
Jojo berdiri dari duduknya lalu beranjak menjauh dari kedua sahabatnya. Terlihat pria itu berbicara di telepon dengan seseorang. Selesai berbicara, Jojo seperti mengirimkan sesuatu di ponselnya, lalu dia kembali ke tempatnya semula.
“Tunggu bentar ya Nin, partner duet gue lagi dalam perjalanan.”
Setengah jam kemudian partner duet yang ditunggu Jojo akhirnya datang juga. Cakra hampir menyemburkan minumannya ketika melihat Syakira dengan dandanan cetar membahana plus pakaian seksinya memasuki halaman rumah. Jojo segera berdiri untuk menyambutnya.
“Haloooo,” sapa Syakira pada Cakra juga Abi dengan suara khasnya yang men**sah.
“Apa kabar pak Chakraaahhh.”
Syakira mengulurkan tangannya ke arah Cakra sembari menundukkan sedikit tubuhnya hingga belahan dadanya terlihat. Cakra menelan ludahnya kasar, seperti terhipnotis, tangan Cakra perlahan bergerak hendak menyambut uluran tangan Syakira.
“SE!!!”
Teriakan Abi sontak menyadarkan Cakra, dengan cepat pria itu menarik tangannya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Astaghfirullahaladziim,” Cakra mengusap wajahnya.
Tak dapat salaman balasan dari Cakra, Syakira mengalihkan pandangannya ke arah Abi. Tapi melihat tatapan horor pria itu membuat Syakira mengurungkan niatnya. Ditambah Nina sudah mengeluarkan taringnya.
Jojo menarik Syakira masuk ke dalam, dia berbicara sebentar dengan Devan. Dokter spesialis jantung itu sedikit terkejut melihat penampilan Syakira yang bisa membuat senjata kaum Adam menegang. Dia langsung mempersilahkan Jojo untuk memulai pertunjukkannya.
Jojo memilih lagu yang akan dinyanyikan bersama dengan Syakira. Kemudian dia menghidupkan peralatan karaoke dan menyiapkan dua buah mic. Dia berdiri di tengah ruangan, bersiap untuk memulai pertunjukkan.
“Selamat siang semuanya. Di hari bahagia ini, ijinkan saya menghibur semua yang ada di sini. Penampilan saya kali ini khusus saya persembahkan untuk ibu hamil di luar sana, istri dari sahabat saya, Abi. Perkenalkan ini Syakira teman duet saya.”
Sontak semua orang yang ada di sana teralihkan pandangannya ke arah Jojo. Suara musik pun mulai terdengar. Jojo dan Syakira memutuskan menyanyikan lagu duet Ku puja-puja versi Bajol Ndanu dan Meisita. Alunan piano terdengar sebagai intro lagu. Syakira mendekatkan mic ke mulutnya lalu mulai berkata-kata dengan suara mendesah.
Di tengah therang mhalham. Khukhutip syaathu namah, di antarah keluh dan kesyah. Rhembulan menertawakhan. Seolah dhia tahuh thenthang akuh dhan larakuh.
Suara Syakira yang men**sah sontak membuat semua mata tertuju padanya. Apalagi ketika suara musik mulai terdengar dan dia mulai bergoyang mengikuti irama musik. Tak lama terdengar suara Jojo yang tak terlalu enak didengar mulai bernyanyi, bergantian dengan suara Syakira yang serak-serak becek. Keduanya bernyanyi dan bergoyang di depan semua orang.
“Aduh gusti meni bahenol kitu,” seru abah yang langsung dihadiahi cubitan oleh ambu.
Rano, kakak Rindu hanya ternganga melihat wanita seksi itu meliuk-liukkan tubuhnya. Sang istri yang kesal melihat suaminya menatap tak berkedip ke arah Syakira segera menghadiahkan jeweran.
Delia sibuk menutup mata suaminya yang sekali-kali mengintip Syakira. Devan pura-pura sibuk dengan ponselnya padahal matanya curi-curi pandang pada Syakira. Ivan, kakak ketiga Kevin melongo melihat keseksian Syakira. Sebuah tepukan keras di punggungnya, menyadarkan pria itu. Dia meringis seraya melayangkan senyumnya pada sang istri yang sudah hampir keluar bola matanya.
