KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Konser Mini


__ADS_3

Hari terus berlalu, tiga bulan berlalu sejak pernikahan Anfa dan Rayi. Pagi ini Teddy dan Rahma tengah bersiap untuk menghadiri wisuda anak bungsunya, Sekar. Keduanya akan bertemu dengan Sekar juga Cakra di gedung tempat berlagsungnya wisuda akbar. Berkat koneksinya, mereka berhasil mendapatkan satu undangan tambahan.


Anfa dan Rayi diberi tugas menyiapkan pesta yang akan digelar malam harinya. Nantinya Nadia juga Nina akan datang membantu. Sedang Abi dan Juna memilih menjadi mandor dan pencicip makanan saja.


Gedung tempat perhelatan wisuda sudah ramai didatangi peserta wisuda. Tahun ini, keempat sahabat akhirnya bisa lulus secara bersamaan. Sekar dan Cakra sudah datang lebih dulu, mereka tengah menunggu Teddy dan Rahma yang masih dalam perjalanan.


Dari arah parkir, nampak seorang wanita hamil datang dengan didampingi pria berwajah datar, siapa lagi kalau bukan Rindu dan Kevin. Keduanya langsung menghampiri Sekar. Seperti biasa, saat bertemu, kedua sahabat itu pasti akan berpelukan dan cipika cipiki. Sedang Kevin seperti biasa juga hanya melihat ke arah Cakra tanpa ekspresi. Tak lama Teddy dan Rahma datang bersamaan dengan Gurit dan Radix beserta kedua orang tua mereka.


Acara wisuda berlangsung khidmat dan juga meriah, karena pihak kampus mengundang artis ibu kota untuk menghibur para wisudawan. Walau tidak menjadi lulusan terbaik, namun Teddy, Rahma juga Cakra merasa bangga atas prestasi yang dicapai Sekar. Ibu hamil itu lulus dengan predikat memuaskan.


“Rindu, Kevin, kalian bisa datang di acara syukuran nanti malam? Atau sudah ada rencana dengan keluargamu?”


“In Syaa Allah bisa ma. Acara di rumah baru besok, karena abah sama ambu datangnya besok. Sekalian syukuran tujuh bulanan,” jawab Rindu.


Kandungan Rindu memang sudah berusia tujuh bulan sekarang. Besok, Delia bermaksud mengadakan syukuran tujuh bulanan sekaligus syukuran kelulusan menantunya. Kandungan Rindu hanya berbeda satu bulan saja dengan Sekar. Istri dari Cakra itu kini tengah mengandung enam bulan.


“Alhamdulillah kalau kalian bisa datang. Kalau gitu mama duluan pulang. Se, kamu mau pulang sekarang?”


“Nanti ma, mau foto-foto dulu sama yang lain.”


Rahma mengangguk kemudian bersama Teddy kembali ke mobilnya. Tak lama Mercy keluaran terbaru itu sudah melaju meninggalkan area kampus. Seorang fotografer yang disewa Sekar datang kemudian segera mengarahkan acara foto bersama. Syakira juga Nabila sudah datang untuk mendampingi kekasih mereka.


“Diptaaahh syelamaatthh yaaahh cayaanghh.”


Syakira menyerahkan buket di tangannya pada Gurit kemudian memberikan kecupan di pipi. Hal itu tentu saja menyambut sorakan dari Sekar, Rindu juga Nabila, sedang kaum pria hanya berdehem saja. Mereka kemudian menuju spot untuk melakukan foto bersama.


Foto pertama, keempat sahabat itu foto sendiri sambil memperlihatkan bukti kelulusan mereka. Kemudian dilanjut dengan berfoto bersama pasangan masing-masing. Sesi ketiga foto keempat sahabat dengan gaya serius dan konyol mereka. Dan terakhir, semua berkumpul dalam satu frame.


“Rin, besok sekalian baby shower ngga?”


“Iya. Lo bulan depan ya, Se?”


“Iya, In Syaa Allah. Anak lo, apem apa batang?”


“Masih rahasia dong.”


“Dih, sok misterius.”


Rindu tertawa mendengar ucapan sahabatnya. Memang dirinya juga Kevin masih belum menanyakan jenis kelamin calon anaknya. Mereka ingin itu menjadi kejutan saat hari kelahiran nanti. Berbeda dengan Sekar yang sudah mengetahui jenis kelamin sang anak.


“Kalo lo gimana? Udah tahu?”


“Udah pas bulan kemarin gue kontrol. Gua mau dapet jagoan.”


