Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 144 Kegalauan Anggita


__ADS_3

"Maksudmu kena penyakit itu, sakit diarekah? Tanya Sofwan tersenyum padahal dia mengerti aja arah pembicaraan temannya itu tapi dia sengaja mau menggoda Sandro si perjaka tua...si bujang lapuk!!!"


Kami sama-sama tertawa, menertawakan Sandro.


"Bro...jadi bagaimana hubunganmu dengan ibu Anggita? Apakah berjalan baik- baik saja?" Adit menatapku, mimik wajahnya sekarang nampak serius.


"Aku juga ngga tau dit, berapa lama lagi aku harus terjebak dalam hubungan seperti sekarang ini."


"Terkadang sebagai manusia biasa, aku tuh jenuh menjalani kehidupan rumah tangga yang seperti ini!"


"Aku laki-laki normal, aku juga butuh menyayangi dan disayangi...bukan selalu dicaci maki." Sofwan menunduk sambil memainkan sedotan dalam gelasnya.


"Apakah kalian tau yang kumaksud dengan berlian dan permata tadi?" Tanyaku.


Spontan Sandro dan Adit menggeleng bersamaan.


"Dulu sebelum hidup bersama dengan Anggita, aku pernah menikah."


"Aku mempunyai tiga orang anak dari pernikahanku yang terdahulu."


"Terus kenapa kalian berpisah? Apakah kamu atau istrimu yang selingkuh?" Tanya Adit.


"Naudzubillah min dzalik...aku dan istriku bukan tipe orang seperti itu Adit!!"


"Kami berdua saling mencintai, walau kami sering hidup dalam kekurangan tapi kami bahagia."


"Hingga musibah itu terjadi dalam kehidupan rumah tangga kami."


"Entah apa yang menjadi awal mulanya, aku mengalami gangguan kejiwaan dan amnesia hingga aku dan istriku berpisah karena keadaan."


"Kebetulan saudara-saudaraku tak ada yang menyetujui pernikahan kami, hingga saat aku amnesia kesempatan itu dimanfaatkan oleh mereka untuk menceraikan Sania."


Oh namanya Sania?" Kata Adit. Dan Sofwanpun hanya mengangguk.


"Lalu Anggita masuk dalam kehidupanku sebagai seorang suster yang merawatku."


"Hingga akhirnya kakak-kakakku menjodohkan kami berdua, dan menikahkan aku dengan Anggita."


"Dan mantan istriku pun sudah menikah dengan adik kelasnya sewaktu di SMA dulu."


"Kalian tau kenapa aku dan pak Irawan pergi ke Balikpapan?" Sandro dan Adit menggeleng lagi.

__ADS_1


"Suami Sania itu termasuk salah satu orang yang mempunyai kedudukan tinggi di perusahaan ayah mertuaku."


"Kabar yang kudengar dia mengidap penyakit kanker otak dan akhirnya dia meninggal."


"Itulah sebabnya aku dan ayah mertuaku melayat kesana mengingat betapa besar jasanya bagi kemajuan perusahaan."


"Miris bukan kehidupan mantan istriku? Setelah berpisah denganku, dia menikah lagi dengan almarhum Miko lalu kemudian dia dikhianati oleh suaminya dengan menikah lagi di Singapura dan membawa pulang istri keduanya dan tinggal serumah dengannya."


"Walaupun pernikahan itu karena terpaksa akhirnya dia pergi meninggalkan rumah bersama anak-anakku dan dalam keadaan mengandung anak Miko."


"Tapi mungkin Allah berkehendak mereka bersatu lagi, hingga akhirnya Miko dengan gigih memperjuangkan pèrnikahannya dan a0khirnya Sania luluh juga lalu mereka kembali bersama."


"Dan entah mengapa setelah mempersatukan mereka lalu Allah memisahkan mereka lagi untuk selamanya."


"Waktu aku ke Balikpapan dan punya niat baik untuk menjalin silaturahmi kembali, tapi mantan istriku malah tak mau menemuiku sama sekali."


Aditya dan Sandro terdiam mendengar kisah hidup Sofwan.


"Sungguh miris jalan percintaan kalian berdua, bro...bersabarlah, semoga kalian akan menemukan kebahagiaan kalian masing-masing." Adit menepuk pundak Sofwan.


"Tapi kebahagiaanku adalah Sania dan anak-anakku, sob!!" Ucapku pelan nyaris tak terdengar.