Rahma menarik tangan Teddy keluar dari ruangan. Dia tak ingin mata suaminya terkontaminasi melihat tubuh seksi dan wajah cantik Syakira. Nadia pun tak melepaskan kedua tangannya dari wajah Juna. Mengarahkan wajah suaminya agar terus melihat ke arahnya. Juna memanfaatkan hal tersebut untuk mengecup bibir sang istri.
“Mas iihh.. malu tahu.”
“Abisnya kamu bikin mas lihat kamu terus. Pilih mana? Mas lihat tuh cewek apa cium bibir kamu?”
Nadia terdiam, sungguh Juna memberikan pilihan yang begitu sulit. Juna tertawa geli dalam hati. Senang sekali rasanya mengerjai istrinya itu. Karena tak kunjung ada jawaban dari Nadia, Juna kembali mengecup bibir istrinya itu berkali-kali. Kevin yang merasa gerah melihat aksi pasutri di dekatnya memilih untuk menyingkir.
Sekar yang sedang berbicara dengan Rindu bergegas menghampiri Cakra. Dia takut calon suaminya itu tengah asik menikmati kemolekan tubuh plus suara Syakira yang bikin basah. Nampak Cakra tengah sibuk dengan ponselnya. Bukan pria itu tak tertarik melihat Syakira, hanya saja ada anjing herder yang duduk tak jauh darinya.
Sekar menghempaskan bokongnya di dekat Cakra. Melihat kedatangan Sekar, Cakra memasukkan ponselnya ke saku celana lalu mulai fokus dengan Sekar. Diraihnya tangan kekasih hatinya itu lalu menciumnya dengan mesra.
Abi mendengus kesal yang melihat azas manfaat Cakra. Dia mengalihkan perhatiannya pada Nina. Dipeluknya tubuh sang istri dari samping, lalu menciumi tengkuk, leher dan bahu sang istri, membuat wanita yang tengah melihat Jojo menyanyi sedikit terusik.
“Maasss..”
“Hmm.. apa sayang..”
“Geli tau..”
“Pulang yuk, Yang. Mas udah boleh nengok anak kita kan?” Abi mengusap perut Nina dengan gerakan pelan. Nina memejamkan matanya menikmati usapan sang suami.
__ADS_1
“Abis bang Jojo nyanyi ya.”
“Ok.”
Abi mempererat pelukannya sambil bibirnya terus menciumi bagian tubuh sang istri yang dapat terjangkau olehnya. Tangannya tak henti mengusap perut Nina yang masih terlihat rata.
Sementara itu Radix dan Gurit, duo jomblo karatan sedari tadi memandang tak berkedip ke arah Syakira dengan mulut menganga. Rindu yang ada di dekat mereka hanya geleng-geleng saja melihatnya. Dia kembali mengarahkan pandangannya ke pasangan duet yang suaranya jauh dari kata enak. Matanya terus memandang ke arah Jojo, kecengannya sejak jaman SMP.
Tanpa sadar Rindu tersenyum ketika melihat Jojo tersenyum. Gadis itu tak menyadari kalau Kevin sudah berdiri di belakangnya. Dengan santainya pria itu meletakkan lengannya yang terlipat di atas kepala Rindu, seolah menjadikan kepala Rindu sandaran tangannya. Sontak gadis itu mendongakkan kepalanya.
“Berat bang Ke.”
Kevin tak mempedulikan protesan Rindu, dia terus menaruh lengannya di kepala sang istri. Sambil mendengus kesal, Rindu kembali mengarahkan pandangannya pada Jojo. Kedua pasangan itu masih bernyanyi sambil bergoyang.
“Serius banget lihatin si Jojo. Kecengan kamu ya.”
“Wajah bang Jojo itu lebih enak dilihat. Bukan cuma ganteng tapi murah senyum. Ngga kaya bang Ke, asem, kecut mulu bawaannya.”
“Muka sama bodynya tuh temen duet Jojo juga lebih enak dilihat dari pada kamu. Suaranya juga enak didenger, ngga kaya kamu yang persis kaleng rombeng.”
