Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 254 Masihkah Rasa itu Ada


__ADS_3

Sania hanya tersenyum saja melihat Niko seperti merasa sangat bersalah.


"Sudahlah Niko...aku sama sekali tak marah kok!!" kata Sania.


"Sekali lagi maafkan aku yang telah lancang membawanya, ya Nia!!" Sania hanya tersenyum.dan mengangguk saja.


"Aku sudah memaafkan semua yang telah berbuat salah padaku jauh sebelum mereka meminta maaf padaku!!" kata Sania yang membuat Niko terharu sekaligus bertambah kagum pada kebaikan hati wanita cantik itu.


"Seandainya aku tidak bertemu dengan Maya sialan itu tentu saat ini aku dan Sania sudah membina rumah tangga bersama." Batin Niko sedih.


"Ayah...kita mau bobo...peluk kita ya!!" kata si kembar Miko dan Miki.


******


"Dasar mas Niko brengsek...ngga pulang lagi dia malam ini!!" geram Maya saat dia pergi kedapur dilihatnya kamar Niko di lantai dua lampunya tidak menyala.


"Jangan-jangan dia pergi ketempat janda gatal itu lagi...belum move on juga rupanya dia!!" Maya bertambah kesal.


"Seandainya aku tau di mana rumah janda itu sekarang, sudah kudatangi dan kulabrak dia biar dia tau rasa."


Perlahan Maya mendekati kamar almarhum Miko dan Sania dulu, dia ingin masuk kesana hendak melihat apa yang ada dibalik pintu itu!!"


"Ibu mau apa mengendap-endap di depan pintu kamar bunda Sania seperti maling saja??" tanya Juma.


"Sialan kamu Juma, bikin ibu sport jantung aja!!" kata Maya sambil melangkah menjauh.


Juma memperhatikan ibunya sampai masuk kembali ke kamarnya.


"Maafkan Juma bu, sepertinya Juma harus lebih sering mengawasi ibu karena kelakuan ibu sering mencurigakan." batin Juma.


"Benar kata ayah dan kakek...aku memang harus lebih sering-sering mengawasi ibu."


Sementara di dalam kamarnya...


"Sialan anak itu, kenapa dia jadi lebih berpihak pada ayahnya sekarang? dasar anak tidak tau diri dan tidak tau diuntung!!"


Maya terus menyumpah. Tadi dia memang berniat untuk masuk ke kamar itu diam-diam mumpung Niko, Jonathan dan bibik tidak ada di rumah, eh...ternyata Juma lah yang jadi mata-mata Niko di rumah!!


Berkali-kali dia menelpon Niko tapi ponsel Niko selalu di luar jangkauan membuat Maya semakin meradang.


*****


"Lho...bukankah tadi aku sudah mengantarmu sampai kerumah, Afifah?? mengapa kamu tiba-tiba muncul lagi di belakangku?" tanya Asdar keheranan.


"Aku yang menelpon Afifah untuk kembali, Asdar...aku tau kamu mencintai Afifah dan Afifah mencintaiku, tetapi cintanya padaku hanya sekedar obsesinya belaka, sesungguhnya hati Afifah telah dia labuhkan padamu, Asdar...dengan kelembutan dan kesabaranmu mampu meluluhkan hati dan cintanya."


"Berbeda denganku, aku yang angkuh dan keras kepala hanya mampu ditaklukan oleh seorang Sania, karena memang sejak dulu aku hanya mencintai dia!!" kata Riko sambil tersenyum.


"Mari kita temui ibu dan paman untuk menjelaskan semuanya pada mereka!!" kata Riko lalu berdiri meninggalkan pasangan Asdar dan Afifah yang saling memandang dengan wajah malu-malu.


Abdullah dan Intan Anggraini menyambut baik pernikahan ulang antara Afifah dan Asdar, sekarang yang mereka harus pikirkan adalah bagaimana caranya menjelaskan semua ini pada pak Baskoro.


"Kakak akan membantu menjelaskan pada suamimu tentang semua ini Intan, semoga hatinya bisa digoyahkan dan mau menerima saran dan pendapat dari kita semua." Kata Abdullah.


