KEPENTOK PERAWAT ANTIK

KEPENTOK PERAWAT ANTIK
Tuduhan Jojo


__ADS_3

Tak lama pintu terbuka, muncul Jojo dari baliknya. Senyumnya mereka melihat kedatangan sang sahabat. Namun tanpa disangka-sangka Cakra malah melayangkan tinjunya ke wajah Jojo.


BUGH


Jojo jatuh tersungkur terkena pukulan Cakra. Sudut bibirnya terluka saking kerasnya pukulan yang dilayangkan Cakra. Jojo bangun seraya menyeka darah di sudut bibirnya. Dia menatap Cakra dengan tatapan mengejek.


“Apa begini caramu menyambut sahabat?”


“Sahabat? Gue ngga punya sahabat licik kaya lo!”


“Licik? Iya.. gue memang licik. Tapi Abi! Dia itu bajing*n!!”


“Brengsek!!”


Cakra hendak melayangkan tinjunya lagi tapi segera ditahan Abi yang baru datang bersama dengan Nina dan Sekar. Abi menarik Cakra menjauh dari Jojo.


“Lepas Bi! Tuh anak perlu dihajar!”


“Tenang dulu Cak!”


“Bang Cakra, please jangan kaya gini bang.”


Cakra berusaha menahan diri ketika melihat Sekar yang nampak ketakutan. Mata gadis itu nampak berkaca-kaca. Jojo melihat ke arah Nina yang menatapnya tanpa berkedip. Tak percaya lelaki yang berusaha menjebaknya adalah sahabat baik suaminya.


“Hai Nina.. ternyata suami yang kamu banggakan itu adalah bajing*n ini.”


“Kalau suamiku bajingan, lalu kamu apa? Iblis?”


“Hahahahaha...” Jojo tertawa keras sambil menepukkan tangannya kencang.


“Congratulation Abi... akhirnya lo dapet istri yang setia. Bahkan dengan bodohnya dia ngebela elo. Laki-laki munafik, brengsek, bajing*n.”


PROK


PROK


PROK


Jojo terus menepukkan tangannya. Abi berusaha menahan emosinya, sedari tadi tangannya sudah gatal ingin menghajar sahabatnya itu mengingat Jojo berusaha menjebak sang istri dengan membubuhkan obat perangsang ke dalam minumannya.


“Ngga usah banyak bacot. Maksud lo apa hah?” sengit Cakra.


“Apa salah gue sampe lo kaya gini Jo? Apa??!!”


“ANKA!!! Itu kesalahan lo, kesalahan terbesar lo yang ngga pernah bisa gue maafin.”


“Apa maksud lo?”


“Ngga usah belaga bego lo. Apa perlu gue ingetin lagi apa yang udah lo lakuin ke adek gue hah??!! Perbuatan bejat lo yang bikin Anka bunuh diri!!”


Abi terkejut sekaligus bingung dengan maksud Jojo. Pria itu berusaha menggali ingatannya tentang Anka yang terakhir ditemuinya seminggu sebelum gadis itu meregang nyawa dengan menyayat pergelangan tangannya.


“Apa maksud lo? Emang apa yang Abi lakuin hah? Apa karena dia yang ngga bales perasaan Anka? Cih receh banget alasan elo.”


“Diem lo!!! Lo ngga tau apa-apa!! Selama ini lo udah ditipu mentah-mentah sama dia. Dia itu iblis berkedok malaikat!!”


“Ngga usah muter-muter. APA SALAH GUE?!!” Abi mulai terpancing emosinya.


“Dengar ini baik-baik. Begitu juga dengan kamu Nin. Laki-laki yang kamu banggakan ini ngga lebih dari seorang bajing*n dan pengecut. Bi.. lo orang yang udah perk*sa Anka!!”


Abi seperti tersambar petir mendengar tuduhan Jojo, demikian juga dengan Cakra. Tubuh Abi limbung ke belakang. Nina dengan cepat menahan tubuh sang suami. Seketika ingatan Abi kembali pada peristiwa tiga tahun silam.


Flashback On


Abi dan Cakra tengah berkutat dengan tumpukan pekerjaan. Sejak dipercaya memangku jabatan wakil CEO, kesibukannya semakin bertambah saja. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, namun pekerjaan mereka belum juga menemukan titik akhir.


