Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 205 Kemenangan Dina


__ADS_3

"Kakak...kalau nanti menang, jangan lupa traktir Syifa dan Juned juga Miko dan Miki es krim ya!!" Syifa sudah mewanti-wanti kakaknya itu.


"Tenang adik-adikku sayang, kakak pasti ingat sama janji kok...kalian bantu doakan kakak aja ya biar berhasil dan pulang membawa kemenangan."


"Amiin!!!" jawab kami serempak.


Dina tampak tenang sambil memasang headset di telinganya mendengarkan lagu. Dia sama sekali tak terpengaruh dengan pertandingan di sana.


"Lihat rivalmu Angel, santuy sekali dia?" empat sekawan itu memandang sinis pada Dina.


Tanpa menghiraukan perkataan temannya, Angel menghampiri Dina.


Angel menarik headset dari telinga Dina dan mulai mengancamnya.


"Enak ya...malah santai di sini? kamu tidak tau siapa nanti lawanmu di final? aku!!" jawab Angel sambil membusungkan dadanya.


Dina membuka matanya perlahan dan melihat siapa yang berani menarik headset dari telinganya!!"


"Ooh kamu rupanya!!" jawab Dina.


Angel dan keempat orang temannya mengerenyitkan dahi mendengar perkataan Dina yang santuy.


"Kamu tidak takut padaku? aku menjadi juara karate tiga tahun berturut-turut semenjak kelas 10 sampai kelad 12 ini..." kata Angel dengan sombongnya.


"Terus kenapa? masalahnya dengan saya apa?" tanya Dina.


"Anak ingusan...sebaiknya kamu mengundurkan diri deh...nanti kamu terluka lalu mengadu pada orang tuamu." kata salah seorang dari mereka sambil tersenyum mengejek meremehkan Dina.


"Sudah mengalah sajalah, jangan membuat malu sekolahmu jika kamu sampai kalah." katanya lagi.


"Memangnya kalian mau mengeroyokku jika aku tidak mau menuruti kalian seperti perkataan kalian tempo hari saat mengejarku dan mau mencelakakan aku." ejek Dina.


Mereka berempat saling berpandangan dan bertanya, "bagaimana kamu bisa tau?" tanya Angel.


"Dasar bodoh, taulah aku mendengar sendiri percakapan kalian bahkan aku telah merekam.semua pembicaraan kalian yang ingin mencelakaiku." seringai Dina mengejek mereka.


Ketiga temannya tampak mulai bimbang dan ragu mendengar perkataan Dina. Tetapi tampaknya Angel tak berpengaruh.


"Mana bukti kalau kamu telah merekam semua pembicaraan kami?" katanya.


"Ini kedua kalinya kamu melakukan kebodohan, Angel...kamu pikir aku terlalu bodoh untuk membawa rekaman itu kemana-mana? aku telah memberikan pada seseorang yang bisa kupercaya untuk memutar rekaman itu di hadapan semua peserta dan para panitia agar mereka tau bagaimana caranya kalian bisa menang berturut-turut dalam tiga tahun ini."


"Berani kalian berbuat licik maka, kheeekkk..."

__ADS_1


Dina memalangkan tangan di lehernya dengan sorot mata mengandung ancaman.


"Tamat riwayat kalian sampai di sini, memalukan diri sendiri. keluarga, sekolah kalian...."


"Aku akan diam dan memaafkan kalian jika kalian bertanding secara sportif tetapi jika ketahuanku kalian mulai curang maka jangan salahkan aku jika rekaman itu akan tersebar keseluruh para peserta yang bertanding di sini."


Dina bangkit dan melenggang pergi, sebelumnya dia menoleh kepada Angel!!"


"Sampai bertemu di arena Angel Zaskia, ingat jangan main curang." lalu dia berbalik meninggalkan Angel dan kawan-kawannya yang nampak geram.


"Bagaimana ini?" kata salah seorang dari antara mereka.


"Kamu tenang saja, aku pasti bisa mengalahkannya...kamu tau siapa aku kan?" kata Angel penuh percaya diri.


"Kamu ngga tau Dina sih, gel!! mereka yang pernah bertanding melawannya dapat merasakan betapa kerasnya pukulan dan tendangan gadis itu." temannya berkomentar.


"Ah sudahlah...itukan baru rumor nelum tentu juga begitu yang sebenarnya, siapa tau berita itu hanya sengaja di besar-besarkan." ketiga temannya hanya mengangkat bahu mendengar bantahan Angel.


