
"Siapa yang bilang semua sudah berakhir? Aku tak pernah menganggap hubungan kita berakhir, kak!" Dia mengatupkan rahangnya.
"Aku sekarang sudah berkeluarga, Miko...anakku sudah tiga."
"Terus...hubungannya dengan aku kalau kakak sudah berkeluarga atau belum itu apa? Aku tidak peduli dengan semua itu."
"Pak Miko...sebaiknya kita tidak perlu membicarakan masalah pribadi dilingkungan kerja, ngga enak jika ada yang dengar dan ada yang melihat...bisa timbul fitnah nantinya."
"Oke...kita tidak akan membicarakan disini...Kita akan membicarakannya di luar nanti."
Dia berlalu meninggalkanku dengan wajah yang ngga enak untuk dipandang.
"Aduh...baru sehari aku kerja, belum juga selesai masa training, masalah sudah datang."
"Kenapa juga aku harus bertemu Miko di sini, setelah belasan tahun berlalu."
"Nia...ngapain melamun sendiri dijanitor begini...ntar kesambet setan lho..." Mbak Fina menongolkan wajahnya di balik pintu.
"Mbak...pak Miko itu memang sering makan diruangannya ajakah...jarang makan di luar maksudku."
"Hayo...ngapain tanya-tanya pak Miko...suka sama pak Miko ya..." Mbak Fina meledekku.
"Ya ela mbak...cuma nanya doang...sebab tadi pak Miko kan minta dibuatkan mie rebus."
"Iya...pak Miko sering makan diruangannya...beliau jarang keluar...sepertinya pak Miko itu workaholic deh..."
"Maksud mbak Fina, pak Miko gila kerja gitu?"
"Tapi ada juga yang bilang pak Miko itu pernah patah hati...sifatnya dingin pada wanita...padahal pak Miko itu ganteng walaupun di usianya yang sudah menginjak 34 tahun, tapi beliau belum menikah sama sekali."
"Deg...Miko belum pernah menikah? Apa dia mau menepati janjinya padaku 19 tahun lalu? Aku membatin."
****Flashback again***
"Kak Nia...kita jalan kebpantai yuk...dengan manjanya Miko merengek padaku, sepulang sekolah mau ngajak ke pantai."
"Aduh...gimana ya Miko...kak Nia takut dimarahi ibu sama bapak kak Nia di rumah, kalau pulangnya telat."
"Sebentar aja kak...Miko janji..." Dia menaikan kelingkingnya..." Dasar bocah..." Sungutku.
"Nanti Miko bantuin bilang sama bapak dan ibu kak Nia di rumah deh...kalau tadi kita jalan sebentar."
"What??? Teriakku...kamu mau leher kakak digantung...berani bawa cowok ke rumah? Secara kakak lho belum boleh pacaran!!"
"Kenapa sih memangnya kak? Mami aja ngga ngelarang Miko pacaran sama kak Nia..."
__ADS_1
"Apa yang harus kujelaskan lagi sama bocah tengil ini ya..." Aku meradang...
"Ya sudah...sebentar aja tapi ya...jangan lama-lama."
"Asyik...gitu dong kak..." Dengan manjanya dia bergelanyut di lenganku.
Aku terkadang jadi ingat ditertawakan sama teman sebangkuku..."Pacaran yang aneh..." Katanya.
"Aneh memang...kok aku jadi kayak babysitternya Miko ya..."
Tapi kalau soal sayang...dia sangat menyayangiku...mengantar jemputku sekolah sampai di ujung gang rumah karena takut ketahuan ibu dan bapak juga kak Della.
Bela-belain masuk pasar yang becek, kadang sampai tertidur di perpustakaan karena menungguku pulang jika ada pelajaran tambahan di kelasku.
Sering mentraktirku...seandainya saja aku cewek matre...akan ku manfaatkan dia, tapi yang sebaliknya aku malah risih begitu."
"Kak Nia pegangan pinggang Miko, nanti kak Nia jatuh dari motor ngga ketauan lho..." Rengeknya manja...dengan malas aku memutar bola mataku mengikuti kemauannya.
"Miko sayang...apa Miko ngga malu jalan dan pacaran sama kak Nia yang pantasnya jadi kakak Miko?:
"Malu??? Miko seneng banget malah ...Miko ingin satu sekolah tau kalau kak Nia itu pacar Miko, jadi ngga ada lagi cowok yang berani ganggu kak Niaku."
"Dasar bucin..." Aku mencibirkan bibirku...
