KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Kartu AS


__ADS_3

Beberapa pegawai di kediaman Hikmat nampak sibuk membereskan halaman belakang. Yang lain nampak sibuk di dapur. Malam ini mereka akan menggelar makan malam bersama. Semua anak-anak Teddy dan Rahma akan datang bersama pasangannya masing-masing untuk malam malam.


Makan malam diadakan selain untuk menggelar syukuran atas kehamilan Nadia dan Rindu, juga untuk membahas pernikahan Jojo dan Adinda. Saat menjemput, Jojo sudah mengutarakan niatnya untuk menikahi Adinda seminggu lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.


Selepas isya semua yang berkepentingan mulai datang satu per satu. Abi dan Nina datang lebih dulu bersama dengan Adinda. Rahma langsung menyambut gadis cantik itu. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan calon istri Jojo.


“Ternyata Jojo pinter juga ya pilih pasangan. Kamu cantik banget sayang.”


“Makasih tante.”


“Jangan panggil tante, panggil mama seperti yang lain.”


“I..Iya ma..” Adinda aga sedikit canggung mengucapkannya.


Selain Rahma, Teddy juga menyambut Adinda dengan hangat. Seperti hal sang istri, pria itu juga minta dipanggil papa. Adinda sungguh tak menyangka keluarga Hikmat yang namanya masuk dalam jajaran orang terkaya se-Asia ternyata begitu ramah dan hangat. Selama ini dia banyak bertemu dengan orang yang kekayaannya tidak seberapa namun begitu sombong.


Rahma langsung mengajak Adinda ke halaman belakang. Tak lama berturut-turut datang Sekar dan Cakra, disusul oleh Kevin dan Rindu juga Anfa yang baru saja menjemput kekasihnya, Rayi. Mereka langsung bergabung ke halaman belakang. Masih satu pasangan dan calon pengantin pria yang belum menampakkan batang hidungnya.


Semua yang ada di halaman belakang langsung menoleh ketika Sekar memanggil nama Juna. Dengan cepat wanita itu menghampiri kakak sulungnya yang sudah satu bulan lebih tak ditemuinya. Sekar menghambur ke dalam pelukan Juna.


“Kak Junaaa.. kangen.”


“Kakak juga kangen. Gimana kabarmu?”


“Baik kak.”


Juna mengusap puncak kepala sang adik lalu menciumnya. Sekar menguraikan pelukannya kemudian beralih memeluk Nadia. Dia bahagia karena kakak ipar pertamanya akhirnya mengandung juga.


“Selamat ya kak Nadia, akhirnya mau ada Juda junior,” ucap Sekar seraya memeluk Nadia.


“Juda?”


“Iya, Juna-Nadia junior hehehe..”


“Sa ae kang goyobod,” ledek Juna.


Sekar menjulurkan lidahnya ke arah Juna kemudian merangkul Nadia untuk berkumpul bersama yang lainnya. Nampak Rahma tengah berusaha menghubungi Jojo yang masih belum juga datang.


“Kenapa sih ma telepon terus. Kangen sama anak gantengmu ini?”


Suara Jojo terdengar ketika Rahma masih menempelkan ponsel ke telinganya. Pria itu segera menghampiri Rahma lalu memeluknya.


“Anak nakal, kemana dulu hah,” Rahma menjewer telinga Jojo.


“Aduh ampun ma. Tadi ada lemburan di kantor.”


“Bohong ma, paling dia abis kencan ama si ulet bulu,” celetuk Abi.


“Tul, abis konser dangdut dia ama Syakiraaaahhhh,” timpal Cakra.


“Astaga Jo.. kamu jauh-jauh nyusul kita ke Jepang ternyata mau nikah sama si ratu men**sah,” goda Juna.


“Cih.. selera lo modelan ulet bulu,” ledek Kevin.


“Eh diem lo ya Kev. Jangan cari gara-gara lo sama gue kalau ngga mau harga diri lo berserakan. Lo juga Bi.. gue punya kartu as kalian.”


