Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 187 Benci Bukan Berarti Dendam


__ADS_3

Hhffftttt


Huahahaha🤣🤣🤣


Akhirnya terlepas juga tawa Della yang sejak tadi ditahannya..."benar-benar bucin, katanya."


📱"Dasar bucin aneh..."


Sania sudah uring-uringan antara malu karena ditertawakan oleh kakaknya, agak jengkel juga melihat kelakuan Riko yang lebay.


📱"Kok bucin sih? Papah rasa wajar aja kok! bukannya pasangan suami istri memang harus begitu ya, agar rasa cinta tetap terjaga selamanya!!"


"Tante, micin itu apa?" tanya Syifa berbisik pada Della.


Huahahaha....


"Kok micin sih Syifa? bucin bukan micin!! Tau dah tante juga bingung gimana jelasinnya!! sebaiknya kita dengerin aja lagi obrolan bundamu dan pasangan micin eh bucinnya, seraya nonton drama korea!!" Della kembali mengulum senyum.


📱"Papah hari ini ngga ngantor? kok dari tadi teleponan aja?"


📱"Iya sebentar lagi, ini mau siap-siap...habis masih kangen sih!! besok kita nikah aja yuk!! tapi nanti dulu lah, papah ngga mau membawa mamah kerumah yang sekarang, papah berencana mau beli rumah baru buat kita dan anak-anak!!"


"Ih...dasar orang ngga jelas, tanya sendiri lalu jawab sendiri!!" Sania menggerutu pelan.


📱"Mamah bilang apa? bilang papah i love you?"


Della mengedipkan mata padaku memberi isyarat untuk mengiyakan saja agar telepon bisa segera ditutup.


📱"Iya, mamah bilang i love you papah...ya sudah kalau mau berangkat kerja hati-hati ya di jalan."


📱"Oke mamahku sayang...pagi ini papah langsung berangkat kekantor ya, ada kasus yang harus papah tangani, jangan jalan kemana-mana sendiri tanpa suami, istri itu kudu nurut ucapan suami, ntar kalau ngga nurut kualat lho...dengar mah!!"


📱"Iya, mamah denger kok!!"


📱"Nanti malam kalau papah pulang kerja papah akan pesankan makanan kita makan malam bareng di rumah...ya sudah papah mau siap-siap dulu ya??? mana kiss transferan energi pagi ini?"


Walau jengah akhirnya Sania menempelkan juga bibirnya ke layar ponselnya...dibalas Riko yang juga menempelkan bibirnya.


📱"Terima kasih sayang, untuk sementara kiss nya lewat ponsel dulu ya...ntar kalau sudah resmi baru boleh kiss langsung...papah mau siap-siap dulu, Assalamualaikum cinta!!"


📱"Waalaikum Salam sayang!!"


Lalu panggilan terputus yang menyisakan sport jantung buat Sania dan hiburan tersendiri buat Della dan Syifa.


"Ayo Syifa tante antar ke sekolahnya!! biar bunda bisa istirahat dulu, ya!!" kata Della pada Syifa.


Syifa hanya mengangguk lalu membereskan buku pelajarannya dan memasukan ke dalam tas sekolah.


"Tante sama bunda tunggu di ruang makan ya, kita sarapan dulu!!" kataku.


Sementara menunggu Syifa berpakaian, Sania dan Della terlibat pembicaraan di ruang makan.


"Kak Della tidak ke kios? nanti dicari oleh Niko dan ayah Jonathan, lho!!" kataku.


"Entahlah Nia, sejak peristiwa itu...kak Della mangkel jadinya sama keluarga Niko."


"Mulai dari Miko dulu yang meninggalkanmu menikah dengan wanita lain dengan alasan hutang budi dan Niko meninggalkanmu menikah dengan wanita lain karena hutang apa? hutang janji? karena telah buntingin anak orang?" wajah Della tampak berapi-api.


"Tampang aja suci kayak malaikat padahal di dalam bang*sat..."


"Kak, ngga boleh ngomong gitu...biarkan saja!! dia dulu menabur benih dan dia pula sekarang yang menuainya."


