Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 251 Bertemu Alena


__ADS_3

Sosok itu awalnya terkejut mendengar perkataan Asdar tetapi tak lama kemudian dia perlahan tersenyum senang mendengar pernyataan Asdar tadi.


"Afifah...kamu sudah mendengar dengan telingamu sendiri kan?" kata Riko sambil tersenyum...


Tentu saja Asdar sangat kaget dengan perkataan Riko. Rasa malunya sampai keubun-ubun. Ingin sekali dia menenggelamkan dirinya ke laut yang paling dalam. Dia sampai tak berani bergerak sama sekali apalagi menolehkan kepalanya.


"Kemarilah Afifah...duduklah dekat dengan calon suamimu ini!!" lalu Riko berdiri menggamit tangan Afifah dan dibawanya kepada Asdar yang masih duduk mematung seakan tak percaya.


Kalian bicaralah berdua...jika sudah selesai aku akan bantu untuk mengatakan pada ibu dan paman Abdullah..." kata Riko.


*****


"Ayah...lihat wanita yang duduk di bangku pinggir jalan itu...sepertinya Niko pernah melihat dia tapi di mana ya!!" Niko melambatkan mobil pick-up yang dibawanya.


Niko dan Jonathan baru saja pulang dari mengantar pesanan keluar kota, saat mereka pulang Niko melihat sosok seorang wanita yang sepertinya pernah dia kenal tapi dia lupa karena wanita itu berpakaian compang camping dan memangku seorang bocah mungkin seumuran dengan Raftar.


Karena penasaran Riko akhirnya menghentikan kendaraannya di pinggir jalan.


"Kok malah berhenti??" tanya Jonathan.


Niko tak menjawab dia membuka pintu dan keluar menghampiri wanita dan anaknya itu.


"Alena??"


Wanita lusuh itu mengangkat wajahnya. Begitu dia mengenali siapa yang memanggil maka dia buru-buru mau melarikan diri dari Niko dan Jonathan.


"Alena...tunggu!!"


Lalu Niko menarik tangan Alena untuk menghentikannya.


"Lepaskan...aku tak mau lagi berurusan dengan kalian!!" sentaknya tetapi tangan Niko terlalu kuat menggenggam tangannya.


"Alena...mengapa kamu jadi seperti ini??" tanya Niko heran.


Alena yang tak bisa lari kemana-mana ditambah lagi anak yang dia gendong menangis ketakutan, akhirnya Alenapun ikut menangis.


"Ayah sebaiknya kita ajak Alena makan dulu kasihan dia dan anaknya!!" kata Niko yang pada dasarnya memang berhati baik walaupun dia sering ketus jika bicara apalagi dengan orang yang tidak dia sukai.


Akhirnya Jonathan memilih warung pinggir jalan untuk mereka bertiga makan. Setelah kenyang mereka berempat memilih duduk di pinggir alun-alun sambil bercerita, sementara karena merasa perutnya telah kenyang, bocah yang ada digendongan Alena tertidur pulas.


"Coba kamu ceritakan Alena, setidaknya kamu pernah menjadi iparku dulu!!" kata Niko.


****Flashback****


"Alena...aku tau anak yang kamu kandung bukanlah anakku, hasil tes DNA sudah membuktikannya!!" kata Riko geram pada semua kebohongan Alena yang ingin menggagalkan pernikahannya dengan Sania.


"Aku akan menikahi Sania dan akan tinggal bersama di rumahnya, aku tidak mau kehadiranmu di rumah ini mengganggunya karena aku tau bagaimana masa lalu kalian maka dari itu aku tidak akan mengulang kembali kebodohan Miko dulu."


"Terserah kamu mau tinggal atau pergi dari rumah ini, itu urusanmu!!" kata Riko lagi.


Sepeninggal Riko, Alena bukannya insaf untuk memikirkan dirinya an bayinya, dia malah sibuk bersenang-senang.

__ADS_1


Hingga sampai waktunya dia melahirkan, mungkin karena dia terlalu banyak minum minuman beralkohol maka dampaknya adalah putrinya.


Putrinya terlahir cacat. Dan membuat Alena histeris melihat keadaan putrinya tercinta.


Saat itu Riko pulang ke Malaysia untuk menemui orang tuanya seperti yang sudah pernah di ceritakan.


Setelah Riko dinyatakan meninggal dunia , kehidupan Alenapun ikut hancur karena otomatis dia tak pernah mendapatkan suntikan dana lagi dari Riko. Hingga akhirnya pak Baskoro datang ke Indonesia .


Begitu dia melihat ada wanita hamil di rumah itu maka Baskoro langsung mengusir Alena tanpa sempat membawa apapun.


Alena hidup terlunta-lunta sedangkan seluruh harta peninggalan Miko suaminya sudah dia jual dia habiskan untuk foya-foya!!"


Dia sempat bekerja sebentar tetapi setelah melahirkan lalu dia tidak bisa bekerja lagi karena tak ada keahlian apapun yang dia punya.


***Flashback off***


Alena mengakhiri ceritanya.


"Kamu lihat kaki putriku yang kecil sebelah seperti ini Niko?? mungkin ini karma buatku karena semasa aku mengandung aku selalu minum minuman beralkohol, merokok...ini akibat yang aku dapatkan...kasihan putriku!!" kata Alena sambil memeluk putrinya.


