Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 220 Sembuh


__ADS_3

"Kamu sendiri kok juga ikutan belum makan, dek??" tanyanya.


"Aku nunggu mas Sofwan, ngga enak kalau makan duluan!!"


Spontan jawaban Sania membuat Sofwan merasa nelangsa. Karena sejak mereka masih bersama, Sania selalu menunggu dia untuk makan, tak pernah dia mendahului Sofwan untuk makan.


"Makanlah saja duluan dek, kita kan bukan sepasang suami istri lagi seperti dulu, jangan memaksakan diri, jika perutmu sudah lapar maka makanlah!!"


Saat mengucapkan kalimat itu hati Sofwan teramat sakit. Apalagi saat dilihatnya Sania nampak termangu mendengar hal itu.


"Maafkan aku dek!!" bisik Sofwan dalam hati.


"Aku hanya tak mau membangun harapan palsu untukmu dan untukku."


"Iya mas!!" hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Sania lalu keduanya saling diam dalam kebisuan.


*


*


Malam ini sambil merebahkan tubuhku, kembali aku mengambil buku harian Sultan untuk kubaca.


Selasa 5 januari 2021


Seperti yang aku takutkan, rasa sesak dan sakit di dadaku ini semakin menjadi-jadi.


Aku harus menginap di rumah sakit untuk beberapa hari.


Tetapi lagi-lagi aku bersyukur Sania datang menjengukku. Dia membawakanku buah dan menyuapiku layaknya seorang istri pada suaminya.


Sakitku ini mendatangkan hikmah dan juga berkah😊😊


Rabu 3 februari 2021


Ya Allah...sakit rasa hatiku😭😭 akhirnya Sania menikah juga dengan Riko.


Aku sakit, aku kecewa tapi aku tidak bisa apa-apa.


Ini memang salahku karena tak pernah mau jujur mengakui tentang perasaanku sehingga aku harus berkali-kali menelan kepahitan melihat wanita yang kucintai harus menikah dengan laki-laki lain dan aku sebagai saksi pernikahan mereka.


Aku mencoba bertahan padahal saat itu kondisi dadaku begitu sakitnya.


Aku tak mau pingsan di saat acara penting seperti ini.


Berulangkali aku berzikir untuk mengurangi rasa sakitnya hingga acara bisa selesai.


Aku berhenti sejenak sambil menyeka air mataku yang sudah tak kuasa untuk kubendung.


"Maafkan aku Sultan yang tak pernah peka pada perasaanmu, tapi tidak semua kesalahan bisa ditimpakan kepadaku karena kamu selalu diam dan menutupi perasaanmu itu.


Lalu aku melanjutkan kembali membaca buku yang menuju lembar-lembar sebelum Sultan pergi untuk selamanya.


Sabtu 24 juli 2021


Nasibmu miris amat Sania😭😭 saat kandunganmu sudah menginjak 4 bulan Riko balik ke Kuala Lumpur menjenguk orang tuanya.


Kenapa perasaanku jadi ngga enak yà?? apalagi mereka berdua menikah tanpa restu dari kedua orang tua Riko.


Semoga tak akan terjadi apapun lagi dengan pernikahan Nia kali ini.


Kamis 29 juli 2021


Aku tak mengerti akan kehidupan ini. Mengapa orang baik selalu ditimpakan musibah ya??"


"Sabar ya Saniaku😥😥 jangan percaya pada sesuatu sebelum melihat buktinya.


Semoga yang dikabarkan di televisi itu tidak benar tentang meninggalnya Riko.


Yakinlah bahwa Riko masih hidup di suatu tempat yang jauh di sana.


Aku akan selalu menjagamu, Sania...itulah janjiku dulu.


Jangan sedih Sania, ingat kamu bukan hanya menjaga nyawa yang ada di rahimmu tetapi juga nyawa-nyawa anakmu yang lain.


Teruslah untuk tetap kuat dan tabah ya!!"

__ADS_1


Senin 27 Desember 2021


Alhamdulillah....😊😊 akhirnya si kecil tak sabar untuk keluar dan melihat dunia.