“Alhamdulillah ya Se.”


Saat masih asik mengobrol, Cakra dan Kevin datang dengan kendaraannya. Kedua ibu hamil itu pun berpisah. Mereka masuk ke dalam mobil dan meluncur pergi menuju tujuan masing-masing.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Malam harinya syukuran kelulusan Sekar digelar di kediaman Teddy. Semua yang berkepentingan sudah hadir, mereka berkumpul di halaman belakang. Konsep pesta kali ini adalah barbeque party. Selain makanan yang dipanggang, tuan rumah juga menyediakan aneka camilan dan minuman.


Di dekat kolam renang terdapat panggung kecil untuk pertunjukkan musik. Sekar tengah mengidam ingin melihat konser mini yang pengisi acaranya adalah suami, kakak beserta sahabatnya. Kevin dan Jojo pun harus ikut menyumbangkan suaranya. Walau enggan, tapi karena bujukan sekaligus ancaman sang istri, akhirnya Kevin mau juga tampil.


Abi juga yang awalnya enggan harus mengalah karena sang istri terus saja membujuknya. Pria itu sekarang sedang diam di pojokan. Dirinya sibuk berselancar di dunia maya, mencari lagu apa yang cocok dinyanyikan olehnya. Tentunya lagu yang pas dinyanyikan oleh suara sembernya.


Di depan panggung mini, digelar kapet untuk para penonton. Teddy dan Rahma juga ikut duduk di sana. Mereka juga ingin menikmati konser dadakan yang pengisi acaranya adalah anak-anaknya.


Penampilan pertama dimulai dari Cakra. Pria itu duduk di atas kursi bulat dengan gitar di tangannya. Tak lama terdengar suara merdunya menyanyikan lagu milik Craig David, Unbelievable yang tentunya ditujukan untuk sang istri.


“It’s so unbelievable.. and I don’t wanna let it go. Something so beautiful, flowing down like the waterfall. I feel like you've always been, forever apart of me. And it's so unvelievable.. to finally be in love. Somewhere I've never thought I'd be.”


Mata Sekar tak berkedip melihat penampilan sang suami. Tangannya memegangi perutnya yang sudah mulai membuncit. Dia dapat merasakan tendangan pelan dari dalam perutnya. Seperti sang buah hati pun menyukai penampilan papanya itu. Selesai dengan lagunya, Cakra turun dari panggung kemudian menghampiri sang istri. Tepukan tangan dari yang hadir mengiringi langkah calon bapak itu.


Penampilan kedua adalah Radix. Seperti halnya Cakra, pemuda itu juga menyanyikan lagu sambil memainkan gitarnya. Suara petikan gitar mulai terdengar ketika jari Radix memainkan senar gitarnya. Dia membawakan sebuah lagu dari RAN.


“Aku di sini engkau di sana. Hanya berjumpa via suara. Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa. Meski kau kini jauh di sana. kita memandang langit yang sama. Jauh di mata namun dekat di hati.”


Walau tidak bisa dibilang merdu, namun suara Radix cukup bisa didengar dan tidak menimbulkan polusi suara. Nabila senyum-senyum selama mendengarkan kekasihnya menyanyi. Karena selama tampil, Radix tak pernah melepaskan pandangan darinya.


Penampilan ketiga adalah Jojo. Dengan percaya diri, pria itu naik ke atas panggung. Adinda maju duduk paling depan. Jojo mengatakan kalau lagu yang dinyanyikannya adalah tentang isi hatinya pada sang istri. Suara musik yang berasal dari mesin karaoke segera terdengar. Adinda menutup mulutnya ketika mengetahui Jojo menyanyikan lagu dari Afgan.


“Cintaku bukanlah cinta biasa, jika kamu yang memiliki dan kamu yang temaniku seumur hidupku, seumur hidupku.”


Terdengar sorakan ketika terdengar nada fals dari pria itu. Namun Jojo tetap percaya diri menyanyikan lagu sampai selesai. Bahkan setelahnya dia menyampaikan penolakan kalau diminta menyanyi lagi. Karuan saja sorakan bertambah kencang untuknya.


“I just wanna say I love you.. I just wanna say I love you.. I just wanna say I love you.. I just wanna say I love you.. I just wanna say I love you.. I just wanna say I love you..”


