KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Mencari Mangsa


__ADS_3

“Selamat malam semua..”


Semua yang ada di halaman belakang langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Tamu tersebut berjalan menghampiri kumpulan para pria dewasa. Kumpulan para istri sontak bergerak mendekati suami mereka. Tatapan mereka penuh kewaspadaan melihat kedatangan makhluk cantik di tengah-tengah mereka.


Di belakang tamu tersebut, Teddy dan Rahma menyusul. Mereka bermaksud memperkenalkan tamu itu kepada anak-anaknya. Tamu yang berjenis kelamin wanita itu menatap para pria satu per satu, membuat para istri semakin waspada.


“Anak-anak, kenalkan ini rekan bisnis kita yang baru. Cakra pasti sudah kenal, karena dia yang membantu proses merger perusahaan di Jepang.”


Sekar sontak melihat ke arah suaminya. Dalam hatinya benar-benar kesal, kenapa Cakra tak menceritakan perihal rekan bisnis baru yang ternyata wanita yang cantik dan seksi.


“Angela, kenalkan itu anak tertua saya, Arjuna dan istrinya Nadia. Ini anak kedua saya, Abimanyu dan istrinya Nina. Lalu yang ini Sekar, anak bungsu saya dan juga istri dari Cakra. Yang di sana Kevin dan Jojo, sahabat anak-anak saya. Mereka juga sudah menikah, itu istrinya,” Teddy menunjuk pada Rindu juga Adinda.


“Malam semua, perkenalkan saya Angela. Halo Cakra, kita bertemu lagi ya. Hai Jo.. ngga nyangka bisa ketemu kamu di sini.”


“Loh.. kamu kenal Jojo?”


“Iya om. Jojo itu teman kuliah saya di Singapura, ya kan Jo?”


Jojo hanya berdehem saja menanggapi ucapan Angela. Dia melingkarkan tangannya ke pinggang Adinda yang nampak tak nyaman dengan kehadiran wanita itu. Angela tersenyum dalam hati melihat para istri terlihat insecure dengan kedatangannya. Matanya terus menatap Juna, Abi, Kevin dan Cakra bergantian. Jika dirinya tak bisa mendapatkan Jojo kembali, setidaknya dia bisa memikat salah satu dari pria tampan ini.


“Lagi ada acara keluarga ya om. Maaf nih kalau waktu kedatangan saya ngga tepat.”


“Cuma syukuran kecil-kecilan atas kehamilan anak bungsu saya. Ayo bergabung saja, jangan sungkan.”


Mendapat lampu hijau dari Teddy, Angela mulai menyalami satu per satu pria tampan tersebut kemudian duduk bersama mereka. Otaknya terus berputar siapa yang lebih dulu akan menjadi target incarannya. Namun dilihat dari wajah juga sikap, Angela lebih condong pada Abi juga Kevin. Kedua pria tersebut nampak begitu dingin dan mengundang rasa penasarannya.


Belum lama Angela bergabung, Abi mengajak Nina pulang. Dia tak nyaman melihat Angela yang terus saja mencuri pandang padanya. Sambil merangkul sang istri, pria itu meninggalkan kediaman orang tuanya.


Setelah Abi, Kevin menyusul pulang. rindu terus merengek ingin segera pulang. Wanita itu kesal karena Angela selalu berusaha menarik perhatian suaminya. Kevin yang memang tidak peka dengan lingkungan sekitar, menganggap Rindu mengajaknya pulang karena sudah merasa bosan.


“Mas.. pulang yuk,” kini giliran Nadia mengajak sang suami pulang.


“Ayo.. pamit mama, papa dulu. Kakak pulang dulu ya Se,” Juna mengusak puncak kepala Sekar dan hal itu tertangkap oleh Angela.


Hmm.. sosok penyayang, kayanya senang deh punya pasangan seperti dia. Orangnya pasti romantis. Juna.. boleh juga.


Duo curut pun ikutan pamit melihat yang lain sudah mulai meninggalkan kediaman orang tua sahabatnya itu. Anfa juga hendak mengantar Rayi pulang karena waktu sudah jam sembilan malam. Mereka menghampiri Angela untuk berpamitan, sebagai bentuk kesopanan.