"Yah kamu berdoa saja, jika kalian masih berjodoh...entah bagaimanapun caranya pasti kalian akan bersatu lagi, tapi jika memang tidak jodoh...doakan saja agar mantan istrimu menemukan kebahagiaannya."


"Aku memang tidak ikhlas lahir dan batin, jika dia menikah dengan orang lain...mungkin aku egois tapi aku masih terlalu mencintainya!!"


"Karena perceraian kami dan pernikahan keduaku semata-mata bukanlah kehendakku." Sofwan menutup wajahnya dalam kesedihannya.


Kedua temannya hanya bisa terdiam dan sama sekali tak menyangka, di balik kesuksesan seorang Sofwan Prayoga...terselip kisah hidup yang amat memilukan.


Tanpa mereka bertiga sadari seseorang mendengarkan percakapan mereka sejak masuk ke kantin tadi.


Dia adalah Anggita. Dia sudah menggunakan kaki palsu dan tak perlu lagi menggunakan kursi rodanya kemana-mana.


Awalnya dia ingin sekedar minum kopi di kantin perusahaan karena sudah lama semenjak dia terpuruk di kursi roda, dia tak lagi menjejakan kaki di perusahaan ayahnya itu.


Sebenarnya dia ingin membuat kejutan untuk Sofwan karena dia sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda lagi, sekalian dia mau meminta maaf atas salahnya selama ini pada suaminya.


Tapi dia malah mendapatkan kejutan berupa pengakuan suaminya


Hati Anggita sakit sekali. Tapi dia juga menyadari bahwa sebenarnya dia jugalah yang salah dalam hal ini.

__ADS_1


Pertama dia menikah dengan Sofwan di saat laki-laki itu tak sadar dengan keadaan dirinya.


Dia tahu semenjak Sofwan masih kehilangan ingatannya pun dia tetap memuja satu nama di hatinya walaupun dia tak ingat siapa wanita itu.


Tapi dia nekat mau menikah dengan Sofwan tanpa dia memikirkan akibatnya jika lelaki itu sudah sembuh dari amnesianya, pasti dia akan tetap mencari pujaan hatinya tersebut.


Yang kedua adalah di saat suaminya sudah belajar menerima dia dan berusaha untuk mencintai dia, terutama pasca kecelakaan itu, malah dia yang menjauhi Sofwan dan bersifat memusuhinya bahkan Aisyah pun terkena imbas dari perbuatannya.


Mau salah ataupun benar dia tetap mencaci maki suaminya itu tanpa mempedulikan perasaannya.


Padahal dia tau bahwa Sofwan dan Aisyah sama sekali tak salah dalam kecelakaan yang mengakibatkan dirinya cacat.


Wajar sekarang Sofwan mulai merasa tak nyaman pada hubungan ini.


Dia tetap berada di kantin itu walaupun ketiga orang tadi sudah keluar dan berlalu dari sana.


Dengan tertatih-tatih Anggita bangkit dari duduknya dan menuju ke kasir untuk membayar minumannya.


Dia sengaja memakai masker dan menutupi kepalanya dengan topi lebar. Dia tidak mau kalau orang-orang di perusahaan ayahnya akan mengenalinya.


Dia pulang menggunakan taxi online. Pasca kecelakaan maut yang mengakibatkan dia harus rela mengamputasi kedua kakinya itu, dia tak berani lagi menyetir sendiri...dia benar-benat trauma.


Di ruang tamu dia melihat Aisyah putrinya sedang bermain dengan eyang kakungnya.


Awalnya dia ingin menyapa Aisyah. Tapi ternyata Aisyah telah lebih dulu lari masuk ke kamar karena takut dibentak lagi oleh mamanya itu.


Bertambahlah sakit hati Anggita, tapi ini semua karena dialah yang awalnya menciptakan jarak di antara mereka.


"Kamu sudah pulang Anggit? Bagaimana jalan-jalanmu hari ini? Apa kamu tadi bertemu dengan Sofwan di kantor?" Cecar pak Irawan pada putrinya itu.


"Tidak ketemu, yah!!" Jawab Anggita Dusta.


"Yah...mengapa Aisyah lari melihat mamanya sendiri? tanya Anggita.


"Mungkin dia masih trauma karena sering kamu marahi..." Jawab pak Irawan apa adanya.


*


*


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak ya guys...like, komen, vote, favorit dan rate nya...terima kasih🙏🙏☺☺


__ADS_2