Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Masa lalu Alex


__ADS_3

"Matikan saja ponselmu Angell, hari ini kau adalah milikku..bukankah kau sudah berjanji." ucap Alex dengan nada menuntut.


"Alex..."


Alex lalu menghentikan laju mobilnya ditengah jalan, lalu menatap Angell dengan sangat dalam.


"Mengapa kau berhenti."


"Aku paling benci jika seseorang menghianatiku.."


"Menghianatimu, maksudmu aku."? ucap Angell seakan tidak percaya.


"Apa aku memaksamu ikut denganku hari ini."


Angell tertegun...mengapa sikap Alex berubah tidak ramah.?


"Alex...aku..."


"Keluarlah dari mobilku sekarang juga jika kau tidak serius menemaniku dan anggap saja aku tidak pernah memesan gaun padamu dan kau tidak pernah membuat kesalahan."


Angel memejamkan mata sesaat dan menatap ke arah ponselnya. sementara Alex masih memperhatikannya.


"Cepat tentukan pilihanmu Angell, aku tidak punya banyak waktu."


"Baiklah..aku ikut denganmu, biar bagaimanapun akulah yang bersalah dalam hal ini. dan mengenai Wili aku akan menjelaskannya." ucap Angell mengalah.


"Bagus."


Angell kemudian menekan tombol off untuk mematikan ponselnya lalu menyimpan ponselnya di dalam tas kecil milikknya.


"Ayo...kita harus pergi sekarang." ucap Angel manatap Alex yang malah terdiam.


"Ah..baiklah."


Alex lalu kembali menjalankan mobilnya dengan senyuman misterius yang menghiasi sudut bibirnya.


Angell adalah wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta ketika melihatnya di foto. waktu itu ibu angkatnya memperlihatkan wajah kecil Angell. yah...ia jatuh cinta pada foto waktu Angell masih sangat kecil. ibu angkatnya bernama Melinda yang artinya adalah Angell adalah adik angkatnya.


Alex berusia 10 tahun ketika ia di angkat Ibu Melinda dari sebuah panti asuhan di pinggiran kota. lalu memberinya kenyamanan,kasih sayang, sekolah dan status sosial,dan Kekayaan. ketika Ibu Melinda menikah dengan pria yang kaya raya. wanita itu selalu membawanya dan menghantarkan Alex menjadi satu-satunya pewaris tunggal kekayaan mereka.


Satu harapan ibu Melinda adalah bertemu dengan ponakan kandungnya yang sangat ia rindukan selama ini, lalu menghancurkan hidup Rusell Wins dan keluarganya. dan tentang kecelakaan Rafael, itu semua karna dirinya. dia yang menabrak dan dia juga yang menolong. semua yang terjadi selama ini berada sesuai rencananya. Alex akan melakukan apapun demi mendapatkan hati Angell. meski dengan cara kejam.


Alex terdiam...mungkin ibu Melinda tidak tau kalau ia sedang mengincar Angell untuk dirinya sendiri. lagi pula Alex tidak terlalu perduli. apakah wanita itu setuju atau tidak, Alwx harus mendapatkan Angell. lagipula wanita tua itu sudah sakit-sakitan dan Alex hanya akan mempertemukan mereka agar ibu Melinda merasa senang.


Alex mengenang ketika dulu menjalani tahun-tahun yang berat di masa remaja karna ia harus mengejar nilai yang bagus. ibu Melinda mendidiknya dengan keras dan disiplin, bahkan Alex tak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanitapun, selain karna ia memendam cintanya pada Angell. ia hanya memerlukan wanita sebagai pemuas di tempat tidur saja. bagi Alex tidak ada satu wanitapun yang mampu mengalahkan kecantikan Angell dimatanya.

__ADS_1


Dan mengenai gaun yang rusak, itu juga karna dirinya. jika dia tidak merusak gaun itu. mana mungkin ia bisa berduaan dengan wanita yang begitu digilainya ini.


"Belok kiri Alex.. dan berhenti di depan pot bunga yang besar itu." tunjuk Angell.


"Baiklah Angell."


Alex hanya menganggukan kepala dan menghentikan mobilnya sesuai dengan arahan Angell. Alex turun lebih dahulu dan menghampir Angell yang baru saja turun.


Alex meraih jemari Angell untuk menggenggam hingga Angell sangat terkejut.


"Alex... tanganku.." desis Angell tak nyaman.


"Dimana butiknya." balas Alex tidak perduli ucapan Angel dan tetap menggenggam jemarinya.


"Itu diseberang jalan."


"Itu artinya aku harus memegang tanganmu bagaimana kalau kau tertabrak."


