
Abdullah membatin dalam hati, "terima kasih ya Allah...semoga pernikahan Asdar dan Afifah akan langgeng sampai kakek nenek sepertiku dan almarhum istriku dulu!!"
"Semoga kamu dan Riko di sana juga bahagia, Intan adikku!!" kata pak Abdullah menghela napas sebelum masuk ke dalam rumah.
*****
Alena tampak keberatan mengangkat kardus berisi pot-pot plastik dari luar ke dalam.
Hampir saja dia terjatuh jika seseorang tidak menangkap tubuhnya.
"Kalau berat ngga usah diangkat dulu, Alena!!" sebuah suara di belakangnya mengejutkan Alena.
"Ohh Niko, terima kasih ya sudah menolongku...kalau ngga bisa patah pinggangku jatuh tadi!!" kata Alena tersenyum.
"Tidak sampai begitu juga kali, Al!!" kata Niko.
Lalu mereka berdua mengangkat kotak itu bersama.
"Bagaimana kabar kak Sania sekarang, Ko!!" tanya Alena.
"Dia baik saja dia bahagia tinggal di tempat yang baru!!" kata Niko sambil menghela napas dan membuang pandangannya.
Tapi Alena sempat melihat ekspresi wajah Niko yang berubah sedih.
"Kamu masih mencintainya??" kata Alena dengan hati-hati.
"Untuk apa lagi, perasaan itu sudah tak ada gunanya!!" kata Niko.
"Aku sudah mengkhianati kepercayaannya dan membuatku terjebak dalam sebuah pernikahan yang sama sekali tak kuinginkan!!" jawab Niko.
"Kak Sania itu orang baik, sehingga banyak yang mencintainya dan sayang padanya!!" kata Alena.
"Iya...dia memang sangat baik bahkan terlalu baik, dan hanya lelaki bodoh seperti Sofwan dan Miko juga termasuk aku yang tega menyakiti hatinya...bahkan Sultan membawa cintanya sampai mati untuk wanita pujaannya...tidak seperti aku laki-laki yang tidak punya pendirian!!" kata Niko.
Walaupun Niko tak bermaksud menyindirnya tetapi perkataan Niko otomatis langsung menohok perasaan Alena yang dulu secara sengaja dan sadar masuk dalam kehidupan rumah tangga Sania dan Miko bahkan malah sudah berniat jahat untuk memisahkan mereka bahkan melakukan perencanaan pembunuhan untuk Sania, untung tidak ada yang pernah tau masalah ini.
"Tetapi sekarang dia sudah punya Riko, walaupun rentang usia di antara mereka sangat jauh, tetapi Riko sangat mencintai dia bahkan Riko mengabaikanku untuk bisa menikah dengan Sania." Kata Alena.
Niko dan Alena bercanda dan tertawa bersama tanpa mereka sadari Maya yang secara tak sengaja mau singgah ke kios melihat keakraban mereka.
"Ooo...ternyata bukan Sania yang menggoda mas Niko, siapa sih wanita itu?? awas kamu ya...tunggu sampai mas Niko keluar mengantar barang, ya!! Geram Maya.
Tak lama Niko dan Ayahnya Jonathan keluar dengan truk pick up mereka membawa pesanan barang, rencananya mereka malam baru kembali ke kios.
Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Maya sejak tadi, sedari tadi dia sudah gemas mau melabrak wanita yang tadi sudah berakrab-akrab dengan suaminya di kios.
__ADS_1
"Maaf ibu Maya mencari bapak??" tanya karyawan di situ.
Maya tak menggubrisnya...pandangan matanya lurus tertuju pada Alena.
"Siapa dia??" tanya Maya pada Sri karyawan di kios bunga itu.
"Itu teman pak Niko, bu!!" kata Sri.
Maya mendekati Alena yang sedang merangkai bunga.
"Kamu siapanya suami saya??" tanya Maya tanpa basa basi.
"Alena mengangkat wajahnya memandang pada wanita yang baru menyapanya.
"Saya Alena bu, saya baru bekerja di sini!!" jawab Alena.
"Sedekat apa hubunganmu dengan suami saya karena saya perhatikan sejak tadi kalian ltu sangat akrab!!" kata Maya.
