Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 42 Jangan Sedih Baby...Aku Akan Selalu Ada Untukmu


__ADS_3

"Perasaan aku baru saja tertidur...tapi sudah pagi aja...jam berapa sih semalam aku tidur ya? Kayaknya ngga ada 3 jam deh..."


Anak-anak masih tidur...Dina libur sekolah sebab anak kelas 6 mau ujian. Rasanya malas sekali aku mau bekerja, semalaman apa yang dikatakan mantan kakak iparku terngiang terus di telingku.


"Alhamdulillah...Miko membelikanku sembako kemarin...paling tidak, ada yang untuk dimakan anak-anakku hari ini."


Aku hanya memasak nasi dan menggoreng telur...biar kalau mereka mau makan mie instan, Dina yang akan membuatkan untuk adik-adiknya.


Selesai mandi dan sholat subuh, aku membuka handphone dan menghidupkan data selularnya.


"Huhuhuh...Banyak panggilan tak terjawab yang masuk...dari kak Nuri aja 10 panggilan tak terjawab, dari Miko 5 panggilan tak terjawab.


Kubaca pesan whatsapp dari kak Nuri...biasa...berisi hinaan dan ancaman...kebal sudah telingaku juga perasaanku...biarlah kamu di situ mau ngomong apa...aku mah sudah bodo amat!!"


Juga pesan dari Miko yang menanyakan sudah tidur apa belum...kenapa handphone dimatikan dan bla..bla...panjang lagi sederet pesan darinya.


Cerewetnya Miko ini dari dulu sampai sekarang ngga pernah berubah.


"Dina...bangun nak...mamak mau berangkat kerja...nanti kesiangan ngga dapat angkot...terlambat kerja ngga enak sama teman yang lain..." Ya walaupun kami hanya bertiga sih...Mbak Fina juga jarang ditempat karena harus mengawasi office boy dan office girl yang ada dikantor besar. Jadi cuma aku sendiri dilantai 1 dan Rahmat dilantai 2.


"Mamak sudah mau pergi? Iya sayang...jangan ribut nanti adik-adiknya bangun semua, lalu pada rewel."


Mata kancing itu menatapku setengah mengantuk... "Hati-hati dijalan ya mak..."


Aku menciumnya juga kedua adiknya.


"Kunci aja dari dalam pintunya ya Dina, bobo sana lagi mumpung libur..." Dia hanya mengangguk sambil melambaikan tangan mungilnya padaku.


*


*


"Ah...untunglah aku tiba lebih awal jadi aku bisa cepat mengerjakan tugasku."


Meja demi meja kubersihkan ulang siapa tau ada yang kotor lagi...dapur juga sudah kurapikan...lalu aku masuk ke ruangan Miko membawa kemoceng dan sapu. Kemarin sudah kubersihkan, tinggal kuulang-ulang lagi.


Sangking seriusnya sama pekerjaanku, aku sampai tidak tau ada seseorang yang berdiri di belakangku sedang memperhatikanku.


"Kenapa handphone di matikan semalam? Pesanku juga ngga kamu balas?" Ada suamimu datangkah atau ada orang lain yang bertamu? Sampai handphone di nonaktifkan?"


"Astaghfirullahaladzim..." Bukan main kagetnya aku...Miko sudah berdiri tepat di belakangku.


"Eh...Pak Miko...kapan datangnya pak...kok saya tidak liat dan tidak tau?"


"Pertama...bagaimana kamu bisa tau aku datang, kalau dari tadi kuperhatikan kamu kerja sambil melamun...kedua...aku mau bahasamu tidak usah resmi begitu jika hanya kita berdua...mengerti?"

__ADS_1


Aku hanya mengangguk sambil menundukan wajahku...aku tak mau mata sembabku karena menangis dan kurang tidur semalam terlihat olehnya.


Miko itu tipe laki-laki yang spesifik jika bertanya sampai keakar-akarnya...jika dia tidak puas dengan jawaban kita...sampai siang bahkan sampai seminggupun dia tak akan bosan untuk mengulang pertanyaan yang sama.


"Angkat wajahmu baby...aku lihat kedua matamu bengkak dan sembab."


"Aduh...kok dia sempat liat sih?" Dengan ragu aku mengangkat wajahku.


Dipegangnya pipiku erat dengan kedua tangannya.


"Katakan...siapa yang berani membuat bidadariku bersedih hingga menangis seperti ini? Aku tak akan segan-segan untuk menghajar orang itu...tak peduli jika itu suamimu sendiri."


