KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Kebenaran


__ADS_3

Nina dan Ita memasuki cafe yang dijadikan tempat pertemuannya dengan Ruby. Mereka menuju lantai atas. Nina memilih tempat di atas agar lebih leluasa saat berbicara dengan wanita itu. Nampak Ruby sudah menunggunya. Nina segera menghampiri lalu menarik kursi di hadapan Ruby. Kening Ruby mengernyit melihat Ita yang ikut duduk bersama dengan mereka.


“Siapa dia?”


“Nanti kamu juga akan tahu.”


“Ada apa ingin bertemu denganku?”


“Berhenti mengganggu suamiku.”


“Apa? Hahaha...”


Ruby tertawa cukup kencang, tak percaya Nina mengajaknya bertemu untuk meminta hal tersebut. Diambilnya gelas minuman di depannya lalu menyeruputnya dengan tenang. Dia senang sekali Nina terlihat insecure terhadapnya.


“Kamu takut Abi akan tergoda olehku? Kemana kepercayaan dirimu waktu itu?” ejek Ruby.


“Aku memintamu demi kebaikanmu sendiri. Aku takut mas Abi yang akan menyakitimu. Kamu tahu? Macan yang terluka akan lebih ganas ketika menyerang. Kakakmu sudah memberikan luka yang dalam pada suamiku, berhentilah sebelum dia menjadikanmu pelampiasan kemarahannya.”


“Tutup mulutmu! Abi yang telah membuat kakakku menderita! Dia memaksa kakakku menikah dengannya, memisahkannya dengan lelaki yang begitu dicintainya, bahkan dia melakukan kekerasan selama berumah tangga sampai akhirnya kakakku tak bisa menahannya lagi. Dia memilih kabur dengan bantuan Vicko tapi ternyata Abi tak mau melepaskannya hingga akhirnya kakakku mati!!”


Ita terkejut bukan main mendengar penuturan Ruby, dia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya seraya menggelengkan kepalanya. Nina masih bersikap tenang, sesuai prediksi, Jojo telah menghasut Ruby dan memutarbalikkan fakta. Dia memesan minuman untuk dirinya juga Ita sebelum mulai berbicara.


“Apa kamu tahu kalau kakakmu berselingkuh dengan Vicko?”


“Ya.. itu berita yang disebarkannya Abi untuk menutupi kebusukannya.”


“Hmm.. begitu? Selama kamu bekerja bersamanya, apa kamu pernah melihat dia berlaku kasar? Bukan dengan kata-kata atau sikap, tapi melakukan kekerasan fisik terutama pada wanita. Apa kamu pernah melihatnya?”


Ruby terdiam, Abi memang selalu bersikap dingin, kata-katanya terkadang ketus tapi pria itu tak pernah bersikap kasar. Bahkan dia selalu berlaku lembut pada Nina juga Sekar. Begitu pula terhadap Anfa dan sahabatnya, Cakra.


“Aku yakin kamu belum pernah melihatnya. Lalu bagaimana bisa kamu begitu yakin kalau mas Abi menyiksa kakakmu, fisik dan mental? Apa Mano aahh.. maksudku Jojo yang mengatakan itu semua padamu?”


Ruby terkesiap, matanya membelalak, seketika perasaan cemas menyergapnya. Jika Nina sudah tahu hubungannya dengan Jojo, berarti Abi juga sudah mengetahuinya. Tanpa sadar Ruby meremat jari-jari tangannya.


“Sejak awal kamu bekerja di kantor, mas Abi sudah tahu siapa dirimu. Dia membiarkanmu tetap berada di dekatnya hanya untuk mengetahui siapa orang yang ada di belakangmu. Sungguh tak disangka, sahabat terbaiknya yang telah menusuknya dari belakang.”


“Lalu? Apa maksudmu mengatakan ini semua? Apa kamu mengancamku?”


“Aku mengajakmu bertemu untuk membicarakan kejadian yang sesungguhnya, agar tak ada lagi salah paham antara dirimu dengan mas Abi. Yang datang bersamaku adalah bi Ita. Dia sudah bekerja lama di keluarga mas Abi. Dia juga mengenal kakakmu. Kamu bisa mendengar cerita tentang Fahira selama menjadi istri mas Abi darinya.”