Semua yang menonton tak bisa mengatakan apapun. Mereka melihat pertunjukkan Kevin dengan mulut menganga. Penampilan atraktif Melly Goeslaw saat menyanyikan lagu tersebut berbanding terbalik dengan Kevin. Suara bass dan wajah tanpa ekspresinya sungguh tak sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikannya.


Tak peduli dengan teriakan dan ledekan para sahabatnya, Kevin turun dari panggung begitu selesai menyanyi. Yang penting dia sudah menyelesaikan titah sang istri untuk memenuhi acara ngidamnya Sekar. Dengan wajah datarnya dia kembali duduk di samping Rindu yang terus saja tertawa mengingat penampilan suaminya.


Sekarang penonton dapat bernafas lega karena kini giliran Juna yang menyanyi. Dia memilih lagu lawas milik mantan suami Jenifer Lopez, Marc Anthony. Lagu yang menggambarkan isi hatinya pada sang istri. Suara musik yang mendayu serta lirik romantis sukses membuat mata Nadia berkaca-kaca mendengar bait demi bait yang dinyanyikan suaminya.


“My baby you.. you are the reason I could fly. And cause of you... I don’t have to wonder why. My baby you.. There’s no more just getting by. You are the reason I feel so alive.”


Bukan hanya Nadia, namun semua kaum hawa yang mendengarnya ikut terbawa suasana. Tanpa sadar mereka memeluk pasangannya masing-masing, saking menghayati mendengar nyanyian pria tampan itu.


Selesai Juna, kini giliran Anfa yang bernyanyi. Seperti halnya Cakra dan Radix, pria yang baru saja menikah beberapa bulan itu menyanyi dengan menggunakan gitar juga. Dia berdiri di depan stand mic dengan gitar yang tersampir di bahunya. Petikan gitarnya mulai terdengar, memainkan sebuah lagu dari Andmesh.


“Waktu pertama kali, kulihat dirimu hadir. Rasa hati ini inginkan dirimu. Hati tenang mendengar, suara indah menyapa geloranya hati ini tak kusangka. Rasa ini tak tertahan. Hati ini slalu untukmu. Terimalah lagu ini dari orang biasa. Tapi cintaku padamu luar biasa. Aku tak punya bunga, aku tak punya harta. Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.”


Senyum tak lepas dari wajah Rayi saat menyaksikan penampilan Anfa. setelah menjadi suaminya, Anfa bertransformasi menjadi lelaki yang bukan hanya dewasa sikap dan pemikiran, namun juga menjadi lebih romantis. Dia langsung menyambut sang suami ketika kembali ke tempatnya usai tampil.


Penonton lain lumayan terkejut karena ternyata suara Anfa enak didengar. Selepas Anfa, saatnya penampilan yang ditunggu semua orang. Pria yang baru saja dikaruniai anak lelaki, bangun dari duduknya kemudian dengan percaya dirinya naik ke atas panggung. Jika yang lain penasaran, Nina malah dag dig dug, menunggu lagu apa yang akan dinyanyikan suaminya. Abi tidak mau membocorkan pada Nina lagu yang dipilihnya.

__ADS_1


“Mohon maaf, untuk penampilan sekarang saya memilih bernyanyi acapela saja.”


Terdengar kata-kata Abi saat sudah sampai di atas panggung. Hati Nina semakin berdebar, tapi perasaannya mulai tak enak. Beberapa kali Abi mengetes suara dengan menyebutkan huruf A beberapa kali. Tak lama nyanyian acapela ala Abi pun terdengar.


“Diobok-obok airnya diobok-obok. Ada ikannya kecil-kecil pada mabok. Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot. Kena mukaku aku jadi mandi lagi. Dingin-dingin dimandiin, nanti masuk angin.”


Nyanyian Abi sontak mengundang sorakan, gelak tawa dan lemparan bungkus camilan, gelas air mineral kosong, kulit kacang dan benda-benda yang ada di sekitar mereka. Namun seperti biasa, Abi nampak tak peduli. Dia tetap menyanyikan lagu sampai selesai. Abi memang tipe orang istiqomah, di mana pun dan kapan pun selalu lagu anak-anak yang dipilihnya ketika menyanyi.


“Woi kampret kenapa nyanyi lagu Joshua?” teriak Cakra setelah Abi turun dari panggung.


“Yang lain nyanyi lagu cinta, dia nyanyi diobok-obok, ya salam,” timpal Jojo.


“Itu lagu buat anak gue. Protes aja lo. Udah syukur bisa denger suara emas gue,” balas Abi.


"Ngeles aja kaya bajaj," timpal Juna.


