Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 228 Perpisahan


__ADS_3

Hatinya gundah dan resah membayangkan itu semua.


"Nah kan melamun lagi...melamunin bu Sania yang ngga balik lagi ke kafe ya!! tebak Tiwi pada Hans.


Hans hanya menoleh sesaat pada Tiwi lalu asyik kembali meneruskan lamunannya.


"Semestinya aku harus sadar semenjak dulu, siapa aku dan siapa ibu Sania!!"


"Kami bagaikan langit dan bumi yang terpisah jauh...jangankan aku yang hanya bagai butiran debu yang sekali tertiup angin akan hilang lenyap selamanya, sedangkan pak Sultan yang bagai sebutir berlian saja tak mampu untuk menggapai hati ibu Sania!!"


Hingga malam menjelang Hans baru melangkah menuju mobilnya setelah dia meyakinkan diri bahwa Sania tak balik lagi ke kafe.


*


*


Lewat tengah malam Sania dan Riko baru menyelesaikan ritual ranjang mereka. Setahun lebih tidak bertemu membuat Riko menggila, tinjunya tak pernah mengarah ke bawah, terus menerus menghadap ke atas membuat Sania berkali-kali harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah.


"Besok papah akan pergi lagi, papah tidak janji kapan...tapi papah pasti akan sering menengok kalian di sini, bersabar ya sayang...semoga situasi seperti ini akan segera berakhir."


Riko menciumi punggung dan tengkuk kuning gading milik istrinya...membuat si empunya tubuh kembali menggeliat.


Kembali Riko menggesekan pusaka sakti itu kepinggang gitar spanyol milik sang istri.


"Pah, mamah capek!!"


Suara parau dan serak istrinya justru malah kembali membakar gairahnya.


Benda tumpul yang semula hendak tertidur sekarang berdiri tegak kembali.


Riko bangun dan berlutut di depan paha mulus sang istri. Dibukanya lebih lebar jalan masuk itu untuk mempermudah aksesnya dalam melancarkan serangan berantainya.


Kembali Sania bergerak tak beraturan terkena hantaman demi hantaman yang dilancarkan Riko, rasa menggelitik antara gatal dan geli selalu menggerayangi milik keduanya.


Sehingga setengah jam kemudian mode berpacu dalam birahi itu meledak kembali dengan bertemunya dua lahar panas di dalam kubangan kenikmatan itu.


"Pah, sudah jam dua lewat...kita tidur yuk!! mamah sudah ngga sanggup lagi!!" desis Sania.


Riko hanya mengangguk sambil tersenyum puas. Diambilnya handuk basah untuk mengelap sekitar area inti sang istri yang banjir akan tumpahan lahar yang tadi dia semprotkan dan tak bisa lagi menampung cairannya.


Setelah dia pastikan milik istrinya sudah bersih, dia sendiri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Riko tak bisa tidur malam menjelang subuh itu, rasanya dia tak ingin memejamkan matanya dan terus terjaga agar dia bisa selalu melihat wajah cantik yang selalu dia rindukan itu karena besok dia akan kembali ke Kuala Lumpur bersama ibu Intan.


Perlahan Riko bangkit dari tempat tidur menuju kamar anak-anaknya.


Miko dan Miki tidur bersama Juned...sementara Syifa dan kak Della tidur bersama Raftar yang berada di ayunan dengan tangan sang nenek selalu melekat pada kain ayunan itu untuk mengayun Raftar jika sewaktu-waktu dia terbangun.


Dina tidur di kamarnya sendiri. Ditatapnya wajah anak kandung dan anak tirinya yang tak pernah dia bedakan dalam menyayangi mereka semua.

__ADS_1


"Besok papah dan nenek akan pergi lagi ya anak-anak, berdoalah semoga kita akan berkumpul lagi seperti dulu."


Mata Riko memanas. Tak tega rasanya dia meninggalkan keluarganya lagi tapi mau bagaimana?? ini semua demi keselamatan keluarganya juga.


*


*


Sania tak kuasa menahan air matanya saat suami tercintanya itu akan berangkat kembali bersama sang ibu mertua.


"Kapan papah kembali lagi??? mamah dan anak-anak masih kangen pah!!" ucap Sania dalam dekapan suaminya.


"Sabar ya sayang...kamu berdoa saja papah dan ibu bisa meluluhkan hati ayah!!" ucap Riko sambil menciumi pucuk kepala istrinya.


Sesungguhnya dia pun berat rasanya untuk melangkahkan kaki meninggalkan rumah ini. Rumah sederhana tapi memberikan kebahagiaan tiada tara untuknya dan keluarganya.


"Nia, kamu jaga diri dan anak-anakmu baik-baik ya!! terutama Raftar, dia masih kecil, kamu jangan terlalu sibuk mengurusi pekerjaan sehingga lupa pada anak-anakmu!!" pesan ibu mertuanya sebelum pergi.