Wajah Anfa langsung menegang mendengar ucapan Jojo. Foto yang seharusnya dimusnahkan ternyata lebih dulu diketahui oleh Sekar. Dan tanpa ijinnya, Sekar langsung menyebarkan foto tersebut pada kakak dan juga sahabat Abi. Bahkan kedua orang tuanya pun memiliki foto Abi saat mengenakan daster.


Abi dan Kevin saling berpandangan, mereka masih belum tahu kalau Jojo memiliki foto Abi berdaster dan video Kevin tengah menari Love Shot. Jojo kemudian berjalan mendekati Adinda lalu duduk di sampingnya. Acara makan malam pun dimulai.


“Bang Jo, beneran nih jadwal nikahnya dimajuin seminggu?” tanya Rayi di sela-sela makan mereka.


“Iya, kenapa? Ngga sanggup? Aku cari WO lain.”

__ADS_1


“Sombongnya bang, cetek soal itu sih. Jangan lupa besok foto pre wedding. Inget.. jangan ganti konsep seenaknya,” Rayi melirik ke arah Abi juga Sekar.


“Tanya aja sama Muh, mau ganti konsep ngga.”


“Ngga usah, aku suka kok konsepnya.”


“Syukur deh kalau ngga dirubah.”


“Kalau tempat ngga masalah kan Ray?” tanya Rahma.


“Aman ma.”


Usai makan malam, mereka kembali melanjutkan perbincangan. Rahma datang sambil membawa oleh-oleh untuk semuanya. Adinda nampak gembira menerima hadiah kimono dari Rahma. Apalagi warnanya adalah warna kesukaannya.


Juna nampak berbicara serius dengan Cakra. Mereka membicarakan tentang perusahaan di Jepang. Rencananya seminggu setelah Jojo menikah, Cakra akan langsung terbang ke Jepang meneruskan pekerjaan di sana. Sekar sedih mendengarnya karena itu berarti dirinya harus berpisah dengan sang suami.


Sementara itu, Abi dan Kevin tengah membahas proyek terbaru Blue Sky yang kemarin dirampungkan oleh Abi. Mereka masih berdebat tentang waktu peluncuran serta artis yang dijadikan model.


“Dua bulan lagi Vin.. sama artisnya mending pake artis baru yang lagi naik daun sama ngga ada skandal.”


“Mending artisnya Melia aja, dia kan lagi naik daun. Bakalan cepet promonya kalau pake dia.”


“Track recordnya kurang baik. Gue ngga mau nanti ada masalah di belakang.”


“Ngga bakalan.”


“Bisa jamin lo? Pokoknya ngga! Kita pake artis baru aja.”


“Ngga naik nanti promonya.”


“Ya suruh tim marketing lo bikin promo yang bagus.”


“Lo tuh seneng banget nyiksa karyawan di tempat gue. Pokoknya berani lo nyiksa karyawan lagi, bakal gue sebar foto lo yang pake daster!” ancam Kevin.


“Berani lo sebar foto gue. Gue juga bakal sebar video lo lagi joged Love Shot!”


Kali ini Kevin yang terkejut. Dia menoleh ke arah Rindu yang tengah asik berbincang dengan Sekar dan yang lainnya. Dalam hati dia merutuki tindakan sang istri yang seenaknya menyebar luaskan aibnya. Namun untuk memarahinya pun tak berani. Dia hanya menghembuskan nafas panjang sambil melihat kesal ke arah Abi.


“Woii.. ribut aja lo berdua. Tenang aja, aib kalian ada di tangan gue juga hahaha...”


Sela Jojo kemudian duduk di antara keduanya. Tak lama Juna dan Cakra datang menyusul. Kevin langsung mengutarakan pada Juna apa yang menjadi perdebatannya dengan Abi akhir-akhir ini.