“Suara emas pala lo peyang. Nih bini gue sampe mules dengernya,” sambar Kevin.


“Buruan bawa ke rumah sakit, tar brojol di sini berabe,” jawab Abi dengan santainya.


Teddy dan Rahma hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah anak keduanya. Setelah menikah dengan Nina, mereka merasa kadar kesomplakkan anaknya semakin bertambah saja.


Peserta konser mini hanya menyisakan Gurit saja. Di kesempatan kali ini, dia memilih berduet bersama Syakira. Hampir saja semua penonton memilih bubar jalan kalau tidak melihat pelototan si ibu hamil. Gurit dan Syakira memilih lagu yang akan dinyanyikannya. Tentu saja mereka memilih lagu duet dan genre yang dipilihnya adalah dangdut. Saat lagu dimulai, tubuh Syakira mulai bergerak mengikuti irama musik.


“Memhandhanghmuuhh walaauuhh syelaluuhh.. thaakhh akhanhh pernaahh beriihh jemuuhh dihhh hatikuuhh.. menyapaahhmuuhh walaauuhh syelaluuh.. masyiihh therasyaahh merduuhh.. baghaaiihh diihh awaalhh jumpaahh..”


Teddy memijat keningnya mendengar suara Syakira, Abi mengorek-ngorek telinganya. Kevin menutup telinganya. Nadia mengarahkan wajah Juna padanya sambi menutupi telinga sang suami. Cakra memilih membenamkan wajahnya ke perut Sekar, berharap calon buah hatinya tak mendengar suara Syakira. Adinda menutup mata Jojo. Anfa, Rayi, Nabila dan Radix berusaha menahan tawanya.


Sementara itu pak Tatan, pak Kamal dan pak Bagja yang ikut menyaksikan pertunjukkan hanya bisa menganga. Bagian bawah mereka terasa cenat-cenut mendengar setiap de**han Syakira. Nyanyian Syakira terus berlanjut tanpa mempedulikan reaksi para penontonnya. Kini Gurit mulai ikut bernyanyi saat lagu memasuki reffrain.


“Bhulaanhh bawaaahh bhinthaanghh menaariihh.. iringhiihh langkaahhkuuhh.. mhalaammhh hadiirrhh bawaahh diriikuuhh berjumpaahh dengaanhhmuuh. Duaahh hatiihh satuuhh tujuaannhh melangkaahh bersyaamaahh.. cintaahh hadiirrhh bawaahh diriikuuhh.. menyentuuhh indaahhhnyaahh.”


Tawa yang sedari tadi ditahan akhirnya meledak juga ketika Gurit justru ikutan menyanyi dengan gaya men**sah. Rindu dan Sekar tertawa terpingkal sampai airmatanya keluar, begitu pula dengan Adinda. Radix dan Anfa terus memegangi perutnya, Rayi memegangi rahangnya yang terasa kram karena tak berhenti tertawa. Sedangkan lima sekawan tertawa terbahak tanpa mempedulikan kedua penyanyi di depan sana. Nina dan Nadia pun tak berhenti terkikik. Rahma dan Teddy bergegas meninggalkan halaman belakang karena tak kuat terus-terusan tertawa.


Akhirnya nyanyian pasangan men**sah itu selesai sudah. Gurit dengan pedenya mengucapkan ribuan terima kasih pada para penonton yang ada di halaman belakang juga pada pak Kamal cs.


“Buat Rindu.. besok kita available kalo lo minta kita duet lagi,” ujar Gurit.


“Ogaaaahhh.. apa kata tetangga mertua gue nanti PEAAAA!!”


Gelak tawa kembali terdengar. Gurit pun ikut tertawa mendengar jawaban sahabatnya. Dia menarik tangan Syakira kemudian turun dari panggung dengan santainya. Nina bangun dari duduknya kemudian berlari ke dalam. Karena banyak tertawa, hampir saja dia mengompol. Di belakangnya Nadia menyusul. Sungguh ngidamnya Sekar berefek pada perut kedua wanita tersebut.


☘️☘️☘️


**OMG pak Kamal, pak Tatan dan pak Bagja ikutan cenat cenut juga ya🤣


Mohon maaf seperti biasa, Jumat mamake absen up karena hari itu adalah family time.

__ADS_1


Novel ini memang akan segera tamat tapi jangan khawatir, kisah Dinda, Nadia bahkan Ruby juga akan hadir sebelum novel ini tamat ya🤗


See you di bab berikutnya ya😉**


__ADS_2