
Jojo mengakhiri ceritanya. Adinda terdiam seribu bahasa. Dia cukup tercengang mengetahui masa lalu calon suaminya itu. Jojo menundukkan kepalanya. Dia pasrah kalau Adinda membatalkan niatnya menikah.
“Om..”
Jojo mengangkat kepalanya. Adinda memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Cukup lama keduanya hanya saling memandang sampai akhirnya Jojo dikejutkan dengan pelukan Adinda di pinggangnya.
“Semua orang punya masa lalu om. Terima kasih om mau jujur sama aku.”
“Kamu ngga jijik padaku?”
“Semua masa lalu om. Asalkan om ngga mengulanginya lagi.”
“Ngga sayang, aku ngga akan mengulanginya lagi. Hanya kamu wanita yang aku inginkan. Ngga akan ada wanita lain lagi, aku janji.”
Jojo memeluk erat punggung Adinda lalu mengecup puncak kepalanya. Tanpa pria itu sadari, wajah Adinda kemerahan mendengar kata sayang dari mulutnya.
☘️☘️☘️
Sebuah tangan kekar memeluk Nina dari belakang. Tanpa melihatnya, ibu hamil itu tahu kalau yang sedang memeluknya adalah sang suami tercinta. Abi meletakkan kepalanya di ceruk leher Nina. Menghidu aroma tubuh istrinya yang selalu menjadi candu baginya.
“Lagi lihatin apa sayang? Ada yang salah sama hidung kamu?”
“Ish mas Abi tuh. Aku lagi liatin perut aku yang udah mulai berisi mas. Pasti anak kita tambah besar.”
“Pasti tambah besar lah sayang, masa iya tambah kecil. Emangnya balon yang menciut.”
“Mas Abi tuh bisa ngga sih kalau ngomong enakan dikit, yang mesra, yang romantis.”
“Bisa.”
Abi melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuh istrinya itu hingga mereka berhadapan. Pria itu mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibir Nina dengan lembut. Me**mat bibir atas dan bawah sang istri bergantian. Nina memejamkan matanya, dirinya tak pernah bisa menolak setiap Abi menciumnya bahkan sangat menikmatinya. Abi mengakhiri ciumannya lalu menyatukan kening mereka berdua.
“Kalau yang tadi udah romantis belum?”
“Mas Abi emang jagonya ya kalau bicara pake bahasa tubuh.”
Abi terkekeh, dia kembali memagut bibr Nina kemudian turun ke leher, memberi gigitan kecil di telinga, lalu turun ke bahu. Tangannya bergerak meremat gundukan kenyal yang semakin besar ukurannya.
“Masss.... mandi dulu sana.”
“Mandiin sayang,” bisik Abi di telinga Nina.
“Ngga mau. Mandi sendiri sana.”
“Ya udah mas mau ke tempat mami Elis aja.”
“Ngapain?!”
“Nyari yang mau mandiin mas. Aaaaawwww... ampun... sakit sayang.”
Abi menjerit kesakita ketika capit kepiting sang istri mendarat di pinggangnya. Pria itu bergegas masuk ke kamar mandi sebelum serangan susulan terjadi. Satu per satu pria itu melepaskan pakaian yang melekat di tubuh kekarnya lalu berjalan menuju shower. Guyuran air dingin menyegarkan tubuhnya yang terasa penat.
Abi memutar kran untuk mematikan shower. Saat akan meraih handuk untuk mengeringkan tubuhnya, sebuah tangan melingkari perutnya. Kemudian sebuah kecupan mendarat di punggungnya yang masih basah. Nina memutari tubuh Abi kemudian berjongkok di depannya.
Abi memejamkan mata saat tangan Nina meraih tongkat saktinya. Kedua tangannya bertumpu di dinding ketika sang istri mulai menggerakkan tangannya naik turun. Abi mengerang merasakan kehangatan ku**man Nina pada tongkat saktinya. Beberapa kali terdengar racauannya.