Kami sampai di pantai...kulihat Miko senang sekali...sementara aku ngga fokus sama pemandangan di pantai...fokusku adalah mencari alasan apa nanti jika telat pulang ke rumah dan diinterogasi sama orang satu rumah.
"Kak...lihat deh ombaknya...suatu hari nanti kak Nia akan Miko bawa menyeberangi lautan."
"Mau ngapain? Kita mau jadi duyung begitu."
"Maunya Miko sih begitu...jadi kita bisa kemana-mana berdua selamanya...Oh senengnya..." Dia kulihat senyum-senyum sendiri." Dasar aneh..." Batinku.
"Kak...nanti setelah kakak lulus, maukah kak Nia menunggu Miko juga lulus sekolah...Miko mau melamar kak Nia jadi istri Miko...Miko maunya menikah muda..."
"Uhuk...Uhuk..." Aku yang sedang minum, tiba-tiba tersedak mendengar ucapannya.
"Kak Nia kenapa? Miko menepuk pelan belakang leherku..."Keselek air," jawabku ngasal.
"Miko memangnya ngga mau kuliah lagi, terus dapat kerja yang enak gitu?"
"Kan ngga ada halangannya walaupun sudah menikah sambil kuliah dan kerja."
Dengan riangnya Miko berlarian di pasir...bermain air laut dengan kakinya.
"Kak...janji ya akan menunggu Miko...kemanapun Miko pergi...Miko pasti akan kembali lagi...karena cinta Miko ada di sini."
__ADS_1
"Tapi jika kakak ingkar janji dan menikah dengan orang lain saat Miko tak ada, maka akan Miko kutuk pernikahan kakak tak akan pernah bahagia selamanya."
"Waduh...nih bocah sumpahnya jahat amat..." Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Mungkin saat itu aku hanya mengganggap perkataan Miko hanyalah angin lalu, tapi sekarang perkataan itu seolah menjadi nyata di dalam kisah rumah tanggaku.
*
*
Memang sekarang sosok Miko sudah sangat berubah...tidak tengil dan songong lagi seperti dulu...tidak manja lagi yang jelas dia jauh lebih gagah dan lebih dewasa. Mungkin kerasnya hidup tanpa kedua orang tua telah membuatnya lebih tegar.
Aku bersiap untuk bekerja lagi, karena di dapur sudah menumpuk gelas dan piring kotor bekas para karyawan yang makan siang.
"Mbak....bisa minta tolong fotokopikan berkas ini di depan terus kasihkan ke pak Miko di ruangannya, sebab saya masih sibuk ngga bisa ditinggal."
Seorang karyawati yang kulihat tag,namanya adalah Mega, menyodorkan berkas yang akan di kopi. Dan dia menyelipkan selembar uang duapuluh ribuan ke tanganku.
"Ngga usah mbak Mega...aku berusaha menolak pemberiannya."
"Terima aja mbak...pamali menolak rejeki..." Katanya!
Setelah ku fotokopi lalu aku menuju ruangan Miko. Berat rasanya kakiku melangkah kesana...semakin dekat semakin tak menentu perasaanku.
Tok...tok...aku berusaha menenangkan debaran detak jantungku.
"Masuk..."
"Permisi pak Miko, saya ditugaskan mbak Mega untuk menyerahkan berkas fotokopian ini."
"Masuklah kak...jangan berdiri mematung di depan pintu begitu...saya tidak akan memakanmu."
Aku melangkah dengan ragu...menghampirinya!!
Aku menatap matanya yang sedikit memerah...di tangannya aku melihat sebuah foto berpigura. Yang ada diatas meja adalah foto keluarganya dan yang di tangan kanannya itu....
Seorang gadis berseragam putih abu-abu sedang duduk dipeluk dari belakang oleh seorang laki-laki yang juga berseragam putih abu-abu.
Aku menyipitkan mataku mencoba mengingatnya. Itukan aku dan Miko? Tapi foto itu sudah lama sekali dan Miko masih menyimpannya.
"Ini kenangan terakhir yang aku punya tentangmu. Kamu tahu betapa beratnya hari-hari yang kulewati tanpa mami dan tanpa kamu.
Diambilnya berkas di tanganku..."Kak, tunggu aku nanti jangan pulang duluan...biar aku mengantarmu pulang."
Aku diam saja dan setelah selesai aku cepat-cepat berlalu dari sana.
__ADS_1
...Be**rsambung.......
Jangan lupa ya like, komen, dan votenya dan jika berkenan favoritenya...😂😂🙏🙏 terima kasih**...