
Jojo mengangkat sebelah kakinya, saat kaki yang satunya lagi akan terangkat dua buah tangan menarik tubuhnya hingga jatuh terduduk. Jojo melihat kedua sahabatnya tengah memandang ke arahnya dengan tatapan kesal. Abi mendekatinya lalu melayangkan pukulan ke wajahnya.
BUGH
“Lo udah bikin hidup gue menderita, sekarang lo mau mati begitu aja? Brengsek!!”
BUGH
Abi kembali menghajar Jojo. Pria itu hanya diam tak membalas pukulan sahabatnya. Cakra segera menarik Abi yang terus memukuli Jojo. Dia menjauhkan Abi lalu membantu Jojo untuk bangun. Jojo terkekeh, tangannya bergerak menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
Abi menjatuhkan bokongnya di samping Jojo, disusul oleh Cakra. Kini Jojo duduk diapit oleh kedua sahabatnya. Cakra merangkul bahu Jojo, Abi mengarahkan tangannya ke belakang kepala Jojo lalu memukul dengan telapak tangannya.
“Sakit bego!” seru Jojo.
“Biar lo sadar!”
“Udah-udah. Lo berdua kalau ketemu berantem mulu, ngga bosen apa?”
Jojo tertawa, berada di situasi seperti ini benar-benar mengingatkannya akan masa lalu. Dia mengusap sudut matanya yang membasah, antara haru, bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. Jojo menoleh ke arah Abi.
“Bi.. gue minta maaf. Maaf udah bikin hidup lo berantakan, maaf karena gue, lo jadi menderita.”
Jojo menoleh ke arah Abi, memandang sahabatnya itu dengan tatapan penuh penyesalan. Membayangkan apa yang sudah dilakukannya untuk menyakiti sahabatnya, rasanya dia tak sanggup harus bertatap muka lagi dengannya.
“Bi.. kenapa lo mau nurutin gue kemarin?”
“Lo kan ngancem gue pake Rayi, amnesia lo?”
“Gue tau bukan itu aja alasan lo kan?”
“Pertama karena Rayi dan kedua karena gue percaya elo bakal selamatin gue.”
“Cih.. pede gila lo,” Jojo tersenyum kecut dalam hati. Abi begitu memahaminya, tapi dirinya tak bisa sepenuhnya mempercayai sahabatnya ini.
“Dari bahasa tubuh lo, gue bisa tahu. Lo bukan seperti orang yang menunggu gue mati tapi seperti bersiap mencegah gue melakukan itu. Antara ucapan dan sikap lo tuh ngga sikngkron.”
“Yup.. tojaiyah namanya,” celetuk Cakra.
“Lo juga nyangka gitu Cak sama gue?”
“Iyalah. Lo pikir kenapa gue tetep diem lihat semua drama lo, karena gue tahu lo tuh cuma gertak doang. Kalau lo mau nyakitin Abi, ngga bakal lo selamatin Sekar waktu itu.”
“Kalian berdua paham banget soal gue. Tapi gue...” Jojo menggantung ucapannya, tergambar jelas gurat penyesalan di wajahnya.
“Kita berdua emang pinter, lo aja yang begonya ngga hilang-hilang.”
“Kampret!!” umpat Jojo.
Abi terkekeh. Dia merangkul bahu Jojo. Rasa sakit yang dulu dirasakan akibat perbuatan sahabatnya seakan menguap begitu saja. Kembalinya Jojo saat ini lebih berharga dari semua peristiwa buruk yang dialaminya. Jojo memeluk Abi. Kedua sahabat itu berpelukan sebagai tanda perdamaian. Abi mengurai pelukannya.
“Lo tau Jo? Dari semua hal buruk yang menimpa gue, ada satu hal yang paling gue syukuri.”
“Apa?”
“Kelumpuhan sementara gue. Dari situ gue bisa ketemu perempuan luar biasa yang sekarang jadi istri gue.”
“Gue juga minta maaf soal Nina. Bahkan gue sempat mau jebak dia. Untung aja dia berhasil kabur,” Jojo terkekeh mengingat Nina yang mengerjainya balik hingga dia yang terkena getah perbuatannya sendiri.
“Istri gue gitu loh. Syukurin lo, senjata makan tuan hahaha...”
__ADS_1
“Hati-hati sama Nina, Jo. Dia itu ngga sebodoh yang lo kira. Abi aja dibuat mati kutu sama dia sampai akhirnya bucin hahaha,” Abi menoyor kepala Cakra.
