KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Seducing


__ADS_3

Gedung Pacific Ocean masih berdiri kokoh seperti saat ditinggalkannya dulu. Kantor berlantai sepuluh ini adalah usaha keluarga turun temurun yang diwariskan dari ayah Ronald. Saat ini Richard masih menjabat sebagai CEO. Berhubung Jojo menolak untuk meneruskan jabatan Ronald di perusahaan ini sebagai wakil CEO, jabatan tersebut sekarang dipegang oleh Charlie, suami dari Daniah, anak Richard.


Jojo menggenggam tangan Adinda saat menaiki lift yang akan membawanya ke lantai sepuluh. Mereka keluar dari kotak besi itu saat pintu terbuka. Puja menyambut Jojo kemudian memandunya ke ruangan Charlie. Pria warga negara Australia itu segera menyambut Jojo.


“Welcome Jo, thank you so much for coming (selamat datang Jo, terima kasih sudah mau datang).”


“I have to, this is for uncle Richard and my father too (aku harus datang, ini demi om Richard dan papaku.)”


Jojo mengenalkan Adinda pada Charlie kemudian dia meminta Puja untuk membawa Adinda keluar karena ada hal yang harus didiskusikan bersama dengan Charlie. Puja membawa Adinda ke ruangannya.


Sepuluh menit berselang, Jojo dan Charlie keluar dari ruangan. Charlie langsung menuju ruang meeting sedang Jojo hendak menemui Adinda lebih dulu.


“Hon.. aku meeting dulu ya. Kamu di sini aja sama Puja.”


“Iya kak.”


“Puja.. aku titip Dinda.”


“Tenang aja, aku jamin dia ngga tergores sedikit pun.”


Puja mengedipkan matanya pada Jojo. Pria itu memutar bola matanya, Puja senang sekali menggoda dirinya. Baru saja Jojo akan pergi, terdengar sebuah suara memanggilnya. Dari arah lift, nampak seorang wanita cantik berjalan menuju Jojo. Adinda terlihat tegang, lagi-lagi dia harus bertemu dengan wanita yang pernah menghangatkan ranjang Jojo.


“Hallo Jo.. I miss you.”


Wanita yang ternyata adalah Angela, teman masa kuliah sekaligus partner in bednya mendekat lalu hendak memeluknya. Namun dengan cepat Jojo berkelit dan menjaga jarak dengannya. Kening Angela berkerut, setahun setelah Jojo pergi, pria itu jadi bersikap dingin padanya.


“Angela, meet Adinda, she’s my wife (Angela, kenalkan ini Adinda, dia istriku).”


“Seriously Jo?”


Angela terkejut mendengar penuturan temannya itu. Dia memandangi Adinda dari atas sampai bawah. Adinda jadi jengah dipandangi sedemikian rupa oleh Angela. Jojo merangkul bahu Adinda untuk menegaskan ucapannya tadi.


“Aku pergi dulu ya.”


Jojo mencium lagi Adinda, bukan di kening tetapi di bibir. Kecupan Jojo cukup membuat wajah Adinda merona. Puja berusaha menahan tawanya melihat Angela yang terhenyak melihat pemandangan di depannya. Jojo bergegas meninggalkan ketiga wanita itu menuju ruang meeting. Tak lama Angela menyusul Jojo, dia juga harus menghadiri meeting. Wanita itu merupakan salah satu anak pemegang saham di sini dan sang ayah mendelegasikan suaranya pada anaknya itu.


“Tunggu sebentar ya Din, aku selesaikan pekerjaan dulu. Habis itu kita ke cafe.”


Adinda mengangguk pelan lalu menuju sofa dan mendudukkan diri sana. Sambil menunggu Puja, dia bermain dengan ponselnya. Jarinya bergerak mengetikkan sesuatu di kolom pencarian. Adinda ingin tahu tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi di Singapura.


Lima belas menit kemudian Puja sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dia mengajak Adinda ke cafe untuk berbincang santai sambil meminum kopi. Keduanya menuju sebuah kedai kopi yang terdapat di seberang kantor. Setelah memesan minuman dan camilan, mereka duduk di sisi luar cafe.


