Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 108 Tragedi Setelah Hujan


__ADS_3

Hujan turun dengan derasnya mulai pukul 8 malam tadi. "Miko, aku mau pergi mencari makan malam dulu sebentar...kamu mau titip sesuatu?"


"Aku tidak lapar Sultan, aku tidak punya nafsu makan sama sekali"


"Makanlah...nanti malah kamu yang sakit, bagaimana kita mau menjaga Sania kalau kita sakit?"


"Apa sajalah...aku ikut saja!!"


"Aku agak lama ya...sekalian mau pulang mandi dan ganti baju dulu...badanku lengket semua."


"Kamu pakailah mobilku, Sultan!!" Miko melemparkan kunci mobil pada Sultan.


"Kamu juga jangan tidur dulu ya...nanti mba Nia sadar kamu ngga tau."


Miko hanya mengacungkan jempolnya.


Sepeninggal Sultan, Miko duduk sambil membuka galeri ponselnya. Tampak foto-foto pernikahan mereka setahun lalu.


"Bunda cantik sekali..." Miko memperbesar gambar Sania dan mengelus wajah istrinya.


"Bunda...andai ayah bisa memutar waktu yang telah lewat."


"Kini kita semakin hari semakin jauh...ayah merasa sangat kesepian semenjak bunda pergi."


Entah mengapa malam itu Miko terasa sangat lelah dan mengantuk. Hawa malam setelah hujan reda begitu dingin.


"Kenapa Sultan lama sekali ya? Aku sangat mengantuk."


Dia menjenguk istrinya dari jendela kaca. Hatinya perih melihat kondisi istrinya yang masih belum ada perubahan.


Hati dan tubuhnya sangat lelah. Sehingga dia duduk setengah mengantuk di kursi ruang tunggu.


Dia tak menyadari seorang lelaki berpakaian jas dokter melewatinya. Dia berjalan pelan melewati lorong rumah sakit yang sunyi.


Dia berdiri sebentar di depan ruangan tempat Sania dirawat. Wajahnya tak terlalu nampak karena menggunakan kaca mata dan masker bedah.


Tampaknya dia seperti sedang mengawasi keadaan sekitar"


*


*


"Kenapa perasaan kok ngga enak ya? Sebaiknya aku harus cepat kembali ke rumah sakit." Sultan bergegas mengendarai mobil menuju rumah sakit.


Kembalinya dia menyelamatkan nyawa Sania. Bertepatan saat ventilator di hidung Sania dilepaskan oleh orang misterius itu.


Tubuh Sania mengejang...teriakan Sultan sontak membuat orang misterius itu kaget. Dia mendorong tubuh Sultan dan lari melewati samping koridor yang minim penerangan lalu menghilang.


Miko juga sangat terkejut mendengar suara teriakan Sultan. Dia sangat terkejut melihat kondisi Sania yang mengejang.


Flash back***

__ADS_1


"Kenapa perasaanku ini berdebar- debar terus ya??? Seperti ada sesuatu yang bakal terjadi!!"


Hujan sudah reda tapi hawanya dingin sekali, semoga Miko jangan ketiduran...nanti disuruh jaga malah molor.


Aku bergegas menuju ruang tunggu. "Nah benarkan...molor tu orang."


Sultan berniat membangunkan Miko, tapi matanya secara tak sengaja melihat seseorang mengenakan jas dokter berdiri di samping Sania.


"Jam segini masih ada dokter visitkah? Tapi kok sendirian aja? Biasanya didampingi oleh suster."


"Tapi kok gerak geriknya mencurigakan, ya?"


Sultan terus memperhatikan orang itu. Dia berdiri di samping jendela kaca agar tak terlihat dari dalam.


Orang berjas dokter itu menoleh ke kanan dan ke kiri. Sultan terus saja memperhatikannya. Jantungnya berdegup kencang.


"Mau apa sebenarnya orang itu? Apa dia mau berniat untuk mencelakai Sania?"


"Nah...nah...kurang ajar..."


"Hei...apa yang akan kamu lakukan? Sultan terlambat. Orang misterius itu sudah melepaskan ventilator di hidung Sania. Seketika tubuh Sania mengejang.


Mendengar Sultan berteriak..spontan orang itu lari keluar dan di tengah pintu langsung mendorong tubuh Sultan hingga dia jatuh terduduk.