“Aku tak butuh! Aku tahu benar siapa kakakku!”


“Dengarkan saja dan jangan menyelanya sampai bi Ita selesai.”


“Simpan saja omong kosong kalian!”


“Menurutlah atau aku terpaksa mengikatmu dan menyumpal mulutmu!”


Ruby terdiam, Nina nampak tak main-main dengan ucapannya. Nina menoleh pada bi Ita lalu menganggukkan kepalanya. Wanita itu pun mulai menceritakan apa yang diketahuinya tentang Fahira. Ruby jelas-jelas terkejut mendengar cerita Ita, beberapa kali dia menggelengkan kepalanya, mencoba menyangkal apa yang baru didengarnya.


“Kalian bohong kan?”


Nina mengambil tablet dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Ruby. Wanita itu menatap bingung ke arah Nina.


“Bukalah, di sana ada bukti perselingkuhan Fahira dengan Vicko. Juga detik-detik kematian mereka.”


Dengan tangan bergetar Fahira memutar video yang ada di dalam tablet. Mulutnya menganga melihat adegan sang kakak dengan Vicko di dalam mobil. Mereka bukan hanya berciuman atau bercumbu, tapi sampai melakukan hubungan intim. Fahira juga mengatakan pada Vicko kalau dirinya berencana meninggalkan Abi kalau sudah mendapatkan banyak uang dari laki-laki itu.


Nafas Ruby tercekat melihat adegan detik-detik kakaknya mengalami kecelakaan lalu lintas saat melarikan diri bersama Vicko. Airmatanya menetes tepat setelah tayangan video berakhir. Wanita itu seperti kehilangan separuh nyawanya. Selama hampir setahun dia memelihara dan memupuk dendam pada orang yang salah.


“Ruby.. aku tahu kamu wanita baik-baik. Aku mohon berhentilah. Sudah cukup Jojo membohongimu selama ini. Jalanilah kehidupanmu dengan baik, suamimu adalah orang baik. Aku percaya dia bisa membahagiakanmu. Jangan ikuti jejak kakakmu.”


Nina menggenggam tangan Ruby. Wanita itu tak bisa berkata-kata, hanya airmatanya saja yang deras bercucuran. Nina berpindah duduk di samping Ruby lalu memeluknya. Untuk beberapa saat Ruby menangis dalam pelukan Nina. Tak lama dia menguraikan pelukannya.


“Maafkan aku Nina. Maaf karena berusaha menjadi duri dalam pernikahanmu.”


“Lupakan saja. Di sini kamu juga korban kebohongan Jojo.”


“Mano.. kenapa dia begitu kejam? Dia memanfaatkanku demi ambisinya menghabisi Abi.”


“Ruby.. apa kamu bisa memberitahu apa rencana Jojo?”


“Awalnya dia sangat ingin membuat Abi menderita bahkan ingin membunuhnya. Tapi setelah bertemu denganmu, dia sangat ingin memilikimu. Dia berencana menyulik Anfa agar kamu menjadi miliknya. Dia juga berusaha menyabotase proyek yang sedang dikerjakan Abi. Bahkan dia juga berencana menyakiti Sekar. Dia ingin Abi merasakan apa yang dirasakannya, aku ngga tahu apa maksudnya.”

__ADS_1


Nina terkesiap, buru-buru dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Cakra. Terdengar umpatan Cakra mendengar rencana Jojo yang berusaha menyakiti Sekar. Nina mengakhiri panggilannya, lalu kembali fokus pada Ruby.


“Setelah tahu kebenarannya, apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku ngga tahu Nin. Aku ngga berani bertemu dengan Abi. Setelah apa yang kakakku lakukan, rasanya aku tak punya muka untuk bertemu dengannya.”


“Mas Abi tidak menaruh dendam padamu. Dia juga tidak membencimu. Aku minta tetaplah bekerja dengannya. Anggap saja ini sebagai bentuk permintaan maafmu padanya.”