"Sebenarnya pak Niko itu mantan ipar saya bu, saya istri saudara kembarnya dulu sebelum suami saya meninggal!!" jelas Alena.
"Bukannya Istri Miko itu namanya Sania, ya...bukan Alena!!" kata Maya.
"Saya hanya istri kedua bu, kak Sania itu istri pertama."Jelas Alena.
"Lillahi Ta'ala saya ngga pernah punya niat seperti itu bu Maya!!" jawab Alena.
"Saya peŕingatkan kamu Alena, jaga sikapmu di depan suami saya...atau kamu akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari saya, ingat itu!!" kata Maya lalu pergi meninggalkan Alena yang bingung sendiri.
"Istrinya Niko itu kenapa sih?? ngga jelas amat!!" kata Alena sambil geleng-geleng kepala.
****
"Pah...tadi pagi mandi ngga sih??" kata Sania sambil memakai masker di wajahnya.
"Mandilah sayang...masa papah mau berangkat kerja ngga mandi?? apa nanti kata teman-teman papah yang lain kalau papah ngga mandi??" jawab Riko yang dibuat bingung dengan sikap istrinya.
"Kak...jangan goreng ikan dulu ya, kepala Nia pusing cium bau ikan!!" katanya.
Bu Intan dan kak Della saling pandang.
"Istrimu hamil lagi kali, Ko!!" kata ibu Intan.
"Iya sayang??? kamu hamil lagi??" kata Riko tersenyum sumringah.
"Ahh...ngga mungkin pah!! Raftar lho usianya baru 15 bulan, baru juga lancar jalannya!!" kata Nia.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian periksakan aja kedokter, siapa tau apa yang dikatakan ibumu itu benar!!" kata kak Della.
"Asyik...mau punya adik bayi lagi...biar rumah ini tambah ramai, bun!!" teriak Syifa dan si kembar Miko dan Miki.
"Sudah nanti sore begitu papah pulang, kita periksa ke dokter...gitu aja kok repot!!" kata Riko sambil memeluk istrinya.
"Terus mamah mau makan memakai masker begitu??" tanya Riko.
"Sumpah perut mamah mual mencium aroma sesuatu yang digoreng, pah!!" kata Sania.
"Kalau papah yang digoreng perut mamah mual ngga??" tanya Riko menggoda istrinya.
"Issh, kalau papah digoreng nanti mamah bakal kehilangan papah lagi, dong!!" kata Sania.
"Ya sudah...papah usahakan pulang cepat nanti sore, ntar papah buatkan janji dulu sama dokternya, tapi jika papah telat pulang, mamah minta antarkan ibu atau kak Della dulu ya!!" kata Riko.
Lalu tak lama dia pergi dijemput Johan asisten Riko.
"Kalau kamu suka sama kak Della langsung bilang aja, ngga usah pura-pura jual mahal begitu sok cool segala!!" sindir Riko pada asistennya itu.
"Saya minder bos!!" kata Johan.
"Nanti saya sapa duluan ntar dia nya kabur lagi...mana mau wanita secantik dia disapa sama laki-laki yang tampangnya seram kayak saya!!" sahut Johan.
"Memang kamu setan Jhon?? pakai acara wajah seram segala!!" kata Riko sambil tertawa melihat tingkah asistennya yang tampak malu-malu kucing seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
"Wihhh..tokcer juga bos...baru datang langsung bikin anak lagi!!" kata Johan mengalihkan pembicaraan dari membahas kak Della.
"Iya dong, kejar umur...istriku kan tidak muda lagi, kasihan nanti Raftar tidak punya teman...kakak-kakaknya sudah besar semua." Kata Riko.
"Kamu juga tuhhh...kejar umur, siapa tau kamu dan kak Della masih bisa dikaruniai seorang anak!! kalau kamu mau nanti aku comblangin...oke!!" kata Riko.
"Terserah bos ajalah..." akhirnya Johan menyerah juga.
Sambil menyetir Johan tampak senyum-senyum bahagia. Riko yang sedang mengecek pesan di gawai cerdasnya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum..!!"
*
*
****Bersambung...
Akhirnya kak Della ada yang naksir juga...😊😊
Jangan lupa dukungannya selalu ya readers🙏🙏
__ADS_1