KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Wedding Day


__ADS_3

Suasana Ballroom Arjuna Hotel sudah dipenuhi keluarga dan kerabat dekat pihak Sekar juga Cakra. Setelah mengalami penundaan, akhirnya kedua insan ini bertemu juga di depan penghulu. Cakra sudah duduk di depan meja akad. Di hadapannya duduk penghulu dan Teddy. Di samping kanannya duduk ayah Kevin, dan mang Deden. Keduanya akan menjadi saksi akad nikah ini.


Sang penghulu mempersilahkan Teddy untuk memulai ijab kabul. Teddy menggenggam erat tangan Cakra. Lelaki yang dipercaya menjaga anak gadis satu-satunya. Cakra mengambil nafas panjang, berusaha meredakan kegugupannya.


“Ananda Cakrawala Dunia, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku, Sekar Maeswari Hikmat binti Teddy Hikmat dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas 50 gram dibayar tunai!”


“Saya terima nikah dan kawinnya Sekar Maeswari Hikmat binti Teddy Hikmat dengan mas kawin tersebut tunai!”


“Bagaimana para saksi, sah?”


“SAH!!”


“Alhamdulillah..”


Cakra mengusap wajah dengan kedua tangannya. Perasaannya benar-benar lega, dirinya berhasil melewati ketegangan yang luar biasa. Sedari tadi hatinya ketar-ketir takut tak bisa mengucapkan kalimat ijab kabul dengan lancar. Namun akhirnya dia bisa melakukannya dengan mulus.


Cakra menoleh ke sebelah kirinya. Nampak Sekar tengah berjalan menghampirinya diapit oleh Rahma juga bi Tini. Jantung Cakra berdegup kencang melihat Sekar yang terlihat begitu cantik dan mempesona dalam balutan kebaya berwarna putih. Matanya tak berkedip melihat gadis yang baru beberapa menit lalu telah sah menjadi makmum hidupnya.


Rahma dan bi Tini mendudukkan Sekar di samping Cakra. Abi menyerahkan kotak kecil berisi cincin pernikahan sahabatnya yang sedari tadi dipegangnya. Cakra mengeluarkan sebuah cincin bertahtakan berlian kemudian menyematkannya di jari manis sang istri. Demikian pula Sekar menyematkan cincin di jari manis sang suami.


Jumbo yang didapuk sebagai fotografer untuk mengabadikan momen bersejarah ini terus mengarahkan kameranya, mengambil gambar pasangan tersebut dari berbagai sudut. Sekar meraih tangan Cakra lalu mencium punggung tangannya. Cakra merengkuh bahu Sekar kemudian mendaratkan ciuman lembut di kening.


Selesai prosesi penyematan cincin, perhatian keduanya kembali teralih pada sang penghulu yang tengah memberikan nasehat seputar pernikahan dilanjut dengan penandatanganan dokumen pernikahan. Setelah itu mereka berfoto berdua dengan menunjukkan cincin juga buku nikahnya.


Selain jumbo, beberapa wartawan yang hadir juga turut mengabadikan pasangan berbahagia tersebut. Keluarga Hikmat adalah salah satu keluarga terpandang di negara ini, maka tak heran kalau pernikahan anak bungsunya menjadi sorotan publik. Karena pernikahan dua anak sebelumnya tidak diberitakan atas permintaan kedua anaknya.


Acara disambung dengan pemberian nasehat atau wejangan dari para orang tua. Kedua pengantin mendengarkan dengan sungguh-sungguh semua petuah yang masuk ke gendang telinga mereka. Sekar menyusut airmatanya saat Rahma dan Teddy memeluknya usai memberikan nasehat panjang.


Airmata Sekar kembali tumpah saat Juna memeluknya. Kakak sulungnya yang berbeda sembilan tahun darinya ini memeluk sang adik penuh haru. Adik manja yang selalu mengganggunya kini sudah menjadi seorang istri. Juna menguraikan pelukannya kemudian mengecup kening Sekar.


