Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 176 Masa Lalu Yang Tak Berpihak


__ADS_3

"Sebentar nak...saya semakin bingung pada apa yang telah terjadi di masa belasan tahun lalu...mengapa Juma ini kamu bilang adalah putra kandung Niko anak saya?" Tanya Jonathan akhirnya membuka suara.


"Karena yang saya tau Niko itu tak pernah punya pacar!!" Ucap Jonathan.


Maya menunduk sambil menghela napas panjang.


"Niko memang tak salah om, semua ini salah saya!! Saya yang mencintai Niko setengah mati sampai saya nekat melakukan semua ini.


***Flashback***


"Maya...nanti malam pesta perpisahan kelas 12 Ipa 1 hanya khusus kelas kita saja." Samsuri dan Toni mendatangi Maya yang tengah termenung di bangkunya.


"Kami tau kamu cinta mati sama Niko, tapi dasar es batu itu tak pernah peka pada perasaanmu." Kata Samsuri.


"Sebenarnya Niko itu bukannya sombong Sam, tapi dia harus bekerja untuk membantu ayahnya...begitulah yang kutahu!!" Kata Toni.


"Dia hampir tak punya waktu untuk berkumpul dengan teman-teman, waktunya habis untuk ikut ayahnya mengantarkan pesanan barang." Toni menambahkan lagi.


"Tapi aku salut sama Niko, walaupun dia jarang belajar tetapi hebatnya juara satu umum telah dia pegang berturut-turut sejak kelas 10 dulu!!" Kata Samsuri.


"Kalau kita belajar sampai bodok juga menghapal ngga ngerti-ngerti, tapi dia hanya sepintas mendengar saja otaknya langsung ces pleng menerima pelajaran."


"Maya, kami tau kok Niko itu tak pernah punya pacar, jangan kata pacar...dekat sama cewek aja kagak pernah, walaupun cewek yang mengantri untuk jadi pacarnya itu bejibun bukan hanya dari kelas kita saja tapi banyak juga dari kelas yang lain."


"Aku punya kejutan untuk kalian, usahakan si es batu itu datang nanti malam di acara perpisahan kelas kita." Samsuri tersenyum simpul memandang Maya dan Toni.


"Niko, ayolah...masa semua teman datang tapi kamu sendiri yang tidak?" Bujuk Toni pada Niko kala itu.


"Tapi aku harus membantu ayah mengantar barang sore ini?" Jawab Niko.


"Kau usahakanlah...aku sebagai temanmu akan sangat marah jika kamu tak datang malam ini!!" Toni pura-pura cemberut dan merajuk pada Niko.


"Baiklah, akan aku usahakan untuk datang tapi aku tidak janji ya!! Semoga pekerjaanku cepat selesai." Jawab Niko lagi.


"Ayah, bolehkah Niko pergi keacara perpisahan sekolah nanti malam?" Kata Niko pelan takut ayahnya tidak mengijinkannya pergi.

__ADS_1


"Pergilah jika pekerjaan sudah selesai nak!! Kata Jonathan menepuk bahu putranya.


Dia tau Niko hampir tak punya waktu dan kesempatan berkumpul dengan teman-temannya, sepulang sekolah dia selalu membantu Jonathan mengepak dan mengantarkan barang.


"Terima kasih ayah!! Niko memeluk ayahnya. Hari itu dia bersemangat untuk bekerja agar pekerjaan cepat selesai.


Tepat jam 7 malam Niko datang keacara perpisahan kelas tapi diadakan di rumah orang tua Maya.


Semua berkumpul saling bercerita setelah lulus nanti mereka akan melanjutkan kemana dan bekerja di mana.


"Maya, aku numpang ke kamar kecil dong...mukaku terasa panas nih!!" Ujar Niko.


"Ayolah aku antar nanti kamu sesat." Kata Maya dalam nada candaan.


"Aduh...kenapa seluruh badanku terasa panas dan gerah begini ya? Kok ada perasaan aneh yang tak biasa? Darahku seperti bergejolak begini?" Batin Niko gelisah.


Dilihatnya Maya juga tak jauh beda dengan dirinya, bahkan gadis itu kini sudah membuka kancing baju kemeja atasnya.


