
Nina mengerucutkan bibirnya melihat tampilan dirinya di cermin. rasanya enggan sekali keluar dari toilet The Cliff cafe. Malam ini, Abi membooking cafe untuk melakukan take foto pre wedding. Cafe sengaja ditutup lebih awal agar proses pemotretan berlangsung tanpa gangguan.
“Kak.. udah beres belum. Udah ditungguin kak Abi tuh.”
Anfa mengetuk pintu toilet. Sudah lebih dari lima belas menit Nina belum juga keluar dari toilet. Tak lama pintu terbuka, nampak Nina sudah siap dengan balutan tuxedo berwarna hitam. Rambutnya dibiarkan tergerai namun dibuat kelimis. Sambil menghentakkan kaki, dia berjalan menutu lantai atas.
Di sana Abi juga menunggu. Pria itu juga mengenakan setelan tuxedo yang sama dengan calon istrinya. Nina tak habis pikir dari mana Abi mendapat ide melakukan foto pre wedding dengan konsep Man in Black.
“Mas iihh.. ngga bisa diganti apa konsepnya? Aku tuh lebih suka konsep dari Rayi. Kita foto di ruang terbuka ala-ala kerajaan jaman dulu.”
“Ini juga konsepnya alam terbuka.”
“Ya tapi ngga gini juga mas.”
“Ini unik. Kalau konsep pre wed yang kamu sebutin tadi itu udah ngga aneh. Konsep lagi paint ball juga ngga aneh. Konsep Man in Black kan belum ada yang pake,” Abi tetap tidak mau kalah.
Desta menggelangkan kepalanya, tak habis pikir dengan jalan pikiran temannya itu. Dia menghampiri Abi lalu memberikan dua buah kacamata hitam pada pria tersebut. Abi mengenakan kacamata hitam tersebut, begitu juga Nina. Mereka bersiap di depan kamera. Sang fotografer mulai mengarahkan gaya.
“Ok.. sekarang foto sambil pegang senjata.”
Desta memberikan senjata mainan yang bentuknya persis seperti di film Man in Black. Mereka kembali bergaya di depan kamera.
“Mau pose kalian nembak Alien ngga?”
“Emang kostumnya ada?”
“Ada.. kebetulan gue bawa,” ucap sang fotografer yang ternyata teman Abi.
“Boleh deh.”
“Terus yang jadi Aliennya siapa?”
“Tuh suruh dia aja.”
Dengan santainya Abi menunjuk pada Rayi. Sontak gadis itu membelalakkan matanya. Dengan cepat dia melambaikan tangan seperti peserta uji nyali yang menyerah ketika melihat makhluk astral. Tapi bukan Abi namanya kalau bukan pemaksa. Dengan sangat-sangat berat hati Rayi menuruti kemauan kliennya itu. Anfa tak dapat menahan tawanya. Tapi kemudian tawanya hilang ketika Abi juga menunjuk pemuda itu untuk mendampingi Rayi sebagai alien.
Sepasang kekasih tampak pasrah mengenakan kostum alien. Keduanya harus pose jungkir balik ketika pemotretan. Gaya mereka jatuh harus sesuai dengan gaya Abi dan Nina saat menembak mereka. Sepanjang pemotretan Desta tak bisa menghentikan tawanya.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Nina terus mengarahkan pandangannya ke jendela samping selama perjalanan pulang seusai pemotretan. Dia masih kesal karena Abi mengganti konsep pre wedding seenak jidatnya. Bisa-bisanya pria itu mengusung tema Man in Black. Entah apa yang ada dalam otak calon suaminya itu.
“Nin.. kamu kenapa sih manyun mulu.”
“Pikir aja sendiri!” ketus Nina tanpa menoleh ke arah Abi.
“Lagi males mikir.”
Jawaban spontan Abi membuat Nina bertambah dongkol. Dia mengarahkan pandangannya pada Abi, kemudian tangannya mulai memukuli lengan pria di sampingnya dengan kesal.
“Aduh sakit Nin.”
“Aku kesel... kesel.. kesel.. sama mas Abi. Aku tuh pengen kelihatan cantik pas pre wedding bukannya aneh kaya tadi. Padahal aku pengen banget difoto pake kostum Anna sama Elsa.”
“Ck.. aku ngga sreg dengan konsep itu.”
“Ngga sreg gimana?”
Demi apapun Nina ingin melempar laki-laki narsis ini ke jalanan. Selain narsis, Abi juga begitu menyebalkan. Nina mendengus kesal, lagi-lagi dia mengarahkan pandangannya ke jendela samping. Sadar wanita cantik di sebelahnya tengah marah, Abi menepikan kendaraannya. Dia membuka tali seat belt lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Nina. Tangannya bergerak menyentuh pipi Nina lalu mengarahkan wajah cantik itu melihat ke arahnya.
“Aku ngga rela tamu undangan melihat wajah cantikmu di foto pre wedding yang akan dipajang saat resepsi pernikahan kita. Cukup mereka melihatmu kecantikanmu di atas pelaminan. Aku ngga mau mereka mengagumi dirimu dalam bentuk dua dimensi. Kamu adalah milikku, hanya diriku yang boleh menikmati kecantikanmu.”