“Buat artis, kita pake saran Abi. selama ini analisis dia ngga pernah salah. Dan buat tanggal launchingnya kita pake usulan elo Vin. Beres kan? Ribet amat lo berdua. Udah mau jadi bapak masih kaya anak kecil.”


Juna menengahi perdebatan yang terus berlangsung antara Abi dan Kevin. Akhirnya Abi dan Kevin setuju dengan usulan pria itu.


“Vin.. nanti pas resepsi gue, lo nge-dance love shot lagi ya.”


“Mau batal kawin lo!” ancam Kevin.


“Ah elah, lo narinya ngga sendiri kok. Biar Abi, Cakra sama kak Juna yang nemenin hahaha.”


“Pengen gue bikin ngga bisa nyelup lagi kali lo,” sembur Abi.


“Gue datengin semua cewek yang pernah lo celup di hari pernikahan lo,” gertak Cakra.


“Ck.. kalian ngga mutu ngancemnya. Kalau dia berani nyuruh kita nge-dance love shot. Gue ganti mempelai laki-lakinya sama si Radix,” timpal Juna.


“Setuju!!!” seru yang lain, alhasil Jojo hanya mendengus kesal.


Di tengah perdebatan mereka Rayi datang lalu menanyakan pada Jojo siapa artis yang akan mengisi acara hiburan saat resepsi nanti. Berhubung pernikahan dimajukan, otomatis Rayi harus mengganti artis pengisi acara karena jadwal mereka yang bentrok dengan acara lain.


“Udah mending kita-kita aja yang ngisi acara di nikahan elo. Kita berlima nyanyi, anggap aja Westlife,” usul Cakra.

__ADS_1


“Kaya bisa nyanyi aja nih kunyuk dua,” Jojo menunjuk pada Abi juga Kevin.


“Kaya suara lo bagus aja,” balas Abi.


“Kalian biar ngga becus nyanyi tapi punya timbre suara buat harmonisasi. Biar gue sama kak Juna yang jadi lead vocal. Kevin kan suaranya nge-bass, jadi biar dia ambil nada rendah. Kalo lo, Jo, suara lo kan agak cempreng, ambil falset.”


“Si Abi apa?” tanya Jojo.


“Dia bagian suara kunyuk aja.. uu.. aa.. uu.. aa..” Cakra menirukan suara monyet.


Sontak semua tertawa mendengarnya. Abi menatap kesal ke arah Cakra. Baru kali ini dia dibuat mati kutu dan tak bisa membalas sahabatnya itu. Jojo sampai memegangi perutnya yang terasa sakit karena tak berhenti tertawa. Puas rasanya melihat si mulut bon cabe bungkam seribu bahasa.


☘️☘️☘️


“CUT!!!”


Terdengar suara sang sutradara mengakhiri syuting scene Radix dan Gurit. Ini adalah hari ketiga kedua pemuda itu mulai syuting. Gurit bergegas menuju toilet. sedari tadi dia sudah menahan diri membuang hajat.


Radix memilih mendudukkan diri di taman tak jauh dari lokasi syuting. Terdengar dirinya mengesah panjang. Dia baru saja mendapat kabar dari Sekar kalau pernikahan Jojo dan Adinda dimajukan waktunya. Berarti pupus sudah harapannya untuk memiliki gadis cantik itu.


Gurit keluar dari toilet kemudian langsung duduk di samping sang sahabat. Tangannya mendarat di bahu Radix. Pemuda itu menoleh ke arah sang sahabat yang tengah menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


“Udah Dix.. kaga usah dipikirin. Si Dinda emang bukan jodoh lo. Tenang aja, masih banyak cewek di dunia ini. Satu hilang tumbuh seribu. Noh.. Nabila ngga kalah cantik dari Dinda. Kayanya dia juga naksir elo.”


“Jangan sok ngehibur gue, lo. Tau dari mana Nabila naksir gue. Modelan Dinda aja ogah sama gue apalagi Nabila.”


