Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 208 Kecelakaan Maut


__ADS_3

Gerbang terbuka kembali. Beberapa mobil meluncur mengejar Riko yang melaju dengan motornya.


"Ayah...apakah tindakan kita ini tidak keterlaluan dan tidak membahayakan putra kita?" tanya Intan dengan berurai air mata.


"Sebaiknya ibu diam saja dan masuk ke dalam." Sentak pak Baskoro pada istrinya.


Intan Anggraini dengan mata masih sembab lalu beranjak masuk kekamarnya.


Sementara kejar mengejar antara Riko dengan orang-orang dari ayahnya masih terus berlangsung.


Medan yang lumayan sulit dan penerangan yang minim ditambah lagi Riko sudah agak lupa jalan yang telah banyak mengalami perubahan semenjak dia pergi bertahun-tahun yang lalu menyebabkan berkali-kali dia hampir tergelincir dengan sepeda motornya.


Di sebuah tikungan jalan yang lumayan curam dari arah depan meluncur sebuah mini bus berkecepatan tinggi. Motor yang dikendarai Riko terserempet oleh mini bus tadi hingga menyebabkan keduanya oleng dan meluncur masuk ke jurang di sampingnya tanpa bisa dicegah lagi.


Para pengejar Riko sontak berhenti dan berusaha menolong Riko dan pengendara mini bus lainnya.


Tetapi karena terguling dari tempat ketinggian menyebabkan semua penumpang tak ada yang selamat. Tak lama berselang ledakan keras terjadi. Mobil dan motor beserta para orang yang telah jatuh tak ada yang bisa diselamatkan lagi.


Pak Baskoro terduduk di sofa mendengar berita itu dari anak buahnya sementara sang istri yang mendengar putra kesayangannya tewas dalam kecelakaan dan motornya meledak bersama jasadnya di dalam jurang, sudah pingsan sejak tadi.


Polisi yang tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban. Tak ada satupun korban yang masih bisa dikenali karena kondisi mereka semua hangus terbakar.


*


*


Krompyang....


Gelas di tangan Sania tiba-tiba pecah walaupun gelas itu tak jatuh sama sekali.


"Ada apa Nia?" kak Della lari mendekati adiknya yang tangannya telah berdarah terkena hancuran gelas yang tiba-tiba pecah dan remuk.


Sania yang sudah tiga hari ini kondisi tubuhnya drop kembali menggeleng lemah.

__ADS_1


"Tidak tau kak, tadi Nia mau ambil minum tiba-tiba gelas yang Nia pegang hancur dan pecah." katanya.


Kak Della mengambilkan kotak p3k dan mengobati tangan adiknya yang terluka.


"Kak sudah tiga hari senenjak kepergiannya, suamiku tak ada menelpon dan juga tak bisa dihubungi selalu berada di luar jangkauan."


"Perasaan Sania semenjak Riko pergi selalu tak enak, kak!! Sania selalu bermimpi didatangi Riko yang mengatakan agar Sania menjaga diri dan anak di kandungan Sania baik-baik...karena mungkin dia akan pergi dalam jangka waktu yang sangat lama...pesannya yang selalu Nia ingat adalah, "cintaku padamu tak akan pernah ikut mati terkubur bersama jasadku, walaupun aku mati tetapi cintaku tetap hidup di sini." Lalu dia mengelus perut Sania dan menciuminya dengan tatapan sedih.


"Itu cuma mimpi dek, bunga tidur belaka...berpikir yang positif saja, mungkin sekarang Riko sedang di rumah sakit menjaga ayahnya di ruang ICU.


Sania bangun dari duduknya dengan sedikit meringis menahan rasa perih akibat luka remahan kaca gelas tadi.


Penyakitnya yang sudah sekian lama tak pernah kambuh, semenjak Riko pergi kambuh kembali bahkan darah yang mengucur dari hidungnya semakin sering, mungkin karena pikirannya juga yang tak tenang maka berpengaruh pada kondisi fisiknya.


Kak Della yang siang itu sedang menonton berita di televisi secara tak sengaja menyaksikan sebuah berita kecelakaan.