"Kamu dari mana saja? sudah hampir tiba giliranmu, Dina!!" Sania dan rombongannya sengaja duduk paling depan untuk memberi semangat pada Dina.


"Papah Riko mana bun? katanya mau ikut nonton?" kata Dina.


"Sebentar lagi sampai, katanya sudah di jalan!!" jawab Sania.


"Semangat ya kak...ingat janjinya buat belikan kami es krim!!" ucap Syifa.


Lalu terdengar peserta yang dipanggil, Andina Salzabila melawan Angel Zaskia.


"Ayo semangat nak, kamu pasti bisa...ingat semua yang sudah kakek ajarkan kepadamu!!" kakek Ubud dan yang lainnya tampak memberi semangat pada Dina.


Juma juga tampak duduk di barisan paling belakang dengan memakai hodie yang menutup kepalanya dengan kaca mata dan masker agar tak ada yang mengenali. Dia ingin melihat pujaan hatinya itu bertanding tanpa harus di ketahui.


Barisan ujung tampak Revan, Rian and the gang juga datang memberi semangat.


"Dina...Dina..." teriak Revan sangat bersemangat.


:Siapa sih bocah tengil itu? ribut banget!! ketus Riko yang barusan saja tiba.


"Kayak situnya ngga tengil aja!!" ujar Sania sambil menggeser duduknya agar Riko juga bisa duduk.


"Biar papah tengil tapi mamah cintakan?" Riko mengedipkan sebelah matanya lalu mencubit pipi istrinya itu sambil tersenyum.


"Wuidih...kak Dina banyak fans juga ya!!" ujar Juned dan Syifa.

__ADS_1


Dari bangkunya Juma nampak geram melihat kelakuan Revan, jujur dia sangat cemburu mendengar Revan dari tadi heboh meneriakan nama Dina.


"Pengennya kujejali mulut embernya dengan sepatuku ini!!" geram Juma.


"Bang, yang naksir Dina kan gue...kenapa jadi loe yang semangat??" Rian memandang abangnya penuh selidik.


"Emang ngga boleh?" tanya Revan berhenti sesaat lalu kemudian berteriak lagi.


"Heboh!!" kata Rian dengan kesal.


Dina dan Angel berpandangan. Wajah dan sikap Dina tampak tenang beda dengan Angel yang memandangnya dengan beringas.


Karena dipenuhi oleh nafsu ingin menang dengan cepat, Angel banyak melakukan pelanggaran.


Dia sering menyerang Dina dengan siku dan lututnya untung Dina dalam ketenangannya dia selalu waspada hingga datang suatu kesempatan saat Angel dalam posisi agak lengah, Dina menendang punggung Angel dengan keras yang menyebabkan Angel terseruduk kedepan. Sangking kerasnya tendangan itu membuat Angel sulit untuk bangun.


Karena poin yang diterima berdasarkan pukulan dan tendangan Dina lebih banyak maka Dina dinyatakan keluar sebagai juara satu. Seluruh guru dan para murid yang menyaksikan pertandingan mereka bersorak gembira atas kemenangan Dina yang mampu mematahkan kemenangan sekolah lawan yang sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara.


Saat Dina diberikan kesempatan untuk memberi kata sambutan dia berkata, "untuk bunda tercinta dan seluruh keluarga besar Dina yang banyak mendukung juga untuk kakek sekaligus guru Dina...terima kasih!!" Dina membungkukan badannya.


Dari bangkunya Jumà tersenyum bangga melihat gadis yang dicintainya berhasil menjadi juara pertama.


"Selamat Dina atas kemenanganmu, aku bangga padamu!!" gumamnya pelan.


Seluruh jajaran guru dan teman sekelas Dina yang ikut menyaksikan jalannya pertandingan memberi ucapan selamat pada Dina.


"Dina selamat ya sweety..." ucap Revan bersemangat!! membuat Rian jadi bertambah cemberut mendengarnya.


"Terima kasih ya Revan, atas sorakan semangatnya!!" kata Dina tersenyum.


Gadis bertubuh mungil itu tak henti-hentinya mengumbar senyuman. Saat keluarganya memeluknya satu persatu.


"Kak, jangan lupa janjinya ya??" ucap Juned.


"Siap bos...sepulang dari sini kita semua singgah ke kafe es krim." kata Dina.


"Hore...." Juned, Syifa dan si kembar berteriak kegirangan.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Selamat ya Dina, ketekunanmu dalam berlatih selama ini tidaklah sia-sia...😊😊


Jangan lupa mampir untuk memberi dukungannya ya guys😊😊🙏🙏


__ADS_2