“Kamu tahu siapa perempuan yang tadi?” Puja membuka percakapan.


“Angela? Kak Jojo udah cerita.”


“Wow aku angkat jempol buat dia. Ternyata Jojo berani juga ya membuka aibnya,” Puja tertawa pelan.


Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan. Adinda memperhatikan pesanannya, moccachino latte hangat. Cukup lama dipandanginya minuman berkafein di hadapannya. Puja menatap heran ke arah Adinda seraya menyeruput kopinya.


“Kenapa ngga diminum? Ngga suka?”


“Suka tapi sayang mau minumnya. Cantik banget kopinya.”


Puja tergelak mendengarnya. Sosok Adinda benar-benar menggemaskan. Dia jadi tahu apa yang membuat Jojo tergila-gila padanya. Wanita itu kemudian menyodorkan red velvet slice pada Adinda.


“Cobain Din. Di sini red velvetnya juara.”


Adinda mengambil garpu kemudian mulai memotong red velvet di hadapannya. Benar yang dikatakan Puja, kue yang sempat tenar beberapa waktu lalu itu memang terasa lebih lezat.


“Kamu harus hati-hati sama Angela. Dia itu perempuan ambisius, dia akan berusaha mendapatkan apa yang diinginkan bagaimana pun caranya.”


“Maksudnya apa kak?”


“Jojo.. Angela itu mencintai Jojo.”


“Tapi kata kak Jo, mereka tidur bersama tanpa ada perasaan apapun.”


“Iya, bagi Jojo tapi tidak dengan Angela.”


“Hmm.. apa kakak tahu berapa lama mereka berhubungan?”


“Six months maybe (enam bulan mungkin).”


Adinda ternganga mendengarnya. Perasaannya langsung tak menentu mendengar suaminya telah berhubungan selama enam bulan lamanya. Otaknya mulai berhitung berapa kali keduanya bercinta.


“Hey c’mon jangan cemas. Jojo benar-benar ngga ada perasaan pada Angela. Mereka memang dekat. Tapi bukan berarti selama enam bulan kebersamaannya, mereka selalu bercinta. Aku tahu Jojo, selain kantor dan rumah, dia jarang bepergian kemana pun. Kalau dia mau melakukan itu dengan Angela, dia melakukannya di apartemen Angela. Mereka tidak melakukannya sesering itu Din. Kalau Jojo lagi mumet baru mereka melakukannya.”


“Kalau begitu mereka sering juga ya. Pasti Angela pintar di ranjang sampai kak Jojo melakukannya berkali-kali. Apa kak Angela ngga pernah hamil anak kak Jo?”


“Hahaha... ya ampun Dinda, kamu polos banget sih.”


Puja terus tertawa sampai ada genangan air di sudut matanya. Dengan tisu, pelan-pelan Puja menyusut genangan air itu. Kemudian menatap ke arah Adinda yang masih bingung melihat reaksinya.

__ADS_1


“Dinda, kalau di sini yang namanya living together atau s*x before marriage itu hal yang biasa. Kalau kamu tanya soal Angela pernah hamil atau ngga, jawabannya ngga. Karena Jojo selalu memakai pengaman kalau bermain. Lagi pula Angela itu rajin meminum pil kontrasepsi.”


“Waktu sama kakak juga pakai pengaman?”


“Iya Din. Walau mabuk tapi kami masih cukup sadar untuk menggunakan pengaman. Ah udah lupain aja, itu masa lalu. Sekarang yang penting bagaimana cara kamu menjaga Jojo dari Angela. Kamu ngga boleh kalah gertak sama dia. Tunjukkan kalau kamu adalah pemilik Jojo yang sesungguhnya. Jangan mudah terintimidasi olehnya. Ok.”


“Iya kak, makasih.”


“Sebelum nikah sama Jojo, kamu pacaran berapa kali?”


“Ngga pernah kak.”


“Oh My God, Jojo benar-benar beruntung ya dapetin kamu. Masih fresh dan gress,” Puja kembali tertawa.


“Ayo Din, kita kembali ke kantor. Aku mau kasih kamu privat.”


“Privat apa kak?”