Abi melepaskan ku**man Nina kemudian membantu istrinya berdiri. Segera disambarnya bibir seksi yang selalu membuatnya gila. Pria itu merapatkan punggung Nina ke dinding sambil terus ******* bibirnya. Dengan sekali tarikan dia melepaskan daster yang menutupi tubuh Nina.
Hasrat Abi semakin tersulut melihat tak ada satu helai pun yang dikenakan Nina saat ini. Perut Nina yang semakin buncit membuat wanita hamil itu terlihat semakin seksi. Abi berjongkok lalu menciumi perut sang istri beberapa kali. Kemudian mengangkat kaki Nina lalu diletakkan ke bahunya. Kali ini ini giliran Abi yang akan membuat istrinya melayang.
Puas bermain di kamar mandi, Abi membawa Nina ke kasur. Pergulatan panas pun langsung terjadi. Dengan gerakan lembut Abi memacu tubuhnya di atas Nina. Semenjak Nina hamil, Abi selalu berhati-hati ketika bercinta, tak ingin menyakiti calon buah hatinya. Nina melenguh panjang saat merasakan pelepasannya. Abi mempercepat gerakannya agar segera meraih kepuasannya. Tak lama terdengar geramannya tatkala cairan hangatnya berhasil keluar.
Abi menciumi wajah Nina lalu menariknya ke dalam pelukannya. Sudah beberapa hari ini setelah pulang bekerja, Abi lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerjanya. Baik dirinya maupun Nina memang merindukan saat-saat berdua seperti ini.
“Maaf ya sayang kalau akhir-akhir ini mas sibuk. Mas jadi jarang menghabiskan waktu berdua denganmu dan calon anak kita.”
“Ngga apa-apa mas. Aku tahu mas lagi sibuk. Mas harus mengurus dua perusahaan sekaligus selama kak Juna di Jepang.”
“Anak kita ngga ingin makan sesuatu?”
“Ngga mas. Cukup mas ada di dekatku, dia sudah senang. Hmm.. nanti malem lagi ya mas.”
“Apa sayang kamu mau apa?”
“Ish mas kura-kura dalam perahu.”
“Bener, mas ngga tahu. Kamu mau apa sih?”
“Tau ah.”
Nina membalikkan tubuhnya memunggungi sang suami. Dalam hatinya merutuki Abi yang tidak peka akan permintaannya. Abi tersenyum melihat sang istri merajuk. Dia senang saja melihatnya. Tangannya kembali memeluk perut Nina dari belakang.
“Mau berapa ronde hmm..?”
“Sekali aja.”
“Tiga kali.”
“Ngga mau. Sekali.”
“Dua kali.”
“Ya udah.”
__ADS_1
Nina kembali membalikkan tubuhnya menghadap Abi lalu langsung mengecup bibir yang kerap mengeluarkan kalimat yang membuat telinga dan hati panas.
“Mas.. nanti Jojo, Sekar sama Cakra mau ke sini. Pada mau makan malam di sini.”
“Ck.. ganggu aja. Si Jojo juga seneng banget main ke sini tiap hari.”
“Maklumin aja mas. Kan dia ke sini juga mau ketemu Dinda bukan ketemu mas hihihi,’ Nina terkikik geli.
“Kemarin Dinda curhat katanya bang Jo udah cerita semua soal masa lalunya. Termasuk soal dia udah tidur dengan beberapa wanita,” sambung Nina.
“Hmm.. memang seharusnya begitu. Biar si Pus ngga tahu dari orang lain dan mencegah terjadi masalah di kemudian hari.”
“Kalau mas sendiri selain sama Fahira, pernah tidur sama siapa lagi?”
PLETAK
Sebuah sentilan mendarat di kening sang istri. Nina memajukan bibirnya seraya mengelus keningnya. Abi mencium kening yang terkena sentilannya beberapa kali.
“Mas bukan tipe tukang celup kaya Jojo atau mantan kamu. Cuma Fahira perempuan yang mas tiduri, itupun setelah kami menikah. Setelahnya hanya kamu, kamu dan kamu.”