Walaupun awalnya Sania tak mau di operasi cesar tetapi berkat bujukan kak Della dan aku, akhirnya Sania luluh juga...itu semata-mata kami lakukan agar nyawa keduanya tertolong.


Akhirnya....dan aku juga sangat senang bisa mengazani bayi mungil itu seperti dulu aku mengazani si kembar.


Terima kasih juga ya Sania, mau memakai nama Raftar pada putramu.


Aku merasa seperti istriku sendiri yang melahirkan anakku.


Jumat 4 februari 2022


Sakit ya Allah😭😭 aku merasakan dadaku sedemikian sakitnya.


Jika Engkau memang menginginkan nyawaku...maka ambillah tapi jangan siksa aku seperti ini...


Sampai bertahan berapa lama lagikah usiaku ini??


Sania...jika waktuku hanya sampai di sini, kuingin kamu tau bahwa cintaku tak akan pernah mati bersama tubuhku.


Selama ini aku tak pernah mengatakan apapun tentang perasaanku padamu karena aku tak mau jika suatu hari nanti aku pergi, kamu akan berduka dengan kepergianku


Aku...


Sampai di situ kulihat tulisan tangan Sultan terputus.


Aku tau itu adalah detik-detik menjelang kepergiannya.


Dia memendam rasa sakit sendiri. Tidur bertemankan kesakitannya sendiri. Kami semua bahkan tak ada yang tau bagaimana saat dia menghadapi sakaratul mautnya.


Oh Sultan...maafkan aku sebanyak-banyaknya....


Sania menangis lagi sambil memeluk diary itu. Lalu matanya beralih kepada Raftar yang tengah tertidur pulas.


Nama pemberian Sultan yang kuberikan pada anakku agar aku selalu bisa mengenang dirinya.


"Aku juga menyayangimu, Sultan...sebagai teman, sebagai sahabat dekat bahkan lebih!!"


*


*


"Ayo bu...ibu harus makan yang banyak ya!! biar ibu cepat sembuh!!"


Sudah 4 bulan Riko menemani ibunya untuk menuju kesembuhannya.


Riko dengan telaten menyuapi, mengajak ibunya ngobrol untuk membangkitkan ingatannya kembali.


"Riko...!!


Riko yang sedang bersimpuh di kaki ibunya terperanjat mendengar suara yang begitu lembut yang sangat dirindukannya selama ini.


"Ibu!!"


Riko mendongakan wajahnya menatap wajah wanita paruh baya yang cantik itu.


Ibu Intan tersenyum memandang putranya. Lelehan air mata tak kuasa dia bendung melihat putra kesayangannya ternyata masih hidup.


"Kamu Riko anakku kan?? kamu belum meninggal kan?" tanya ibu Intan lirih.


"Apa ibu sudah mengingatku? aku Riko bu...aku masih hidup dan ada di depan ibu.


Bu Intan akhirnya pelan-pelan dapat merangkai semua kejadian sebelum dia kehilangan Riko dulu.


Bu Intan memeluk putranya sambil menangis.


"Ibu pikir tidak bisa melihatmu lagi Riko...ibu pikir kamu sudah terbakar bersama motor yang kamu kendarai...ibu benar-benar shock luar biasa mendengar kabar itu."


"Maafkan ayah dan ibu ya...kami tak akan melarangmu lagi untuk menikah dengan siapapun."


"Terima kasih ya bu...jadi Riko bisa pulang dengan tenang ke Indonesia menemui keluarga Riko."


Ibu Intan mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana dengan ayah, bu...karena yang Riko tau bahwa ayahlah yang paling menentang pernikahan Riko.


"Insya Allah semoga ayahmu sudah insyaf, nak!!" kata ibu Intan.


Girang bukan main hati Riko mendengar perkataan tulus ibunya. Terbayang olehnya pertemuan dengan keluarga yang sangat dia rindukan.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum Salam..."


Serentak Riko dan ibu Intan membalas ucapan salam itu dan menoleh ke arah pintu.