Puja berdiri kemudian menarik Adinda dari duduknya. Keduanya keluar dari area cafe. Karena Puja tak kunjung menjawab, Adinda kembali bertanya. Puja mendekatkan mulut ke telinga Adinda kemudian berbisik pelan.


“Kamasutra.”


☘️☘️☘️


Rapat umum pemegang saham akhirnya berakhir setelah melalui perdebatan sengit dan panjang. Berkat saham Ronald yang telah dialihkan atas namanya, Jojo berhasil menyelamatkan posisi Richard sebagai CEO. Selama Richard memulihkan diri, Charlie yang akan menjadi penanggung jawab perusahaan.


Angela membereskan barang-barangnya kemudian menghampiri Jojo yang tengah berbincang dengan Charlie dan beberapa petinggi perusahaan lainnya. Wanita itu baru saja mengabaikan perintah sang ayah yang menginginkan Richard lengser dari jabatannya. Suaranya diberikan kepada Jojo, membuat posisi Richard menang jauh saat voting.


Angela menunggu sebentar sambil matanya terus menatap ke arah Jojo. Lelaki yang dicintainya dan selalu membuatnya merasa puas di atas ranjang. Hatinya kecewa mendapati Jojo ternyata sudah menikah. Namun melihat penampilan istri Jojo, dia cukup percaya diri bisa merebut Jojo dari Adinda.


Satu per satu orang yang berbincang dengan Jojo pergi. Ketika Charlie pun pergi, barulah Angela mendekati Jojo. Dengan santainya dia memeluk pria itu dari belakang. Jojo terjengit, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Angela, namun wanita itu semakin mengeratkan pelukannya. Dengan sedikit kasar Jojo melepaskan pelukan Angela lalu menjauh darinya.


“Are you crazy?! (apa kamu gila?!),” sentak Jojo kesal.


“I miss you Jo, miss you so much (aku kangen kamu Jo, kangen banget).”


“I’m married, Angela. Stay away from me. We don’t have any relationship anymore (aku sudah menikah, Angela. Menjauh dariku. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi).”


“But I love you Jo,” Angela mendekat lalu membelai dada Jojo.


“Are you forgot? There is nothing between us except ***. No love, no feeling not anything. Did I ever told you that I love you? No Angela. The woman that I love right now is my wife. Stay away from me (Apa kamu lupa? Tidak ada apapun di antara kita kecuali ****. Tidak ada cinta, perasaan atau apapun. Apa aku pernah bilang aku mencintaimu? Tidak pernah Angela. Wanita yang kucintai saat ini adalah istriku. Menjauh dariku).”


Jojo segera keluar dari ruang meeting. Tak menyerah, Angela terus mengejarnya. Saat hampir mendekati lift, Angela mendahului langkah Jojo lalu menghalangi jalannya. Dia mendorong tubuh Jojo ke dinding lalu merapatkan tubuhnya. Didekatkan wajahnya ke arah Jojo.


“Apa dia sehebat diriku di atas ranjang baby?” bisik Angela.


“Apa kamu sudah lupa kehebatanku di ranjang Jo? Aku yakin dia tidak sebaik diriku.”


“Dia mungkin tidak sehebat dirimu tapi aku akan mengajarinya menjadi gadis liar yang membuatku ingin selalu memasukinya.”


“Not better than me (tidak akan lebih baik dariku).”


Tangan Angela bergerak ke arah bawah kemudian meremat junior Jojo. Terkejut dengan apa yang dilakukan Angela, Jojo meraih rambut Angela kemudian menariknya dengan keras hingga kepala Angela terdongak. Seketika pegangan Angela di benda pusaka Jojo terlepas karena rasa sakit yang dirasakannya.


“Pergilah selagi aku masih bersikap baik.”


“Apa kamu tahu? Aku memberikan suaraku untuk uncle Richard. Kamu harus membayarnya untukku.”


“Oh ya? Bahkan tanpa dukungan saham ayahmu, aku masih bisa menyelamatkan posisi uncle Richard. Jadi jangan mengujiku, Angela. Berani kamu menggangguku atau menyentuh istriku, aku tidak akan mengampunimu.”


