
Rumah baru Kevin nampak sudah ramai dengan lalu lalang orang yang tengah menyiapkan acara syukuran. Tenda berwarna putih dan emas sudah terpasang di depan rumah. Acara hari ini adalah untuk syukuran tujuh bulanan, syukuran rumah baru dan juga kelulusan Rindu.
Acara dimulai dari pukul sepuluh pagi yang dibuka dengan pengajian. Ibu-ibu pengajian dari majelis taklim yang ada di daerah rumah Kevin sekaligus para tetangga juga keluarga berkumpul di ruang tamu juga tengah. Semua peserta pengajian mendengarkan tausyiah yang disampaikan yang kemudian disambung dengan melantunkan ayat suci secara bersama-sama.
Acara pengajian ditutup dengan ucapan doa untuk ibu hamil, agar kelahirannya diberikan keselamatan dan kelancaran, ibu juga dan anaknya sehat, tak kekurangan apapun. Usai pengajian, para tamu dipersilahkan mencicipi hidangan yang tersedia. Tak lupa mereka mendapat buah tangan saat pulang nantinya.
Selepas dzuhur, acara disambung dengan ritual tujuh bulanan. Ibunda Rindu menyerahkan sepenuhnya acara syukuran pada sang besan. Dia tak keberatan Delia menggunakan adat Jawa dalam prosesi ini. Intinya sama saja, mengharapkan keselamatan untuk bayi dan juga ibunya.
Acara siraman atau dalam bahasa Jawa disebut Mitoni siap digelar. Di halaman depan sudah tersedia tempat untuk melakukan siraman atau yang biasa disebut krobongan. Delia juga Ratna, ibu Rindu membimbing Rindu masuk ke dalam krobongan kemudian mendudukkannya di sana. Delia dan juga Ratna bergantian memandikan Rindu dengan air yang diperoleh dari tujuh sumber berbeda dan diberi taburan bunga tujuh rupa.
Selesai acara siraman, Rindu dibawa ke kamar untuk berganti pakaian. Ibu hamil itu mengenakan kain jarik juga tali yang biasa disebut letrek, kemudian kembali keluar. Delia bersiap memasukkan telur dari atas kain jarik hingga jatuh ke bawah. Kemudian disambung dengan Ratna yang memasukkan kelapa gading hingga jatuh ke bawah. Terakhir Kevin memotong tali letrek dengan keris. Pemotongan tali letrek bermakna, ayah sang bayi menghalau segala rintangan yang ada.
Selanjutnya adalah angreman. Delia telah menyediakan tujuh buah kain jarik. Hanya satu kain jarik yang dikenakan Rindu, sedang sisanya dipakai sebagai alas duduknya. Lalu Kevin menyuapi sang istri dengan nasi tumpeng dan juga bubur merah putih.
Ritual terakhir yang dilakukan adalah pemecahan kelapa gading oleh Kevin. Kelapa gading diberi gambar Kamajaya dan Kamaratih dan Kevin harus memilih mana kelapa yang akan dipecahkannya. Tanpa melihat gambarnya, Kevin memilih salah satu kelapa gading kemudian dipecahkan. Ternyata kelapa yang dipilih Kevin bergambar Kamajaya. Besar kemungkinan anak yang dikandung Rindu adalah laki-laki.
Serangkaian acara Mitoni sudah dilakukan, sekarang tinggal penutupnya yaitu dodol rujak. Delia telah menyediakan rujak yang akan diberikan kepada tamu dengan cara membelinya. Dodol rujak dibeli menggunakan krewengan atau uang-uangan yang terbuat dari tanah liat. Sejatinya Rindu yang harus berjualan rujak, namun khawatir sang menantu mengalami kelelahan, Delia meminta Kevin yang berjualan rujak.
Satu per satu tamu yang mengikuti acara Mitoni menghampiri Kevin untuk membeli rujak. Keempat sahabat durjananya juga telah ada di sana. Mereka mengantri di belakang barisan ibu-ibu demi bisa mendapatkan rujak sekaligus menyapa sang penjual yang tak lain sahabatnya sendiri.
“Tambahin napa, pelit amat lo,” ujar Cakra setelah menerima rujak dari Kevin. Sambil melihat kesal pada Cakra, Kevin menambahkan rujak ke piring Cakra.
“Hatur nuhun kang Ujang,” celetuk Jojo yang langsung dibalas pelototan Kevin. Jojo hanya terkekeh kemudian berlalu pergi.