“Jadilah istri yang baik,” Sekar mengangguk seraya menghapus airmatanya. Kemudian dia beranjak menuju Abi.


“Ka..k..”


Sekar tak mampu melanjutkan kalimatnya yang serasa menyangkut di tenggorokan. Abi menarik Sekar dalam pelukannya. Tangis Sekar kembali pecah. Walau terkadang Abi bersikap dingin dan galak, tapi Sekar tahu kalau kakak keduanya ini sangat menyayanginya. Abi mengecup puncak kepala Sekar beberapa kali sebelum mengurai pelukannya.


“Kakak percaya kamu bisa menjadi istri yang baik,” Abi mengusap airmata di pipi sang adik. Kemudian menoleh ke arah Cakra.


“Sekarang Sekar tanggung jawab lo. Gue titip adik gue, tolong bahagiain dia.”


“Pasti Bi, thanks.”


Cakra memeluk Abi erat. Untuk beberapa saat kedua sahabat itu saling berpelukan. Abi mengurai pelukannya ketika Jojo datang mendekat. Kali ini Jojo yang memeluk Cakra, menepuk pelan punggung sahabatnya itu. Dia bahagia akhirnya Cakra bisa bersatu dengan wanita yang dicintainya sejak lama.


“Selamet bro, gue doain pernikahan elo samawa.”


“Thanks Jo.”


Satu per satu yang hadir di acara akad nikah tersebut memberikan ucapan selamat pada sang pengantin. Acara dilanjut dengan foto bersama dan menikmati hidangan yang telah disediakan. Acara resepsi akan dilangsungkan pada malam hari, sehingga pasangan pengantin bisa beristirahat terlebih dulu.


☘️☘️☘️


Alunan lagu syahdu terdengar ke seluruh ballroom menemani para tamu undangan yang tengah memberikan ucapan selamat ataupun menikmati hidangan. Hampir semua kolega bisnis Teddy datang ke resepsi pernikahan putri bungsunya. Bahkan beberapa pejabat tinggi pemerintahan pun turut hadir memberikan ucapan selamat.


Juna dan Abi sibuk menemui para tamu dan mengajak mereka berbincang menggantikan kedua orang tuanya yang tengah mendampingi pengantin di pelaminan. Nadia dan Nina dengan setia menemani suami mereka. Setelah beberapa saat, Abi mengajak Nina untuk duduk. Dia tak ingin istrinya yang tengah hamil muda kelelahan. Bahkan Abi rela bolak balik mengambilkan makanan untuk istri tercinta.


Di meja lain, nampak Jojo duduk bersama dengan Luna. Sesuai janjinya, dia mengajak wanita yang tengah dekat dengannya ke pernikahan sang sahabat. Senyum tak lepas dari wajah Luna, apalagi tadi ada beberapa wartawan yang mengambil gambarnya bersama dengan Jojo. Dia berharap kedekatannya dengan produser muda itu akan semakin menaikkan karirnya di dunia entertainment.


“Massshhh Joooohhh.”


Jojo terjengit ketika mendengar sebuah suara yang tak asing di dekatnya. Syakira telah berdiri di dekatnya kemudian menarik kursi yang ada di samping pria itu. Luna memandang tak suka pada Syakira. Kehadiran wanita itu jelas saja mengganggu kebersamaannya dengan Jojo.


“Ngapain di sini? Emangnya kamu diundang?” sembur Luna.


“Yaaah iyaah dhoong. Syekhaaarr yang undhaang. Emhangnyah akuh jailangkhung, dhatang thak diundhaang.”


Luna memalingkan wajahnya ke arah lain. Hatinya benar-benar dongkol dengan kehadiran Syakira. Di J & J Entertainment sudah bukan rahasia lagi kalau Syakira naksir berat pada Jojo. Jojo sendiri tak kalah kesal, dalam hati merutuki Sekar yang telah mengundang Syakira. Wanita itu sudah seperti permen karet saja kalau bertemu dengannya, susah lepasnya.


