Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 249 Tak Kenal Takut


__ADS_3

Sementara tim basket SMA 1 Nusa Bangsa itu ternyata tempat Dina bersekokah sekarang ini.


Leo sang kapten yang waktu itu pernah berkelahi dengan Syifa, dialah kapten basket sekolah ini.


Seperti hari ini hari pertama Dina di sekolah barunya. Dina melangkah gontai menuju parkiran motor, bersiap untuk pulang tiba-tiba ada yang menepuk bahunya...


Andina menoleh kearah seseorang yang menepuk bahunya itu.


"Hai...kita berjumpa lagi Dina!!" Leo tiba-tiba muncul di depan Dina sambil tersenyum manis banget.


"Eh kamu cowok yang waktu itu berkelahi sama adikku kan?" tanya Dina.


"Tepat sekali..." kata Leo.


"Kamu murid baru di sini ya??" tanya Leo lagi.


Dina hanya mengangguk tanpa menanggapi lagi.


"Ohhh kamu kelas dua apa??" tanya Leo.


"Sebelas Ipa 1!!" jawab Andina singkat.


"Berarti kita sekelas dong?? ohhh mungkin tadi aku tidak melihatmu karena aku tadi tak masuk kelas!!" kata Leo.


"Memang kamu kemana kok tidak masuk kedalam kelas?" tanya Dina akhirnya buka suara.


"Aku sibuk karena minggu depan tim basket sekolah kita akan bertanding melawan SMA lain!!" jawab Leo.


"Ohh..."


Hanya itu ucapan dari mulut Dina lalu dia naik keatas motornya.


"Aku duluan!!" katanya pada Leo.


"Hei Vin, itu pacar loe kan??" tanya Susi saat melihat Leo mengobrol denga Dina di parkiran.


"Eh, iya...itu Leo...sama siapa dia???aku belum pernah melihat cewek berkerudung itu sebelumnya??" kata Vina.


"Hati-hati kamu, Vin...sebagai kapten tim basket, pinter, tajir, ganteng lagi, pasti banyak yang suka sama cowok elu!!" kata Susi.


"Aku belum pernah lihat siapa ya cewek itu??" tanya Vina penasaran.


"Murid baru, kali!!!" jawab Susi.


"Mungkin, jadi dia tidak tahu bahwa Leo itu pacar Vina cewek tercantik di sekolah ini!!" kata Vina.


"Beb...kok ngobrol di sini sih?? siapa kamu??" tanya Vina dengan sikap judesnya pada Dina.


"Dina yang baru saja mau naik dan menghidupkan mesin motornya tidak jadi, dia lalu menunggu apa keinginan gadis di depannya itu.


"Loe anak baru ya!!" tanya Vina sambil mendorong bahu Dina dengan telunjuknya.


Dina diam saja didorong seperti itu.

__ADS_1


"Iya!!" jawabnya singkat.


"Kamu dengar ya, anak baru...Leo ini pacar Alvina Wulandari...jadi jauhi dia, oke!!" kata Vina sekarang mendorong kening Dina.


"Vina...bisa ngga sih kalau berbicara dengan orang lain itu jari tanganmu itu ngga usah nunjuk-nunjuk!!" sentak Leo.


"Memang kenapa?? dia aja ngga keberatan kok kalau jidatnya yang jenong ini kutunjuk seperti ini..." lalu Vina mengulang kembali aksinya.


"Betul kata pacarmu tadi bisa ngga kamu kalau bicara dengan orang lain tidak menunjuk-nunjuk seperti ini?" kata Dina masih berusaha sabar.


"Kenapa?? kamu keberatan??" tanya Vina dan Susi sambil tertawa-tawa mengejek Dina sementara Leo sudah kebat kebit karena dia sudah tau bagaimana Dina itu orangnya, melawan adiknya yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar aja dia sudah kalang keprot apalagi melawan Dina??


"Kamu dengar tidak?? apa telingamu itu tuli? atau kamu mau kutampar terlebih dulu baru telingamu terbuka??" bentakan Dina terdengar menggelegar mengagetkan mereka yang ada di sekitar parkiran itu apalagi dengan Susi dan Vina yang langsung tegak mematung.


Andina yang sudah pusing dan kesal dengan masalah bundanya dan Riko semakin bertambah kesal pada kelakuan Susi dan Vina.


"Heh...berani banget kamu membentakku??" setelah menguasai dirinya, baru Vina angkat bicara balik membentak Dina juga karena rasa malunya pada murid-murid lain yang ada di situ.


"Leo...aku sekarang lagi pusing, tolong bawa para kekasihmu ini...aku mau pulang!!" sahut Andina mulai ketus.


Sementara banyak para siswa yang lain mulai menonton keributan kecil itu.


Andina berdiri membelakangi Vina dan Susi bermaksud untuk menghidupkan mesin motornya, tetapi telinganya yang sudah terlatih untuk mendengar suara sensitife sehalus apapun tau kalau ada tangan yang mau berusaha menarik kerudungnya dan mau mempermalukannya.


