Kutukan Cinta

Kutukan Cinta
Part 244 Ketahuan


__ADS_3

"Papah jahat..." isak Sania tertahan. Air matanya terus mengalir tiada henti di pipinya.


"Riko..."


Kak Della yang mendengar suara ribut-ribut di luar serentak menyusul keluar rumah bersama Juned dan Syifa.


Mereka bertiga tertegun pada seseorang yang tengah memeluk Sania.


"Dari mana kamu bisa tau kita ada di kampung kecil ini, Riko??" tanya Della tak mengerti.


"Cinta, kak!! Riko sangat mencintai keluarga Riko, maka cinta itulah yang telah menuntun Riko hingga sampai ke tempat ini!!" jawab Riko.


"Sudahlah Sania, biarkan Riko memarkirkan mobilnya di halaman lalu kalian bawa Raftar masuklah ke dalam rumah...di luar mendung, sepertinya hari akan turun hujan deras sebentar lagi!!" kata kak Della.


"Papah....huahua..."


"Sebentar ya sayangnya papah...ikut mamah dulu ya...papah mau markirin mobil ya!!"


Hati Riko sedih, mungkin Raftar mengira dia dan bundanya akan ditinggalkan pergi lagi oleh Riko


Setelah selesai memarkir mobilnya, Riko kembali menggendong Raftar.


Tak lama setelah mereka masuk, hujan turun dengan derasnya. Miko dan Miki yang sedang bermain di belakang rumah bersama Dina berhamburan masuk ke dalam.


"Lho...kok ada om Riko??" tanya Miki heran.


"Memangnya papah Riko ngga boleh kesini ya..." tanya Riko pada Miki dan Miko.


"Bolehlah om...sebab setiap hari kalau nangis pasti Raftar memanggil-manggil papah terus!!" kata Miko.


Setelah semua tenang, anak-anakpun pada nonton televisi di ruang tengah, maka mulailah kak Della menginterogasi Riko.


"Ko, ceritakan apa sebenarnya yang terjadi?" tanya kak Della serius.


"Mah, mamah ingatkan sewaktu mamah dan papah juga Raftar jalan ke mall bertiga?" kata Riko pada Sania.


"Rupanya waktu itu Afifah, wanita yang akan dijodohkan ayah pada papah melihat kita bertiga!!" kata Riko.


"Kok bisa??" kata kak Della sementara Sania masih diam menyimak penjelasan suaminya.


"Afifah itu sedang liburan ke Balikpapan karena dia punya keluarga di kota ini."


"Dan apesnya lagi pas dia jalan ke mall yang sama dengan kita, dia melihat papah merangkul mamah dan menggendong Raftar sambil jalan.


"Dari situlah dia mengancam akan memberitahukan tentang hubungan kita yang masih berlanjut dengan ayah.


"Aku bernegosiasi dengan Afifah dan dia mengajukan syarat jika hubungan kita tidak ingin diketahui oleh ayahku maka papah harus menikahinya."


"Dan demi melindungi mamah dan yang lainnya terpaksa papah harus berkorban agar keluarga papah tidak disakiti oleh ayah."

__ADS_1


"Hari terakhir papah ke kota ini dengan Johan saat meeting selesai papah ingin kembali pulang bertemu mamah dan anak-anak tetapi Johan mengatakan ada ancaman dari Afifah agar papah segera kembali pulang ke Malaysia, jika tidak tanggung sendiri akibatnya...begitu katanya!!"


"Saat papah mau menelpon mamah, Johan melarang takut telepon papah sudah disadap...jadi papah hanya bisa kirim pesan dan tak pernah mamah balas lagi sampai sekarang."


"Terus bagaimana ceritanya sekarang kamu bisa sampai di sini?" tanya kak Della lagi.


"Johan dan Santos dengan bantuan teman yang baik hati menemukan seseorang yang sangat mirip denganku, dan dialah yang sekarang ada di mansion menggantikan kedudukanku!!"


"Jadi apa langkah papah selanjutnya??" tanya Saniah akhirnya buka suara.


"Kita buka usaha rumah makan saja yuk mah...papah liat di sini posisinya cukup strategis."


"Papah ngga akan pergi lagi ninggalin mamah dan anak-anak kan, pah?? mamah takut papah akan pergi lagi." Kata Sania sambil memeluk erat tubuh Riko.


Riko tersenyum bahagia mendengar perkataan istrinya itu.


"Untuk apa papah pergi lagi, sementara cintanya papah ada di sini??" katanya tersenyum menggoda sang istri.


"Tapi kan yang di sana istri papah juga?" kata Sania cemberut.