"Afifah..."


Riko dan ibu Intan bicara bersamaan.


Tak jauh di belakang gadis cantik yang dipanggil Afifah itu, pak Baskoro dan pak cik Gunawan ayah Afifah muncul.


"Ibu...Afifah senang ibu sudah ingat semuanya lagi!!" Dia memeluk bu Intan dan mencium pipinya.


Riko tertegun. Afifah inilah gadis yang akan dijodohkan oleh ayahnya pada dirinya.


Riko dan Afifah berteman sejak remaja dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas kemudian di kelas 11 Riko dan orang tuanya pindah ke Kuala Lumpur sementara Afifah dan keluarganya tetap di Jakarta.


Sampai akhirnya Riko menjadi seorang pengacara dan memilih kembali pulang ke Balikpapan, ternyata Afifah dan keluarganya juga ikut ayahnya pindah tugas ke Kuala Lumpur.


Karena ayah mereka berteman, tentu mereka ingin melanjutkan hubungan mereka ini dengan menjodohkan putra dan putri mereka.


Hanya keinginan pak Baskoro sementara bu Intan tak ingin terlalu memaksakan keinginan dia dan suaminya kepada Riko.


Riko bingung harus bagaimana menghadapi.sahabatnya semasa sekolah itu.


"Riko, apa kabar?" aku hampir gila saat mendengar kamu kecelakaan dan meninggal!!"


Tanpa permisi Afifah memeluk Riko erat-erat.


"Afifah...Afifah...maaf...lepaskan pelukanmu...kita bukan muhrim!! kata Riko sambil melepaskan pelukan Afifah.


"Riko...kamu kenapa sih?? dulu aja kamu sering tiba-tiba memelukku...tiba-tiba mencuri ciuman di pipiku...kok sekarang berubah sih??" kata Afifah sambil cemberut.


"Afifah...itu dulu...sekarang Riko sudah berubah apalagi sekarang dia sudah menikah dan sudah mempunyai seorang anak!!" kata ibu Intan sementara Riko masih diam dulu.


"Apa?? Riko sudah menikah??" pakcik Gunawan dan Afifah sama terkejutnya lalu mereka melirik kearah jari manis Riko yang memakai cincin pernikahannya.


"Iya...Riko menikah dengan wanita yang lebih pantas menjadi tantenya!!" kata pak Baskoro dengan kesal.


"Ayah...."


Ibu Intan langsung menatap suaminya dengan gusar.


"Mungkin kamu kena pelet ya!! makanya kamu bisa menikah dengan wanita yang berkali lipat usianya lebih tua darimu!!" kata Afifah sambil tertawa sambil mencoba untuk mencairkan suasana.


Padahal hatinya sudah terasa sesak semenjak melihat cincin kawin yang melingkar di jari manis sahabat yang dia cintai sejak dulu itu.


"Istriku tak mungkin memeletku, yang ada malah aku yang menunggunya dan mengejar-ngejarnya selama ini!!" kata Riko agak kesal mendengar perkataan Afifah yang terkesan menghina Sania.


Suami mana yang terima jika istrinya di jelek-jelekan oleh orang lain begitupun Riko. Tetapi dia masih berusaha meredam kemarahannya.


"Ayah...bukankah ayah sudah berjanji kepada ibu?" kata ibu Intan menatap suaminya.


Pak Baskoro hanya bisa mendengus kesal sambil membuang pandangannya ke arah lain.


"Riko, kamu sudah ngga suka lagi sama aku ya!!" kata Afifah masih berusaha menggoda Riko.


"Lho dari dulu kan kita memang cuma bersahabat saja, Afifah?" jawab Riko.


"Sedangkan dengan istriku ini, aku sudah mengenalnya sejak lama sekali!!" jawab Riko lagi.


*


*


***Bersambung...


Sepertinya pak Baskoro mau ingkar sama janjinya sendiri untuk tidak berusaha mencampuri urusan putranya lagi.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya guys...mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan ratenya🙏🙏😊😊


__ADS_2