Di tengah kesibukannya, ponselnya berdering. Abi memilih mengabaikannya, namun karena tak kunjung berhenti berdering, membuat Abi meraih ponselnya. Tertera nama Anka di layar ponselnya. Dengan cepat dia menjawab panggilan.


“Halo..”


“Ha..lo Bi..” terdengar suara Anka seperti ketakutan.


“Ada apa An?”


“To..long a.. ak..u Bi.. to.. long.”

__ADS_1


Abi mulai fokus pada telepon genggamnya ketika mendengar suara tangis Anka. Cakra yang bersamanya mulai penasaran. Dengan isyarat pria itu bertanya pada Abi. Dengan cepat Abi mengubah panggilan menjadi mode loud speak.


“Kamu kenapa An?”


“Ak..u hiks.. hiks.. to.. long Bi... jem... put a.. ku..”


“Kamu di mana? Kirim lokasi kamu, aku jemput sekarang.”


Panggilan Anka berakhir, tak lama masuk notifikasi pesan yang menunjukkan posisinya berada. Abi segera berdiri, mendengar suara Anka, sepertinya gadis itu dalam keadaan tidak baik-baik saja.


“Gue jemput Anka dulu.”


“Gue ikut.”


“Telpon Jojo.”


Cakra mengangguk. Sambil mengikuti langkah Abi, Cakra menghubungi Jojo, namun panggilannya malah terhubung pada kotak suara. Abi memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju lokasi yang dikirimkan oleh Anka.


Lima belas menit kemudian keduanya sampai di daerah pemukiman yang jauh dari jalan raya. Mobil yang dikendarai Abi menyusuri deretan perumahan yang tampak sepi. Entah kosong atau pemiliknya sudah tertidur.


Abi menghentikan mobilnya di mana titik yang dituju telah sampai. Dia dan Cakra turun dari mobil. Keduanya memandang berkeliling. Kondisi di sekitar memang begitu sepi, Abi segera menghubungi Anka karena tak mungkin dia memeriksa satu per satu rumah yang ada di sana.


“Ha..lo..”


“An.. aku udah di lokasi yang kamu kirim. Kamu ada di mana, kasih petunjuk, kamu di mana.”


Abi dan Cakra berpencar, keduanya memperhatikan deretan rumah yang tampak sepi. Hanya satu dua rumah yang lampunya menyala. Sisanya gelap seperti tak berpenghuni. Mereka juga menajamkan telinga, berusaha menangkap suara yang mungkin dikirimkan oleh Anka.


Pergerakan Abi terhenti ketika sayup-sayup terdengar suara kaca jendela terketuk. Dia menyalakan senter di ponselnya, menyusuri rumah yang diyakini asal dari suara tadi. Cakra ikut bergabung, dia juga menyalakan senternya. Lalu dia melihat sebuah tangan seperti sedang memukul-mukul kaca jendela. Abi dan Cakra bergegas masuk.


Abi mencoba membuka pintu depan, namun terkunci. Dia lalu berputar mencari jalan lain tapi nihil, semua jalan tertutup. Akhirnya Abi memutuskan untuk masuk paksa. Bersama Cakra, mereka mendobrak pintu. Di percobaan ketiga, akhirnya pintu terbuka juga. Abi bergegas masuk, membuka satu per satu ruangan yang ada di sana.


Ketika sampai di pintu paling ujung, dengan cepat Abi membukanya. Dia terkejut melihat Anka terbaring meringkuk di lantai tanpa mengenakan apapun. Dia menarik seprai lalu membungkus tubuh Anka lalu membopongnya. Cakra bergegas membukakan pintu. Mereka segera membawa Anka ke rumah sakit.


Baik Abi maupun Cakra tak bisa tenang selama menunggu pemeriksaan. Berkali-kali pula mereka mencoba menghubungi Jojo, namun selalu terhubung ke kotak suara. Mereka juga menghubungi Ronald, ayah tiri Jojo dan Anka. Setali tiga uang, ponsel Ronald juga tidak bisa dihubungi.


Dokter yang memeriksa Anka akhirnya keluar juga. Mereka bergegas menghampiri dokter muda tersebut.


“Gimana keadaannya dok?”


“Dia baru saja mengalami pelecehan seksual. Saya sarankan untuk melakukan visum, jika kalian ingin membawa masalah ini ke ranah hukum.”