"Alex..aku bisa..."


"Diam dan ikut saja."


Alex setengah menarik tubuh Angell untuk tetap berada di dekatnya.dan keduanyapun akhirnya melangkah bersama dengan posisi Alex setengah memeluk tubuh Angell.


"Ayo masuklah." ucap Angell lehih dahulu masuk dan membuka pintu butik dan Alex berjalan di belakangnya.


Seorang pria kemayu tersenyum ke arah Angell dan melebarkan matanya menatap Alex yang terlihat sangat lelaki, terlalu dingin namun menarik.


"Paman Jimi." sapa Angel, memeluk pria itu


"Hai anakku sayang..apa kabarmu."?


"Aku baik paman."


Jimi adalah desainer langganan Papa dan mamanya.


pria itu akhirnya tak tahan untuk melihat ke arah Alex yang tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


"Siapa dia..apakah tunanganmu itu."


Angell melotot pada Jimi dan di saat bersamaan Alex mendengar semuanya dan tidak tahan untuk tak tersenyum.


"Dia temanku paman...berhentilah membahasku..aku datang kesini untuk mencari sebuah gaun yang akan dipakai wanita seusia mama..apakah paman masih ada stok."?


"Baiklah cantik, kebetulan paman ada stok gaun yang baru saja masuk, apakah kau ingin melihatnya."?

__ADS_1


"Yah..." ucap Angel, sambil melirik kepada Alex yang hanya mengangguk.


Kemudian seorang pegawai Jimi mengantar sebuah gaun panjang berwarna navi yang sangat lembut terbuat dari bahan sutra dan sedikit sentuh brokat di bagian dada yang menambah kesan klasik moderen.


"Wah...indah sekali...aku akan memilih ini saja, bagaimana menurutmu Alex."?


"Sangat indah..ibuku pasti akan menyukainya Angell." ucap Alex tersenyum tipis. dan astaga Jimi bahkan sampai melongo menatap Alex yang memperikahtkan lesung pipinya.


Alex mengangguk dan ikut apapun kata-kata Anell. harus ia akui Angell memang berbakat dari pemilihan gaun dan warna. ibu pasti akan sangat bahagia menerima gaun pemberian Angell. walau bukan hasil buatannya.


Angell telah selesai membungkusnya dan Alex yang membayarnya walau mereka sempat bertengkar di meja kasir karna masing-masing ingin membayar.


"Mengapa kau melakukan itu..seharusnya akulah yang membayar."


"Simpanlah uang itu karna kau harus menggunakannya untuk mentraktirku makan."


"Astaga kau licik sekali." Angel menggeleng menyerah.


Jimi menghampiri mereka dan masih menatap Alex dengan tatapan memuja. tak dipungkiri Alex adalah pria yang sangat tampan.


"Bilang pada pamanmu jika dia tak berhenti menatapku dengan pandangan aneh, aku akan mencungkil matanya." bisik Alex merasa gerah. jika ia bukan bersama Angell maka ia sudah mematahkan leher pria ini.


Angel, hanya terkekeh kemudian menarik tubuh Alex mendekat seraya berbisik di telinganya hingga pria itu tertegun. ketika suara merdu Angell berbisik di telinganya. Alex sangat senang.


"Aku mohon jangan marah,dia memang seperti itu dan itu karna dia kagum dengan ketampananmu...bertahanlah." ucap Angell merayu.


Alex hanya memejamkan matanya dengan jengkel. apalagi Angel, sengaja berlama-lama disitu.


"Aku akan membalasmu Angell." bisik Alex di telinga Angell.


"Baiklah...ayo kita pulang."ucap Angell buru-buru.


Angell langsung pamit pada paman Jimi walau pria itu masih saja menahannya.namun...Angell tidak berani menguji kesabaran Alex lebih lagi.


Keduanya keluar dari butik dan Angell tak tahan untuk tertawa sementara Alex hanya menghela nafas dengan berat seraya melirik Angell dengan jengkel.


"Kau sangat tampan itu sebabnya Paman menyukaimu." ucap Angell menggoda.


"Hentikan Angell..pamanmu membuatku jijik." ucap Alex memalingkan wajahnya.


Angell terlalu tertawa hingga tak sadar ia sudah melangkah di jalanan yang sibuk. Alex menoleh dan membeku ketika melihat sebuah mobil yang melaju kencang. dengan sigap Alex berlari ke arah Angell dan sesaat kemudian menarik tubuh wanita itu ke pelukannya sambil menghindari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Angell terdiam.....


"Kau sangat ceroboh Angell." ucap Alex dengan tatapan tajam. masih memeluk Angell dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2