"Ngga usah cemberut gitu bibirnya ntar papah ***** baru tau rasa!!" Riko gemas melihat wajah istrinya itu.


"Di sana memang istri papah, tapi istri terpaksa!!" kata Riko."


"Mah, hujan!!" kata Riko.


"Terus kenapa kalau hujan?" tanya Sania.


"Raftar tidur di kamar lain dulu, ya!! papah ingin berduaan sama mamah malam ini!!" Riko menatap istrinya penuh damba.


*


*


Riko...Riko....


"Ibu memanggil Riko??" tanya Asdar.


"Ada yang ingin ibu bicarakan empat mata denganmu, tetapi tidak di sini...siang nanti ikut ibu, ya!!"


Deg...


Jantung Asdar berdegup, dia merasa ada sesuatu yang penting ingin ditanyakan oleh ibu Intan kepadanya.


Sudah satu bulan dia tinggal dengan keluarga itu. Dia mengakui pak Baskoro memang keras berbanding terbalik dengan ibu Intan yang lemah lembut.


Asdar pergi satu mobil dengan ibu Intan mereka duduk saling diam membisu tanpa kata.


"Ko, kamu kangen ngga sama anak dan istrimu di Indonesia??" kata ibu Intan memancing pembicaraan.

__ADS_1


"Ka...kangenlah, bu!! tapi mau bagaimana lagi??" kata Asdar.


"Pak berhenti sebentar di pantai depan ya...ada yang ingin saya bicarakan dengan anak saya!!"


"Siap, bu!!" kata sang sopir.


Setelah hanya tinggal berduaan lalu ibu Intan bertanya lagi.


"Seorang ayah mungkin bisa dibohongi, tapi tidak dengan naluri seorang ibu...ibu tau kamu bukan Riko, tapi kamu Riki!!" Ibu menitipkanmu pada bang Abdullah saat kamu kecil karena kak Rani istri bang Abdullah tidak bisa lagi mempunyai keturunan sejak dia keguguran dulu."


"Lalu kami sekeluarga pindah ke Indonesia karena ayah Riko mendapat tugas di sana."


"Sebenarnya ibu berat meninggalkanmu, tetapi kak Rani dan bang Abdullah terus meyakinkanku bahwa kamu akan baik-baik saja bersama mereka."


"Sampai kemudian di suatu hari terjadi gempa dan tanah longsor.... sejak saat itu kami tak pernah bertemu lagi."


"Abangku itu dan istrinya raib bagaikan hilang ditelan bumi.'


Asdar tidak tau harus bicara apa lagi, memang benar ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Rani tapi dia sama sekali tak menyangka bahwa ibu Rani dan ayah Abdullah itu hanyalah paman dan bibinya.


Pantas dari awal dia bertemu dengan Riko, ada getaran yang dia sendiri tidak tau itu apa.


"Berarti ayah dan ibu angkatmu itu mengganti namamu dari Riki menjadi Asdar..."


"Tak ada yang bisa menerka takdir yang maha Kuasa...akhirnya kita dipertemukan juga nak!! sini peluk ibu yang sudah melahirkanmu ini Riki!!" Ibu Intan memeluk Riki dengan erat.


"Sekarang ibumu bagaimana keadaannya, Riki??" tanya ibu Intan setelah puas memeluk Riki putranya yang telah terpisah darinya puluhan tahun lalu dan kini bertemu secara tak di sengaja.


"Ibu sudah meninggal sepuluh tahun lalu, bu dan ayah juga sekarang sedang sakit...Riki rela melakukan tugas ini menggantikan diri sebagai Riko untuk membiayai operasi ayah!!" jawab Riki alias Asdar sedih.


Ibu Intan terduduk lemas saat mendengar kalau kakaknya itu telah meninggal dan suaminya sekarang sedang sakit.


"Riki, ibu minta tolong tetaplah menjadi Riko agar saudara kembarmu itu bisa memperoleh kebahagiaannya di sana bersama anak dan istrinya."


"Ibu akan membiayai operasi ayah Abdullahmu agar bisa segera sembuh kembali!!" kata ibu Intan.


"Terima kasih bu, Riki harap bisa berperan sebagai Riko sebaik-baiknya."


"Terus bagaimana awalnya ibu bisa tau bahwa aku bukan Riko yang asli?" tanya Asdar.


"Matamu yang lebih mirip ibu kalau Riko matanya lebih mirip ke ayahmu."Jawab ibu Intan.


*


*


***Bersambung...


Akhirnya penyamaran Asdar alias Riki ketahuan juga langsung oleh ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Akankah pak Baskoro mengetahui jika yang ada bersama mereka itu bukan Riko yang asli??


Jangan lupa mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya🙏🙏


__ADS_2