“Terima kasih Nin. Kamu memang wanita yang baik. Tak heran kalau Abi sangat mencintaimu. Dia layak mendapatkan perempuan baik sepertimu.”


Ruby memeluk Nina. Tak ada lagi kebencian dalam hatinya. Justru kini perasaan malu dan bersalah yang memenuhi relung hatinya. Ita tersenyum melihat kedua wanita di depannya terlihat akur. Dalam hatinya bersyukur, kesalahpahaman ini akhirnya bisa terungkap juga.


☘️☘️☘️


“Mano!!”


Setelah bertemu dengan Nina dan mendengar semua kebenaran, Ruby memutuskan bertemu dengan Jojo alias Mano. Mereka bertemu di tempat biasa. Dengan langkah lebar Ruby menghampiri Jojo yang lebih dulu datang. Saat dirinya telah berhadapan dengan pria itu,


PLAK!!


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Jojo, membuat pria itu terkesiap. Saat tangan Ruby akan kembali menamparnya, dengan cepat Jojo menangkap tangan Ruby lalu mencekalnya dengan keras.


“Apa kamu sudah gila hah??!!”


“Kamu yang gila!!! Berapa banyak kebohongan yang kamu berikan padaku brengsek!!”


Jojo tersentak, tak menyangka Ruby mengetahui kebohongannya secepat ini. Ruby menarik tangannya saat merasakan cekalan tangan Jojo melonggar. Matanya menatap nyalang pada lelaki yang dulu dipikirnya adalah cinta mati sang kakak, penolong hidup Fahira. Hingga dirinya bersedia menjadi alat untuk membalaskan dendam lelaki tersebut. Bahkan Ruby rela merelakan kesuciannya direnggut oleh Jojo.


“Kenapa? Kenapa kamu melakukan itu? Apa salahku??!!”


“Karena kamu adik dari wanita sialan itu!!! Fahira, wanita murahan yang rela melakukan apapun demi uang. Dia berjanji akan jadi milikku dan mengandung anakku, nyatanya dia berselingkuh dengan Vicko!!! Aku bersyukur dia mati bersama bajingan itu.”


“Brengsek!!”


Emosi Ruby kembali terpancing. Dia memukuli dada Jojo, dengan cepat Jojo menangkap kedua tangannya lalu mendorong tubuh wanita itu hingga punggungnya terbentur pohon di belakangnya. Jojo merangsek maju lalu mencengkeram rahang Ruby dengan kencang.


“Beraninya kamu melawanku! Jika bukan karenaku, kamu sudah menjadi gembel di Singapura!!”


Kesal karena wanita di hadapannya ini berani melawannya, Jojo mencengkeram leher Ruby. Sekuat tenaga Ruby berusaha melepaskan tangan Jojo dari lehernya. Wajah wanita itu mulai memerah saat pasokan oksigennya semakin menipis.


BUGH


Sebuah pukulan mendarat di wajah Jojo, seketika cengkeram tangannya di leher Ruby terlepas. Tubuh Jojo mundur beberapa langkah, di hadapannya Agung berdiri, melihat dirinya dengan tatapan nyalang.


“Beraninya kamu menyakiti istriku!!”


“Istri? Hahahaha.... jadi ini suamimu?” Jojo menatap Ruby yang terpaku di tempatnya.


“Pergilah selagi aku masih bersikap baik.”


Jojo memandang sinis ke arah Agung juga Ruby. Dia meludah tepat di dekat Agung berpijak. Tak ingin mencari masalah dengan Agung, Jojo memutuskan untuk pergi. Baru saja dia berbalik, terdengar suara Agung.


“Kalau bukan karena kamu sahabat bosku, mungkin aku sudah menghabisimu. Berterima kasihlah padanya, karena dirinya kamu masih hidup saat ini.”


Jojo menghentikan langkahnya sejenak. Tangannya mengepal dengan erat, lagi-lagi Abi berada satu langkah di depannya. Ternyata sejak awal Abi sudah tahu mengenai Ruby dan menjebak wanita itu dengan anak buahnya. Kemudian dengan langkah lebar Jojo meninggalkan taman.