“Nih rujak pasti rasanya asem sama sepet, persis kaya yang jual,” ledek Abi yang tidak digubris Kevin.
“Senyumnya mana mas... masa jualan mukanya datar gitu, senyumnya mas,” goda Juna. Kevin hanya mendengus kesal.
Beberapa ibu-ibu yang mengantri di belakang keempat pria itu tak bisa menahan tawanya mendengar bagaimana mereka menggoda calon bapak itu. Setelah mendapatkan rujak, mereka duduk berkumpul di bawah tenda sambil menikmati rujak. Sambil makan, mereka sibuk membicarakan sang pemilik hajat.
“Menurut lo anaknya Kevin cewek apa cowok?” Jojo membuka percakapan.
“Kalo tadi dia milih kelapa yang gambar Kramat Jati ya, pasti cowok tuh,” celetuk Cakra.
“Kamajaya PEA!” sembur Jojo. Cakra hanya terkekeh saja.
“Kira-kira kalau cowok namanya siapa ya?” tanya Jojo lagi.
“Vindu, singkatan dari Kevin – Rindu,” jawab Cakra mantap.
“Pasti Kai, kan si Rindu ngefans sama personil EXO yang namanya Kai,” sambung Juna.
“Salah lo pada. Nama anaknya Kevin tuh Muhammad Ujang Purnama huahahaha...”
Gelak tawa yang lain langsung terdengar setelah mendengar perkataan Abi. Cakra sampai terbatuk karena tak berhenti tertawa. Kevin yang masih melayani pembeli melihat ke arah sahabat durjananya itu. Perasaannya mengatakan kalau keempat pria itu tengah bergibah tentang dirinya.
Setelah ashar, acara dilanjutkan kembali. Kali ini giliran acara anak muda. Melengkapi acara tujuh bulanan, Rindu membuat games yang diikuti oleh sahabatnya juga sahabat suaminya. Permainan dilakukan berpasangan. Game pertama adalah memindahkan dot menggunakan sedotan. Masing-masing memegang sedotan kemudian menaruh ke mulutnya. Para wanita bertugas memindahkan dot yang tergantung di sedotan pada sedotan para lelaki.
Pelan-pelan semua peserta berusaha memindahkan dot. Sedikit demi sedikit Nadia berusaha memindahkan dari sedotan. Juna maju mendekat. Tinggal sedikit lagi dot tersebut berpindah tapi malah terjatuh karena posisi sedotan mereka tidak pas. Pasangan Juna dan Nadia gugur.
Jojo dan Adinda juga tengah berjuang memindahkan dot. Keduanya cukup kesulitan memindahkan dot karena tinggi mereka yang berbeda jauh. Adinda berjinjit agar posisinya lebih tinggi, sedang Jojo membungkukkan tubuhnya menyamai tinggi sang istri. Karena pegal terus membungkuk, Jojo mengangkat tubuhnya bersamaan dengan itu Adinda memindahkan dot dari sedotannya. Alhasil usahanya gagal, dot jatuh ke lantai. Pasangan Jojo dan Adinda gugur juga.
__ADS_1
Nina berjinjit agar posisi sedotannya bisa menyamai milik Abi. Sedikit demi sedikit dot di sedotannya bergeser. Tak sabar dengan permainan ini, Abi mengambil dot dengan tangannya kemudian memasukkannya ke sedotan miliknya. Nina dengan kesal memukul lengan suaminya. Sudah pasti mereka didiskualifikasi. Tapi Abi tak merasa bersalah sedikit pun. Dia malah mencabut sedotan dari mulut Nina lalu mengecup bibir istrinya itu.
Sementara itu, Gurit dengan Syakira juga tengah berusaha memindahkan dot dengan sedotan. Pelan-pelan Syakira menggeser dot. Dengan sabar Gurit menunggu dot sampai ke sedotannya. Mereka menyatukan ujung sedotan. Sedikit demi sedikit Syakira menggerakkan dotnya. Gurit sebisa mungkin mempertahankan sedotan tetap di tempatnya. saking seriusnya tanpa sadar ujung bibirnya berair. Perlahan cairan itu mengalir membasahi dagunya.
Syakira yang tengah berkonsentrasi langsung buyar begitu melihat aliran air dari mulut Gurit. Sontak dia tertawa dan menyebabkan sedotan dan dotnya terjatuh. Bukan hanya pasangan ini yang akhirnya gugur. Pasangan Radix dan Nabila pun harus ikut gugur karena Radix tak bisa menahan tawanya melihat iler sahabatnya.