Kesadaran Niko saat itu masih ada walaupun separuh otaknya sudah seperti tertutup kabut gairah tapi pemuda polos dan lugu itu mati-matian bertahan.


Tapi tidak dengan maya. Saat Niko menoleh lagi padanya gadis itu sudah berbugil ria lalu menarik tangan Niko masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.


Dua tubuh polos itu bergumul di atas tempat tidur Maya, mereka sama-sama berada di bawah pengaruh obat perang*sang. Hingga pukul satu dini hari saat obat itu sudah berhenti bereaksi Nikopun tersadar.


Entah sudah berapa kali mereka melakukan adegan dewasa itu Niko tak ingat dengan pasti. Dia tersadar dan dilihatnya Maya sudah tertidur kelelahan.


"Keparat kau Samsuri...apa yang kamu masukan kedalam minumanku malam tadi?" Niko merutuki temannya itu.


Sebelumnya...


"Gila kamu Sam, apa ngga berbahaya kamu masukan obat itu kedalam minuman Niko dan Maya? Terus kalau mereka kebelet pengen main, mau main di mana?" Tanya Toni dengan polosnya.


"Kamu ini pura-pura bodoh atau memang bodoh beneran Toni?" Kata Samsuri.


"Maya kan anak tunggal, sementara kedua orang tuanya kan sedang pergi keluar kota selama seminggu...biar mereka main sampai jungkir balik ngga ada yang tau, paling punya Maya yang lecet kalau Niko membabi buta menggempurnya."

__ADS_1


"Ih...aku pokoknya ngga ikut-ikutan Sam, aku takut!!" Kata Toni lalu berlalu pergi meninggalkan Samsuri yang puas dengan hasil kreasinya.


Niko memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Hatinya sakit saat tau keperjakaannya lepas untuk orang yang sama sekali tidak dicintainya.


Dia juga tau Maya tak bersalah dalam hal ini dan dia juga sadar bagaimana konsekuensinya untuk Maya jika hubungan terlarang mereka malam ini membuahkan hasil.


"Maafkan aku Maya, aku harus pergi!! Aku tidak siap jika harus bertanggung jawab atas semua ini, cita-citaku untuk membahagiakan ayahku masih harus kuwujudkan.


Niko melangkah pelan membuka pintu kamar dan perlahan menutupnya. Sampah-sampah pesta masih berserakan di sana. Dia keluar rumah lalu mengambil motornya dan melajukannya pulang kerumah.


Untung ayahnya sudah tidur dan dia membawa kunci cadangan.


Dihempaskan tubuhnya yang terasa remuk dengan pertempuran sengit mereka semalam. Berjam-jam Maya dan dirinya bergumul tanpa lelah. Bukannya membayangkan hal-hal yang indah, Niko malah merasa masa depannya akan begitu mengerikan.


Niko memang cowok polos yang tak mengerti arti yang begituan, berbeda dengan teman-teman seusianya.


Intinya yang ada di dalam kamus Niko adalah bagaimana cara membahagiakan ayahnya.


*


*


Sejak peristiwa malam itu, Niko tak lagi masuk sekolah. Bahkan saat kelulusan tiba dia hanya di wakilkan oleh ayahnya, itu karena saat dia mau pergi kesekolah, matanya terkena remahan kaca dari mobil yang kecelakaan dan melintas cepat di depannya.


Dia divonis buta oleh dokter kecuali ada yang bisa mendonorkan korneanya untuk Niko. Sejak saat itu keberadaan Niko dan ayahnya seperti lenyap ditelan bumi.


Berbeda dengan Niko, sebulan setelah kejadian itu Maya hamil. Dia mengandung anak Niko, hasil dari perbuatan usil Samsuri pada Maya dan Niko malam itu.


Orang tua Maya yang tak terima anaknya hamil di luar nikah terus menginterogasi Maya menanyakan siapa ayah biologis dari anak yang dikandungnya itu.


Maya tetap bungkam. Karena dia tau Niko sama sekali tak bersalah dalam hal ini. Toni yang iba pada sahabatnya mendesak Samsuri untuk menutupi aib Maya, karena Toni tau seandainya Samsuri tak berulah malam itu...tentu saja hal ini tak akan terjadi.


*


*

__ADS_1


***Bersambung....


Jangan lupa mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya😊😊🙏🙏


__ADS_2