
“Maasshhh.. Joooohhhh...”
Syakira terus mengikuti langkah Jojo saat sedang meninjau audisi untuk film horor terbarunya. Pria itu sengaja tidak melibatkan diri, karena tak ingin ditempeli oleh modelan Syakira jilid 2.
“Maaaassshhh..”
“Apa sih Syaki?” kesal Jojo seraya menghentikan langkahnya.
“Akhhuuh phengen ikhuutt filmmhh terbarruhhh maaassshhh Joooohhh..”
“Bukan aku yang nentuin pemainnya. Sutradara langsung yang audisinya. Kalau kamu mau, sana ikut audisi aja.”
“Udaaahhh maaasshh, thappiihh dhitholaakkhh.”
“Ya iyalah pasti ditolak. Hari ini tuh audisi buat pemeran kuntilanak. Mana ada kuntilanak yang gayanya kaya kamu. Kalau kamu jadi kunti terus ketawa, yang ada orang-orang bukan takut dengerin kamu ketawa tapi sang*.”
Jojo bergegas meninggalkan Syakira yang misah-misuh karena ngebet banget ingin jadi bintang film layar lebar. Padahal hari ini wanita tersebut sudah berdandan maksimal. Memakai dress panjang berwarna putih, rambut pirangnya kembali dicat hitam dan dibonding biar lurus seperti jalan tol. Tapi tetap saja ditolak oleh sang sutradara.
Baru saja wanita itu akan melangkah pergi, sebuah tepukan mendarat di bahunya. Ternyata asisten sutradara pelakunya. Pria itu mengajak masuk ke ruang audisi. Sutradara ingin bertemu dengannya. Dengan wajah sumringah Syakira masuk ke dalam ruangan.
“Siapa namamu tadi?”
“Syakiraaahhh.”
“Ok Syakira, saya sudah mempertimbangkan. Kamu saya terima bermain di film saya, tapi bukan berperan sebagai kuntilanak. Melainkan penjual jamu yang berjualan keliling kompleks. Gimana, mau?”
“Boleeehhhh.”
“Sekarang coba kamu teriak jamu. Pokoknya kaya orang lagi dagang.”
“Jaaammmuuhhh... jaaamuuuhhnya maasshhh.. adaahh jaammmuuu tholaakhh anghiiin, tollaaaakh misyhkin dan tolaaakkh pelaaakooorrr maasssshhh.”
“Okeh, kamu saya terima. Nanti kita hubungi lagi buat jadwal syutingnya.”
“Maakkasssiiihh oommhh.”
Syakira terlonjak senang mendengar dirinya diterima bermain di film ini. Dengan gaya bak peragawati, wanita itu keluar dari ruangan. Sang sutradara hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya. Sedang asistennya buru-buru menuju kamar mandi. Mendengar Syakira berbicara, membuat bagian bawahnya sedikit menegang.
🍂🍂🍂
Jojo baru saja akan masuk ke dalam lift, ketika dari arah pintu masuk terlihat kemunculan Adinda. Senyum Jojo yang tadi mengembang seketika meredup begitu melihat orang yang ada di samping Adinda. Radix berjalan bersama gadis itu sambil menentang tas bekal makan siang untuknya.
“Om..”
Panggil Adinda begitu melihat Jojo di depan lift. Gadis itu segera berlari mendekat disusul oleh Radix. Jojo menatap sekilas pada Radix, lalu masuk ke dalam lift. Adinda juga Radix ikut masuk ke dalam.
“Mana kembaran kamu?” tanya Jojo pada Radix.
“Siapa kak?”
“Tuh si Gurita.”
“Gurit om.. ish om Jojo seneng banget sih ngerubah nama orang. Ngga boleh gitu om, itu nama pemberian orang tuanya, ada doa dalam namanya.”
“Berisik! Itu makanan buatku?”
“Iya om.”