Rindu menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan Kevin yang saat ini sudah sah menjadi suaminya. Dia melipat kedua tangannya di dada. Pikirannya melayang membayangkan pernikahan seperti apa yang akan dijalaninya dengan Kevin nanti.
☘️☘️☘️
Malam harinya kediaman orang tua Kevin sudah sepi. Para tamu sudah kembali ke rumahnya masing-masing sejak sore tadi. Delia pun sudah berangkat ke rumah sakit ditemani suaminya juga Devan. Besok rencananya wanita itu akan melakukan operasi.
Rindu masih asik berbincang dengan Anya dan Kumala, istri Ivan. Dia adalah seorang dosen psikologi. Kini bersama kedua anaknya, Anya tinggal kembali bersama kedua orang tuanya. Karena suaminya yang seorang anggota TNI sedang bertugas sebagai pasukan anggota perdamaian, dan sekarang tengah bertugas di Afghanistan.
Sedang Ivan, baru sebulan yang lalu tinggal kembali di rumah orang tuanya. Ivan memiliki show room mobil bekas. Namun dua orang pegawainya sudah menipunya. Empat mobilnya raib dibawa kabur, tempat usahanya juga terbakar karena korsleting listrik. Rumah yang ditempatinya dijual untuk menutupi hutang di bank.
Kevin pernah menawarkan untuk memberi pinjaman pada Ivan tetapi ditolaknya. Dia memilih menunggu pihak asuransi selesai melakukan investigasi dan mencairkan klaim asuransinya. Sambil menunggu, mereka memilih tinggal bersama orang tua.
Rindu menjadi pendengar setia cerita dari kedua kakak iparnya itu. Di antara empat kakak beradik itu, bisa dikatakan yang hidupnya sudah mapan dan nyaman saat ini adalah Devan dan Kevin. Rindu cukup kagum pada Kevin yang tak pelit membantu keuangan kakaknya yang tengah kesulitan.
“Ehm.. belum ngantuk mba.”
“Belum ngantuk dari mana? Dari tadi kamu nguap terus. Bilang aja grogi tidur bareng Kevin,” goda Kumala.
“Ng.. ngga..”
“Ya kalau ngga, sana masuk ke kamar.”
Rindu tersenyum kikuk, mau tak mau dia beranjak menuju kamar Kevin yang terletak di lantai atas. Dia juga sebenarnya sudah mengantuk, hanya masih berusaha menahannya saja. Dengan dada berdebar, Rindu membuka pintu kamar. Nampak Kevin tengah berkutat dengan laptopnya di belakang meja kerjanya. Di saat hari pernikahannya, Kevin masih saja mengurus pekerjaan.
“Bang Ke belum tidur?”
“Emang aku anak kecil jam segini udah tidur.”
“Ish.. bisa ngga sih kalau ngomong ngga bikin darah tinggi. Nyebelin banget jadi orang.”
“Berisik! Kalau kamu ngantuk tidur aja sana. Apa jangan-jangan kamu minta dikelonin.”
“Enak aja, ngga kok!”
Rindu langsung naik ke atas kasur. Dia menaruh guling di tengah-tengah, sebagai pembatas dirinya dengan Kevin. Dengan cepat Rindu berbaring lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia tidur dengan membelakangi Kevin. Sekilas Kevin melihat ke arah Rindu lalu menyunggingkan senyum tipisnya.
Selang satu jam, Kevin menyusul naik ke kasur. Dipandanginya punggung Rindu. Dirinya masih belum percaya, gadis yang sering beradu mulut dengannya, sering membuatnya pusing, kesal dan naik darah kini telah resmi menjadi istrinya. Tangan Kevin terulur lalu mengusap puncak kepala Rindu pelan. Kemudian dia membalikkan tubuhnya. Malam pertama pasangan pengantin dilewati dengan tidur saling memunggungi.
☘️☘️☘️
__ADS_1
Mata Rindu terbuka saat terdengar suara alarm dari ponselnya. Tangannya meraba-raba ke arah nakas lalu mematikannya. Sejenak dia masih berbaring lalu membalikkan tubuhnya. Gadis itu terkejut saat melihat Kevin tidur di sampingnya.
“Aaaaaaaaa!!!”