“Maaf mas, aku kan penasaran. Kalian kan berteman dekat, ya kali aja kebiasaannya nular hihihi. Kalau bang Cakra sama kaya mas atau bang Jojo?”
“Menurut kamu kalau si Cakra kaya kang celup apa mas mau dia nikahin Sekar?”
“Ngga lah hehehe. Berarti cuma bang Jo ya yang nakal.”
“Dia ngelakuin pertama kali setelah Anka meninggal dan Fahira perempuan pertama yang ditidurinya. Tapi emang sejak jaman sekolah dia itu terkenal playboy dan tukang tebar pesona plus PHP-in perempuan,” Abi terkekeh mengingat kelakuan Jojo dahulu.
“Dasar playboy cap gantungan kunci. Aku sumpahin dia bucin akut sama Dinda.”
“Ngga usah disumpahin juga udah bucin.”
Nina terkekeh mendengarnya, namun kemudian terdengar pekikan kecilnya ketika tiba-tiba Abi mengangkat tubuhnya ala bridal style. Dia membawa sang istri ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebentar lagi waktu shalat maghrib akan tiba.
☘️☘️☘️
“Heran gue, pada seneng banget sih ngumpul di rumah gue.”
Sembur Abi saat Cakra dan Sekar baru saja tiba di rumahnya. Sekar hanya mengangkat bahunya saja kemudian segera mencari keberadaan Nina di dapur.
“Gue mau kepo soal Jojo.”
“Ya tinggal ke apartemennya aja, ngapain ke sini.”
“Ya kan si Jojo sering nongkrong di mari, nyuk!”
Cakra memilih meninggalkan Abi, kalau terus dilayani sahabatnya itu akan terus mengoceh dan mengeluarkan kata-kata yang hanya akan membuatnya darah tinggi. Sepeninggal Cakra, Kevin dan Rindu datang. Setelah menyapa Abi, Rindu bergegas menuju dapur.
“Lo juga, rajin bener ke sini sekarang.”
“Sayaaaang... ayo makan dulu.”
Perdebatan unfaedah Abi dan Kevin terhenti mendengar panggilan Nina. Kedua pria itu berjalan menuju halaman belakang. Di sana, semua sudah menunggu menikmati makan malam hasil olahan Nina yang berkolaborasi dengan Adinda.
Jojo merasa bangga karena semua yang makan memuji hasil masakan calon istrinya. kalau Nina sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuan masaknya. Pria itu memandang penuh kemenangan pada Cakra dan Kevin. Istri kedua pria itu sangat memprihatinkan jika berada di dapur.
“Se.. Rin.. belajar masak sana sama Nina atau Muh, biar perut suami kalian sejahtera,” ucap Jojo jumawa.
“Ngga usah,” sela Kevin.
“Betul.. ngga apa-apa ngga jago di dapur. Asal jago di ranjang aja,” celetuk Cakra.
Uhuk.. uhuk..
Adinda terbatuk mendengar komentar Cakra yang di luar prediksinya. Dengan kesal Jojo menoyor kepala sahabatnya yang berbicara tanpa saringan.
“Jangan kotori pikiran Muh sama otak mesum lo!”
“Iya deh yang udah punya calon istri,” seru Cakra.
“Si Pitak emang polos, tapi calon suaminya si raja mesum hahaha.”
Kevin terbahak puas melihat kekesalan di wajah Jojo. Yang lain pun ikut menertawakan mantan casanova tersebut.
“Untung kak Juna ngga ada. Kalau ada bisa-bisa si Jojo gantung diri di pohon toge, ngga kuat menahan malu,” sambung Cakra.
“Asem lo pada. Kelakuan sama bibir lo udah kaya kampret semua,” kesal Jojo tapi tak dipedulikan oleh yang lain.
Usai makan malam, para wanita masih bertahan di halaman belakang. Sedangkan para pria memilih pindah ke ruang tengah, melanjutkan percakapan mereka di sana. Apa lagi bahasannya jika bukan masalah pekerjaan.