“Kami boleh menemuinya dok?”


“Iya silahkan.”


Abi dan Cakra bergegas masuk. Terlihat Anka tengah duduk menyandar. Tatapan matanya kosong, airmata terus saja mengalir dari kedua matanya. Kedua pria itu menghampiri, Cakra memeluk Anka yang terlihat begitu rapuh. Tangis gadis itu pecah dalam pelukan Cakra.


“Siapa An? Siapa yang udah ngelakuin ini? Bilang An, aku akan kasih hukuman setimpal untuknya.”


“Ngga Bi.. jangan.. tolong rahasiakan ini juga dari Jojo.”


“Tapi An.. bajing"n itu harus dihukum. Jojo juga berhak tahu, dia saudara kembar kamu, kakak kamu!”


“Tolong Bi.. jangan katakan apapun pada Jojo. Aku takut dia akan berbuat nekad.”


“Abi benar An.. bilang ke kita, siapa yang ngelakuinnya.”


“Kalau kalian sayang dan peduli sama aku, tolong jangan beritahu siapapun. Aku hanya ingin hidup tenang setelah semua ini, aku mohon.”


Abi dan Cakra tak dapat berbuat apa-apa. Melihat kondisi Anka yang kacau, akhirnya mereka memilih menuruti apa yang gadis itu inginkan. Mereka juga menutup mulutnya pada Jojo, semua karena permintaan Anka. Gadis itu mengancam akan bunuh diri kalau salah satu dari mereka membocorkannya pada Jojo.


Flashback Off


“Bukan begitu ceritanya Jo, itu ngga benar,” bela Cakra.


“Siapa yang bilang sama lo kalo gue yang perk*sa Anka?”


“Tentu saja Anka. Lo pikir setelah lo mengancamnya dia akan selamanya tutup mulut hah?”


Lagi-lagi Abi dibuat terkejut. Kekecewaan pria itu semakin dalam saja. Untuk kesekian kalinya orang yang dipercaya mengkhianatinya. Setelah apa yang dia lakukan untuk Anka, gadis itu tega memfitnahnya.


“Lo bohong kan Jo?” cecar Cakra.


“Buat apa gue bohong. Anka cerita semuanya. Dia diperkosa Abi dan diminta tutup mulut. Abi ngancem dia bakal nyelakain gue kalau dia buka mulut.”

__ADS_1


“Dan lo percaya?”


“Tentu aja gue percaya!! Anka bilang sama gue sehari sebelum dia bunuh diri. Bahkan di suratnya dia nulis memilih mengakhiri hidupnya karena takut sama elo Bi! Bajing*n lo!”


Jojo maju lalu melayangkan tinjunya ke arah Abi. Refleks pria itu mengelak lalu balas memukul Jojo. Perkelahian pun tak bisa dihindari, walau tak sedikit pun Jojo bisa mendaratkan pukulannya di tubuh Abi. Justru pria itu babak belur terkena bogeman Abi.


“Bang Cakra pisahin dong,” seru Sekar yang terlihat panik.


“Ngga perlu. Abi perlu melampiaskan kemarahannya pada anak bodoh itu. Tenang saja, dia tahu kapan harus berhenti.”


Jojo jatuh tersungkur setelah terkena pukulan Abi. Wajahnya sudah memar di sana-sini. Abi mendekat lalu menarik kaos sahabatnya itu. Saat tangannya akan kembali mendaratkan pukulan, Nina memeluk tubuhnya dari belakang.


“Cukup mas.. cukup..”


Abi menghentikan gerakannya lalu melepaskan cengkeramannya. Jojo terbatuk beberapa kali, mulutnya mengeluarkan darah. Sedari dulu, dia memang tak pernah menang berkelahi dengan Abi. Nina menarik tubuh Abi menjauh dari Jojo.


“Dasar bajing*n. Lo bilang ngga punya perasaan sama Anka tapi lo perk*sa dia, brengsek!”


Abi yang sudah menjauh kembali mendekati Jojo. Ditariknya kaos Jojo, dengan mata penuh amarah dia berkata


“BAWA BUKTINYA KALAU GUE YANG UDAH PERK*SA ANKA!!!”


“GUE NGGA PERLU BUKTI LAIN!! UCAPAN ANKA ADALAH BUKTI BUAT GUE!!”