“Abis temenin aku makan, kamu langsung pulang ke apartemen.”
“Ngga bisa kak,” sela Radix.
“Kenapa?”
“Dinda mau dites sama sutradara. Dia dapet peran di film yang saya bintangin kak,” terang Radix dengan jumawa.
“Peran apa?”
“Jadi pacarnya kang Radix, om,” seru Adinda.
Mata Jojo membulat mendengarnya. Sontak dia melihat ke arah dua orang di sampingnya. Keduanya nampak tersenyum, bahagia sekali. Berbeda dengan Jojo yang begitu kesal mendengar hal tersebut. Tangannya langsung menekan tombol lima.
“Kamu! Tunggu di ruangan. Aku mau ketemu sutradara dulu.”
Jojo bergegas keluar setelah pintu lift terbuka. Dengan langkah lebar dia menuju ruang audisi. Tangannya membuka kasar pintu besar itu membuat semua yang ada di dalam terkejut. Jojo langsung menghampiri sang sutradara.
“Pak Piet... apa benar Adinda Puspita Muharani diminta main di film ini?”
“Betul pak Jojo.”
“Sebagai apa?”
“Sebagai pacarnya Radix pak.”
“Bukannya itu ngga ada dalam naskah yang bapak kasih ke saya?”
__ADS_1
“Memang tidak ada pak. Tapi pak Abi, selaku investor utama meminta saya menambahkan part kehidupan pribadi Radix dan Gurit, salah satunya tentang Radix yang berhasil mengakhiri masa jomblonya setelah menjadi youtubers terkenal.”
Jojo menggeram kesal, lagi-lagi sahabat durjananya itu mengerjainya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Jojo bergegas keluar ruangan. Yang ada di kepalanya saat ini adalah bertemu dengan Abi. Sebenarnya dia sudah curiga kenapa sahabatnya itu mau menjadi sponsor utama film terbarunya.
Dengan kecepatan tinggi, Jojo memacu kereta besinya. Beberapa kali dia memukul setir seraya mengeluarkan umpatan. Di tengah perjuangannya mendapatkan hati Adinda, sang sahabat justru berusaha menghalangi upayanya. Sepuluh menit kemudian Jojo tiba di kantor Blue Sky.
Jojo masuk ke dalam gedung dengan langkah cepat. Tak dipedulikannya sapaan ramah resepsionis. Tangannya memencet tombol ke lantai tertinggi, tak lama kotak besi yang dimasukinya bergerak naik.
TING
Pintu lift terbuka, Jojo bergegas keluar kemudian menuju ruangan Juna. Selama pria itu menghandle pekerjaan di Jepang, Abi yang bertugas menggantikannya. Maka waktu Abi lebih banyak berada di kantor Blue Sky dibanding berada di kantornya sendiri. Darian yang terkejut dengan kedatangan Jojo yang tiba-tiba tak sempat menyapa pria itu. Dengan kasar Jojo membuka pintu ruangan.
BRAK!!
Pintu berwarna coklat itu terbuka lebar. Abi dan Kevin yang tengah berdiskusi dibuat terkejut oleh kedatangan Jojo. Dengan wajah tak bersahabat Jojo menghampiri Abi yang tengah duduk di sofa bersama dengan Kevin. Dihempaskan bokongnya di salah satu sofa yang berhadapan langsung dengan Abi.
“Bi.. apa maksud lo minta scene tambahan di film terbaru gue?”
“Film yang mana? Yang layangan nyangkut? Gue ngga ikutan yang itu.”
“Bukan, film horor terbaru gue, The Spooky House.”
“Ooh yang itu, emangnya kenapa? Gue cuma minta ditambahin scene dikit doang.”
“Ya tapi scene tambahan lo tuh ngga masuk akal.”
“Ngga masuk akal gimana? Kan scene tambahannya itu tentang duo upil dino yang udah ngga jomblo lagi setelah jadi youtubers terkenal. Setidaknya ada happy endingnya.”