"Nah masalah sudah selesaikan?? jadi kapan Riko bisa pulang ke Indonesia, bu?? Riko sudah kangen banget sama keluarga Riko di Indonesia?" tanya Riko.


Afifah memandang Riko dengan perasaan sedih.


"Dia tidak pernah begitu semasa bersama denganku dulu walaupun kami sudah bersahabatan mulai kecil...alangkah bahagianya seorang Sania bisa dicintai oleh seorang Riko Ananda Baskoro sebesar itu."


"Jika menyebutkan nama istrinya, tatapan matanya menghangat penuh cinta berbeda saat memandangku matanya seolah dingin membeku." batin Afifah.


"Sabar ya Riko, dalam beberapa hari ini ayahmu mau pulang ke Malaysia...nanti kita bicarakan lagi masalah ini!!" kata ibu Intan

__ADS_1


"Riko hanya ngga sabar pengen pulang, bu...sudah hampir sebulan Riko berada di Malaysia, Riko juga punya pekerjaan yang harus Riko selesaikan." Jawab Riko.


****


Ckckck...


"Bukan main ya, mas...bener-bener kamu ya mas...lupa sepertinya kamu ini bahwa kamu sudah punya istri!!" kata Maya sambil berdiri berkacak pinggang di depan pintu rumah.


Jonathan yang juga lelahpun menyentil Maya dengan ucapan pedasnya.


"Kamupun istri macam apa, Maya?? suamimu dan ayah mertuamu baru saja pulang habis mengantar barang, bukan disambut dengan kehangatan, malah disambut dengan omelan!!" kata Jonathan.


Maya mendengus lalu masuk ke dalam.


"Istri macam apa istri kamu ini, Niko??" tanya Jonathan.


Niko hanya tersenyum sinis lalu berkata, "siapa juga yang menganggap dia istri, yah??"


Mereka masuk dan disambut bibi.


"Kalian tampak sangat lelah, mandilah setelah itu sarapan dulu!!" kata bibi.


"Iya bi terima kasih banyak ya..." ucap Niko!!"


Juma sedang sarapan sendirian saat ayah dan kakeknya pulang.


"Ayah...kakek...sudah pulang??" lalu Juma berdiri dan salim dengan kakek dan ayahnya.


Mereka bertiga sarapan pagi bersama.


"Juma...ayah punya kejutan untukmu?" bisik Niko perlahan.


"Ayah dan Niko sudah menemukan tempat tinggal yang baru bunda Sania dan keluarganya!!" bisik Niko lagi perlahan seolah takut didengar oleh Maya.


"Apa yang kalian bicarakan?? tampaknya serius sekali??" kata Maya sambil tersenyum seolah-olah tidak terjadi sesuatu.


Juma,Niko dan Jonathan langsung fokus pada sarapan paginya. Mereka terdiam saat Maya datang dan putrinya untuk ikut sarapan.


"Kok aku datang semua pada diam sih??" kata Maya sambil mencomot rotinya.


"Sudah kamu sarapan saja biar mulutmu kenyang..." kata Niko pada istrinya itu.


"Yah, Juma ikut ayah ya?? motor Juma masuk bengkel, kemarin habis terserempet terus orang yang nyerempet lari..." kata Juma.


"Tapi kamu tidak apa-apakan?" tanya Niko pada putranya itu.


"Alhamdulillah tidak apa-apa yah!!" kata Juma.


"Kamu ini bodoh...kenapa tidak kamu laporkan polisi saja coba kamu ingat platnya itu bisa dilacak, memang kamu pikir biaya pengobatan gratis? biaya service motor gratis? bla...bla...bla...


Maya terus mengomeli putranya tanpa dia sadari semua orang tak ada lagi di meja makan, hanya tinggal dia dan putrinya.


"Lho, pada kemanaan semua orang??" tanya Maya.


"Sudah pada pergi bu, ayah pergi bersama kak Juma, ngantar kak Juma sekolah sekalian ke kios, kalau kakek tadi pergi kebengkel." Kata adik Juma.