Abi meraih remote televisi di atas meja lalu menyalakan layar datar di depannya. Tangannya memencet-mencet tombol di remote. Lalu gerakannya terhenti ketika melihat breaking news di televisi. Semua segera mengalihkan pandangannya ke arah televisi ketika mendengar berita yang mengejutkan.
Salah satu pejabat penting negara, berinisial R terkena OTT KPK di sebuah klub malam yang ada di kota Bandung. Pejabat tersebut kedapatan menerima uang gratifikasi terkait pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal. Pelaku, saksi dan barang bukti segera dibawa ke polda Jabar dan akan segera diproses secepatnya.
Selain itu, klub tempat terjadinya transaksi ilegal tersebut ditutup dan pemiliknya ikut digelandang ke kantor polisi. Klub tersebut dinilai sudah melanggar aturan ijin usaha dan menjalankan bisnis prostitusi terselubung di dalamnya. Di klub tersebut pula polisi menemukan buronan kasus perdagangan orang. Pelaku adalah dancer muda yang namanya tengah naik daun.
“Bi.. ini kerjaan lo ya?” tanya Cakra.
“Hmm.. si mami Elis udah berani ngelanggar perjanjian. Diam-diam dia menghubungi Rustam buat jemput Luna. Jadi gue suruh Agung buat laporan ke polisi kalau Luna sudah menjual si Pus ke klub malam. Kalau Rustam emang udah waktunya ketangkep. Dia udah makan uang negara seenaknya.”
“Terus klub si mami gimana?”
“Ditutup selamanya. Pejabat yang suka bantu dia udah gue ancem. Kalau berani bantuin, siap-siap aja nyusul Rustam ke penjara.”
__ADS_1
“Thanks ya Bi, lo lakuin ini semua buat gue. Hiks.. gue terharu,” Jojo meletakkan kepalanya di bahu Abi yang langsung disingkirkan oleh pria tersebut.
“Naj*s! Sana jauh-jauh lo!”
Tawa Cakra pecah melihat tingkah absurd kedua sahabatnya. Kevin hanya menggelengkan kepala lengkap dengan wajah datarnya. Jojo semakin gencar menggoda Abi. Dipeluknya erat tubuh sahabatnya lalu memajukan bibirnya seperti hendak mencium.
“Lo kalo nafsu sama si Pus jangan lampiasin ke gue, nyet!”
“Hahaha... sosor terus Jo jangan kasih kendor!!” Cakra menyemangati.
“Satu kecupan aja Bi. Gue janji ngga akan nge**mat,” Jojo terus mendekati Abi.
“Naj*s!!”
Abi mendorong tubuh Jojo hingga terjengkang kemudian pria itu bergegas pergi ke halaman belakang. Ditariknya tangan Nina lalu membawanya masuk ke dalam kamar. Sebelumnya dia berteriak keras pada para tamu.
“Pulang lo pada!!”
Jojo dan Cakra tak berhenti tertawa. Sekar, Rindu dan Adinda hanya saling berpandangan. Cakra bangun dari duduknya lalu mengajak Sekar pulang. Begitu pula dengan Kevin. Tanpa bicara pria itu menarik tangan Rindu keluar dari rumah. Tinggalah Jojo dan Adinda yang tersisa.
“Ada apa sih?”
“Ngga ada apa-apa. Muh.. ini kan belum jam sembilan, kita jalan-jalan dulu yuk bentar.”
“Jalan-jalan kemana om?”
“Kamu maunya kemana? Terserah aja.”
“Ngga ah om, nanti kak Abi marah.”
“Ck.. ngga usah takut. Kalau dia marah nanti aku yang hadapi.”
“Mending ngobrol di taman belakang aja yuk.”
Adinda meraih tangan Jojo lalu menariknya ke halaman belakang. Mereka duduk di atas rumput sintetis sambil memandangi bintang. Jojo merebahkan tubuhnya dengan kepala berada di pangkuan Adinda, membuat gadis itu terjengit.