Dari arah pintu masuk nampak sepasang anak muda memasuki ballroom. Mata Adinda menatap penuh kagum dengan kemewahan pesta resepsi Sekar dan Cakra. Ini kali pertama dia datang ke pesta pernikahan kaum elit. Biasanya dia hanya menghadiri resepsi pernikahan para tetangganya saja.


Kekagumannya semakin bertambah ketika melihat MC berikut pengisi acara hiburan adalah artis terkenal. Mata Adinda terus melihat ke arah artis yang biasa dilihatnya di layar kaca. Irfan Hakim dan Boy William didapuk sebagai MC. Sedangkan untuk wedding singer diwakili oleh Bunga Citra Lestari, Tiara Andini, Rizky Febian dan Tulus.


“Kang Radix.. itu beneran Rizky Febian kan?” Adinda menunjuk penyanyi pria, anak dari komedian Sule yang tengah berduet dengan Tiara Andini.


“Iya, kenapa emang?”


“Ngga apa-apa. Geningan kasep nya, sugan teh sami we jiga Sule.”


Radix tak bisa menahan tawanya mendengar jawaban polos Adinda. Dia menarik tangan Adinda menuju panggung pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin. Kedatangan Adinda disambut suka cita oleh Sekar. Bahkan gadis itu langsung meminta fotografer untuk mengabadikan gambar mereka.


“Makasih ya teh Sekar udah mau ngundang Dinda,” ucap Adinda setelah selesai foto bersama.


“Sama-sama. Gimana kabar enin kamu?”


“Alhamdulillah sudah baikan teh. Besok sudah boleh pulang.”


“Alhamdulillah. Kalau sekarang siapa yang jaga enin di rumah sakit?”

__ADS_1


“Ada tetangga dekat rumah teh.”


“Syukur atuh. Sok kalian makan dulu. Dix, jagain Dinda ya.”


“Ngga usah disuruh juga udah gue jagain keles.”


Radix menggandeng tangan Adinda turun dari panggung. Sekar terus mengikuti pergerakan mereka. Dia baru berhenti melihat mereka saat Cakra menjentikan jari di depan wajahnya.


“Radix naksir si blewah ya.”


“Dinda, bang. Cantik gitu dipanggil blewah. Iya lagi pdkt dia. Dinda cantik kan bang? Ngga sia-sia aku minta Lala dandanin dia.”


“Iya cantik. Biar si Jojo klepek-klepek.”


“Ish kok bang Jojo sih. Aku mau jodohin Dinda sama Radix. Bang Jojo mah sama Luna atau Syakira aja.”


“Ngga rela abang, Jojo sama duo ulet bulu. Abang sama Abi mau jodohin si blewah ama Jojo.”


“Radix pokoknya.”


“Radix belum bisa menjamin masa depan blewah. Mending sama Jojo aja yang udah mateng dan mapan.”


“Hush.. ini apaan sih pengantin malah ribut,” sela Rahma.


“Tau nih abang,” Sekar mulai merajuk.


“Se.. mending kita nyanyi yuk. Dari pada ribut ngga jelas.”


“Boleh bang. Ayo.”


Cakra menggandeng tangan Sekar turun dari panggung pelaminan. Mereka menuju MC acara untuk mengutarakan maksud mereka. Irfan Hakim juga Boy William segera mempersilahkan sang pengantin untuk naik ke panggung hiburan. Kehadiran mereka di atas panggung langsung mendapat tepukan tangan dari yang hadir.


Mereka berbicara sebentar dengan band pengiring. Setelah sepakat dengan lagu yang akan dinyanyikan, keduanya menghadap ke depan sambil memegang mic. Alunan musik mulai terdengar, dimulai dengan suara keyboard. Mereka akan membawakan lagu dari John Legend dan Faozia berjudul Minefileds.