Abi terus saja berkilah, padahal dia tahu apa maksud Jojo sebenarnya dengan scene tambahan tersebut. Pria itu sengaja menyusun strategi seperti ini supaya Jojo bergerak cepat mendapatkan Adinda. Dia juga tidak rela kalau sampai si upil dino yang berhasil mendapatkan Adinda.
“Ok, gue setuju soal scene tambahan tapi pemeran pacarnya Radix jangan si Muh!”
“Muh siapa?” Kevin yang sedari tadi diam, kini mulai bersuara.
“Muh itu si Pus. Itu panggilan sayang si monyet,” jawab Abi.
“Gue pikir Muhtar. Masa iya yang jadi pacarnya si Radix batangan juga,” kekeh Kevin.
“Ganti Bi! Gue ngga mau yang jadi pacarnya Radix, si Muh!”
“Apa alasannya?”
Jojo terdiam, tak mungkin juga dia mengatakan kalau cemburu. Bisa habis dia diledek habis-habisan oleh Abi dan Kevin. Terlebih saat makan siang bersama beberapa hari lalu, dia dengan tegas mengatakan tak menyukai Adinda. Otaknya berpikir cepat mencari jawaban yang tidak menimbulkan kecurigaan.
“Lo tahu sendiri kan, si Muh sekarang asisten di apartemen gue. Gue ngga mau pekerjaannya keteter gara-gara harus syuting film. Lagian si Muh itu ngga punya bakat akting.”
Abi tergelak dalam hati melihat mimik Jojo yang bertambah panik. Padahal dia asal saja menyebut adegan bahasa tubuh. Dirinya sudah mewanti-wanti sang sutradara untuk tidak memperlihatkan adegan tak senonoh di filmya, bahkan untuk adegan berciuman pun lelaki itu melarang keras.
“Pokoknya jangan si Muh pemerannya!”
“Kasih gue alasan kuat kenapa ngga boleh pake si Pus.”
Jojo kembali terdiam. Kevin mengulum senyum tipis melihat perdebatan di depannya. Harus diakui Abi memang pintar bersiasat, dan yang terpenting dia paling jago membuat orang naik darah. Tanpa pria itu sadari dirinya juga sering membuat orang lain naik darah.
“Lo tuh cuma sponsor utama doang, harusnya ngga ikut campur sama jalannya produksi,” Jojo menggiring opini ke arah lain.
“Hak gue sebagai sponsor utama ikut memutuskan bagaimana film itu dibuat. Itu ada di perjanjian yang lo tanda tangani sama sutradaranya. Tanya Kevin sama Cakra kalau lo ngga percaya.”
Jojo berdecak kesal, sahabatnya ini selalu saja mempunyai jawaban yang sialnya selalu benar. Jojo semakin terpojok, dia benar-benar mati kutu. Di satu sisi dirinya tak rela kalau Adinda menjadi lawan main karena peluang terjadinya cinta lokasi terbuka lebar. Tapi di sisi lain, Jojo masih gengsi mengakui perasaannya pada gadis blewah itu.
“Ck.. Jo.. Jo.. repot-repot banget sih lo cari alasan. Tinggal bilang lo tuh C-I-N-T-A aja susah banget. Gengsi aja lo gedein.”
Kevin yang mulai kesal melihat tingkah Jojo, menyemburkan kata-kata yang membuat pria itu tambah mati kutu. Bahkan Kevin sengaja mengeja kata cinta yang membuat jojo semakin salah tingkah.
“Pokoknya keputusan gue udah bulat. Si Pus tetap jadi lawan main si upil dino. Tapi gue bisa aja batalin peran itu asal....” Abi sengaja menjeda kalimatnya untuk membuat Jojo penasaran dan memancing sahabatnya itu.
“Asal apa?”
“Lo bilang ke si Pus soal perasaan lo.”