“Calon adek ipar kampreto!!”
Cakra dan Jojo tergelak. Abi memandang keki pada keduanya lalu membaringkan tubuhnya dengan tangan sebagai penyangga kepalanya. Matanya menatap lurus ke arah langit yang terlihat cerah. Jojo dan Cakra ikut berbaring. Untuk sesaat suasana hening di antara mereka.
“Apa rencana lo sekarang Jo? Apa lo bakal balik ke Singapura?” suara Cakra memecah kesunyian di antara mereka.
“Ngga. Gue bakal tinggal di sini. Udah setahun gue ngerintis usaha di sini, buka toko tas, cafe sama tempat wisata di Lembang.”
“Dan lo ngga kasih tahu kita? ****** emang lo!” maki Cakra.
“Terus maksud lo apa tadi hah? Lo mau uji coba apa nyawa lo ada sembilan, gitu?” sewot Abi.
Jojo merubah posisi dari berbaring menjadi duduk dengan posisi kedua lututnya menekuk. Terdengar helaan berat nafasnya sebelum menjawab pertanyaan sang sahabat.
“Jujur sejak Anka pergi, gue udah ngga punya semangat hidup. Tujuan gue cuma satu, membalas orang yang udah nyakitin dia, habis itu gue bakalan nyusul dia. Kemarin hidup gue hancur lebur setelah tahu semua kebenarannya. Selama ini gue udah salah nuduh sahabat gue sendiri, gue udah bikin hidup lo susah. Dan begitu tahu ternyata papa Ronald yang melakukan semua itu, gue benar-benar ngga punya keinginan untuk hidup lagi. Gue juga malu berhadapan sama elo Bi, sama kak Juna, Sekar juga mama dan papa. Gue udah kehilangan semua orang yang gue sayangi karena kebodohan gue sendiri. Gue ngga punya siapa-siapa lagi. Cuma mati yang ada di benak gue.”
Jojo menundukkan kepalanya. Punggungnya tampak bergetar, pria itu kembali menangis. Cakra bangun lalu merangkul bahu Jojo. Begitu pula dengan Abi, tangannya terulur menarik kepala Jojo lalu mengusak puncak kepalanya.
“Lo ngga sendirian Jo, masih ada gue juga Abi. Kita berdua tetap sahabat lo.”
“Udah Jo, jangan nangis lagi. Muka lo udah babak belur ditambah bengkak abis nangis, kaga ada ganteng-gantengnya.”
“Kan elo yang udah bikin muka gue babak belur, kampret.”
“Hahaha..”
“Soal papa Ronald, apa yang mau lo lakuin Jo?”
“Gue serahin semua sama pihak kepolisian. Mungkin prosesnya agak ribet, lo tau sendiri papa bukan WNI. Sebenarnya kalau bokap mau jujur dan minta maaf, mungkin gue akan maafin dia. Jadi dia ngga perlu bertindak sejauh ini dan menelan banyak korban. Entah gimana reaksi om Aswan kalau dia tahu Vicko cuma collateral damage.”
“Thanks Bi. Love you..”
“Dih najong, gue masih normal ya.”
“Hahaha..”
Tawa ketiganya kembali terdengar. Abi bangun dari tidurnya ketika ponselnya berdering. Terlihat panggilan dari sang istri. Dia segera menjawab panggilan tersebut.
“Ya sayang...”
“Mas Abi kemana sih lama banget perginya? Tega banget mas tinggalin aku di rumah sakit sendiri hiks.. hiks.. aku laper tahu hiks.. hiks..”
“I... iya sayang. Mas ke sana sekarang. Kamu mau makan apa hmm?”
“Aku pengen black forest, tiramisu sama brownies.”
“Ya udah, mas bawain. Jangan nangis lagi ya.”
Nina mengakhiri panggilannya. Abi memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celananya. Dia melirik ke arah jam tangan, ternyata sudah hampir dua jam dirinya meninggalkan Nina di rumah sakit.
“Mamvus gue, gara-gara elo sih Jo.”
“Lah kenapa gara-gara gue? Nina kenapa? Katanya Nina dirawat?” cecar Jojo.
“Iya, kemarin perutnya kram. Ada calon anak gue di perutnya,” Abi mengulum senyum bahagia.
“Nina hamil Bi?” tanya Cakra.
__ADS_1
Abi hanya menjawab dengan anggukan seraya tersenyum. Cakra langsung menghampiri Abi lalu menerjangnya. Jojo juga ikut-ikutan, kedua pria itu menindih tubuh Abi.