“Se.. pulang dulu ya. Bang.. kita pulang dulu. Mba.. kita pamit ya,” Gurit mewakili semuanya berpamitan.


“Ngga mau bungkus makanan?”


“Ya elah Se.. jangan hancurkan harga diri kita di depan yayank napa,” Sekar terkikik geli mendengar jawaban Gurit.


“Syemuaaahhhnyaaahhh.. akyuuuhh pulaangghh duluuhh.”


“Iya Syaki, iya.. duh bengek gue dengernya.”


Cakra menyenggol lengan Sekar, kadang istrinya itu tak bisa mengontrol ucapannya. Gurit memutar bola matanya mendengar ucapan sang sahabat. Radix dan Nabila hanya terkikik geli, begitu pula dengan Rayi.


“Fa.. besok kamu yang wakilin Abi ya rapat di kantor baru,” ujar Cakra.


“Iya bang.”


“An.. kenalin ini Anfa, dia asistennya Abi. Nanti kamu bakal banyak berhubungan dengan Anfa.”


Angela mengulurkan tangannya ke arah Anfa yang langsung dibalas pemuda itu. Angela menatap Anfa dari atas sampai bawah. Walau usianya masih muda, namun wajah tampan Anfa sukses menarik perhatiannya juga. Rayi berdehem kencang saat Angela tak juga melepaskan tangan kekasihnya. Dengan cepat Anfa menarik tangannya.


“Sampai bertemu besok kak.”


Anfa berpamitan kemudian mengajak kekasihnya itu pergi, disusul oleh Radix juga Gurit. Kini hanya tinggal dua pasang suami istri beserta Angela yang ada di sana. Melihat sikap tak bersahabat Jojo, Angela memilih pamit pergi.


“Itu temen lo Jo?” tanya Cakra begitu Angela pergi.


“Hmm..”


“Kok aku ngga suka ya lihatnya. Tadi aku perhatiin, dia ngelihat kak Juna, kak Abi, bang Ke sama abang kaya mau macan mau nerkam mangsanya,” celetuk Sekar.


“Se.. ngga baik ah suudzon kaya gitu.”


“Aku perempuan bang. Aku tahu gimana perempuan lagi ngincer mangsanya.”


“Sekar bener Cak. Lo lebih baik hati-hati sama dia. Dia itu orang yang ambisius, dari dulu dia terkenal senang mengganggu hubungan orang lain.”


“Kok lo paham bener. Jangan-jangan lo pernah iya-iya sama dia,” Cakra menaik turunkan alisnya menggoda sahabatnya itu.


“Emang pernah,” celetuk Adinda.


Sontak Jojo melihat ke arah istrinya itu. Sang istri malah mengalihkan pandangan ke arah lain. Sejak kedatangan Angela, dia sudah tidak suka dan ingin rasanya meneriakkan pada semua orang kalau wanita itu pernah ada hubungan dengan suaminya dan sampai saat ini masih berusaha merebut Jojo darinya.


“Hon.. kok gitu sih ngomongnya.”


“Biarin. Aku kesel dia ngintilin kakak terus.”


“Waduh ada perang dunia nih. Ngga ikutan ah.”


Cakra menarik tangan Sekar beranjak pergi dari halaman belakang. Membiarkan kedua pasutri itu menyelesaikan masalahnya yang disebabkan oleh Angela. Jojo mendekati Adinda lalu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


“Manda cemburu ya..”


“Panda pikir aja sendiri. Lihat Angela cantik dan seksi gitu siapa juga yang ngga cemburu. Kak Sekar juga ngga suka sama dia.”


“Mau dia cantik atau seseksi apapun, panda tetap cintanya sama manda. Pulang yuk.. dari tadi panda diledekin terus tuh gara-gara kamu belum isi.”


“Dih.. ngajak pulang ada maunya.”


Namun tak ayal Adinda berdiri juga saat Jojo menarik tangannya. Keduanya berpamitan pada Rahma dan Teddy yang masih duduk berdua di ruang tengah. Dengan cepat Jojo membukakan pintu untuk sang istri. Tak sabar rasanya ingin segera menggarap sawah yang seminggu ini tak didatanginya karena siklus bulanan.