"Sekarang Nia hanya bisa berserah pada yang Kuasa, apa yang menurutNya baik...Insya Allah baik juga untuk Nia"

__ADS_1


Della memeluk adiknya. Dia bahagia sekaligus bangga mempunyai seorang adik yang luar biasa teguh keimanannya dan kesabarannya.


Tiga kali ditinggalkan oleh orang tercinta membuat Nia menjadi pribadi yang lebih tangguh.


Tak pernah sedikitpun dia mengeluhkan soal sakitnya, bisa atau tidak disembuhkan yang dia tau Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan hambaNya.


"Tante, Syifa sudah siap...ayo berangkat!!"


"Bunda, Syifa pergi sekolah dulu ya...ingat kata papah Riko, bunda dan si kembar ngga boleh kelayapan kemana-mana, nurut kata suami nanti kualat!!"


Hhffffttt...


Della menutup mulutnya untuk menahan agar tidak tertawa mendengar perkataan polos Syifa ponakannya itu.


"Ya, sudah ngga usah ceramah terus bu ustadzah...pergi sekolah hati-hati, belajar yang bener dan jangan suka berantem di sekolah."


Karena Sania tau, putrinya yang satu ini kelakuannya memang bar-bar, prinsipnya dia tak akan mengganggu jika tidak diganggu. Dia tidak mau meminjamkan miliknya tetapi dia juga tidak mau meminjam milik orang lain.


Tetapi sedikit saja dia tersentil perasaannya, maka sama aja membangunkan singa yang sedang tidur.


"Assalamualaikum, bunda..."


"Waalaikum Salam, sayang!!"


Baru saja aku mau melangkah masuk kedalam rumah dan menutup pintu depan, Niko sudah berada di dekat pagar.


Aku menghela napas berat. Bagiku sekarang, Sofwan, Miko dan Niko itu sama saja..sama-sama orang-orang yang masuk dalam kehidupanku hanya untuk menyakiti.


Aku berusaha untuk tidak membenci mereka, bukan karena aku telah memaafkan mereka tetapi aku tidak mau mengotori hatiku dengan dendam dan kebencian, ngga ada untungnya, malah menambah beban hati dan pikiranku.


"Nia, tunggu!!"


Niko mendekat dan langsung bersimpuh di kakiku.


"Tapi semua tidak sesuai dengan kenyataankan? apa yang kita harapkan jauh dari apa yang kita inginkan, begitu maksudmu kan?" Nia menatap Niko. Sementara Niko yang ditatap sama sekali tak berani balas menatap wajah ayu yang sampai saat ini masih dicintainya itu.


"Berdirilah Niko, aku bukan orang gila sembah, aku tau ini semua juga bukan salahmu...hanya intinya mengapa ini semua terjadi karena kita tidak berjodoh, itu saja!!"


Aku memegang bahunya dan membantu dia berdiri tegak di hadapanku.


"Kalau kamu datang kesini untuk menjelaskan apa yang terjadi dan untuk meminta maaf, kamu tak perlu repot-repot untuk menjelaskan...dan tak perlu juga minta maaf karena aku sudah memaafkanmu."


"Tapi jika kamu ingin aku dan anak-anak kembali kerumah itu, aku tidak mau apalagi jika kamu meminta aku untuk kembali padamu."


"Sekarang, kamu pulanglah...tidak enak seorang laki-laki yang sudah menikah datang kerumah janda sepertiku, akan timbul fitnah jadinya."


"Tapi Nia..."


"Jika kamu kangen sama ponakanmu si kembar begitupun kakeknya jika ingin bertemu, aku tidak pernah melarang kalian."


Niko berdiri dan kembali menatapku dengan sedih.


"Maafkan aku yang tak bisa lagi bersamamu, menjaga dan merawatmu, Nia!!" dia ingin memegang tanganku tapi aku segera menepismya pelan membuat dia semakin sedih.


"Soal itu kamu ngga usah khawatir, Niko...di sini ada anak-anak, ada kak Della dan juga ..."


Aku menggantungkan ucapanku sesaat...


"Di sini juga sudah ada Riko, mungkin sebentar lagi jika tak ada aral melintang maka dalam dua minggu ini kami akan menikah."


"Apa???"


Seperti tersambar petir tepat di depan hidungnya, wajah Niko menegang dan matanya berkilat marah.