(Sekar)


Now this might be a mistake


That I’m calling you this late


But these dreams I have of you ain’t real enough


(Cakra)


Started bringing up the past


How the things you love don’t last


(Sekar)


Ooh-ooh maybe I’m just a fool


(Duet)


I still belong with you


Anywhere you anywhere you are


(Sekar)


Ooh-ooh these minefields that I walk through


Ooh-ooh what I risk to be close to you


(Duet)


Ooh-ooh these minefields keeping me from you


Ooh-ooh what I risk to be close to you


(Duet)


Close to you ooh


Ooh-ooh-ooh-ooh 3x


Semua yang hadir terpukau dengan suara merdu pasangan pengantin tersebut. Banyak tamu undangan yang merekam duet mereka. Nina yang duduk tak jauh dari panggung hiburan menatap keduanya tanpa berkedip. Tak menyangka kalau Cakra mempunyai suara yang merdu.


Keterkejutan Nina tak sampai di situ. Usai pasangan pengantin yang menyanyi, kini giliran Juna dan Nadia naik ke atas panggung. Pasangan itu menyanyikan lagu dari Arash feat Helena yang berjudul One Day. Nina kembali dibuat ternganga karena suara Nadia juga tak kalah merdu dari Sekar. Begitu pula dengan Juna, suaranya enak didengar. Dengan fasih pria itu menyanyikan lagu dengan lirik berbahasa Parsia.


“Aku baru tahu kalau kak Juna bisa nyanyi. Suaranya juga merdu.”


“Dulu waktu sekolah, kak Juna pernah jadi vocalis band sekolah,” sahut Abi.


“Masa? Wah kerenlah. Sekar sama kak Juna pada bisa nyanyi. Cuma mas Abi yang ngga bisa nyanyi. Kok bisa sih mas Abi sendiri yang suaranya sember?”


Nina terkikik geli ketika mengucapkan kalimat tersebut. Terlebih ketika Abi sudah melayangkan tatapan horornya.

__ADS_1


“Kamu bilang apa hmm?” Abi merangkul pinggang Nina lalu merapatkan tubuh mereka hingga tak berjarak.


“Mas iihh.. malu tahu dilihat banyak orang.”


“Biarin aja. Beraninya ngeledek suami sendiri.”


“Bukan ngeledek mas, tapi kenyataan,” Nina berusaha menahan tawanya.


“Suara mas ngga sejelek itu. Kamu mau bukti?”


“Jangan mas. Cukup aku aja yang tersakiti telinganya waktu mas nyanyi, kasihan para tamu kalau sampai dengar mas nyanyi, hihihi.”


Abi yang gemas dengan sang istri yang terus meledeknya, menghadiahkan banyak ciuman di wajah juga leher bahu Nina, membuat ibu hamil itu kegelian.


“Emangnya mas mau nyanyi apa sih? Jangan bilang nyanyi abang tukang bakso lagi.”


“Ngga lah. Mas bakal nyanyi lagu yang terkenal di masanya.”


“Lagu apa?”


“Si lumba-lumba.”


“Hahaha...”


Nina tak bisa menahan tawanya mendengar jawaban sang suami. Selain tak bisa menyanyi, pilihan lagu Abi memang di luar perkiraan banyak orang. Abi memeluk pinggang Nina dari samping dengan kedua tangannya kemudian menciumi wanita itu tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya.


Rindu yang duduk tak jauh dari meja pasangan tersebut hanya menghela nafas panjang. Hal ini tertangkap oleh sang suami yang duduk di sampingnya. Dia mengikuti arah pandang sang istri yang tengah menatap iri pada Abi juga Nina.


“Kenapa hmm?”


“Lihat kak Abi sama kak Nina. Biar kak Abi dingin kadang jutek, tapi selalu mesra sama istrinya. Ngga kaya suamiku yang lempeng aja kaya jalan tol.”