☘️☘️☘️


Dengan langkah lebar Angela memasuki kantor Maesya Dunia. Ini adalah kantor baru yang dibentuk Teddy beserta kedua anak dan menantunya. Cakra yang ditunjuk mengelola perusahaan ini, sebagai ganti perusahaan yang di Jepang. Hari ini Angela ada pertemuan khusus yang membahas tentang kerjasama dengan perusahaan baru yang dipegang olehnya.


Tak sia-sia sang ayah mengalihkan sebagian asetnya untuk membuat perusahaan baru dan menggaet Teddy sebagai partnernya. Lewat pria itu, Angela dengan mudah dapat mengembangkan perusahaannya.


Kehadiran Angela sudah ditunggu oleh Toby, asisten sekaligus sekretaris Cakra. Sekar memang tak memperbolehkan suaminya memiliki sekretaris atau asisten seorang perempuan. Toby segera membukakan pintu ruangan Cakra untuk Angela. Di dalam ruangan, nampak Cakra dan Anfa sudah menunggunya.


Ketiganya langsung terlibat pembicaraan bisnis. Diam-diam Angela mengagumi sosok Anfa. Selain tampan, pemuda itu juga pintar dan cekatan dalam pekerjaannya. Angela cukup tahu diri untuk tidak mengusik Cakra. Selain tipe suami setia, Cakra juga bukan orang yang suka mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Sebelum bisa mendekatinya, bisa-bisa dirinya sudah ditendang jauh oleh pria itu.


“Untuk kerjasama dengan PT. Wiraguna, biar Anfa aja yang bantu. Dia sudah berpengalaman bekerja sama dengan perusahaan itu,” ujar Cakra mengakhiri pembicaraan mereka.


“Iya kak.. nanti aku bantu.”


“Jangan panggil kakak, Angela aja.”


“Oh iya.. Angela,” jawab Anfa kikuk.


“Besok kalau aku ke kantormu aja gimana?”


“Boleh kak, tapi sebaiknya setelah jam makan siang. Karena paginya aku ada meeting.”


“Ok deh. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya pak Cakra, Anfa.”


Angela berdiri disusul oleh Anfa. Pemuda itu juga bermaksud kembali ke kantornya. Bersama dengan Angela, Anfa keluar dari kantor Cakra. Dari balik kemudinya, Angela terus memperhatikan Anfa pergi menggunakan kendaraan roda duanya. Entah mengapa, sosok Anfa begitu mencuri perhatiannya.


☘️☘️☘️


Beberapa hari sudah Angela memulai aksinya mendekati Anfa. Dia sudah tak berminat lagi pada Jojo. Hampir setiap hari wanita itu menyempatkan diri menemui Anfa di kantornya dengan alasan pekerjaan. Selain ingin bertemu dengan Anfa, Angela juga ingin melihat Abi. Dia masih penasaran dengan pria dingin itu.


Namun setiap dirinya datang ke kantor, hampir tak pernah bertemu dengan Abi. Sekretaris baru Abi, Fadil sangat menjaga privasi bosnya hingga tak bisa sembarangan orang bisa menemuinya. Sementara itu di ruangan Anfa, Angela juga tidak bisa berbuat banyak selain membicarakan pekerjaan. Ruby yang sekarang menjadi sekretaris Anfa, terus saja mengawasi gerak-geriknya.


Hari ini Angela kembali mendatangi kantor Metro East. Dia sengaja datang menjelang jam makan siang karena ingin mengajak Anfa makan siang bersama. Kehadirannya disambut oleh Anfa dengan ramah seperti biasanya. Keduanya langsung terlibat percakapan serius seputar pekerjaan.


Di tengah-tengah pembicaraan, pintu ruangan Anfa terbuka. Angela menoleh ke arah pintu. Wanita itu cukup terkejut melihat Abi yang datang. Pria yang beberapa hari ini ingin dilihatnya, akhirnya menampakkan diri. Abi berjalan mendekati Anfa dengan sebuah berkas di tangannya.


“Iya pak.”