Jojo melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Angela dengan kasar kemudian melenggang masuk ke dalam lift. Pria itu menghembuskan nafas lega begitu berada di dalam kotak besi itu. Sebagai lelaki normal, tentu saja hasratnya terpancing saat Angela menyentuhnya tadi.


☘️☘️☘️


Puja membuktikan ucapannya untuk mengajari Adinda kamasutra. Dia memberikan semua pelajaran **** pada wanita polos itu. Bahkan Puja menunjukkan beberapa film dewasa supaya Adinda bisa mengerti apa yang dikatakannya. Wajah Adinda memerah, tubuhnya memanas melihat adegan demi adegan di film tersebut.


“Udah kak, aku ngga sanggup lihatnya lagi, malu.”


Adinda menyerahkan ponsel Puja lalu menutup wajah dengan kedua tangannya. Puja tergelak melihatnya. Dia pun mengakhiri pemutaran film. Wanita itu mengambil sebotol minuman dingin lalu memberikannya pada Adinda.


“Din.. kamu panggil Jojo jangan kakak, ngga asik. Kedengarannya kaya lagi manggil kakak kelas.”


“Terus aku harus panggil apa kak?”


“Ya yang mesra dikit, hubby mungkin atau...”


Puja berbisik di telinga Adinda kemudian menganggukkan kepalanya saat Adinda bertanya melalui sorot matanya. Tepat di saat itu pintu ruangan Puja terbuka. Jojo masuk lalu duduk di samping sang istri.


“Udah selesai rapatnya kak?”


“Hmm.. maaf ya kalau lama nunggunya,” Jojo mendaratkan ciuman di pipi Adinda.


“Ehem!! Sana pulang jangan bikin ngiri calon pengantin. Tar bisa-bisa aku main sendiri.”

__ADS_1


Jojo tergelak kemudian menarik tangan sang istri. Tanpa berpamitan pada Puja, Jojo keluar dari ruangan lalu menuju lift. Baru saja keduanya masuk ke dalam, tiba-tiba Angela menyusul masuk. Jojo tak menghiraukan kehadiran Angela. Dia menyandarkan punggungnya ke dinding lift kemudian menarik tubuh Adinda ke dalam pelukannya. Posisi Adinda berada di depan suaminya dan tangan Jojo melingkari perutnya.


“Kamu mau kemana hon?”


“Pulang aja.”


“Lanjutin yang semalem ya,” bisik Jojo seraya memberikan gigitan kecil di telinga sang istri.


Angela menatap jengah ke arah pasangan di sampingnya. Seakan Jojo tengah mempelihatkan kemesraan dan rasa cintanya pada sang istri. Hati wanita itu panas melihat bagaimana Jojo memperlakukan Adinda semanis itu. Hal yang tak pernah didapatkannya dari pria itu.


TING


Pintu lift terbuka, Jojo bergegas mengajak Adinda keluar tanpa menoleh sedikit pun pada Angela. Supir yang tadi mengantarnya langsung membukakan pintu untuk mereka. Keduanya duduk di kursi belakang.


Jojo terus menggenggam tangan Adinda selama perjalanan. Adinda pun kerap mencuri pandang pada Jojo. Akibat film panas yang ditontonnya tadi, Adinda terus membayangkan dirinya bersama Jojo melakukan adegan di film tersebut. Tak terasa wanita itu menggigit bibirnya menahan hasrat yang tiba-tiba saja menyergap.


Begitu sampai di rumah, Adinda bergegas masuk ke dalam rumah lalu masuk ke kamar. Jojo yang menyadari keanehan pada sang istri segera menyusul. Terlihat Adinda tengah berjalan mondar-mandir. Gerak-geriknya menunjukkan kegelisahan. Jojo segera mendekatinya.


“Hon.. kamu kenapa?”


“Ehem.. ngga apa-apa kak. Hmm.. kak.”


“Apa?”


“Hmm..”


Adinda kebingungan sendiri bagaimana dia mengutarakan apa yang diinginkannya saat ini. rasanya malu kalau bilang dirinya ingin dicium, dicumbu dan dibuat mend**ah oleh sang suami. Wajah Adinda memerah membayangkan semua itu. Jojo mendekat lalu mengusap pipi Adinda yang kemerahan.


“Kamu kenapa sayang?”