Andina pura-pura melangkah kesamping seolah-olah tidak tau.


Dan akibat daya dorongnya terlalu besar, Susi tiba-tiba jatuh terjerembab kedepan.


"Parah loe anak baru...." seru Vina berusaha memprovokasi keadaan.


Seorang siswi berbadan kecil mendekati Dina.


"Wah kamu hebat sekali berani melawan Vina dan Susi...mereka itukan anak kepsek dan wakepsek..." kata siswi itu tadi.


"Terus kalau mereka anak dari kepsek dan wakepsek boleh berbuat kasar dan berbuat onar gitu?" tanya Dina balik lalu menstarter motornya menuju pulang kerumah dengan diiringi banyak tatapan mata kagum padanya.


"Leo...kok kamu malah melarang kami melapor ke guru BP sih?? Kamu ngga liat tadi dia dorong Susi sampai jatuh?" tanya Vina kesal.


"Vina...aku tuh belum buta ya, bukannya tadi Susi jatuh gara-gara daya dorong tubuhnya sendiri yang mau menarik kerudung Dina tapi gagal? semua murid di sana melihat lho ya, kalau Dina sama sekali tidak mendorong Susi bahkan dia tak tau pada niat jelek kalian??" kata Leo.


Lalu Leo pergi meninggalkan Vina dan Susi dengan hati masih kesal.


"Apaan sih cowok loe itu???" tanya Susi pada Vina.


"Bukannya membela kita, malah membela cewek itu...jelas nih kayaknya ada apa-apa di antara mereka!!" Susi kembali mengompori Vina.


"Kenapa wajahmu ditekuk begitu??" tanya tante Della saat Dina singgah kerumah makan mereka yang sedang ramai siang itu.


"Lagi kesal!!" kata Dina singkat.


Lalu dia menuju kedapur untuk membuat minuman.


"Mba Ati...yang jaga di toko sebelah siapa? kan Juned sama Syifa belum pulang sekolah?" tanya Dina saat dia berselisihan dengan mba Ati yang sedang berkutat dengan pesanan bersama dua karyawan yang lain.

__ADS_1


"Ada ibu, si kembar sama den Raftar, mba Dina!!" katanya.


Lalu Dina pergi ke toko fotocopy di sebelah rumah makan mereka untuk membantu bundanya.


Dina tau bahwa bundanya itu tidak bisa terlalu lelah, khawatir mimisan dari hidungnya akan merembes keluar lagi.


"Assalamualaikum..." Dina mengucapkan salam lalu masuk ikut membantu bundanya yang sibuk melayani pembeli.


"Waalaikum Salam!! kamu sudah pulang??" kata Sania sambil menjalankan mesin fotokopi.


"Biar Dina saja yang melanjutkan bun...bunda pulang saja dan beristirahat!!" kata Dina.


"Ya sudah, bunda mau mengajak si kembar dan Raftar pulang untuk bobo siang!!" kata Sania.


"Bunda juga beristirahat, supaya penyakitnya ngga kambuh kembali!!" sahut Dina.


****


"Siapa keluarga pasien??" tanya suster saat keluar dari ruang operasi Abdullah.


"Kami sus...saya adik kandung pasien!!" kata ibu Intan.


"Setelah beberapa jam nanti pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap!!" kata suster itu lalu masuk kedalam lagi.


Tak lama Abdullah yang sudah dipindahkan ke atas brankar mulai didorong menuju ruangan rawat inap.


"Abdullah belum tau bahwa Intan Anggraini adiknya juga saudara kembar Asdar alias Riki ada bersama anaknya.


Hati Intan terasa perih saat melihat kakak kandungnya itu setelah mereka terpisah puluhan tahun lamanya, baru ini dia melihat kakaknya itu lagi.


"Bu, itu paman?" tanya Riko pada ibunya.


"Iya, Riko...dia paman yang sudah merawat saudara kembarmu ini semenjak bayi!!" kata ibu Intan sambil terisak sedih.


Abdullah ditempatkan oleh Intan di ruang VVIP agar dia tidak terganggu.


"Sebaiknya kamu dan Afifah pulang dulu Riko...apalagi kamu baru menempuh perjalanan jauh." Kata ibu Intan.


"Ngga mau ah..." kata Riko, biar Riko istirahat di sini saja!!" katanya.


Hati Afifah terasa sedih mendengar perkataan Riko itu.


"Sebegitu jijik kah dia padaku??" batin Afifah.


Lalu dia melirik kearah Asdar yang juga tengah melirik padanya.


"Iya bu biar Afifah pulang sendiri saja!!" kata Afifah.


"Aku yang akan mengantarmu pulang!!" sebuah suara tiba-tiba angkat bicara...


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Jangan lupa berikan selalu dukungannya ya guys...agar author receh ini bisa tetap selalu berkarya


__ADS_2