__ADS_1


"Kamu mengkhianatiku dengan mau menikahi laki-laki lain, Nia? di saat aku tengah berusaha untuk mencari cara menceraikan Maya istriku?"


Mataku membulat kesal.


"Apa maksudmu Niko? kamu pikir pernikahan itu adalah suatu permainan? aku sudah bersyukur kamu mau menikahi wanita ibu dari anakmu itu, sekarang kamu berpikir gila untuk menceraikannya? sungguh gila kamu Niko."


Aku teramat kesal dan marah padanya...pada sikapnya...


"Dan dengan enaknya kamu bilang aku pengkhianat? siapa yang sudah mengkhianati siapa?" kataku setengah berteriak.


"Sekarang kamu pulanglah, aku tak mau dikatakan sebagai perebut laki orang."


"Kamu jalani hidupmu sekarang tanpa aku dan anak-anak, begitu juga aku akan menjalani hidupku tanpa kamu lagi bersamaku."


Lalu aku melangkah masuk, dan perlahan aku menutup pintu dan meninggalkan dia sendiri yang masih berdiri termangu di teras rumah.


Niko mengepalkan tinjunya sebelum meninggalkan teras.


"Tak semudah itu aku melepaskan wanita yang masih sangat kucintai, Nia."


"Aku bukan Miko saudara kembarku, aku bukan Sofwan mantan suamimu yang bodoh itu, dan aku juga bukan Sultan yang selalu memendam perasaannya dalam diam."


"Aku selama ini tak mengusiknya walaupun aku tau dia mencintaimu karena aku tau dia selalu menyimpan perasaannya padamu, berharap kamu bahagia bersama laki-laki pilihan hatimu dan membiarkan hatinya terluka asal kamu bahagia."


"Aku adalah Niko, Juan Niko Saputra tak akan pernah melepaskan apa yang sudah menjadi miliknya...ingat itu!!"


Dia melangkah dengan gusar menuju motornya dan meninggalkan kediamanku dengan memendam sejuta kekesalan.


Aku menatapnya dari jendela kamarku yang kebetulan menghadap ke jalan raya dengan sedih. Aku melihat raut kecewa, marah dan berbagai macam kekesalan ada pada Niko.


"Kamu pikir aku tidak kecewa, Niko? kamu pikir aku tidak sedih? bayangan kalian berdua duduk di hadapan penghulu di status whatsappmu itu selalu terbayang dalam ingatanku hingga kini."


"Kondisiku semakin drop waktu itu karena ulahmu."


"Seandainya aku bisa mengukir tiga nama lelaki yang pernah kusayangi tapi berbalik jadi kubenci, salah satunya adalah namamu, Juan Niko Saputra!!"


Aku menghapus jejak air mata yang turun dari dua kelopak mataku. Aku baik-baik saja tanpa kalian, kalian dengar itu? walau suara hatiku hanya menggema jauh di dalam hati saja.


*


*


"Sofwan...aduh lama sekali kita tak pernah bertemu, ya!!"


Aku berdiam diri dulu sebentar mencoba mengingat siapa wanita yang pakaiannya sangat seksi yang berdiri di depanku ini.


"Aku Vivi Kirani...masa kamu lupa sama mantan sendiri?" Vivi sudah berlari dan memelukku yang masih bingung untuk sepersekian detik. ( Coba segarkan ingatan kembali, kisah tentang Vivi ada di part 28 saat ada pesta di rumah sahabat Sofwan semasa kuliah dulu, mereka berdua bertemu ).


"Vivi??? kataku seperti orang linglung.


"Sudah lama sekali Sofwan, sudah dua belas tahun yang lalu!!" kata Vivi.


"Aku kehilangan kontak denganmu saat kamu keluar dari pekerjaanmu sebagai cleaning service di rumah sakit, aku mencarimu seperti orang gila...Kiki dan Taniapun tak mengetahui di mana keberadaanmu...yang aku tau saat kamu keluar waktu itu karena kamu sedang sakit."


Vivi menjeda kalimatnya dengan menatap wajahku yang masih seperti orang bingung.


*


*


***Bersambung...


Sofwan telah menemukan kekasih hatinya dulu jauh sebelum dia dan Sania berhubungan dan menikah...

__ADS_1


Mohon selalu dukungannya ya guys...like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏🙏


__ADS_2