
"Papah mau balik jadi anak kecil lagi biar bisa disuapi sama bundanya Miko dan Miki terus!!" kata Riko senang menggoda kedua anak tirinya yang bawel ngga ketulungan itu.
Kak Della merasa sangat bahagia dengan kebahagiaan adiknya. Dia berharap kebahagiaan ini akan terus berlanjut bukan hanya sementara saja!!
****
"Hai cewek...kenalan dong!!! kok aku baru liat ada dua cewek cantik dan imut di lingkungan sini ya??"
"Syifa...ada empat orang pemuda tak dikenal yang mau cari penyakit dan mau cari gara-gara dengan kita!!" kata Dina sambil menyeringai menatap adiknya yang sama bar-barnya dengan Dina hanya kalau Syifa masih ada sisi kelembutannya dibandingkan dengan Dina yang memang benar-benar berwatak keras.
"Di tanya malah senyum-senyum...senang ya kami godain...kami gantengkan?" kata salah dari mereka merasa percaya diri.
"Kamu bilang tidak pernah ketemu cewek cantik dan imut seperti kami di lingkungan ini? kamu anggap semua cewek di sekitar sini gorila dan babi hutan??" tanya Syifa sementara mata Dina memandang menyorot dingin.
"Waduh...imut-imut mulutnya lemezzz juga nih cewek ya!!" kata berandal kampung itu sambil mencoba mencolek dagu Syifa.
Seujung kuku lagi tangan kurang ajar itu mau menyentuh dagunya tangan Syifa bergerak sangat cepat menangkap dan meremas tangan itu sambil tersenyum manis.
"Wadawwww....hancur tangan aku...gila, tangan nih cewek seperti tangan kuli coy..." Badrun mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa remuk.
"Kurang ajar kalian berdua, tidak tau siapa teman kami ini??" tanya laki-laki yang rambutnya cukur tentara yang namanya Bahar.
"Ngga...dan kami tak perlu tau dan tak mau tau..." kata Syifa santai.
Ckckck...
"Cantik...cantik jutek amat neng..." kata Sobri.
"Ayo fa...tidak ada gunanya juga meladeni orang seperti mereka itu!!" kata Dina lalu mau beranjak pergi.
Hohohoho....
"Kalian berdua mau kemana anak cantik?? setelah adikmu meremas tanganku sampai tulang jari tanganku terasa mau patah!!"
"Terus kalian mau apa?? mau ngajak ribut??" kata Dina.
"Hai gadis...kita ini jagoan kampung sini...jangan sok jual mahal dengan kami!!" kata Badrun.
"Aku Badrun, itu Sobri, Bahar dan yang paling ganteng itu Leo...bos kami!!" kata Badrun.
Dina saling bertatapan dengan Leo sesaat.
"Suruh ketiga temanmu itu minggir anak mami atau kubuat mereka semua merangkak di sini!!" kata Dina buka suara.
"Kalau mau berantem jangan sama mereka, mereka bertiga itu bukan lawan kalian...aku tau walaupun kalian cewek tetapi kalian termasuk cewek jagoan."
"Berantem sini denganku biar aku sendiri dan kalian berdua, kalau kalian menang kami tidak akan mengganggu kalian lagi, tapi kalau kalian kalah maka kalian harus mau berteman denganku."
"Sombong sekali orang ini!!" kata Syifa.
__ADS_1
"Kamu maju duluan, Fa...selama tiga tahun ini kamu hanya berlatih tetapi tidak pernah kamu gunakan untuk berkelahikan?? kakak mau lihat sampai di mana kemampuanmu!!" kata Dina.
"Majulah kak Leo...dan jangan coba mau mengalah hanya karena aku perempuan dan masih kecil!!" kata Syifa sambil tersenyum lalu tanpa menunggu lagi dia maju menyerang Leo.
Leo kaget menerima serangan gadis kecil itu, terlambat sedikit saja dia menghindar tadi bisa biru rahangnya terkena tinju gadis itu.
Belum lagi selesai, tendangan berantainya segera mencari sasaran di tubuh Leo.
Yang membuat Leo kaget, dia memperkirakan usia gadis ini baru sebelas atau dia belas tahun tetapi dari angin pukulan dan tendangannya Leo tau, ketiga temannya pun akan kewalahan menghadapinya.
"Kamu sendiri saja sudah hebat adik kecil, apalagi kakakmu yang cantik itu??" kata Leo.
"Perhatikan kakimu kak tak usah banyak bicara!!" belum selesai kalimatnya kaki Syifa sudah membuat sapuan kearah betis Leo.
"Gila gadis kecil ini sekarang sararan kaki tangannya menjurus kearah pinggang ke bawah!!" batin Leo lalu melompat menghindar kebelakang.
