Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 186 Telepon Mesum


__ADS_3

"Berapa kali sudah kukatakan bahwa aku tidak melakukan itu Alena, tunggulah sampai bayi itu lahir kita akan melakukan tes DNA untuk lebih meyakinkan."


Alena cemberut mendengar perkataan Riko. Bayi itu memang bukan hasil perbuatan Riko. Dia sengaja menjebak Riko saat dia tau bahwa dirinya sedang hamil.


Riko memang melakukannya hanya pada saat mereka sama-sama di bar itu saja, setelahnya Alena selalu melakukannya dengan pria manapun yang dia inginkan.


Dia benar-benar menjadi wanita yang liar setelah diceraikan oleh Miko dulu.


Dia benar-benar menikmati kebebasannya sampai dia dinyatakan positif hamil. Dan Rikolah yang mau dijebaknya.


"Aku akan mencari sebuah rumah untuk istriku nanti Alena, kami ingin tinggal bersama di sana!!" kata Riko mantap.


"Jadi kamu serius untuk meninggalkanku, Riko?" tanya Alena gusar.


"Ya, kita tes DNA jika itu memang anakku maka aku akan merawatnya, tapi jika bukan maka kamu dan anakmu harus angkat kaki dari rumah ini." kata Riko dengan tegas.


Lalu dia melenggang masuk dengan santai seperti tak terjadi sesuatu.


Alena menghentak kan kakinya dengan kesal.


"Siapa sih perempuan yang disukai Riko itu? aku harus mencari tau, kurang ajar betul...berani-beraninya dia mau mengambil Riko dariku."


*


*


Sementara Niko sering uring-uringan di rumah.


Arrgghhh....


Pranggg..


Niko membanting gelas yang ada di tangannya.


"Ada apa pak?" tergopoh-gopoh bibi masuk keruang makan mendengar pecahan gelas.


Dilihatnya Niko terduduk di kursi dengan tangannya yang terluka akibat terkena pecahan beling dari gelas yang dia pecahkan tadi.


"Pak, biar bibi saja yang membersihkan lantainya..."


"Bi, kenapa ibu dan anak-anak tidak mau diajak pulang kemari? inikan rumahnya juga, bagaimana saya bisa mengawasi kondisi ibu jika sekarang ibu tak mau saya dekati? bahkan anak-anakpun semua menjauhi saya!!" Niko memandangi tangannya yang terluka.


"Beri kesempatan ibu untuk berpikir dan menyendiri dulu pak!!" sela bibi sambil membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.


"Saya merasa sangat bersalah bi, saya sangat mencintai ibu...saya sudah berjanji untuk menikahinya tapi saya juga yang sudah mengingkarinya."

__ADS_1


Niko tampak sangat frustasi, apalagi ditambah dengan tekanan dari Maya yang mengajaknya untuk ikut serta tinggal di rumah ini.


"Apa saya jemput saja ibu kerumahnya dan mengajaknya tinggal lagi di sini ya, bi?" kata Niko.


"Kalau menurut bibi lebih baik jangan dulu pak, nanti kondisi ibu malah semakin memburuk."


"Saya kangen sama ibu, kangen sama anak-anak...rumah terasa sangat sepi tanpa ada mereka di sini!!"


"Sebaiknya bapak awasi saja dari jarak yang cukup jauh jika bapak punya waktu senggang, pak!!" jawab bibi.


"Sebenarnya pak Niko ini sama baiknya dengan pak Miko, mereka berdua juga sangat mencintai wanita yang sama, tetapi takdir harus menggariskan lain...mereka tak bisa memiliki utuh wanita yang mereka cintai." bibi membatin dalam hatinya.


"Bi, apa ada kabar dari ibu kapan akan menjalankan pemeriksaan kesehatan agar ibu dan ibu Della bisa segera melakukan transplantasi sum-sum tulang belakang itu?" tanya Niko kemudian.


"Belum ada pak, bisa jadi ibu yang melarang supaya tidak diberi tahu." jawab bibi.


"Semoga cepat terlaksana ya bi, saya ingin melihat ibu segera sembuh...membayangkannya sembuh membuat semangat saya bangkit kembali, saya tak tega melihatnya terus menerus didera oleh rasa sakit itu!! apalagi kini saya tak ada lagi didekatnya untuk memberikan semangat padanya, tapi saya selalu berdoa demi kesembuhannya."