"Iya bu, Sania juga titip Riko ya...jangan sampai dia telat makan karena dia mempunyai penyakit asam lambung yang akut." Kata Sania sambil memeluk mertuanya.


Papapa


Bayi lelaki itu terus berceloteh membuat Riko berkali-kali menghapus air matanya.


Digendongnya dan dipeluk serta diciuminya putra yang tak bisa dia dampingi dari kehamilan hingga kelahirannya akibat keegoisan dari pak Baskoro, ayahnya!!"


"Pah, papah dan nenek kapan kembali?" kata Syifa.


Miko dan Mikipun memeluk Riko. Berbeda dengan lain, dua bocah kembar itu memanggil Riko tetap dengan sebutan om...entah siapa yang menanamkan pikiran itu kepada mereka.


"Cepat balik ya om...sebab adik Laftal nakal..." kata Miki.


"Benal om...lambut gondlong Miko seling ditalik oleh adik Laftal!!" adu Miki dan Miko membuat ibu Intan dan Riko yang tadi sedih jadi tertawa.


"Papah pasti kembali untuk kalian sayang!!" kata Riko sambil memeluk dan menciumi dua bocah kembar itu.


Lalu dia beralih pada Dina dan Juned yang sudah beranjak remaja.


"Juned....Dina...jaga bunda, tante dan juga adik-adik dengan baik selama papah pergi ya, nak!! semoga papah bisa cepat kembali kemari lagi!!"


Riko mengelus rambut Dina dan Juned lalu mencium pucuk kepala mereka saat mereka bersalaman dan mencium tangan Riko dan ibu


Intan.


Taxi online yang dipesan sudah datang. Ibu Intan dan Riko naik dan melambaikan tangannya pada mereka semua.


Lalu mobil itu meluncur pelan dan hilang di tikungan jalan.


"Jaga dirimu baik-baik di sana ya pah...jangan pernah lupakan mamah ya!!" rintih hati Sania.

__ADS_1


"Ko...Riko..." bu Intan mengguncang bahu Riko yang tengah melamun memandang rintik hujan yang akhir-akhir ini sering melanda kota Balikpapan.


Perjalanan taxi online menuju bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman terasa begitu berat bagi Riko. Ingin rasanya dia memutar balik pulang kembali ke rumah istrinya.


"Yang sabar ya nak..." kata ibu Intan sambil merangkul bahu anaknya yang bergetar menahan gejolak perasaannya.


"Riko sakit bu...bukan hanya tubuh Riko tapi juga hati Riko, bu!!" semakin pedih rasa hati ibu Intan melihat penderitaan putra tunggalnya.


"Semoga masalah ini cepat selesai, Riko...ibu turut berdoa demi kebahagiaanmu!!" kata ibu Intan.


*


*


Sofwan bersiul-siul bahagia karena hari ini dia berencana mau mengajak mantan istri, kakak ipar dan anak-anaknya naik mobil untuk makan malam dan mengelilingi kota Balikpapan.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya di komplek perumahan Rengganis untuk menjemput Aisyah dan bersama-sama menuju rumah Sania.


Dia sudah mandi di kantor tadi dan langsung berganti dengan pakaian casual.


Walaupun usianya sudah menginjak 35 tahun tetapi ayah 4 anak ini masih terlihat sangat cute dan tampan. Tak heran di mana pun dia berada, para wanita tak bisa menolak pesonanya.


"Wan..."


"Astaghfirullah..."


Sofwan langsung menginjak rem mendadak sangking terkejutnya dengan sosok wanita yang tengah duduk di kursi belakang.


"Vivi...apa yang kamu lakukan di mobilku?" tanya Sofwan kaget.


"Kamu selalu menghindariku, Sofwan...terpaksa diam-diam aku naik dan sembunyi di dalam mobilmu."


"Mau apa lagi kamu, Vi!! sudah terbukti anak yang ada dalam kandunganmu itu bukan anakku!!" kata Sofwan.


Vivi merayap lalu pindah ke kursi depan bersebelahan dengan Sofwan.


"Lho, mengapa perutmu rata Vi??? semestinya kehamilanmu sekarang sudah menginjak usia 9 bulan!!" kata Sofwan sambil melirik perut Vivi yang rata.


"Karena aku tau yang kukandung bukan anakmu, maka aku menggugurkannya...aku ingin mengulang lagi saat kita di hotel waktu itu agar aku bisa hamil anakmu, Sofwan!!" kata Vivi santai.


"Gila kamu Vi, ibu macam apa kamu ini?? jahat sekali obsesimu itu??" teriak Sofwan dengam kesal.


*


*


***Bersambung...


Pertemuan tak terduga dengan Vivi membuat Sofwan kehilangan moodnya...apa yang akan terjadi selanjutnya???

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya guys...agar author receh ini bisa tetap terus berkarya!!🙏🙏🙏


__ADS_2