“Pelajari poin-poin pentingnya. Dapatkan penawaran terbaik.”


“Siap bos.”


Abi menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari ruangan tanpa melihat sedikit pun pada Angela. Ruby melirik wanita itu dari sudut matanya. Hatinya berdecih melihat bagaimana sorot mata Angela saat menatap Abi. Tatapan yang sama saat melihat Anfa.


Dasar perempuan ular. Jangan harap kamu punya kesempatan buat deketin Abi atau Anfa. Aku akan terus mengawasimu.


“Fa... gimana kalau kita makan siang bareng?”


“Hmm.. aku ada janji makan siang dengan klien ngga kak?” tanya Anfa pada Ruby yang lebih senang memanggil dengan sebutan kakak.


“Janji makan siang dengan klien ngga ada tapi ada janji makan siang dengan RAYI.”


Ruby sengaja menekankan kata Rayi untuk mengingatkan Angela kalau pria yang tengah diburunya telah memiliki tambatan hati. Anfa menepuk keningnya, hampir saja dirinya lupa ada janji makan siang dengan kekasihnya. Dengan cepat dia mengambil ponsel lalu menghubungi Rayi.


“Halo Ray.”


“Iya Fa.”


“Mau makan siang di mana?”


“Di cafe biasa aja ya. Aku sekalian ketemu klien di sana.”


“Ok deh. Aku ke sana sekarang.”


Anfa mengakhiri panggilannya kemudian memasukkan benda pipih itu ke dalam saku. Dia melihat ke arah Angela yang masih menunggunya akan ajakan makan siangnya tadi.


“Hmm.. sorry An, aku ada janji makan siang sama Rayi.”


“Pacar kamu?”


“Iya.”


“Ngga keberatan kan kalau aku gabung. Sekalian pengen kenal sama pacar kamu juga.”


Anfa terdiam sejenak. Dia melihat ke arah Ruby yang nampak menggelengkan kepalanya. Tapi karena sifat Anfa yang tidak tegaan menolak permintaan orang, akhirnya dia hanya mengangguk saja. Setelah membereskan berkas-berkasnya, Angela bersiap pergi makan siang bersama Anfa.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Dengan setia Anfa menunggu Rayi yang masih berbicara dengan kliennya. Pria itu bahkan sudah memesan makanan kesukaan kekasihnya itu. Angela yang duduk berhadapan dengan Anfa terus memperhatikan Rayi yang duduk tak jauh dari mereka. Dalam hatinya menerka-nerka apa yang disukai pria itu dari sosok Rayi yang nampak biasa saja di matanya.


Usai berbicara dengan kliennya, Rayi segera menuju meja yang dipesan Anfa. Dia cukup terkejut melihat kehadiran Angela. Sebagai seorang wanita, insting Rayi mengatakan kalau wanita itu tengah mengincar kekasihnya. Rayi menarik kursi di samping Anfa.


“Maaf lama.”


“Ngga apa-apa. Aku udah pesenin makanan buat kamu. Gimana? Lancar?”


“Alhamdulillah.”


“Pacar siapa dulu dong.”


Anfa mengusak puncak kepala Rayi. Kalau tidak ada Angela bersamanya mungkin pria itu sudah mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya. Angela berdehem, membuat kemesraan pasangan kekasih itu terhenti.


“Oh iya, ini Angela yang waktu itu datang ke acara syukuran Sekar. Kamu masih inget kan?”


“Iya masih. Hai Angela..”


“Hai.. maaf ya kalau aku ganggu. Tapi aku penasaran pengen tahu siapa pacarnya Anfa.”


“Penasaran sama pacarnya apa sama Anfanya?”


Angela tertawa sumbang mendengar pertanyaan Rayi. Sepertinya gadis itu sudah mengirimkan sinyal peperangan padanya. Diliriknya Anfa yang terlihat biasa saja, sepertinya pria itu tak menyadari kecemburuan kekasihnya.


Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. membuat pembicaraan mereka terjeda. Setelah selesai menata pesanan di meja, pelayan tersebut berlalu. Anfa mengambil piring Rayi yang berisi tenderloin steak lalu memotong-motongnya menjadi irisan kecil dan mengembalikan pada Rayi.


