diliriknya wajah sang istri yang nampak sendu.
“Kenapa sayang?”
__ADS_1
“Aku kok belum isi ya bang.”
“Sabar sayang, mungkin belum waktunya.”
Sekar mengesah pelan. Bukan tanpa alasan dia menginginkan kehamilan. Jika dirinya hamil, maka sang papa akan membatalkan kepergian Cakra ke Jepang. Dia tak sanggup tinggal berjauhan dengan sang suami sampai kuliahnya selesai lalu menyusul ke negeri sakura itu.
“Kenapa hmm..”
“Ngga apa-apa bang. Aku ngiri aja sama Rindu.”
Cakra menaruh ponsel di atas nakas kemudian memiringkan tubuhnya. Kini keduanya saling berhadapan. Dibelainya puncak kepala Sekar lalu mendaratkan ciuman di keningnya. Dia tahu betul kalau sang istri sangat ingin mempunyai momongan dalam waktu dekat.
“Pasti kita akan segera menyusul mereka. Jangan lupa berdoa dan berusaha.”
“Iya bang.”
“Tadi kan udah doanya abis shalat. Sekarang usahanya yuk.”
Cakra memagut bibir Sekar yang langsung dibalas olehnya. Keduanya langsung larut dalam hasrat yang terpantik oleh ciuman panas mereka. Cakra melucuti semua pakaian yang melekat di tubuhnya juga Sekar sambil tak berhenti mencumbunya. Sebentar lagi dia akan membawa sang istri mengarungi surga dunia sambil berharap bibitnya akan tumbuh dalam rahim Sekar.
☘️☘️☘️
Kediaman Abimanyu
“Hahahaha...”
Tawa Abi pecah begitu saja saat melihat video kiriman Cakra. Nina yang tengah memakai krim malam, bergegas menghampiri suaminya begitu selesai. Dia merangkak naik ke atas kasur lalu berbaring di sisi Abi.
“Lihat apa mas?”
“Ini ada boyband baru.”
Abi memutar kembali video yang dilihatnya tadi agar Nina bisa melihatnya dari awal. Ibu hamil itu sontak langsung tertawa. Matanya terus memandangi Kevin yang tengah meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti irama lagu, persis seperti member EXO.
“Tumben bang Kevin mau nari kaya gitu.”
“Rindu lagi hamil katanya, terus ngidam pengen lihat suaminya nari ala K-Pop.”
“Wah bang Kevin tokcer juga ya cebongnya. Udah jadi aja tuh,” Nina terkikik geli.
Abi menaruh ponsel ke atas nakas lalu memeluk sang istri. Wajahnya tersenyum membayangkan kerepotan demi kerepotan yang akan dihadapi Kevin nanti saat Rindu mengidam hal yang tak biasa.
“Kalau aku minta mas kaya gitu, mas mau ngga?”
“Apa? Nari ala K-Pop?”
“Iya.”
“Jangankan nari ala K-Pop, kamu suruh mas nari kuda lumping juga mau.”
“Hilih gombal. Kemarin disuruh pake daster aja udah manyun.”
“Tapi akhirnya mas pake juga kan? Itu bukti cinta mas sama kamu dan calon anak kita.”
“Foto abang pake daster masih ada ngga ya di Anfa?”
“Buat apa?”
“Aku mau cetak terus difigurain. Aku pajang deh di sini.”
“Jangan macem-macem ya Yang. Lagian fotonya udah ngga ada.”
“Masa?”
Abi hanya mengangguk saja. Dia berhasil memaksa Anfa menghapus fotonya yang memakai daster. Tentu saja dengan disertai ancaman. Selain ancaman potongan gaji 50% selama enam bulan, pria itu juga mengancam akan memundurkan pernikahan Anfa sampai lima tahun ke depan.
“Pasti mas ancam ya.”
“Ngga kok. Cuma nego.”
“Hilih negonya mas itu kan biasanya disertai ancaman. Nanti aku coba tanya ke Rayi siapa tahu Anfa kirimin ke dia. Aku mau mmpphhh...”
Nina tak dapat melanjutkan ucapannya karena Abi telah membungkam bibirnya. Pria itu melepaskan sebentar pagutannya kemudian kembali membenamkan bibirnya. Nina mulai melayani pagutan sang suami yang selalu memabukkannya. Tangan Abi mulai bergerak menggerayangi tubuh sang istri. Nina bersiap menerima serangan dari Abi. Ciuman mereka sebagian besar memang sering berakhir dengan pergulatan panas di atas ranjang.
☘️☘️☘️
**Gimana puas akhirnya Kevin nari ala EXO. Ngga tanggung², dia ambil part Kai, Chanyeol sama Sehun sekaligus😂
Tinggal tunggu bom meledak, soalnya sahabat Kevin udah dapet kiriman videonya🤣
Ini penampakan outfit Kevin pas nge-dance**
Nih yang pengen visualnya Rindu
__ADS_1