“Hmm.. kak... aku.. aku...”


Jojo langsung menyambar bibir Adinda. Dirinya sudah tak tahan melihat sikap Adinda yang menggemaskan, ditambah tadi Angela sudah berhasil memancing hasratnya. Jojo me**mat bibir atas dan bawah Adinda bergantian. Tak disangka sang istri langsung membalasnya. Ilmu tadi yang diajarkan oleh Puja langsung dipraktekkannya. Bahkan Adinda sudah berani memasukkan lidahnya ke rongga mulut Jojo. Senang dengan keberanian istrinya, Jojo memperdalam ku**mannya.


Adinda mendorong tubuh Jojo ke kasur lalu melucuti pakaian pria itu satu per satu. Jojo terkesiap melihat kenakalan Adinda, namun membiarkannya saja. Dia ingin melihat sampai di mana sang istri bertindak. Jojo berbaring pasrah ketika semua pakaiannya sudah berhasil lepas dari tubuhnya.


Mata Adinda terus tertuju pada benda pusaka Jojo yang berdiri tegak seperti tiang listrik. Dia meraih benda pusaka itu lalu meniru adegan seperti di dalam film tadi. Jojo kembali dibuat terkejut dengan keberanian Adinda. Kemudian dia merasakan miliknya terasa hangat.


Jojo menggeram kala sang istri terus memanjakan miliknya. Tiba-tiba Adinda mengakhiri kegiatannya. Jojo tertawa geli melihat ekspresi istrinya yang seperti hendak muntah. Dia bangun lalu membalikkan keadaan. Kini gilirannya memberikan kepuasan pada sang istri.


Pertarungan panas segera terjadi. Jika kemarin Adinda hanya pasrah menerima semua perlakuan Jojo, tapi tidak kali ini. Dia sudah mulai aktif melayani permainan Jojo. Suaminya itu juga terus membimbingnya melakukan gaya lain yang membuat pergulatan mereka semakin panas.


Jojo menggeram saat cairan hangatnya berhasil masuk ke dalam rahim sang istri. Adinda terkulai lemas dalam pelukan Jojo. Tubuh dan wajah mereka dipenuhi keringat. Jojo mengusap keringat yang membasahi kening sang istri, kemudian mengecupnya lembut.


“Kak.. aku boleh ganti panggilan buat kakak ngga?”


“Kamu boleh panggil apa aja asal jangan om. Kamu emangnya mau panggil aku apa hmm..”


“Hmm.. tapi jangan ketawa ya.”


“Iya.”


“Janji?”


“Iya.”


“Bener?”


CUP


Jojo mengecup bibir Adinda, gemas dengan pembicaraan yang bertele-tele. Adinda menatap Jojo malu-malu lalu mengucapkan panggilan baru untuk suaminya. Panggilan yang diusulkan Puja.


“Hmm.. panda,” ucap Adinda pelan.


“Apa hon aku ngga dengar?”


“Panda.”


“Ih kamu kok ngomongnya bisik-bisik gitu, yang kenceng dong.”


“Panda!”


Jojo tergelak mendengar Adinda mengucapkan kata panda dengan wajah bersemu merah. Dipagutnya bibir mungil itu sesaat.


“Aku suka panggilan itu.. panda.. I love you hon..”


Jojo mencium kening Adinda kemudian membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Adinda balas memeluk pinggang Jojo. Melihat bagaimana sikap Jojo pada Angela dan perlakuan padanya. Adinda semakin yakin kalau Jojo mencintainya. Dia berjanji tidak akan memberikan peluang pada siapapun untuk masuk ke dalam pernikahannya.


☘️☘️☘️


**Fiiuuuhhh... beres juga akhirnya. Ngga kerasa ngetik sampe 2400 kata😁


Panda ngasih adegan hareudang Mulu nih. Mentang² pengantin baru.

__ADS_1


Part ini sebenarnya sudah mamake up sejak kemarin malam, tapi entah kenapa proses review-nya lama banget. Beberapa kali mamake revisi masih blm lolos. Ini revisi terakhir mamake, kalau masih belum lolos juga, entahlah.


Speechless dengan batasan pornografi NT🤐**


__ADS_2