Rindu berteriak kencang membuat Kevin terusik dari tidurnya. Belum sempat laki-laki itu membuka mata, tiba-tiba saja Kevin merasakan tendangan maut mendarat di tubuhnya hingga jatuh ke lantai.
GEDEBUG
Mata Kevin langsung terbuka, kesadarannya pun kembali dengan cepat. Matanya memandang kesal ke arah gadis yang telah menendangnya hingga jatuh dari kasur.
“KANG!!!”
“Bang Ke ngapain di sini??? Kenapa bisa tidur sama aku?”
Kevin berdiri seraya mengusap bokongnya yang terasa nyeri lalu bergegas menghampiri Rindu. Gadis itu beringsut mundur, Kevin mendekat lalu menyentil kening Rindu cukup kencang.
PLETAK
“Adaw!!! Sakit!!!” Rindu mengusap keningnya.
“Biar kamu inget!”
Rindu terdiam kemudian menutup mulutnya saat ingat kalau dia dan Kevin sudah menikah kemarin siang. Kevin memandang sinis pada Rindu kemudian beranjak dari kasur. Disambarnya handuk lalu menuju kamar mandi.
“Aku mau laporin bang Ke. Abang udah KDRT sama aku!!”
“Bagus laporin aja. Aku juga bakal laporin kamu. Siapa yang duluan KDRT? Kamu lupa kalau kamu habis nendang aku sampai jatuh dari ranjang?”
Rindu kembali menutup mulutnya. Kevin segera masuk ke kamar mandi. Di waktu hari masih shubuh, dia sudah dibuat jengkel oleh Rindu yang saat ini telah berstatus sebagai istrinya.
Sepuluh menit kemudian Kevin keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Rindu masih duduk di tepi ranjang sedang berusaha melepaskan cincin dari jari manisnya. Kevin mendekat padanya.
“Kenapa cincinnya mau dilepas?”
“Sakit bang.. cincinnya kekecilan, jariku sakit. Tapi ini susah lepasnya.”
“Pake sabun.”
Rindu beranjak dari duduknya kemudian menuju kamar mandi. dilumuri jari manisnya dengan sabun lalu kembali mencoba melepaskannya. Tapi cincin tetap tak bisa dikeluarkan. Rindu membasahi tangannya berharap bisa terlepas, tapi nihil. Dengan frustrasi dia keluar lagi dari kamar mandi.
“Ngga bisa bang. Gimana dong, sakit ini jariku.”
Kevin menghela nafasnya. Ditariknya Rindu lalu mendudukkannya di sisi ranjang. Dia berjongkok di depan Rindu. Gadis itu terjengit ketika Kevin memasukkan jari manisnya ke dalam mulut lelaki itu. Kevin menggerakkan lidahnya untuk membasahi cincin, lalu dengan pelan menggunakan giginya berusaha melepaskan cincin. Tak lama kemudian usahanya berhasil, Kevin menarik cincin keluar dengan bibirnya.
“Nih udah keluar.”
“Bang Ke jorok, tangan aku kan jadi bau jigong.”
“Bauan mana sama mulut kamu yang belum gosok gigi ditambah iler di pipi kamu.”
Refleks Rindu menyentuh pipinya kemudian bergegas berdiri. Diambilnya handuk dari dalam lemari kemudian berlari masuk ke kamar mandi.
“Jangan lama-lama mandinya, kita shalat shubuh bareng!” seru Kevin.
Rindu tak menjawab ucapan Kevin. Segera ditutupnya pintu kamar mandi. Rindu berdiri di depan wastafel. Dipandanginya jari manis yang tadi dikulum oleh Kevin, sontak jantung Rindu berdebar kencang.
“Ish.. nih jantung gue kenapa sih? Setiap bang Ke nyentuh gue pasti langsung marching band. Duh jangan sampe gue duluan yang jatuh cinta sama dia, gengsi dong.”
☘️☘️☘️
__ADS_1
**Ya ngga apa² kali Kang, udah resmi jadi suami ini😂
Mohon maaf up nya telat. Dari kemarin ngetik ngga beres². Kalau ada ayah susah mau ngetik, gangguin Mulu**.