Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 133 Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

"Niko masih bisa merasakan kasih sayang ibu, Niko bisa pergi bersekolah bersama Miko."


"Ayah tau? Betapa irinya sewaktu Niko kecil melihat teman-teman Niko selalu di antar jemput oleh ibu mereka."


"Sedangkan Niko? Niko tak pernah merasakan hal seperti itu...teman-teman Niko bilang bahwa Niko anak sial makanya ditinggal pergi oleh ibunya."


"Maafkan ayah, Niko...karena ayah maka kamu sudah menjadi piatu sebelum ibumu benar-benar dipanggil oleh yang Kuasa.


"Permisi....saya mau beli bunganya...."


"Sebentar Niko sepertinya ada orang yang mau membeli bunga."


Jonathan keluar diikuti Niko yang berjalan dengan tongkat di belakangnya.


"Permisi pak, saya mau membeli bunga untuk suami saya yang sedang sakit agar dia semangat kembali."


"Berapa harganya pak...Astaghfirullah...ayah kok di sini?'"


Ternyata si pembeli bunga itu adalah Sania...Miko akan dioperasi hari ini dan dia ingin membelikan bunga untuk menyemangati suaminya.


"Ayah? Maaf nyonya...mungkin anda salah orang?" Jonathan juga sama terkejutnya.


"Iya pak saya memang salah, tidak mungkin suami saya bisa sampai ke sini sementara dia akan dioperasi hari ini."


"Tapi wajah mas nya itu mirip sekali dengan suami saya...hanya kulitnya saja yang membedakan."


Sania melihat lagi ke arah Niko berdiri. "Maaf pak, mas nya itu tak bisa melihatkah?"


"Iya nyonya, anak saya mengalami kebutaan sejak dia berumur 18 tahun."


"Siapa nama suami nyonya biar saya tuliskan di kertas dan diselipkan ke bunganya."


"Jatmiko Sarendra" Jawab Sania.


"Apa? Jadi nyonya ini istrinya Miko?" Jonathan kaget begitupun dengan Niko.


"Saya adalah ayah Miko dan ini saudara kembarnya, Niko."


"Apa ayah Miko? Setau saya ayah Miko sudah meninggal waktu dia berumur 5 tahun, dan saudaranya itu perempuan...bukan laki-laki."


"Yang meninggal itu ayah dan saudara tirinya..."


"Saya dan Mira ibunya Miko dan Niko berpisah saat usia mereka berdua baru setahun.


"Jadi inikah menantuku? Perkenalkan saya Jonathan dan ini saudara kembar Miko, Niko namanya."


"Kamu benar-benar mirip dengannya..." Aku bergumam saat kami saling berjabatan tangan.


"Kamu tadi bilang apa nak? Miko akan dioperasi hari ini?" Jonathan kembali mengulang pertanyaannya.


"Iya...Miko akan dioperasi hari ini."


"Kalau boleh tau Miko sakit apa? Siapa namamu?"

__ADS_1


"Sania...panggil nia saja."


"Miko mau operasi pengangkatan sel-sel tumor di otaknya."


"Ya Allah...Miko?"


Untuk pertama kalinya Niko bersuara. Wajahnya tampak panik dan menegang.


"Pantas Niko selalu gelisah akhir-akhir ini yah...ini rupanya arti dari kegelisahan Niko."


"Nak, bolehkah ayah dan Niko ikut kamu ke rumah sakit? Kami juga ingin memberi semangat pada Miko."


"Tentu saja boleh..." Jawabku.


"Memang kalian berdua harus ikut karena kalian ada kaitan darah dengan Miko siapa tau ada yang di butuhkan dokter dari kalian."


"Bawalah saja bunga itu kamu tak perlu membayarnya dan tunggulah sebentar, ayah akan menutup toko dulu dan bersiap-siap."


Kami bertiga meluncur ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Jonathan. Karena tadi aku pergi ke toko bunga ini menggunakan angkot.


Bertepatan pada saat Miko akan dibawa ke ruangan operasi sebentar lagi.


"Ayah...lihatlah siapa yang ikut bersama bunda?"


Miko membuka mata perlahan. Pandangan matanya tampak kuyu.


"Bunda!! Dari mana aja?" Miko berusaha menoleh.


Mereka bertiga berpelukan erat. Jonathan menciumi kepala putra yang sudah 33 tahun tak pernah lagi disentuhnya.