"Sekarang kamu tinggal di mana??" tanya Niko.


"Tidak tentu...kadang aku tidur di terminal, di pos ronda, di manapun tempat yang menurutku cocok untuk aku dan anakku menumpang tidur supaya terhindar dari hujan dan udara malam yang dingin." Jelas Alena.


Niko hanya geleng-geleng kepala mendengar cerita Alena.


"Di kios perlu tenaga bantu-bantu, karena karyawan yang lama keluar mau menikah...kamu mau kerja di toko bunga milik kami??" tanya Niko.


Niko tersenyum miris.


"Sania bukan tipe orang seperti itu, hatinya bersih dan pemaaf makanya banyak orang yang sayang padanya, aku dan Miko saja yang bodoh karena menyia-nyiakan wanita sebaik dirinya."


"Lagi pula Sania dan keluarganya sudah pindah entah kemana tak ada yang tau!!" pandangan Niko menerawang dengan sedih. Kentara sekali dari sorot matanya dia begitu kehilangan sosok yang masih dia cintai itu.


"Iya aku tau dia memang wanita yang sangat baik...aku menyesal pernah mengambil apa yang jadi miliknya dulu, seandainya aku dapat memutar waktu...mungkin inilah karma yang aku terima!!" kata Alena tertunduk sedih.


"Niko betul Alena...dari pada kamu hidup luntang lantung di jalan dengan membawa anakmu seperti ini dikhawatirkan jika terjadi sesuatu pada kalian berdua."


"Ada baiknya kamu bekerja sekaligus tinggal dikios sekalian bersih-bersih di sana!!" kata Jonathan.


Alena tak punya pilihan lain selain menuruti saran Niko dan Jonathan. Sudah berbulan-bulan dia dan putrinya hidup di jalanan, kadang sampai 2 hari tidak makan, pernah mau jadi korban pelecehan...memikirkan sampai di


situ akhirnya Alena pun mengangguk.


"Ya sudah, kita langsung menuju kekios saja!!" kata Niko dan Jonathan seraya bangkit berdiri diikuti oleh Alena sambil menggendong putrinya.


Tak lama mereka tiba di depan kios bunga yang diberi nama SANI itu.


Niko membuka pintu kios. Walaupun kecil tapi ada ruang di bagian dalam untuk beristirahat lalu ada dapur kecil dan kamar mandi.


"Semoga kamu betah di sini ya Alena, mungkin ini sederhana tetapi setidaknya tempat ini aman untukmu dan anakmu..."

__ADS_1


"Setiap pukul delapan pagi tugasmu membuka kios dan membersihkannya, nanti akan ada dua orang lagi setiap hari yang membantumu."


Niko memberi penjelasan singkat agar dapat dipahami oleh Alena.


Dalam hati Alena bersyukur, dibalik semua kemalangan yang menimpanya, Allah masih memberinya kesempatan untuk berubah menjadi kearah yang lebih baik.


"Maafkan semua kesalahanku padamu kak Sania!!" bisik Alena.


"Kini aku sudah menerima balasan dari apa yang pernah aku lakukan padamu dulu...sekali lagi maafkan aku kak!!" lirih Alena.


****


"Nathan...besok kita akan bertanding melawan SMA Nusa Bangsa...persiapkan diri kita!!" Juma menepuk bahu Nathan yang mengangkat jempolnya.


"Kudengar gadis SMA Nusa Bangsa itu cantik-cantik bro..." kata Tedi ikut nimbrung dengan Juma dan Nathan.


"Oh ya??? cantik mana sama Andina Salzabila??" tanya Juma.


"Andina gadis salju yang pindah sekolah itukah?" tanya Tedi.


Juma dan Nathan mengangguk bersamaan.


"Sebenarnya Dina itu cantik dan menurut adik gue yang semasa sekolah dasar dulu pernah sekelas dengan dia, Dina itu anaknya periang dan sangat sayang pada adik dan ibunya..."


"Entah mengapa sekarang dia berubah menjadi gadis es batu seperti itu terutama jika dengan cowok."


"Memang sejak sekolah dasar, Dina ikut karate jadi tak bisa dipungkiri lagi jika sekarang dia seperti cewek-cewek pendekar ala-ala zaman si Pitung gitu..." kata Tedi.


"Kamu kalau bicara mutar muter ngga jelas, Ted!!" kata Juma.


"Berarti itu benar Andina Salzabila sahabatku sewaktu masih sekolah dasar dulu." Bisik Nathan.


"Ya sudah, aku mau pulang duluan ya..." kata Juma.


"Aku mau mempersiapkan keperluan untuk besok!!" katanya lagi.


"Aku juga mau pulang...badanku seperti dipukuli orang satu kampung!!" kata Tedi.


"Yaelah Ted...bahasamu...kalau kamu dipukuli orang satu kampung, yang ada kamu bakalan pulang ke Rahmatullah..." ujar Nathan.


Ckckck...


itu cuma istilah bro...gila aja kali aku dipukuli orang satu kampung...bisa wastet gue!!" kata Tedi sambil berlalu.


*


*


***Bersambung....


Apakah nanti Nathan dan Juma akan bertemu kembali dengan Andina??

__ADS_1


Selalu mengingatkan untuk dukungannya ya reader...🙏🙏


__ADS_2