"Amiin...semoga doa bapak dijabah oleh Allah, pak!!" jawab bibi terharu.


*


*


"Nia, dokter tadi telepon sepertinya besok kita bisa menjalankan serangkaian test di rumah sakit, semoga lancar agar kamu bisa segera sembuh!!"


"Alhamdulillah, semoga berjalan lancar ya kak!!" sahut Nia tampak bahagia.


Ddrrtt...dddrrrrtttt


Ponsel Nia berdering. Nia melirik ponselnya melihat dari siapa si penelpon.


"Siapa Nia?" tanya kak Della padanya.


"Papah..." jawab Sania pendek.


"Papah? Maksudmu Riko?" tanya Della lagi.


Sania hanya mengangguk lalu menggeser layar untuk menerima panggilan video call itu.


📱"Halo Assalamualaikum?"


📱"Waalaikum Salam...apa kabarnya mamah hari ini? papah kangen..."


tampak Riko hanya membalut tubuhnya dengan handuk sampai sebatas pinggang sehabis mandi.

__ADS_1


Sania hanya menarik napas panjang sementara kak Della hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum dari tempat duduknya mendengar suara pria muda yang kini tengah menjadi bucin itu.


Dia mengakui bahwa di usianya yang sekarang, sang adik semakin bertambah cantik dan semakin matang walaupun usianya tidak muda lagi, tapi siapa yang tahan dengan pesona kecantikan dan kelembutannya?


Sofwan saja yang bodoh dan Miko yang tolol serta Niko yang goblok yang melepaskan adiknya begitu saja!! Kini Sofwan dan Niko malah merengek minta kembali.


📱"Baik pah, kan sejam yang lalu sudah telepon menanyakan kabar dan juga sudah berapa puluh kali bilang kangen hari ini?"


📱"Pokoknya papah ngga akan pernah berhenti bilang i miss you ke mamah titik ngga pakai koma."


Tampak Nia sangat jengah, apalagi di situ ada Della dan Syifa yang jadi ikut-ikutan mendengarkan pembicaraan mereka.


📱"Papah pakai baju sana dulu gih??? ntar melorot itu handuk, berat urusannya."


📱"Emang sengaja...supaya jika melorot, mamah kan bisa melihat senjata pamungkas papah!!"


Wajah Sania dan Della tampak memerah jengah mendengar perkataan Riko, hanya Syifa saja yang terlihat masa bodoh karena memang dia tidak mengerti arah pembicaraan orang-orang dewasa di depannya.


📱"Ngga usah yang aneh-aneh...paling-paling juga kecil kaya jempol tangan!!" balas Sania agak jengkel.


📱"Wuidih...menghina banget ni mamah, bilang punya papah cuma segede jempol jari..nanti liat aja kalau kita sudah menikah, akan papah tampar bibir indah mamah itu pakai senjata pamungkas papah..."


Della hampir tertawa ngakak mendengar ucapan Riko pada adiknya. Sementara Sania semakin merah padam wajahnya.


📱"Ishhh...pah di sini tuh ada kak Della dan Syifa, nanti telinga mereka bisa ternodai dengan ucapan papah yang mesum..."


📱"Ya habis mamah juga yang mulai ngolok duluan, apa perlu papah kesana dan kita masuk kekamar supaya papah bisa memperlihatkan dan menunjukan keperkasaan papah?'


📱"Ishhh...ngga usah...ngga usah...ngga boleh tau!! emang Alena yang mau asal dicelupin aja sama papah?"


📱"Itukan karena khilaf dan mabuk, mah!! lagian itu sudah lama lewat, sekarang cinta, sayang, perhatian dan tubuh papah hanya papah khususkan buat mamah Nia tercinta...wanita pujaan papah sepanjang masa!!"


Hhffftttt


Huahahaha🤣🤣🤣


Akhirnya terlepas juga tawa Della yang sejak tadi ditahannya..."benar-benar bucin, katanya."


*


*


***Bersambung...


Ada bucin baru yang lebih bucin lagi nih!! akur ngga ya, sementara rentang usia begitu jauh di antara mereka.

__ADS_1


Jangan lupa mampir, baca, like, komen, favorit, vote dan rate nya🙏🙏🙏


__ADS_2