Orang itu berlari melewati koridor samping dan menghilang di kegelapan malam.


"Suster...suster...tolong suster...."


Mendengar teriakan Sultan, Miko terbangun di barengi munculnya suster jaga.


Ventilator segera dipasang kembali dan tubuh Sania sudah tidak mengejang lagi.


"Miko....kenapa kamu tidur? Istrimu hampir saja meninggal tau?"


"Aduh maaf Sultan...aku lelah sekali...sampai aku tak tahu ada orang yang lewat di depanku.


"Siapa orang itu ya??? Kenapa dia bermaksud membunuh Sania?"


"Miko...secara logika sajalah berpikir!! Sania itu tak punya musuh... jadi kemungkinan orang itu adalah orang suruhan istri mudamu atau bahkan dia sendiri pelakunya."


"Tak mungkin dia sejahat itu Sultan!!"


Sultan mengangkat bahu!! "Yang jelas aku tak akan diam saja, Miko... Aku akan minta pada sekuriti untuk memutar ulang cctv di jam 9 tadi."


"Aku pasti menemukan pelakunya...aku akan melaporkan kasus ini ke polisi."


"Siapapun dia akan kujebloskan dia ke dalam penjara."


Miko tampak berpikir. "Apa benar yang di katakan Sultan itu tentang Alena, ya??"


"Awas kau Alena...berani kau menyakiti Saniaku, aku tak peduli siapapun kamu...aku sendiri yang akan menjebloskanmu ke dalam penjara." Miko menggeram menahan kemarahannya.

__ADS_1


Sultan segera menelpon kakak iparnya dan menceritakan apa yang baru saja terjadi pada Sania.


Sementara itu...


"Laki-laki keparat...aku sama sekali tak memperhitungkan keberadaannya."


"Aku pikir mereka sudah pulang semua dan hanya menyisakan bang Miko saja."


"Hari ini kamu masih selamat kakakku sayang...tapi lain kali jangan harap kamu bisa lolos dari kematianmu."


"Aku harus membawa barang bukti jas, sarung tangan dan kaca mata ini, aku harus membuangnya jauh-jauh dari sini."


Tepat dugaan Sultan. Orang itu adalah Alena yang menyamar sebagai dokter.


"Aku sangat membencimu kak Sania...selama kamu masih bernyawa, aku tak akan pernah mendapatkan cinta bang Miko."


"Dia terlalu memujamu seperti seorang ratu...dan itu membuatku sangat terganggu."


Alena naik taksi pulang ke rumah setelah dia membuang semua barang buktinya. Berpura-pura tak terjadi apa-apa.


Drrtt....drrttt


"Kenapa ponselmu tak aktif, Alena??? Sejak tadi abang menelponmu selalu di luar jangkauan."


"Baterai ponselku lowbat bang, ini baru kuaktifkan kembali."


"Kamu tidak dari pergi kemanapun kan, Alena?"


"Ya nggalah bang...ngapain juga Alena kuyuran malam-malam gini...habis hujan lagi."


"Tidak seperti abang yang merepotkan diri, kedinginan di luar sana menjaga kak Sania."


"Abang percaya sama kamu, Alena...tapi ingat saja, jika suatu hari kamu terbukti bersalah maka abang sendiri ysng akan menjebloskanmu ke penjara."


"Sebenarnya ada apa sih bang? Kok kayaknya abang tegang begitu?"


Miko tak menjawab pertanyaan Alena.


"Ya sudah...kamu istirahatlah...abang akan tidur di rumah sakit."


Buk...Alena melempar ponselnya ke tempat tidur dengan kesalnya.


"Aku sangat membencimu kak Sania...aku berharap kamu m.a.t.i.."


"Bang Miko...bagaimana caranya aku mendapatkan hati dan cintamu? Segala cara sudah kulakukan, tapi kamu tetap saja terobsesi pada istri bodohmu itu."


"Waktu itu aku sudah sangat senang kamu mau bercinta denganku, bahkan di depan istrimu itu."


"Aku sangat senang dia pergi meninggalkan rumah ini, tapi ternyata kamu tetap mencarinya seperti orang gila."


Alena menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


***Bersambung...


Selalu minta dukungannya ya...like, komen, vote, favorit dan rate nya...happy reading💙💙


__ADS_2