“Uhuk.. uhuk.. woi bangun woi.. berat ini. Semprul lo pada!”
Jojo dan Cakra bangun lalu membantu sahabatnya itu bangun. Abi segera berdiri seraya menepuk-nepuk celananya yang sedikit kotor. Kedua sahabatnya masih tetap diam di tempatnya sambil memperhatikan Abi.
“Gue mau ke rumah sakit dulu. Cak, lo jagain nih si jomblo satu, jangan sampai loncat dari gedung lagi.”
Abi dengan santai melenggang pergi. Jojo melepas sebelah sepatunya lalu melemparnya ke arah Abi. Lemparan sepatu Jojo tepat mengenai kepala Abi. Pria itu berbalik lalu melemparkan sepatu Jojo sekuat tenaga. Jojo hanya menganga melihat sepatunya melayang jatuh ke bawah.
“Kampret!! Sepatu gue tuh!”
“Bodo amat!”
“Itu limited edition bego!”
“Emang gue pikirin!!”
Abi menjawab umpatan Jojo tanpa melihat ke arahnya. Dia terus berjalan meninggalkan rooftop. Jojo bangun lalu berlari ke tepian rooftop kemudian melihat ke arah bawah. Mencari sepatunya yang entah mendarat di mana.
“Kampret si Abi, sepatu gue jatoh kemana?”
“Udah tinggal beli lagi, repot banget lo.”
“Udah kaga ada monyong. Itu limited edition, gue belinya juga ngantri seharian.”
“Hahaha... udah tahu si Abi gila, lo malah lempar tuh sepatu ke dia. Salah lo juga.”
Cakra berdiri kemudian menarik lengan Jojo untuk segera turun dari rooftop. Dia bermaksud menengok Nina di rumah sakit. Sekar juga memintanya bertemu di sana. Karena masalah Jojo, Cakra sedikit melupakan calon istrinya itu.
☘️☘️☘️
Di sebuah ruang perawatan, nampak sepasang suami istri sedang berbaring di ranjang. Keduanya asik berbincang. Nina berbaring dengan kepala beralaskan lengan Abi. Dan tangan pria itu tak berhenti mengusap perutnya yang masih terlihat rata.
Kemarin saat Nina mengeluhkan perutnya sakit, Abi langsung membawanya ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau Nina tengah berbadan dua. Usia kehamilannya masih sangat muda, baru berjalan empat minggu. Kemarin dia mengalami kram karena menaiki tangga hingga sepuluh lantai. Selain itu, ketegangan yang sempat menghampiri keluarga kecilnya juga membuatnya sedikit shock. Dokter menyarankan Nina untuk bed rest.
Sejak mengetahui dirinya hamil, sikap Nina sedikit berubah. Dia menjadi sangat manja, mudah menangis, mudah marah dan selalu ingin berada di dekat suaminya.
Abi mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Nina dengan lembut. Kebahagiaan yang dirasakannya kini tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Setelah hubungannya dengan Jojo membaik, Tuhan juga menganugerahinya calon anak yang masih berada di perut sang istri.
“Mas.. mama udah dikasih tahu?”
“Belum. Baru Jojo sama Cakra yang tahu.”
“Kok mama sama papa belum dikasih tahu sih? Mama pasti seneng banget denger kabar ini.”
“Nanti aja, tahu sendiri mama kaya gimana. Kalau dikasih tahu sekarang, pasti mama pasti langsung ke sini. Nanti sore aja, biar sekalian sama yang lain dikasih tahunya. Kalau sekarang mas cuma mau berdua aja sama kamu dan calon anak kita.”
Abi kembali mengusap perut Nina lalu mengangkat tubuhnya untuk mencium perut itu. Abi kembali berbaring di samping Nina, bibirnya kembali menciumi wajah juga bibir sang istri. Seakan dirinya tak pernah puas untuk melakukannya.
Saking asiknya berciuman, keduanya tak menyadari kalau pintu kamar terbuka. Tamu tak diundang itu terbengong melihat siaran langsung di depan mereka.
“Ehem!!”
☘️☘️☘️
**Siapa tuh yang ganggu pasutri lagi mesra²an🤔
Buat kalian semua, di malam tahun baru ini, mamake up lagi buat kalian semua. Mamake juga kasihan kelamaan jemur Jojo di rooftop.
__ADS_1
Selamat tahun baru ya🥳🥳🥳**