“Kalau gitu lo orang bego yang melihat persoalan berdasarkan emosi bukan logika. Terserah lo mau percaya apa ngga, tapi bukan gue yang perk*sa Anka.”


Abi melepaskan cengkeramannya lalu meraih tangan Nina. Dia sudah tak mau berurusan lagi dengan Jojo.


“Jangan lo pikir gue bakal lepasin lo begitu aja!!”


“Silahkan.. gue tunggu apa mau lo! Lo jual, gue beli!”


“Hahahahaha...”


Jojo tertawa begitu lantang membuat semua kembali menoleh ke arah pria itu. Jojo berdiri dengan tubuh sedikit sempoyongan. Tangannya menyeka darah yang keluar dari sudut bibir juga hidungnya lalu memandang Abi dengan tatapan penuh kebencian.


“Lo tahu Bi.. kenapa Fahira mau nikah sama elo? Karena gue yang suruh hahahaha.. gue suruh dia nikahin elo biar lo menderita!! Fahira, perempuan sampah itu, rela melakukan itu demi uang yang gue tawarin.”


“Lo gila Jo!!!” geram Cakra.


“Iya gue gila!!! Gue yang lebih dulu kenal Fahira, gue yang lebih dulu cinta sama dia tapi dia malah lebih menerima elo jadi pacarnya bukan gue!! Hahaha.. tapi nyatanya Fahira cuma mau duit lo doang. Dan lo tahu siapa yang dia cintai? Cakra!!! Sahabat kita ini yang ternyata menjadi cinta matinya. Makanya gue suruh dia nikahin elo, biar lo ngerasain apa yang Anka dan gue rasain. Dan lo tahu Bi? Gue juga nidurin dia setelah berstatus sebagai istri lo hahaha... dan Vicko.. dia laki-laki goblok yang terjerat dengan cinta palsu Fahira.”


“Dan kamu pria bodoh yang telah menghancurkan persahabatan hanya karena seorang wanita!” balas Nina.


“Kamu masih membelanya Nin? Setelah kamu tahu kalau dia yang memperk*sa Anka?”


“Bawakan buktinya padaku kalau suamiku yang telah melakukannya! Dan berhentilah menjadi pengecut. Kamu membenci suamiku tapi kamu menggunakan orang lain untuk menyakitinya. Kalau kamu berani, hadapi dirinya satu lawan satu, bukan dengan menggunakan cara murahan seperti ini.”


Nina menarik tangan Abi lalu menggenggamnya dengan erat. Sekali lagi Abi dibuat terharu mendengar ucapan sang istri. Nina mengajak Abi untuk segera pergi. Berbeda dengan Jojo yang begitu tertohok. Wanita yang dicintainya membela pria yang begitu dibencinya.


“Abi!!! Apa lo tahu kalau Fahira pernah hamil anak lo?”


Kata-kata Jojo sukses menarik perhatian Abi. Pria itu menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya kemudian menatap Jojo dengan tajam. Jojo tersenyum melihat ke arah Abi. Dia berjalan mendekat ke arah sahabatnya. Pria itu sudah menantikan momen ini, di mana dia akan menambahkan garam pada luka Abi dan kembali membuat lelaki itu terpuruk.


“Oh God, lo ngga tahu? Hahahaha... sepertinya lo ngga benar-benar mengenal Fahira.”


“Apa maksud lo?”


“Dengar baik-baik sahabatku. Fahira.. dia pernah hamil anak lo, tapi dia menggugurkannya karena ngga mau mempunyai keturunan dari elo,” Jojo menepuk rahang Abi pelan.


☘️☘️☘️


**JEDAR!!!


APA???!!! Kamera zoom in zoom out dengan backsound musik tegang, begitulah kira² kalau di sinetron🤣


Jojo nuduh Abi yang perk*sa Anka tapi ternyata bukan Abi pelakunya, jadi siapa ya🤔


Apa ada orang lain dibalik ini?


😱😱😱 apa Jojo bukan dalang sebenarnya?


Nih mamake kasih penampakan Jojo alias Mano**


__ADS_1


Note :


Semua visual di novel ini adalah versi mamake. Buat yang ngga suka atau merasa kurang cocok, silahkan menghalu visual mereka sesuai versi kalian sendiri, ok😉


__ADS_2