"Ayah dan Niko datang untuk menyemangatimu, putraku!!"


"Semoga operasimu berjalan lancar ya, Miko...aku selalu berdoa untukmu!!" Niko memegang erat tangan kembarannya.


"Bun, doakan agar operasi ayah lancar ya bun..." Miko lalu beralih memegang tanganku.


"Sudah tentu yah...bunda akan selalu berdoa untuk ayah."


Perawat memindahkan Miko ke atas brankar dan mendorong menuju ruang operasi. Aku terus mendampinginya sampai di depan pintu.


"Pengantar hanya sampai di sini aja ya, bu!!" Kata perawatnya pada kami.


"Ya Allah, bantu lancarkan operasi suamiku...aku sangat takut kehilangannya...aku belum siap ya Allah...'


Kami bertiga duduk saling membisu di ruang tunggu.


'Sania...apakah pernikahanmu dan Miko mempunyai anak?" Jonathan memecah keheningan di antara kami.


"Ada yah...anak kami juga kembar!! Tapi dari pernikahan terdahulu aku juga mempunyai 3 orang anak."


"Kalau boleh tau, sudah berapa lama Miko mengidap penyakit kanker otak ini, mba?" Niko bertanya setelah sejak tadi dia selalu diam saja.


"Aku kurang begitu pasti karena Miko selalu tertutup tentang penyakitnya...aku tau Miko mengidap kanker stadium akhirpun dari dokter sekaligus temannya."

__ADS_1


Aku melirik kepada Niko. Wajahnya memang sangat mirip dengan Miko, yang membedakan hanya warna kulit ke duanya saja.


Tak lama Sultan datang membawa anak-anak.


"Kenapa anak-anak dibawa semua kemari Sultan?" Aku menyambut si kembar Miki dan Miko kecil beserta Syifa yang sesunggukan menangis.


"Ini Syifa kenapa Dina? Kok nangis gini?" Tanyaku.


"Bun, tadi Syifa diolok-olok teman-teman di sekolah...kata mereka Syifa ngga punya bapak, padahal kan Syifa punya bapak juga punya ayah..."


"Mereka semua anak-anakmu Nia? Dan si kembar ganteng ini pasti anak-anaknya Miko!!"


Mereka semua baru menyadari kehadiran Jonathan dan Niko di situ.


"Bun, katanya ayah Miko mau operasi hari ini, kok malah nongkrong di sini?" Bisik Dina.


Syifa yang tadinya menangis juga langsung diam sambil memandang Miko, begitu pula dengan Sultan dan Juned...hanya Miko dan Miki yang tak berpengaruh.


"Dia bukan ayah Miko, tapi dia om Niko saudara kembarnya ayah." Kataku.


"Sejak kapan Miko punya saudara kembar, mba?" Tanya Sultan berbisik.


"Saya juga tidak tau Sultan, saya tadi mau beli bunga untuk Miko tapi di kios penjual bunga saya bertemu mereka."


"Itu ayah dan saudara kandung Miko, Sultan!!"


"Halo" Sapa Jonathan pada anak-anakku.


Anak-anak masih pada bingung dan tak percaya..


"Bun, saudara kembar ayah kan diem aja dari tadi? Bahkan tidak mau memandang kepada kita?" Tanya Dina.


"Om Niko itu buta, Dina...dia tidak bisa melihat!!"


"Kasihan ya bun" Dina memandang pada Niko.


Sementara Niko duduk sambil termenung. Dia terngiang kata-kata Syifa barusan.


Flash back***


"Niko...kenapa kamu pulang sekolah kok menangis? Ada apa nak?"


Jonathan kaget melihat Niko yang menangis tersedu-sedu saat dia datang menjemputnya.


"Ayah...apakah Niko anak sial? Sehingga Niko tida punya ibu, yah? Hiks...hiks...hiks.


"Teman-teman di sekolah bilang kalo Niko hanya punya ayah tapi tidak punya ibu, berarti Niko anak sial!!"


"Sebenarnya ibu Niko kemana yah? Sejak dulu ayah bilang ibu hanya pergi sebentar, tapi sampai sekarang Niko tunggu...ibu tidak juga kunjung datang menjenguk Niko!!"


***Bersambung....


Happy reading ya...jangan bosan untuk membaca karyaku. Beri dukungannya ya..like,komen, vote, favorit dan rate nya...terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2