Abi meraih tengkuk Nina kemudian membenamkan bibirnya di bibir seksi Nina. Dengan lembut dia me**mat dan memagut benda kenyal yang telah menjadi candu untuknya. Nina memejamkan matanya, menikmati ciuman hangat Abi. Lelaki itu selalu bisa membuatnya terbuai lewat pagutannya.
☘️☘️☘️
Pernikahan Abi dan Nina hanya menyisakan tiga hari lagi. Semua persiapan sudah hampir selesai. Menjelang hari H, Abi lebih sering lembur di kantor agar bisa mengambil cuti lama saat bulan madu nanti. Nina juga tidak boleh keluar rumah sejak insiden Dika. Namun bukan Nina kalau tidak melanggar larangan Abi. Gadis itu bersikeras ingin mengunjungi Lidya di panti asuhan. Berbagai rayuan maut sampai jurus ngambek dikeluarkannya. Hingga akhirnya Abi mengijinkan dengan catatan ditemani oleh Beno.
Nina turun dari mobil yang dikendarai oleh Beno. Kedatangannya tentu saja disambut suka cita oleh penghuni panti. Terlebih Nina datang tidak dengan tangan kosong. Beno mengeluarkan oleh-oleh dari dalam bagasi. Lidya juga ikut menyambut Nina, dia begitu bahagia, anak asuhnya sudah menemukan Anfa dan akan menikah dengan Abi.
“Sehat bu?” Nina mencium punggung tangan Lidya.
“Alhamdulillah. Mana Anfa?”
“Anfa kerja bu. Maklum di kantor mas Abi lagi sibuk banget, jadi dia ngga bisa cuti setengah hari.”
__ADS_1
“Ngga apa-apa, nanti pas kamu nikah juga ibu bisa ketemu. Ayo masuk.”
“Aku mau di sini aja bu, lihat anak-anak main. Aku suntuk di dalam rumah terus kemarin-kemarin.”
“Ya sudah.. ibu tinggal dulu ya.”
“Iya bu.”
Lidya masuk kembali ke dalam rumah. Sedang Nina berjalan mendekati anak-anak yang sedang diajak salah satu guru belajar di luar. Mereka asik menggambar objek yang ada di taman. Nina duduk di salah satu kursi yang letaknya dekat dengan gerbang panti.
Tak jauh dari lokasi panti, Ruby tengah duduk di dalam mobilnya. Sedari tadi dia mengikuti Nina, mulai keluar rumah dari sampai sekarang. Matanya terus memperhatikan Nina yang asik melihat anak-anak menggambar.
Nina.. Kita lihat apa Abi masih mau menikahimu jika wajahmu cacat. Aku pastikan kebahagiaanmu berakhir hari ini. Abi harus menjadi milikku dan menjadi budak cintaku.
Ruby mengenakan masker kemudian mengambil botol berisi cairan putih dari laci dashboard. Dia keluar dari mobil, ditengoknya ke kanan dan kiri. Begitu situasi dirasa aman, Ruby melangkahkan kakinya menuju panti.
Wanita itu terus mendekati Nina. Tangannya membuka tutup botol di tangannya. Saat jarak dirinya semakin dekat, seorang pria berpakaian serba hitam, mengenakan topi dan masker menarik tangan Ruby menjauh dari Nina. Beno yang berada di dalam mobil, segera turun dan mengikuti keduanya.
Sadar diikuti oleh Beno, pria itu memasukkan Ruby ke dalam mobil. Sebelumnya dia membuang botol yang dipegang Ruby ke tanah. Tak lama kendaraannya meluncur pergi. Beno datang bertepatan dengan kepergian mereka. Lalu matanya melihat ke arah botol yang tergeletak di tanah. Diambilnya botol yang isinya sudah hilang tiga perempatnya. Beno mencium cairan itu lalu membawanya.
Kendaraan yang membawa Ruby berhenti di sebuah jalan yang sepi. Pria itu melepas tali seat belt kemudian membuka topi dan maskernya. Ruby tercengang melihat pria yang membawanya pergi adalah sekutunya sendiri.
“Mano..”
Mano mendekatkan tubuhnya pada Ruby lalu mencengkeram rahang wanita itu dengan kencang. Matanya menunjukkan kilatan amarah. Seketika Ruby diliputi perasaan was-was.
“Aku menyuruhmu untuk menghabisi Abi, bukan mencelakai Nina. Apa kamu sudah jatuh dalam pesona lelaki itu hah??!! Sekali lagi aku melihatmu berusaha mencelakai Nina, maka aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri.”
Mano melepaskan cengkeramannya kemudian membuka pintu mobil. Didorongnya tubuh Ruby hingga terjatuh ke tanah. Setelah itu ditutupnya pintu mobil. Tak lama kendaraan roda empat itu melaju meninggalkan Ruby yang meringis kesakitan di pinggir jalan.
Mano sialan!! Setelah aku mendapatkan Abi, aku akan menyingkirkanmu!!
☘️☘️☘️
**Abi somplak, foto pre wed ala² Man in Black. Yang sabar ya Rayi😂
Hmm... Ruby dan Mano mulai tegang nih hubungannya**..
__ADS_1