Aku memang belum menceritakan kepada Miko, kalau mas Sofwan sudah menceraikanku secara sepihak.


"Bilang...padaku kak Nia...jangan diam seperti ini?"


Bukannya bicara...jarena kaget disentaknya seperti itu...air mata yang sudah kutahan dari tadi malah tumpah.


Sekuat-kuatnya kadang aku bertahan, tapi aku juga manusia, aku seorang wanita yang kadang tak bisa menyimpan kesedihanku. Jangankan seorang perempuan, laki-laki aja bisa menangis jika tak mampu lagi menahan luka hatinya.


Dia kaget melihatku malah menangis..." Maafkan aku yang telah berkata kasar padamu baby..." dia menarikku masuk dalam dekapannya...memelukku erat dan membiarkan aku menangis sampai semua beban di hatiku hilang.


"Aku tidak mau tau, sepulang kerja nanti aku mau kak Nia ceritakan semua masalah..jangan ada yang disimpan dan jangan ada yang ditutupi."


"Cup...Cup...Cup..." Aku tak sempat menghindar saat bibir sexynya mencium keningku dan kedua pipiku..


"Aku akan tetap mencintaimu kak Nia...bisa ataupun tidak bisa aku memilikimu...tak akan kubiarkan ada orang lain menyakiti bidadari hatiku."


Aku menghapus air mataku...kutinggalkan Miko yang berdiri termangu menatapku dengan perasaan iba.


"Damn it...kenapa harus meninggalkannya begitu lama? Seandainya kecelakaan itu tak terjadi...tentu semua tak akan jadi seperti ini...Miko meremas rambutnya sendiri...


Aku membersihkan toilet sebagai akhir rutinitas pagi...sebelum menunggu kalau ada staff lain yang minta dibuatkan minum atau dimintai tolong untuk fotokopi.


"Nia...jam berapa tadi datang? Kerjaanmu kok sudah kelar semua?"


"Aku datang tadi jam 6 lewat 15 menit mbak Fina..."


"Ngga susah angkotkah? Aku aja tadi naik angkot jam setengah 7 sudah susah."


"Lho motor mbak Fina kemana, kok naik angkot?"


"Masuk bengkel kemarin...aku nabrak trotoar...Mau menghindari kucing nyebrang, malah aku yang jatuh..."


"Oalah...aku lupa tadi mas Akbar yang mejanya di pojok itu minta buatkan kopi, pak Miko juga minta dibuatkan kopi...Lagi suntuk katanya."

__ADS_1


"Siap mbak segera meluncur...."


Kubuatkan dua cangkir kopi untuk mas Akbar dan Miko. Setelah kuantarkan ke mas Akbar lalu aku mengantarkan ke ruangan Miko.


Selalu saja jantungku berdebar jika mau ketemu dia...norak betul...padahal dulu dia yang kayak cacing kepanasan datangin aku ke kelas 3 ipa 1 sampai aku risih rasanya.


Tok..tok...tok..."Iya masuk..."


"Permisi pak...Ini kopinya...aku masuk dan meletakan cangkir kopi di mejanya."


"Ngeliatinya ngga usah gitu juga kali Ko..."


"Kamu cantik...jatanya sambil tersenyum menatapku tak berkedip."


"Aku sudah tua Ko...kamu tu...yang ngga berubah sejak dulu..."


"Bagiku...kamu yang dulu atau yang sekarang sama saja...tetap yang tercantik sampai kapanpun."


"Gombal...aku mencibir lalu melangkah mau keluar."


"Mau kemana beb??"


"Ya mau kerja lagilah!!"


"kamu makan siang di mana kak?"


Aku berhenti didekat pintu dan berbalik padanya.


"Aku tadi bawa bekal telur dadar sama terong balado kupedaskan."


"Kenapa tidak dibuatkan juga sekalian untukku?"


"Memang kamu suka masakan kampung seperti itu?"


"Apapun makanannya, asal bidadariku yang memasakan untukku, pasti akan kumakan."


"Ya sudah...besok akan kumasakan untukmu...sekarang aku mau kembali bekerja lagi.:


"Aku tak akan lagi mengulang kebodohan yang sama seperti masa 19 tahun lalu. aku tak akan lagi meninggalkanmu pergi seperti dulu."


"Jangan bersedih lagi baby...aku akan selalu ada untukmu."


***Bersambung....


Jangan lupa like dan komennya...votenya dan favoritenya jika berkenan. Terima kasih🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2