“Suami kamu tuh abang, bee.”


“Iya. Emang siapa lagi suami aku kalau bukan abang. si kulkas dua pintu yang lempeng kaya jalan tol Cikampek. Lihat kak Juna, kemana-mana selalu gandeng kak Nadia, kadang meluk atau ngerangkul. Kak Abi juga, selalu mesra sama kak Nina. Kenapa ya kalau aku malah dicuekin. Apa abang malu kalau orang-orang tahu aku istri abang? Apa aku ngga layak diperlakukan romantis? Apa aku kurang....”


CUP


Sebuah kecupan mendarat di bibir Rindu, membuat wanita itu terjengit. Sontak dia melihat ke arah sang suami yang telah memberikan kecupan kilat di bibirnya. Matanya menatap tak percaya kalau sang suami baru saja mengecupnya di tempat umum seperti ini.


Tangan Kevin memegang belakang kepala Rindu kemudian mendaratkan ciuman di kening, kedua pipi, bibir juga leher dan bahunya. Tubuh Rindu menegang mendapatkan semua itu dari sang suami yang biasanya terlihat cuek kalau di tempat umum.


“Kamu tahu kenapa abang ngga pernah mau memeluk dan mencium kamu di tempat umum?”


Rindu hanya menggeleng saja. Kesadarannya masih berhamburan mendapat perlakuan seperti ini dari Kevin.


“Karena abang ngga akan bisa berhenti kalau sudah melakukan ini.”


Kevin menyurukkan kepalanya ke ceruk leher Rindu seraya mengecupinya membuat wanita itu kegelian. Tangannya mulai menggerayangi tubuh sang istri. Tak sadar Rindu mendesah pelan saat Kevin menyesap sedikit kencang lehernya.


“Abaaang,” lirih Rindu.


Kevin mengakhiri ciumannya kemudian mengangkat kepalanya. Dilihatnya Rindu tengah menggigit bibirnya, menahan efek dari ciumannya tadi. Diraihnya tangan Rindu lalu menariknya berdiri.


“Ayo pulang.”


“Kok pulang bang?”


“Iya, kamu harus tanggung jawab karena minta mesra-mesraan di sini.”


“Hah? Maksudnya?”


“Kamu udah bangunin ular tidur, sayang,” bisik Kevin seraya memberi gigitan kecil di telinga sang istri.


Kevin bergegas menarik tangan Rindu keluar dari ballroom. Dia memutuskan pulang tanpa berpamitan pada pasangan pengantin atau pun tuan rumah. Keduanya keluar dengan langkah tergesa.


Jojo melirik ke arah Kevin saat melintasinya. Dia lagi-lagi menggelengkan kepalanya. Tadi dirinya sempat melihat Kevin mencumbu Rindu. Kemudian dia mengalihkan pandangan pada Luna dan Syakira yang sedari tadi tak berhenti mencari perhatiannya. Terkadang mereka terlibat adu mulut dan saling sindir. Jengah dengan kelakuan kedua wanita tersebut, Jojo memilih pergi.


Melihat Jojo pergi, Luna bergegas menyusulnya, begitu pula dengan Syakira. Mereka mengikuti langkah Jojo yang menuju food stall. Jojo memilih pasta yang antriannya tidak terlalu panjang. Di depannya seorang gadis berambut panjang terurai tengah mengantri juga.


Jojo terkesiap ketika gadis di depannya berbalik setelah mendapatkan makanannya.


☘️☘️☘️


**Hayo Jojo lihat siapa?


Itu pasangan pengantin sempat²nya ribut ya, hadeuh...


Buat semua KPA lovers, maafkan mamake yg cuma bisa up 1 episode tiap harinya. Masih ada kerjaan yang belum tuntas di RL. Sabar ya🤗


Momen pengantin baru**



Para Cogan dengan pasangannya


__ADS_1


Siapa yang cocok mendampingi Jojo?



__ADS_2