
"Kamu masih mengharapkan Saniakah, Niko?" tanya Jonathan.
"Niko cinta sama dia, yah...dan ayah tau itu...tapi Niko tak tau bagaimana caranya memiliki dia kembali!!"
"Bahkan sampai sekarang Niko dan Juma tetap mencarinya."
"Ayahpun juga kangen sama si kembar miki dan Miko, rumah rasanya sepi tanpa celotehan dari mereka."
Tanpa mereka sadari obrolan mereka terdengar oleh Maya yang kebetulan akan mengambil air minum di dapur.
Hatinya geram bukan main mendengar obrolan Niko dan Jonathan.
"Aku sudah muak sama yang namanya Sania ini!!" geram Maya.
Tepat pada saat Niko ditinggal seorang diri oleh Jonathan yang pergi ke kios duluan, bibik pergi berbelanja diantarkan oleh Juma, tinggal dia berdua di rumah dengan Niko.
Maya keluar dengan mengenakan pakaian seksi bermaksud untuk menggoda Niko.
Kontan Niko kaget dan menoleh kearah datangnya Maya yang berjalan berlenggak lenggok menggodanya.
"Mau apa kamu Maya??" tanya Niko merasa risih melihat cara berpakaian dan cara Maya memandang dengan tatapan menggoda padanya.
"Mas...mas Niko ngga kangen sama aku kah??" tanya Maya tersenyum.
Niko yang lagi pusing memandangnya sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kamu tau aku tidak pernah mencintaimu, kehadiran Juma adalah sebuah kesalahan bagi kita, tapi sudahlah itu masalah lama yang tak perlu diungkit kembali." Kata Niko.
"Walaupun mas melihatku dalam keadaan bugil begini??" lalu Maya membuka pakaiannya tanpa mempunyai rasa malu di depan Nimo.
"Apa-apaan kamu Maya??" bentak Niko sangat marah.
"Kenakan kembali pakaianmu, Maya!!" bentak Niko lalu dia berdiri dan meninggalkan Maya sendiri menuju keluar rumah.
Maya sangat kesal dan marah dengan penolakan Niko yang dianggapnya tak pernah berubah sejak dulu sampai sekarang.
*
*
Riko menemui Johan agak jauh dari rumah kediaman Sania.
"Ada masalah apa, John??" tanya Riko pada orang kepercayaannya itu!!
"Ada masalah dengan Asdar di Malaysia, bos!!" kata Johan.
"Aduh....masalah apa lagi??" tanya Riko.
"Ayahnya Asdar masuk rumah sakit yang mengharuskan dia untuk menjaganya,"
"Yang ditakutkan adalah tuan Baskoro akan mengecek begitu juga dengan nona Afifah...nanti malah jadi ketauan!!" kata Johan.
"Apakah aku harus pergi meninggalkan anak dan istriku lagi, Jhon?? aku tidak tega rasanya untuk mengecewakan mereka kembali!!" kata Riko sedih.
"Ini hanya untuk sementara, bos...sampai ayah tuan Asdar sembuh dari sakitnya!!" kata Jhon.
"Aku akan coba bicara nanti pada istriku, Jhon...semoga dia mau memaklumi masalahku." Ucap Riko.
__ADS_1
"Ya Allah...baru saja kami bersama, masa aku harus pergi lagi meninggalkan keluargaku?" hati Riko terasa pedih.
Riko pulang dengan wajah memelas. Dia tak sanggup menatap istrinya yang tengah menggendong Raftar di teras rumah menyambutnya.
"Papapah....papapah!!"
Raftar mengoceh digendongan Sania.
"Papah sudah pulang??" kata Sania sambil menyerahkan Raftar ke dalam gendongan Riko.
"Iya sayang!!" kata Riko sambil mengecup sayang kepala istrinya itu.
"Hei anak papah...kita main di dalam aja yuk!!" katanya sambil membawa Raftar masuk ke dalam rumah.
Seharian ini Sania melihat ada yang aneh dari suaminya semenjak pulang dari rumah makan mereka tadi siang.
Karena menurut kak Della, Riko hanya sebentar ke rumah makan setelah itu pergi lagi entah kemana!! begitu kata kak Della.
"Mah...ada yang ingin papah bicarakan dengan mamah!!" setelah anak-anak semua tertidur, Riko baru berani cerita.
"Cerita apa itu pah??" tamya Sania.
"Mah, Asdar yang menggantikan papah di Malaysia, ayahnya sedang sakit.
"Papah harus kembali ke sana sebelum orang rumah di sana tau bahwa papah yang sebenarnya ada di sini!"
"Jadi papah akan pergi lagi meninggalkan kami??" tanya Sania dengan suara bergetar.
"Tapi papah akan pulang kembali ke Indonesia lagi kan??" tanya sang istri lagi dengan air mata yang sudah berlinangan.
Hal inilah yang paling Riko takutkan. Dia tak bisa melihat kekasih hatinya menangis karena dia.
"Jam berapa besok papah akan berangkat?" tanya Sania akhirnya.