Agung membalikkan tubuhnya, menghadap Ruby. Istrinya itu masih terdiam di tempatnya. Sepertinya wanita itu terkejut mendengar ucapannya barusan. Agung bergerak mendekat lalu memeriksa leher Ruby yang memerah.


“Apa kamu baik-baik saja?”


“A.. apa maksudmu tadi?”


“Aku akan menceritakannya di rumah. Sekarang lebih baik kita pulang.”


Agung menggandeng tangan Ruby, membawanya ke mobil yang terparkir di dekat taman. Sejak bertemu dengan Nina kemudian menemui Jojo, Agung sudah mengikuti istrinya itu. Tak ada pembicaraan selama dalam mobil. Ruby mencoba menahan diri, walau begitu banyak pertanyaan di dalam benaknya.


Dua puluh menit kemudian mereka sampai. Setelah memarkirkan kendaraannya, Agung turun dari mobil disusul oleh Ruby. Dia menggandeng tangan Ruby dan tak ada penolakan dari wanita itu. Sepanjang jalan menuju rumah, mereka berpapasan dengan para tetangga. Agung tak henti menyunggingkan senyum atau menyapa mereka.


Ruby masuk ke dalam rumah lalu langsung menuju kamar. Agung menyusulnya kemudian duduk di sini ranjang. Ruby menatap Agung lekat-lekat, menunggu penjelasan dari laki-laki yang sudah sah berstatus sebagai suaminya.


“Apa bos yang kamu maksud tadi adalah Abi?” akhirnya keluar juga pertanyaan dari mulut Ruby.


“Iya.”

__ADS_1


“Jadi soal kamu bekerja dengan mami Elis itu bohong belaka? Lalu orang-orang yang menculikku juga suruhan Abi?”


“Itu anak buah mami Elis. Mas Abi yang merencanakan semuanya, membuatmu diculik oleh anak buah mami Elis. Lalu hendak dijadikan peliharaannya. Aku sengaja menyamar menjadi anak buahnya untuk menyelamatkanmu.”


“Jadi.. menikah denganku juga rencana Abi?”


“Bukan.. rencana mas Abi hanya menjauhkanmu sementara darinya saat menjelang pernikahan. Rencana awal aku akan berpura-pura menyelamatkanmu, meraih kepercayaanmu dan berteman denganmu agar aku bisa memata-mataimu. Tapi aku melakukan kesalahan. Sejak pertama melihatmu, aku jatuh cinta padamu. Wajahmu mengingatkanku pada mendiang istriku, Tari.”


Ruby tak mempu berkata-kata, perasaannya campur aduk, antara marah, senang dan kesal. Marah karena ternyata selama ini Agung dan Abi mempermainkannya. Senang mendengar pengakuan pria itu kalau mencintainya. Kesal karena Agung membandingkan dirinya dengan mendiang istrinya.


“Sekarang kamu sudah tahu semua kebenarannya. Saat ini kita berada di perahu yang berbeda. Aku berada di pihak mas Abi dan kamu bersama Mano. Tentukan pilihanmu, apa kamu masih ingin bersama pria itu atau naik ke perahu yang sama denganku?”


“Apa kamu menikahiku karena aku mirip mendiang istrimu?”


“Secara wajah ya, tapi tidak dengan sifat dan sikapnya. Dia perempuan yang lembut sedang kamu, sangat temperamen dan susah diatur. Dia menghormatiku, memanggilku dengan sebutan mas dan selalu berkata lembut. Kamu.. bicaramu kasar. Tari pintar masak dan tahu apa kesukaanku, tapi kamu.. memegang wajan saja tidak bisa.”


“Cukup!!! Berhenti membandingkanku dengannya!!”


Ruby berdiri dari duduknya lalu beranjak menjauh dari Agung. Dia menatap kesal pada suaminya ini. hatinya terbakar cemburu Agung terus saja membandingkan dirinya dengan sang istri yang sudah tiada. Ditambah lagi tak ada hal positif yang dimilikinya di mata Agung.