“Makasih sayangku, so sweet banget sih.”


Anfa terjengit mendengar ucapan kekasihnya. Tak biasanya Rayi berkata seperti itu padanya. Mereka lebih sering terlibat perdebatan konyol dan sama sekali tak ada kata-kata atau panggilan mesra. Angela memutar bola matanya. Jengah rasanya melihat pasangan di depannya.


Keterkejutan Anfa tak sampai di situ saja. Rayi menambah aksi mesranya dengan menyuapkan potongan steak pada Anfa kemudian menyeka sudut bibirnya yang terkena saos. Tak berhenti di situ, Rayi juga tak sungkan bergelayut manja di lengan Anfa.


“Makasih buat makan siangnya. Aku duluan ya Fa.”


Angela yang tak tahan melihat kemesraan Rayi pada Anfa memilih pergi. Tanpa menunggu jawaban Anfa, dia bergegas pergi. Rayi terus mengikuti wanita itu dari sudut matanya.


“Ray.. kamu kesambet jin ganjen di mana?”


“Emang ngga boleh mesra sama pacar sendiri?”


“Bukan ngga boleh, cuma aneh aja. Kali aja kamu ketularan Syakira hahahaha..”


“Ish kamu tuh nyebelin banget. Aku sengaja tau biar Angela tau kalau kamu itu punyaku.”


“Apa hubungannya?”


“Kamu ngga nyadar apa kalau dia naksir kamu.”


“Hahahaha.. masa sih.. ngga mungkin lah. Kamu tuh parno kali.”


“Ya udah kalau ngga percaya. Pokoknya awas aja kalau kamu dekat-dekat sama dia.”


Anfa hanya menggelengkan kepalanya. Dia masih belum percaya apa yang dikatakan kekasihnya itu. Bagi Anfa, wanita itu tak lebih hanya sekedar rekan bisnis saja. Dia pun tak ada minat sama sekali pada Angela.


☘️☘️☘️


“Anfa..”


Anfa yang hendak menaiki motornya menoleh begitu mendengar sebuah suara memanggilnya. Dia terkejut melihat Angela ada di kampus tempatnya menyelesaikan studi masternya.


“Kamu ngapain di sini?”


“Aku habis ketemu teman di sini. Dia nawarin aku ngajar S1. Kamu sendiri ngapain di sini?”


“Aku kuliah S2 di sini.”


“Oh gitu.. aduh..”


Angela memegang kepalanya kemudian badannya terhuyung jatuh. Anfa dengan sigap menahan tubuh wanita itu. Angela merebahkan kepalanya di dada Anfa sedang tangannya melingkar di pinggang pria itu.


“An.. kamu kenapa?”


“Kepalaku pusing Fa. Badanku juga lemas, bisa tolong antar aku pulang?”


“Mobilmu mana?”


“Aku ngga bawa mobil tadi.”


“Ya udah ayo.”


Anfa melepaskan pelukan Angela. Dia memakai helmnya kemudian menaiki roda duanya. Angela naik di belakang Anfa tanpa mengenakan helm. Tak lama kuda besi itu mulai meluncur pergi.


Selama perjalanan, Anfa merasa risih karena Angela memeluk pinggangnya erat dan menempelkan dada dan kepala ke punggungnya. Belum lagi tangan Angela yang bergerak naik turun ke dekat celananya. Anfa menambah kecepatan motornya agar sampai di tujuan dengan cepat. Tak berapa lama kendaraannya memasuki area parkir apartemen yang ditinggali Angela.


☘️☘️☘️


**Nah yang nunggu cerita Anfa dan Rayi, nih mamake kasih. Siap² tarik nafas ya karena ada ulet bulu di sekitar mereka.

__ADS_1


Maksud hati pengen rehat 3 atau 4 hari sampai kondisi pulih, karena badan kembali drop. Tapi kebijakan NT yang menganggap othor itu robot yang ngga bisa sakit dan ngga punya hati, mamake berusaha absen ngga lebih dari 3 hari. Kalau ke depannya ngga bisa up tiap hari harap maklum, karena kondisi belum benar² pulih🙏**


__ADS_2