Delapan orang penumpang mini bus dan seorang pengendara motor tewas terbakar karena kendaraan yang mereka tumpangi masuk ke dalam jurang.


Nama-nama mereka telah disebutkan dan urutan kesembilan yang membuat kak Della jadi lemas tak bertenaga adalah nama korban dari Indonesia tadi, "RIKO ANANDA BASKORO." Putra dari pengusaha sukses dari Indonesia Rahmat Baskoro dan Intan Anggraini.


Tangan kak Della gemetar ditambah lagi dia mendengar suara sesuatu yang ambruk di belakangnya.


Kak Della menoleh ke belakang dan sangat terkejut, rupanya Sania juga sedang menyaksikan berita tadi dan langsung jatuh pingsan mendengar suaminya jadi salah satu korban kecelakaan naas itu.


"Sania...Sania..." kak Della sangat panik lalu dengan cepat berlari keluar untuk mencari pertolongan.


Bluk...


Saat pintu tiba-tiba dia buka dari dalam, saat itu pulalah satu sosok tubuh ambruk karena dorongan pintu yang terbuka tadi.


"Aduh...cepat bangun Sultan, jangan kamu enak-enakan tiduran di lantai gitu." teriak kak Della panik.


"Aduh siapa yang tiduran kak?? Sultan lho mau bawakan masakan titipan kak Tini tiba-tiba aja kak Della membuka pintu dadakan belum sempat Sultan mengucap salam...untung rantang jengkolnya ngga ikut tumpah." Sultan lalu berdiri dibantu kak Della.

__ADS_1


"Ada apa? kenapa kak Della terlihat panik begitu?" tanya Sultan.


"Oh iya...Sania, Sultan!! Sania pingsan di ruang tengah."


Dengan cepat Sultan berlari ke dalam dan melihat Sania sudah tergeletak tak sadarkan diri.


"Kak, mana kunci mobil Riko...kita bawa dia segera ke rumah sakit, Sultan cek keadaan Nia sedang tidak baik-baik saja, takut ada apa-apa dengan janin yang dikandungnya.


Sultan lari ke garasi dan mengeluarkan mobik Riko, sambil menunggu mesin mobilnya panas, dia lari ke dalam lagi untuk membopong Sania masuk ke mobil.


"Kunci saja pintunya kak, sekalian titip si kembar di rumah kak Tini!!" kata Sultan.


Tak ada percakapan di sepanjang perjalanan. Sultan fokus menyetir mobil agar segera tiba di rumah sakit, sementara kak Della memangku kepala Sania.


Setelah memastikan Sania mendapatkan perawatan, sambil menunggu Sultan bertanya kenapa Sania bisa pingsan lagi, mungkin penyakit Sania sudah kecil kemungkinan untuk di sembuhkan tetapi jika hati dan pikirannya selalu tenang dan senang serta tidak stress mungkin bisa memperlambat perkembangan sel kankernya untuk menyebar.


"Kak sebenarnya apa yang sudah terjadi? setau aku semenjak menikah dengan Riko, Sania tak pernah pingsan lagi?" tanya Sultan menyelidik.


"Sania stres karena sudah 3 hari dari keberangkatannya hingga kini, Riko tak menghubungi dan juga tak bisa dihubungi mereka berdua seperti lost kontak.


"Lalu tiba-tiba tadi ada sebuah berita di televisi tentang kecelakaan maut dan menyebutkan salah satunya dari Indonesia dan menyebutkan nama lengkap Riko."


"Kak Della pikir Sania tidak ikut menyaksikan berita itu karena saat kak Della menonton Sania sedang menidurkan si kembar di kamarnya, kok tiba-tiba dia sudah jatuh pingsan di belakang kak Della."


*


*


***Bersambung...


Motor yang membawa Riko terjun bebas ke jurang dan terbakar begitupun dengan mini bus yang keseluruhan penumpangnya tewas terbakar.


Jangan lupa mampir, baca , like, komen, vote, favorit dan ratenya!! Terima kasih💗💗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2