“Aku tidak membandingkanmu. Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam pikiranku. Kamu memang temperamen, kasar, susah diatur, keras kepala, menyebalkan, tidak becus di dapur... tapi aku menyukai semua hal buruk darimu. Sikapmu yang seperti itu membuatku tak berhenti memikirkanmu. Kamu selalu membuatku cemas. Cemas kamu akan melakukan hal bodoh yang akan membuatku harus memilih antara dirimu atau mas Abi.”


“Kamu tidak perlu khawatir, aku akan berhenti mengganggu kehidupan Abi. Aku sudah tahu semua kebenarannya.”


“Baguslah kalau kamu sudah tahu semuanya. Lalu pernikahan kita, aku memberikanmu kebebasan. Aku sadar sudah memaksamu untuk menikahiku. Sekarang aku serahkan semuanya padamu, jika kamu tidak merasa nyaman dengan pernikahan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu. Kamu berhak menjalani hidup bahagia bersama dengan orang yang kamu cintai. Aku tidak mau menjadi penghalangmu.”


Agung memandang Ruby lekat-lekat. Dadanya berdebar menanti jawaban apa yang akan keluar dari bibir tipis yang selalu ingin dicecapnya. Perlahan Ruby mendekat lalu berdiri di hadapannya.


“Nikahi aku.”


“Kita memang sudah menikah.”


“Nikahi aku secara resmi bodoh! Berikan aku buku nikah dan adakan resepsi untukku.”


Agung mengulum senyumnya kemudian menarik tubuh Ruby hingga jatuh ke pangkuannya. Ruby mengalungkan kedua tangannya di leher Agung, memandang ke dalam iris hitam yang selalu membuatnya berdebar.


“Aku akan lakukan itu untukmu,” jawab Agung membuat Ruby tersenyum lebar.


“Boleh aku tanya sesuatu?”


“Tanyalah.”


“Soal kamu mencicipi anak baru mami Elis, apa itu benar?”


“Tentu saja tidak. Aku bekerja untuk mas Abi sebagai pengawal keluarganya. Apa kamu cemburu?”


“Ehemm.. ng.. ngga..”


Ruby mengarahkan pandangannya ke arah lain, mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang merona. Agung meraih dagu Ruby lalu mengarahkan kan wajah cantik itu menghadapnya. Dipagutnya bibir tipis yang sedari tadi ingin dilahapnya. Ruby membalas ciuman Agung. Wanita itu tak tahu sejak kapan hatinya beralih pada Agung. Yang jelas saat ini dia sudah jatuh cinta pada suaminya itu dan tak ingin kehilangannya.


Agung terus ******* bibir Ruby. Tangannya bergerak melepaskan blouse yang membungkus tubuh istrinya itu kemudian merebahkannya di atas kasur. Kemudian dia melepaskan pakaian yang membalut tubuh kekarnya. Ruby meraba dada bidang yang selalu membuatnya berdebar. Agung memulai cumbuannya, menjamah setiap inci tubuh sang istri dengan bibir, lidah dan tangannya. Ruby mend**ah, pertanda sangat menikmati sentuhan sang suami.


Agung memandangi tubuh Ruby yang telah polos kemudian mencium perutnya yang rata. Berharap akan segera tumbuh benih cinta mereka di sana. Agung memposisikan tubuhnya di atas Ruby. Diraihnya tangan Ruby lalu menautkan jemari mereka, di saat bersamaan dia menyatukan miliknya dengan milik sang istri.


“Aku mencintaimu,” bisik Agung di telinga Ruby.


“Aku juga mencintaimu, mas Agung.”


Agung tersenyum kemudian mencium bibir Ruby seraya menggerakkan tubuhnya di atas Ruby. Dirinya siap membawa sang istri menuju puncak kenikmatan dan membuatnya meneriakkan namanya berkali-kali.


☘️☘️☘️


**Yang kangen Agung sama Ruby sudah terobati ya.. Ayo gasspoll mas Agung.


BTW nih mamake kasih penampakan Ruby dan Agung versi mamake.


Ruby, adik Fahira yg akhirnya bucin sama Agung**



Agung, anak buah Abi yang kepincut Ruby


__ADS_1


__ADS_2