Kini hanya tinggal dua pasangan lagi. Posisi mereka sama-sama kuat. Sekar sudah berhasil menggeser dot sampai ke ujung sedotannya, begitu pula dengan Cakra yang posisi sedotannya sudah pas dengan milik sang istri. Saat dot sudah berhasil pindah ke sedotan Cakra, tiba-tiba
“Hatchi!!”
Cakra tak bisa menahan bersin karena hidungnya terasa gatal. Alhasil sedotan juga dot terlepas dari mulutnya. Bahkan sang istri terkena hujan lokal yang berasal dari mulutnya. Tak ada kemarahan atau kekecewaan nampak dari wajah Sekar, yang ada dia malah tertawa melihat sang suami yang tak berhenti bersin.
Di sisi lain, Rayi sudah berhasil memindahkan dot ke sedotan Anfa. Dengan cepat Anfa menaikkan posisi sedotan hingga dot membentur bibirnya. Rayi bersorak senang, mereka berhasil menjadi pemenang di game kali ini.
“Heleh gitu aja bangga,” celetuk Abi.
“Ngalah aja sama pengantin baru,” sambar Juna.
“Faktor keberuntungan itu,” sahut Jojo.
“Kalau kaga bersin, yakin gue yang menang,” yakin Cakra.
“Gara-gara lo gue kalah,” Radix menunjuk pada Gurit.
“Salah sendiri kenapa lo malah lihat iler gue,” balas Gurit tak mau kalah.
“Dah.. pada ngeles semua. Yang jelas kita juaranya, ya ngga say,” Anfa merangkul bahu sang istri. Gurit, Radix, Rindu dan Sekar kompak menampilkan ekspresi seperti hendak muntah.
“Ok... game pertama pemenangnya Anfa dan Rayi. Sekarang lanjut game kedua gaaaeeesss,” terdengar suara cempreng Rindu.
Para wanita sudah berdiri di dekat pasangannya. Kevin juga Rindu mengikatkan kain hitam ke mata mereka, kemudian memberikan mangkok berisi bubur bayi. Semua sudah bersiap di tempatnya dan
“Mulai!”
Para wanita mulai bergerak mendekati pasangannya. Kaum adam memberikan arahan pada para wanita mereka kemana harus mengarahkan sendoknya. Suara mereka terdengar bersahutan dan cukup membuat bingung para wanita.
Adinda mengikuti arah suara Jojo. Dia mengarahkan sendok ke arah mulut suaminya. Jojo terus berteriak kemana sang istri harus menggerakkan tangannya. Sendok di tangan Adinda bergerak ke kanan dan kiri. Kain hitam yang membalut matanya membuatnya tak bisa melihat apapun dan hanya mengandalkan pendengarannya saja.
“Maju dikit lagi hon. Iya.. terus, naik dikit.”
Adinda mengikuti semua arahan sang suami. Sendok Adinda tadi berada di dagu Jojo, sesuai perintah, dia menaikkan posisi sendok. Setelah merasa posisi sendoknya terasa pas, Adinda menuangkan bubur di sendok. Dengan sukses bubur mendarat di depan lubang hidung Jojo.
“Ampun manda, hidung aku ini!”
“Maaf panda.. maaf..”
Adinda menurunkan sendok kemudian menuangkan kembali bubur. Kali ini bubur mendarat di dahu Jojo.
“Manda.. itu dagu, naik dikit.”
Adinda menaikkan kembali sendoknya tapi terlalu ke pinggir. Hingga kemudian bubur mendarat di rahang Jojo. Pria itu menghembuskan nafasnya kesal, wajahnya sudah penuh dengan bubur tapi tak sesuap pun yang masuk ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Lain lagi dengan Nadia, wanita itu terus menggerakkan sendoknya ke kanan dan kiri. Juna mengikuti arah sendok sang istri, namun tak juga berhasil karena pergerakan tangan Nadia cukup cepat. Karena kesal, ditariknya tangan Nadia hingga duduk di pangkuannya, kemudian mengambil mangkok bubur dari tangan istrinya. Dengan santai Juna menyuapkan bubur ke mulutnya juga Nadia.
“Jun.. di dis lo!” teriak Kevin.
“Bomat!”