Jojo terhenyak mendengar syarat dari sahabatnya. Dia memandang Abi tak percaya. Bukannya dia tak mau mengakui perasaannya pada Adinda. Tapi Jojo hanya takut ditolak saja. Adinda itu gadis yang polos, dia bahkan tidak mengerti sinyal-sinyal cinta dan kecemburuan yang dikirimkannya akhir-akhir ini.
“Ah gila lo Bi.”
“Elo yang bakalan gila kalau mereka terlibat cinta lokasi.”
“Udah Jo, terima aja tawaran si Abi. Dari pada lo nyesel.”
“Ok.. tapi ngga sekarang ya, kasih gue waktu.”
“Gue kasih waktu bersiap sampai resepsinya Kevin sama Rindu. Tiga hari sesudah resepsi mereka kalau lo masih belum ngakuin perasaan lo ke si Pus. Rencana awal akan berjalan dan gue ngga bertanggung jawab kalau terjadi cinlok di antara mereka.”
“Ok gue setuju! Tiga hari sesudah resepsi si kulkas dua pintu, gue bakalan nembak si Muh.”
“Gitu dong dari tadi, kebanyakan drama lo!” sindir Kevin.
__ADS_1
TING
Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Jojo membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk menanggapi sindiran Kevin. Dibukanya pesan yang ternyata dikirimkan oleh Adinda.
From Muh :
Om Jo di mana? Ini makanannya dingin.
Jojo menepuk keningnya. Dia lupa kalau Adinda sudah membawakan makan siang untuknya. Saking emosi mendengar kabar soal Adinda yang akan beradu akting dengan Radix, pria itu sampai melupakan makan siangnya. Dengan cepat dia membalas pesan dari Adinda.
To Muh :
Maaf, barusan mendadak ada meeting. Kamu di mana?
From Muh :
Masih di ruangan om Jo.
To Muh :
Tunggu di situ! Saya ke sana sekarang. Awas jangan pergi! Dan jangan deket-deket Radix!
Jojo memasukkan ponselnya ke saku celana kemudian berdiri dari duduknya. Tanpa berpamitan, dia bergegas menuju pintu. Namun gerakannya membuka pintu terhenti ketika mendengar ucapan Kevin yang kembali membuat darahnya mendidih.
“Jo.. kata Rindu, nanti pas resepsi si Pitak mau berangkat bareng kutil tyrex naik motor. Beuuh udah kaya kencan sambil touring. Awas Jo, bahaya mengancam.”
Jojo menoleh sebentar ke arah Kevin yang tengah tersenyum smirk padanya. Dengan kesal dibukanya pintu kemudian menutupnya keras setelah dirinya keluar. Tawa Abi dan Kevin langsung pecah. Keduanya tak henti menertawakan kelakuan sahabatnya yang sudah bucin tapi masih enggan untuk mengakuinya.
🍂🍂🍂
Dalam waktu sepuluh menit Jojo sudah tiba di kantornya. Dia bergegas menuju ruangannya. Nampak Adinda masih menunggunya sambil bermain ponsel. Pria itu segera duduk di samping gadis itu.
“Om kemana aja sih? Aku sampai lumutan nungguin om, mana aku udah laper.”
“Maaf, tadi harus ketemu Abi buat bahas proyek film The Spooky House.”
“Om cuci tangan dulu gih.”
Jojo menurut saja apa yang dikatakan gadis pujaannya itu. Setelah mencuci tangan, dia duduk kembali di samping Adinda. Kotak bekal sudah terbuka dan tersusun rapih di atas meja. Keduanya memulai makan siang bersama.
“Hmm.. ini sambel mangganya enak.”
“Enak ya om, seger juga kan?”
“Iya. Kamu pinter masak, udah cocok jadi istri.”