"Jangan menghindar terus kak, dan seperti yang sudah kubilang tadi jangan coba mengalah denganku!!" kata Syifa.
"Baiklah gadis cilik yang cantik, terima seranganku ya..."
Tiba-tiba Leo meliukan badannya seperti karet mencari titik kelemahan Syifa.
"Tenang saja kak, jika Syifa sudah tak mampu bertahan, nanti pasti Syifa akan minta pertolongan kak Dina!!" sahut Syifa sambil berkelit dan balas menyerang.
"Ohh, nama kakakmu yang cantik itu Dina ya....!" kata Leo tersenyum senang.
"Jangan senyum-senyum kak, awas ulu hatimu..." kata Syifa.
Karena tak punya kesempatan lagi untuk menghindar maka Leo menangkis pukulan Syifa yang mengarah cepat ke ulu hatinya.
Syifa sama Leo sama-sama meringis sambil melompat mundur ke belakang.
"Tanganmu itu terbuat dari tulang atau besi?" tanya Leo.
"Keras sekali pukulan gadis kecil ini tanganku seperti menghantam besi!!" batin Leo.
"Mundur kamu dek, kakak lihat tanganmu sedikit membiru!!" kata Dina menarik tangan adiknya.
"Alamat dimarahi bunda, papah Riko sama tante Della lagi nih...mereka pikir kakak mengajakmu berantem sama orang, padahal si cecurut ini nih...yang nantangin dari tadi!!" omel Dina.
"Bagaimana dengan adikku, Leo??? keras bukan pukulannya?? masih mau terus melawanku??" ucap Dina menyeringai.
"Siapa takut?? jika aku tidak mencoba maka aku tidak akan pernah tau sampai di mana kekuatan lawanku!!" kata Leo tersenyum.
"Duh kak Leo ganteng banget kalau lagi senyum!!" kata Syifa nyerocos.
"Syifa..." bentak Dina pada mulut tumpis adiknya.
"Ngga apa-apalah kak...lagian kak Leo lho sebenarnya orang baik, Syifa tau sejak tadi dia selalu menahan pukulannya agar jangan sampai mengenai Syifa...sudah kak damai aja, lagian mereka cuma mau kenalan doang ngga bermaksud jahat juga pada kita, ya kan kak Leo??" tanya Syifa.
__ADS_1
"Iya Dina, kita berempat ini lho bukan berandalan hanya sekedar ingin kenalan saja!!" sahut Leo kembali tersenyum.
"Nah kan sekarang sudah kenalan, biarkan kami lewat, waktu kami berdua sudah terbuang banyak di sini..." kata Dina lalu menarik tangan Syifa dan berlalu.
Leo, dan ketiga temannya menatap kepergian dua kakak beradik itu!!"
"Gila, yang kecil itu saja gerakannya cepat banget, apalagi kakaknya?" kata Badrun.
"Memangnya loe liat di mana gadis itu sebelumnya?" tanya Sobri pada Leo.
"Gue liat saat dia dan mungkin itu mamahnya mendaftar kesekolah kita, semester depan dia bersekolah di sekolah kita." Tutur Leo senang.
"Tapi aku agak ngeri dengan gadis yang bernama Dina itu, sorot matanya dingin dan penuh misteri!!" kata Badrun.
"Dalam banget kata-katamu Drun..." kata Leo sambil tersenyum.
"Ya sudah kita pulang aja yuk...kita jumpa lagi dengannya nanti di sekolah." Kata Leo lagi.
"Centil betul jadi cewek..." kata Dina memarahi Syifa.
"Habis kak Leo itu ganteng banget kak!! apalagi kalau dia tersenyum, behhhh...."
"Ingat kata bunda, masih kecil ngga usah mikirin cowok dulu, sekolah yang bener dulu, kuliah setelah itu cari kerja, kita bahagiakan bunda...mengerti??" kata Dina penuh penekanan pada adiknya.
"Iya kakakku sayang..." kata Syifa lagi.
******
"Ko...Niko....!!"
Jonathan menyapa Niko yang tengah termenung di balik meja kasir.
"Kamu ngga mau pulang untuk makan siang?" tanya ayahnya.
"Malas yah...apalagi di rumah ketemu lagi sama Maya, bosan jadinya dengan suasana rumah!!" kata Niko.
"Kamu masih mengharapkan Saniakah, Niko?" tanya Jonathan.
"Niko cinta sama dia, yah...dan ayah tau itu...tapi Niko tak tau bagaimana caranya memiliki dia kembali!!"
"Bahkan sampai sekarang Niko dan Juma tetap mencarinya."
"Ayahpun juga kangen sama si kembar miki dan Miko, rumah rasanya sepi tanpa celotehan dari mereka."
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu guys...baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya.