Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 200 Tak Bisa Kutahan


__ADS_3

"Mamah itu beruntung punya anak-anak seperti mereka yang sayang sama mamah!!" ucap Riko lagi.


"Iya pah, mereka selalu ada untuk mamah di saat suka dan duka, di saat senang dan.susah!!" kataku sambil tersenyum memandang anak-anakku satu persatu.


"Papah senang tinggal di sini, suasana yang tenang jauh dari kebisingan..." kata Riko.


"Kalau papah tinggal di sini berarti jauh dong kalau mesti bolak balik ke kantor?" kataku.


"Ngga masalah...biar di ujung duniapun papah jalani saja..!" katanya tersenyum.


"Gombalan receh!!" aku mengacak rambutnya gemas.


"Mah, jangan suka mengacak rambut papah lagi dong?? papah kan bukan Riko kecil yang dulu lagi??" katanya cemberut.


"Eh iya, mamah lupa..." aku cengengesan saja.


"Om, bantuin Syifa buat PR dong..." Syifa datang sambil menyodorkan buku pelajarannya.


Obrolan kami terhenti. Dengan telaten Riko mengajari Syifa sampai bisa.


*


*


"Hihhh kesel...kesel....Riko sekarang sudah jarang pulang ke rumah...aku kan bosan!!"


"Mana nanti setelah bayi dalam kandunganku ini lahir aku harus tes DNA lagi!!! haduh...ya jelas bukan anak Riko lah, aku aja lupa siapa ayahnya!!" Alena menggigit jemari tangannya sambil berpikir.


"Enak banget ya jadi Sania, sudah tuir eh ditaksir berondong tajir, lha aku? bapaknya bayi ini aja aku ngga tau siapa!! Delon...Roni...Aris...haduh siapa ya di antara ketiga orang itu??"


"Jalan satu-satunya aku harus menguras uangnya Riko aja nih...jadi pas tes DNA terbukti ini bukan bayinya dan aku harus angkat kaki dari sini maka aku tak akan kekurangan uang lagi!!"


"Tiga cecurut itu juga, enak saja sehabis menanam benih mau lepas tangan begitu aja, aku harus menguras uang mereka...aku juga tak mau sama salah satu dari mereka, ketiganya play boy cap drum oli semua!!"


"Setelah aku menguras uang mereka maka aku akan membawa bayiku jauh-jauh...aku mau memulai hidup yang baru!!"


Tiba-tiba Alena terisak sedih, mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya...


"Ayah, Alen rindu ayah...Alen rindu bang Miko, Alen pengen pulang ke Singapura...tapi tidak ada siapa-siapa lagi yang akan Alen temui di sana!!"

__ADS_1


"Ayah sudah meninggal di sana, dan bang Miko sudah meninggal di sini!! Alen benar-benar sendirian, yah!!"


Alena duduk di tepi pembaringan memandang photo dia diapit oleh ayah dan Miko sewaktu mereka belum dinikahkan dulu.


"Ayah dan bang Miko apa kabar di sana? apa kalian saling bertemu di sana? apakah kalian tidak tau jika aku sangat merindukan kalian berdua?" kembali Alena menangis terisak.


"Jauh-jauh Alena ikut bang Miko dari Singapura ke Indonesia, sampai di sini Alena tertinggal sendirian dan kesepian tak punya arah dan tujuan."


Karena terlalu lelah menangis akhirnya Alena tertidur dalam lelahnya.


*


*


"Kamu kenapa Juma? kok uring-uringan gitu? ayah sama anak sama aja, bawaannya sensitif melulu!!" Jonathan yang sedang duduk di teras menikmati secangkir kopi dan pisang goreng menyapa Juma yang baru pulang dari sekolah dengan wajah cemberut.


"Juma ngga kesel kek, cuma lelah!!" jawab Juma lalu duduk di kursi di samping kakeknya.


"Den Juma mau minum juga?" tawar bibi yang kebetulan lewat menuju ke dapur.


"Ngga usah bi, biar nanti Juma ambil sendiri saja!!"


Sementara dua adiknya kasar dan suka sekali memerintah. Juma seperti pembantu dulu di rumahnya sendiri. Baru semenjak tinggal bersama ayah kandung dan kakeknya lah Juma merasa lebih di hargai.


"Kenapa kamu?" tanya Jonathan kakeknya.


"Kek, kenapa sih harus ibu yang jadi istrinya ayah? sehingga Dina begitu membenciku? menganggap ibu telah merebut kebahagiaan bundanya? dan Juma lah yang menjadi sasarannya, kek!!"


"Juma ingin dekat dengan dia, tapi dia melihat dan menganggap Juma sebagai musuh yang harus dibinasakan."


"Jiwanya memang agak terguncang, Juma!! ayahmu dan bundanya memang akan menikah...ayahmu sangat mencintai bunda Sania, mereka hanya tinggal menentukan tanggal pernikahan ketika tiba-tiba semuanya berubah."


"Juma sedih kek, karena Juma jadi korbannya juga...Juma suka sama Dina sejak pertama waktu itu Juma melihatnya tetapi dia begitu membenci Juma."


"Sabar ya Juma, jika kalian berjodoh sebagaimanapun bencinya Dina padamu, semoga suatu hari nanti hatinya akan luluh juga."


"Sudah...kamu tersenyum jangan cemberut terus jangan buat kakek tambah pusing, sudah menghadapi ayahmu yang uring-uringan terus...sekarang menghadapi kamu lagi yang cemberut terus!!" Jonathan berkata sambil menyodorkan piring pisang goreng pada cucunya itu.


"Iya kek, maafin Juma ya!!" Juma akhirnya tersenyum kembali walaupun terpaksa karena dia tidak mau membuat kakeknya pusing dan sedih karena dia.

__ADS_1


*


*


"Mas dengar beberapa hari lalu kamu bertemu dengan Sofwan di kafe, betul itu Sultan?" Sultan yang sedang mengoreksi hasil ujian murid-muridnya berhenti dan memandang pada kakak laki-lakinya itu.


"Iya mas, mas tau dari mana? Sultan sepertinya tidak pernah nenceritakan kepada siapapun tentang pertemuan itu?" jawab Sultan.


"Anak-anak di kafe yang cerita karena kamu menggunakan private room untuk bertemu dengannya pasti ada rahasia yang kalian sembunyikan."


"Pertemuan biasa saja kok mas!!" jawab Sultan lagi.


"Hati-hati Sultan, mas hanya memperingatkanmu agar jangan terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga orang lain."


"Iya mas, Sultan hanya sekedar memberi saran dan solusinya aja kok!!"


"Sultan juga ngga berani terlalu jauh masuk kedalam kehidupan orang lain, mas tenang aja!!"


Lalu tak lama dilihatnya Sultan termenung.


"Kamu sebenarnya ada masalah apa? coba kamu ceritakan sama mas thoh, leh...leh!! mas ini sudah seperti orang tuamu sendiri...sejak ibu sama bapak meninggal, maka tanggung jawab menjagamu ada di pundak mas...jadi kamu jangan sungkan untuk bercerita jika kamu punya masalah yang mengganjal perasaanmu."


"Sania mas!!" jawab Sultan singkat.


"Ada apa lagi sama janda cantik itu Sultan?" tanya sang kakak.


"Sultan hanya kasihan melihat nasibnya dan anak-anaknya ditambah lagi penyakit yang tengah dia derita!!" jawab Sultan.


"Sofwan itu memang sungguh keterlaluan, dulu dia meninggalkan istri dan anak-anaknya dalam kondisi kurang waras dan amnesia lalu dia menceraikan Sania dan menikah dengan Anggita!!"


"Sekarang dia berjanji pada Sania dan anak-anak sekembalinya dari Jakarta, dia akan menikah lagi dengan Sania dan akan memperbaiki hubungan mereka yang bertahun-tahun telah hancur, tetapi nyatanya...???"


*


*


***Bersambung...


Alhamdulillah...sudah memasuki episode 200 aja...8 bulan berkarya di novel toon sehingga bisa mencapai level author Silver..ini semua tak luput dari dukungan teman-teman author juga pembaca semua yang masih mau mendukung author receh ini!! sekali lagi terima kasih banyak ya teman-teman semua🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2