Nabila adalah artis yang main bersama Radix dan Gurit di film The Spooky House. Nabila adalah artis pendatang baru yang rencananya akan dikontrak oleh Abi menjadi model proyek terbaru Blue Sky. Usianya masih muda, sepantaran dengan duo jomblo. Wajah Nabila tak kalah cantik dari Adinda dan merupakan gadis yang ramah dan supel. Dia cukup dekat dengan Gurit.


“Dih dibilangin kaga caya lo. Ya udah.”


Gurit melihat ke arah sahabatnya yang masih saja bersedih. Sebenarnya dirinya bukan mengada-ada. Memang benar beberapa kali Nabila menanyakan Radix padanya. Hanya saja dia belum berani memberikan lampu hijau pada gadis itu karena sang sahabatnya masih patah hati ditolak oleh Adinda.


“Laper ngga lo?” Gurit mengusap perutnya yang keroncongan.


“Hooh.. ambilin dong.”


“Ya udah tunggu sini.”


Gurit berdiri kemudian kembali masuk ke dalam rumah yang dijadikan tempat syuting. Dia kemudian menuju salah satu ruangan yang dijadikan ruang konsumsi untuk pada kru dan juga artis. Saat akan memasuki ruangan, Syakira yang tengah melintas di dekatnya terpeleset hingga hampir terjatuh.


Dengan sigap Gurit menangkap tubuh Syakira. tangannya memeluk pinggang Syakira yang hampir terjatuh. Gayanya persis seperti di adegan-adegan film. Posisinya setengah berdiri seperti sudut 70 derajat. Wajah keduanya berdekatan dan untuk beberapa saat saling memandang.


Pelan-pelan Gurit membantunya bangun. Tiba-tiba sepatu yang dikenakan Syakira bergerak. Karena licin tubuhnya kembali turun ke bawah. Tak siap dengan itu, tubuh Gurit ikut tertarik hingga akhirnya keduanya jatuh ke lantai. Tangan Gurit menahan belakang kepala Syakira hingga tak menyentuh lantai. Namun wajah Gurit sukses mendarat di sela-sela bukit kembar Syakira yang menyembul akibat kemben yang digunakannya. Syakira memang tengah mengenakan kostum penjual jamu seksi.


Terkejut mendapati dirinya mendarat di area kenyal, refleks Gurit mengangkat kepalanya. Kini di hadapannya nampak dua gundukan yang menyembul. Gurit menelan ludah kelat. Tiba-tiba area bawahnya menegang melihat bukit kembar yang masih tertutup kemben. Buru-buru Gurit bangun. Saat akan pergi terdengar suara Syakira.


“Thooloonngghhh dhoonghhh.”


Gurit menepuk keningnya, dia kembali mendekat lalu menarik tangan Syakira. Saking kencangnya, Syakira terhuyung hingga menabrak tubuh Gurit. Pondasi di belakang tubuh Gurit menahan keduanya hingga tak kembali jatuh ke lantai. Pemuda itu kembali menegang ketika bukit kembar Syakira menempel di dadanya.


“Makasyiiihhh yaaaahhhh.”


“I.. i...yaaaa.”


Gurit begitu gugup, bagian bawahnya semakin menegang mendengar suara Syakira yang men**sah. Syakira melepaskan diri dari Gurit kemudian berjalan menjauh dengan gayanya yang bak peragawati internasional. Gurit mengusap dadanya yang masih berdegup kencang. Kepalanya menggeleng berkali-kali mencoba menghalau pikirannya yang terus membayagkan isi di balik kemben Syakira.


☘️☘️☘️


**Gurit ketiban durian montong😂


Selamat hari Jumat, readers semua. Semoga sehat selalu and happy weekend.


Mamake mau promo lagi ya. Buat yang butuh bahan referensi bacaan lain, bisa mampir ke karya salah satu teman mamake. Cerita tentang Jaka dan tiga janda yang mengejarnya. Kalau biasanya Duda selalu di depan, kalau ini Janda semakin menantang😂**

__ADS_1



__ADS_2