"Jadi dari tadi ibu ngomong sendiri dong??" kata Maya kesal.


"Habis ibu ngoceh terus ngga liat kiri dan kanan!!" katanya sambil mengunyah sarapannya.


*****


"Bagaimana keadaan kalian berdua??" tanya Niko pada Alena dan putrinya.

__ADS_1


Tampak Alena sedang merapikan kios sementara putrinya yang mengalami cacat kaki mulai lahir itu nampak duduk di kursi.


"Kami baik, Alhamdulillah!!" sahut Alena.


"Ini aku bawakan sarapan untuk kalian berdua!!" kata Niko sambil menyerahkan dua bungkus nasi.


Lalu dia sendiri mulai berbenah mengatur letak bunga dan menyiapkan beberapa pesanan pelanggannya untuk hari ini.


Semua tak luput dari pandangan Alena.


"Beruntungnya kamu kak Sania...dicintai oleh dua saudara kembar yang baik ini, sebenarnya aku sangat mendukungmu bersama Niko tetapi mungkin kalian tidak berjodoh." kata Alena.


*****


"Yah, tadi pagi ayah itu mau menyampaikan apa sih??" tanya Juma.


"Ayah dan kakek semalam menginap di rumah bunda Sania!!" kata Niko.


"Apa??" tanya Juma.


"Apanya itu biasa aja kali!!!" kata Niko kaget.


"Ayah ngga ajak-ajak Juma...Juma ingin ketemu Dina, yah!!" sahut Juma cemberut.


"Jauh Juma, sekitar tiga jam perjalanan dari sini di xxx!!" kata Niko.


"Lho...lusa sekolah kita akan tanding basket dengan sekolah Nusa Bangsa di.kota xxx itu yah!!" jawab Juma.


"Oh ya?? lusa jika sekolahmu bertanding, ayah ikut ya sekalian jadi suporter!!" jawab Niko senyum-senyum ngga jelas.


"Halah...alasan aja ayah ini, bilang aja mau ketemu sama bunda Sania kan? aishhh, susah kalau namanya orang lagi jatuh cinta ini!!" sungut Juma.


"Hati-hati yah...jangan sampai ketauan ibu Maya kalau tidak mau terjadi perang dunia ketiga nantinya!!" ejek Juma.


"Kalau sampai ketauan ya berarti kamu yang ngember ngomong sama ibumu!!" kata Niko.


"Ya nggalah yah, Juma ngga mungkin mau mencelakai ayah Juma sendiri!!" kata Juma.


"Tapi mengapa kamu cenderung bela ayah dari pada ibumu sendiri??" tanya Niko.


"Ya karena bersama ayah dan kakek, Juma merasa keberadaan Juma lebih dihargai, bukan dianggap ada jika hanya ada perlunya saja!!" Juma menjawab dengan sedih mengenang kisah masa lalunya saat masih tinggal bersama ibu dan ayah tirinya.


"Makanya Juma akan mati-matian melindungi ayah jika ibu ingin berbuat yang aneh-aneh pada ayah!!" kata Juma.


"Terima kasih nak, ayah juga sayang padamu walaupun pertemuan kita sedikit terlambat tapi tak apa dari pada tidak sama sekali!!" jawab Niko.


"Lalu apakah bunda Sania dan lainnya sehat-sehat saja, yah??" tanya Juma.


"Alhamdulillah mereka sehat!!" jawab Niko.


"Apakah ayah bermaksud merebut bunda Sania dari suaminya??" tanya Juma sambil senyum-senyum.


"Dasar anak nakal...ayah tidak akan terpancing dengan pertanyaan konyolmu itu!!" jawab Niko.


Juma hanya tertawa melihat sikap salah tingkah ayahnya itu.


*


*


***Bersambung....


Nah...nah jangan-jangan benar ucapan Juma bahwa Niko ingin memperjuangkan Sania kembali!!!😊😊

__ADS_1


Jangan lewatkan kisahnya ya reader!! Like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2