"Subuh Johan akan menjemput papah, mah!!" kata Riko.
"Ya sudah papah tidur dan beristirahatlah!!" kata Sania berusaha tersenyum tetapi Riko tau bahwa istrinya itu kecewa.
*
*
"Bu, Asdar harus menunggu ayah di rumah sakit, bisakah Riko pulang dulu ke Malaysia supaya tidak ketauan ayah Baskoro jika kami kembar?"
Itulah yang dikatakan Asdar sebelum ibu Intan meminta Riko untuk balik sementara ke Malaysia.
"Doakan ayah Asdar cepat sembuh ya bu!!" Asdar mencium tangan ibu yang baru diketahuinya sebagai ibu kandungnya itu dengan khidmat.
"Tentu Asdar...ayahmu itu kakaknya ibumu ini tentu ibu akan mendoakannya, usahakan pengobatan terbaik untuk ayahmu ya!!" pesan ibu Intan sebelum Asdar pergi.
"Bang Riko mau pergi kemana, bu??" tanya Afifah melihat suaminya itu pergi.
"Riko mau melihat perkebunan sawit kita di luar kota, Afifah!!" kata ibu Intan.
"Fifah...jaga ibu dan dirimu baik-baik di sini ya?? abang pergi sebentar!!" Asdar menerima tangan Afifah yang menyalami dan mencium tangannya.
Jujur Afifah selama dua bulan ini melihat perubahan Riko yang lebih manis perlakuannya kepada dirinya.
__ADS_1
"Iya bang, cepat kembali ya...jangan lama-lama ninggalin Fifah ya bang!!" kata Afifah.
Perlakuan Riki alias Asdar ke Afifah memang sangat manis membuat Afifah merasa sangat dihargai.
Sepeninggal Asdar Afifah kembali ke kamarnya.
"Afifah tau abang bukan Riko yang sebenarnya...abang Riko selalu kasar sama Fifah sedangkan abang bersikap sangat baik dan manis pada Afifah."
"Afifah juga tau bahwa abang ada di Indonesia sekarang, tetapi demi abang yang ada di samping Afifah yang sekarang perlahan membuat Afifah jatuh cinta, akan Afifah jaga rahasia ini.
Teringat saat kejadian beberapa malam ini saat dia tertidur di depan televisi, Asdar selalu mengangkatnya ke tempat tidur dan menyelimutinya agar tidak kedinginan.
"Bu..." kata Afifah mendatangi ibu Intan saat ibu Intan sedang duduk di teras belakang dan pak Baskoro masih di luar kota.
"Iya...ada apa, Fifah?" tanya ibu Intan.
"Bu, sebenarnya dia bukan Riko suami Fifah yang aslikan bu?? siapa dia sebenarnya, bu??" tanya Afifah.
Ibu Intan awalnya bungkam tetapi saat dia melihat kesungguhan di wajah dan mata Afifah, akhirnya ibu Intan buka suara.
"Dia memang bukan Riko, Fifah...dia Riki Asdar saudara kembar Riko." Kata ibu Intan akhirnya buka suara.
"Pantas selama dua bulan ini Fifah merasa bang Riko berubah lebih manis dan perhatian pada Fifah tidak seperti bang Riko yang biasanya selalu kasar pada Fifah."
"Ibu tak usah khawatir, Afifah akan jaga rahasia ini agar tak diketahui oleh ayah mertua."
"Afifah sekarang sadar bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan bu, karena Afifah tau cintanya bang Riko hanya untuk Sania...dan Afifah tak bisa memaksakan bang Riko untuk mencintai Afifah!!" kata Afifah dengan tegar.
"Terima kasih Fifah, ibu senang akhirnya kamu bisa mengerti." Kata ibu Intan.
****
Sania duduk melamun di teras pagi itu. Subuh tadi Riko pergi dijemput oleh Johan.
Selama dua bulan bersama Riko membuat hatinya merasa tak rela jika ditinggal lagi oleh suaminya itu.
"Semoga papah baik-baik aja di sana ya pah...jangan lupakan mamah dan anak-anak di sini ya pah!!"
Tak terasa butiran bening mengalir dari dua kelopak matanya.
"Sabar...jika dia memang jodohmu maka Riko pasti akan kembali padamu!!" kak Della tiba-tiba muncul di belakangnya dan menghiburnya.
""Cepat pulang ya pah...mamah kangen banget...padahal baru tadi subuh papah pergi...mamah ngga mau kehilangan papah seperti mamah kehilangan ayah Miko, mas Sofwan dan Sultan!!"
Hati kak Della jadi trenyuh mendengar ratapan adiknya itu.
"Sabar ya dek...semoga Allah mendengar semua doa-doa terbaikmu!! kakak juga ikut membantu doa untukmu!!"
Kak Della memeluk adiknya berusaha memberi semangat dan kekuatan pada Sania.
*
*
***Bersambung...
Berpisah kembali...akankah mereka bisa bertemu dan berkumpul kembali??
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah kutukan cinta ya, dukungan kalian sangat berarti buat author receh iniπππ