Di sebelah Juna, Abi juga tengah mengarahkan sang istri yang sedang berusaha menyuapinya. Nina mendengarkan dulu arahan Abi baru menggerakkan tangannya. Kini sendok sudah tepat berada di depan mulut Abi. Pria itu membuka mulutnya lebar-lebar. Saat sendok sedikit lagi masuk ke dalam mulutnya, tiba-tiba terdengar tangisan Kenzie.
Nina membuka penutup matanya kemudian memberikan mangkok di tangannya pada Abi. Dia bergegas menuju sang anak yang berada dalam gendongan Rahma. Abi menikmati bubur di tangannya dengan santai sambil melihat ke arah peserta lain.
“Diptaaahhh aaaakkhhh..”
Syakira mengarahkan sedok di tangannya, namun hanya angin yang didapatnya. Gurit memanggil kekasihnya kemudian mengarahkan kemana sendoknya harus ditujukan. Entah apa yang salah dengan Syakira. Bukannya berjalan mendekati Gurit, dia malah mendekati Radix yang posisinya ada di samping kirinya.
“Yang.. di sini yang.. bukan di sana! Astaga gue bilang ke kanan, malah ke kiri. Woii sayang! Lo tau arah kagak!”
Semua yang mendengar teriakan Gurit sontak melihat ke arah pasangan itu. Rindu langsung terbahak melihat Syakira yang salah alamat. Radix yang tengah menanti suapan Nabila merasa terganggu dengan kehadiran Syakira.
“Oii.. laki lo di sana bukan di sini!” kesal Radix.
“Yang.. ke sini! Ngapain di sono, mau selingkuh lo!”
“Aduuuhhh Diptaaahh khamuuhh dhimanaahh?”
“Ke sono, jangan halangin Bila.”
Radix mendorong tubuh Syakira ke arah Gurit. Posisi berdiri Syakira yang tak terlalu siap, membuatnya langsung meluncur menabrak sang kekasih. Gurit terjatuh dari kursi, mangkok bubur tumpah di atas wajahnya sedang kepala Syakira sukses mendarat di benda pusakanya.
Gelak tawa membahana ke seluruh ruangan melihat peristiwa tragis yang menimpa sepasang kekasih tersebut. Syakira membuka penutup matanya, matanya membulat melihat ada yang menonjol dari balik celana kekasihnya. Gurit segera bangun kemudian ngacir ke kamar mandi.
“Hahahaha... uhuk.. uhuk..” Abi tersedak bubur yang dimakannya karena tak berhenti tertawa.
“Sokooorrr.. kurma dibayar tunai,” ledek Cakra.
Kini hanya tersisa dua pasangan saja. Baik Rayi, maupun Nabila sudah berhasil menyuapkan makanan ke mulut pasangannya. Kontestan yang sudah gugur menyemangati kedua pasangan tersebut.
Permainan kedua kembali dimenangkan pasangan Rayi dan Anfa. Selain lebih cepat habis, sisa-sisa bubur juga tak banyak mengotori wajah Anfa. Pengantin yang baru menikah tiga bulan ini akhirnya menjadi pemenangnya. Namun kebahagiaan mereka sirna ketika kado yang diberikan oleh penyelenggara acara ternyata hanya piagam bertuliskan ‘Selamat Menjadi Juara. Dengan ini kami ucapkan terima kasih’.
“Buset hadiahnya gitu doang, ngga sepadan dengan pengorbanan gue,” seru Jojo.
“Feeling gue udah ngga enak dari awal,” lanjut Abi.
“Si kulkas dua pintu sungguh ter-la-lu,” sambung Cakra.
“Malang banget nasib si Gurit hahaha.”
Ucapan Juna langsung disambut gelak tawa yang lain. Gurit yang baru kembali dari kamar mandi misah misuh begitu tahu kalau hadiah yang diberikan justru menambah kegondokkannya. Sudah jatuh, tertimpa bubur pula ditambah dirinya harus berjibaku menidurkan adiknya yang tak sengaja terbangun tadi.
Para orang tua yang menyaksikan perlombaan tak bisa menahan tawanya. Kekonyolan anak-anak mereka sungguh merupakan hiburan tersendiri bagi mereka. Bahagia rasanya, di masa tuanya melihat anak-anak berbahagia dan kompak satu sama lain.
☘️☘️☘️
__ADS_1
**Akhirnya beres juga ngetik part ini setelah keselang nonton Proliga sama nyariin anak yg ngador entah kemana.
Selamat bermalam minggu gaaeesss**...