“Kamu kenapa sih takut banget sama Abi?”
“Bukannya takut om, cuma segan. Tapi jujur, aku suka sikap protektif kak Abi. Aku seperti punya ayah sekaligus kakak laki-laki. Walau kadang ngomongnya suka ketus, suka galak juga tapi aku tahu kok kalau sebenarnya kak Abi tuh tipe penyayang. Om setuju kan?”
“Iya.. Abi emang kaya gitu. Aku senang kalau dia memperlakukanmu dengan baik.”
“Hmm.. om.. waktu om cerita soal perempuan yang om ajak tidur, salah satunya Ruby. Dia yang waktu itu ikut nginep di apartemen kan om?”
“Iya, kenapa?”
“Ngga apa-apa. Aku boleh tahu ngga perempuan yang udah tidur sama kak Jojo siapa aja. Maksudnya pengen tahu wajahnya seperti apa.”
“Buat apa?”
“Pengen tahu aja. Itu juga kalau boleh.”
Jojo meraih ponselnya lalu membuka aplikasi IG-nya. Dia mencari nama Angela di sana. Lalu memberikannya pada Adinda. Gadis itu memperhatikan foto wanita yang bernama Angela. Ternyata dia keturunan Kanada - China dan tinggal di Singapura. Cantik dan seksi, itulah gambaran yang Adinda tangkap.
“Dia teman kuliah om?”
“Iya, kita ambil jurusan master bareng.”
“Hmm.. terus mana lagi bang?”
Jojo mengambil kembali ponselnya. Kali ini dia mencari nama Puja di IG-nya kemudian memberikannya pada Adinda. Puja, wanita keturunan India. Wajahnya cantik mirip artis bollywood. Adinda meringis dalam hati, ternyata wanita yang pernah menghangatkan ranjang Jojo dikaruniai wajah cantik.
“Mana lagi kak?”
“Udah.”
“Kan lima, aku baru tahu tiga.”
“Fahira udah meninggal. Dan yang terakhir aku ngga tahu, karena anak buahku yang mencarikannya dulu. Keadaannya emergency jadi aku sama sekali ngga tahu seperti apa wajahnya.”
“Kak Fahira pasti cantik, sama kaya kak Ruby. Angela dan Puja juga cantik. Yang terakhir pasti cantik juga.”
“Kamu kenapa Muh?”
“Ngga apa-apa om, aku jadi minder hehehe... om ngga nyesel milih aku?”
Jojo bangun dari tidurnya kemudian duduk menghadap Adinda. Sambil menatap netra gadis itu, Jojo merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik calon istrinya.
“Kecuali Fahira, aku tidak membawa perasaan saat tidur dengan mereka semua. We just doing s*x, without love. Maaf kalau masa laluku tidak baik dan membuatmu kecewa.”
“Apa om masih mencintai kak Fahira?”
“Aku udah kubur dalam-dalam perasaanku sama dia. Saat ini cuma satu perempuan yang aku cintai dan aku inginkan menjadi pendamping hidupku selamanya. Perempuan itu kamu, Adinda Puspita Muharani alias Muh-ku tersayang.”
Wajah Adinda merona mendengar kalimat terakhir Jojo. Pria itu menelusupkan tangannya ke belakang kepala Adinda lalu mencium keningnya. Kemudian bibirnya bergerak turun dan mendarat lembut di bibir Adinda. Hanya kecupan, Jojo tak berani melakukan lebih dari itu.
☘️☘️☘️
**Untung Abi ngga lihat. Kalau tahu bakal dicabut tuh ijin berkunjungnya Jojo😂
BTW ada yang tau lagu Romantika Diamor? Waduh ketahuan tuirnya, itu lagu jadul🙈
Mamake promo lagi aaahhhh...
__ADS_1
Mampir yuk ke karya terbaru mamake. Cerita perjuangan Nick meluluhkan hati orang tua gadis yang disayanginya di tengah perjalanan hidupnya yang penuh liku. Ceritanya ngga kalah seru sama yang ini🤗**