Adinda hanya tersenyum mendengar pujian Jojo tanpa tahu ada maksud tersembunyi dibalik ucapan pria itu. Keduanya menghabiskan makanan sambil diselingi perbincangan ringan. Jojo terus mengirimkan kode bin sinyal pada gadis itu yang hanya ditanggapi dingin saja karena memang Adinda tidak sadar dengan maskud Jojo.
“Muh, katanya kamu mau ke Tasik bareng Radix ya?” tanya Jojo setelah mereka menyelesaikan makan siangnya.
“Iya om, kang Radix yang ajak tapi aku masih mikir-mikir sih.”
“Jangan! Kamu pergi sama aku aja. Perjalanan Tasik – Bandung itu ngga sebentar. Kamu bakalan cape di jalan. Bilang sama Radix kalau kamu pergi sama aku. Lagian belum tentu enin ngijinin kamu pergi naik motor keluar kota.”
Adinda terdiam merenungi ucapan Jojo barusan. Apa yang dikatakan pria itu memang benar. Enin tidak akan mengijinkan Adinda bepergian jauh menggunakan sepeda motor. Sang nenek masih trauma dengan kecelakaan motor yang menimpa kedua orang tuanya hingga merenggut nyawa mereka.
“Iya om. Nanti aku bakal bilang ke kang Radix. Enin emang ngga akan ijinin aku. Semenjak bapak sama ibu meninggal kecelakaan motor, enin suka takut kalau aku pergi-pergi pake motor.”
“Nah makanya mending pergi bareng aku. Jangan buat enin khawatir, apalagi enin lagi sakit.”
“Iya om.”
Jojo tersenyum senang berhasil mencegah Adinda pergi ke Tasik bersama dengan Radix. Waktu yang diberikan Abi untuknya tidaklah banyak. Dia harus bergegas membuat Adinda menyadari tentang perasaannya.
🍂🍂🍂
**Makanya buruan om Jo. Ini mah kebanyakan gengsi, masa beruang kutub mulut bon cabe level 10 harus sampe turun tangan. Hadeuh om Jo.. om Jo..
Tiap hari ada pembaca baru di novel ini, aku terhura. Makasih buat semua yang mau mampir dan mengikuti kehaluan emak. Mungkin di antara readers ada yg baru gabung di NT jd masih belum paham soal up novel.
Kalau novel on going, itu berarti novel yang baru dan setiap harinya akan up bab baru. Setiap othor beda² untuk up, ada yg crazy up ada yg cuma 1 tp rutin ada juga yang nongolnya ngga tentu, kadang seminggu baru up.
Nah untuk saat ini mamake cuma bisa up 1x karena ada kesibukan di RL. Tapi diusahakan tiap hari up. Mohon maaf ngga bisa crazy up karena ngga ada stok bab🙏 khawatir klo crazy up, next mamake sakit atau ada keperluan mendadak jadi ngga bisa up. Kalau kaya gitu jatuhnya ngaruh ke performa novel, levelnya bisa diturunin sama NT🙈
Jadi demi kebaikan bersama, mamake up tiap hari tapi cuma 1 aja ya🤗 Mamake tahu kalian penasaran dan mamake juga gemes sebenernya pengen kasih up lebih. Tapi apa daya kapastis otak Mak emak ngga memadai🙊
∆ Sambil nunggu up berikutnya, baca aja karya mamake yg lain, jiaaaahhh promo lagi🤭 ngga apa² promo di lapak sendiri😉
∆ Promo Mulu, urusin dulu soal gue Ama si Muh!
∆ Suka² gue jojoba oil. Minggir... gue mau promosi.
Mampir yuk ke karya terbaru mamake ya. Kisah cinta Nick dan Iza yang terjal dan berliku**.
__ADS_1
Buat yang punya apk Gonovel atau Sago,boleh juga mampir ke karya mamake di sana. Buat yang belum cukup umur dan masih jomblo harap menyingkir. Karena karya mamake di sana hot marihot pake banget😉