Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Murka


__ADS_3

Aksana mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, rasanya begitu menyakitkan mendengar ada yang berani mempermainkan seorang Aksana....pria itu menatap anak buahnya tajam.....


"Katakan siapa yang berani mempermainkan hidupku...dan juga anakku."? teriak Aksana menggelegar....


"Yang menukarnya adalah pengasuh nona Stela yang bernama Hana."


"Hana."? Aksana begitu terkejut hingga ia berteriak dengan keras...


Stela hampir saja pingsan, apa yang harus ia lakukan sekarang, bagaimana bisa semuanya terbongkar, memang ia tidak turut serta menukar DNA itu karna saat itu dia masih kecil dan tidak mengerti semuanya namun, Hana kemudian memberitahunya jika Mikha sebenarnya adalah adik kandungnya namun, sekali lagi...Stela begitu menginginkan semua harta papanya dan memilih menutup mulut rapat-rapat tentang kebenaran tntang Mikha adik kandungnya sendiri...


"Beraninya pelayan itu menghanatiku...beraninya dia." lantang Aksana dengan tatapan membunuh.


"Tuan....."


"Cepat bawa Hana sekarang...cepat...."


"Baik tuan." ucap anak buahnya menunduk hormat...


Stela seperti kehabisan nafas...apakah ini akhir hidupnya, papa tidak akan memaafkannya jika dia terlibat, apa yang harus Stela lakukan.....


Aksana menoleh menatap mata Stela dengan tajam, lalu kembali mencengkram lengan putrinya dengan kuat..keduanya bertatapan dengan tajam...


"Jangan sampai kau....bersekongkol dengan Hana tentang kebenaran ini Stela...kalau itu terjadi, papa bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu Stela." desis Aksana penuh peringatan.


Stela menggelengkan kepalanya dengan cepat, di saat posisi tersulit otaknya di tuntut berputar dengan cepat..dan Stela tidak akan membiarkan dirinya di salahkan....


"Hal sebesar itu..mana mungkin aku mampu melakukan itu papa, tidak...aku tidak terlibat sedikitpun." ucap Stela meyakinkan.


"Bagus...karna papa tidak akan mengampuni siapapun yang berani mempermainkan hidup seorang Aksana tidak....papa tidak akan membiarkannya Stela."


"Yah...aku mengerti papa." ucap Stela dengan cepat...


Ia melebarkan matanya ketika salah seorang anak buah membawakan sebuah pistol untuk sang papa, airmata Stela menetes...ia sudah hafal. jika pistol itu di keluarkan maka harus memakan korban. tubuh Stela bergetar.......


"Papa..pistol ini untuk....."


"Menghabisi para penghianat Stela dan papa tidak akan memihak siapapun jika dia bersalah maka dia harus menerima hukumannya." ucap Aksana tersenyum kejam...


"Bagus....aku juga senang kalau papa mau menghukum Hana..karna dialah yang bersalah. selama ini dia selalu membujukku untuk mencelakai Mikha..untung saja aku menolak."


Aksana mengangguk...walau di dalam hatinya ia tau Stela terlibat,dan hatinya merasa sedih...

__ADS_1


Tak lama kemudian Hana di bawa masuk walau dalam keadaan yang meronta dan penuh tangis....airmatanya tumpah dan penuh ketakutan....


Untuk sesaat Hana dan Stela saling menatap tajam, Stela memandang dengan sinis, tak ada lagi jejak ramah di mata Stela, saat ini Stela memandangnya sebagai musuh...


Aksana bersedekap...mendekati Hana dengan aura kemarahan yang kuat...


"Tuan Aksana...."


"Kau wanita yang tidak tau malu Hana, aku menampungmu..aku memberikan kuasa untuk mengasuh putriku dengan bayaran yang sangat mahal namun apa yang kau lakukan ini Hana....kau....berani melakukan sesuatu yang begitu kejam pada hidupku.....kau berani."?


"Maafkan aku tuan Aksana..aku benar-benar minta maaf."


"Maaf....kau menjadikanku seorang ayah yang kejam,kau menikmati setiap airmata yang keluar dari mata istriku dan juga anakku dan saat ini kau hanya mampu berkata maaf."?


Aksana tak mampu menahan kesabarannya...kemudian ia mendekati Hana kemudian.....


"Packkkkkkk......." sebuah tamparan keras menghempaskan tubuh Hana dan wanita itu jatuh tersungkur ia berteriak kencang.....


Stela melebarkan matanya sungguh pemandangan ini sangat mengerikan di matanya dan baru pertama kali dilihatnya...Stela gemetar, ketika melihat darah di mukut dan hidung Hana..


Di iringi tangisan Hana yang terdengar pilu....


"Jangan memfitnahku dengan mulut kotormu Hana." jerit Stela histeris...


Hana gemetar, rasa sakit itu begitu menghantamnya....mengapa Stela menghianatinya..setelah semua yang ia lakukan selama ini menguntungkan Stela.tentu saja Hana tak ingin jatuh sendiri dan ia ingin Stela juga di hukum....


"Mengapa nona Malah menghindar, bukankah selama ini aku kaki tangan nyonya..."jerit Hana dengan kencang....


Stela melihat papanya mulai menatapnya, Stela begitu gusar ia kehilangan akal dan ketakutan melingkupinya dengan kuat, Stela tak akan pernah mau mengaku apapun karna itu sama saja bunuh diri. jika ada yang harus dihukum maka Hana adalah orangnya bukan Stela.


Segera tanpa di duga Aksana, Stela merebut pistol itu dan mengarahkannya lurus pada Hana...matanya bersinar tajam....


Aksana terkejut,


"Apa yang kau lakukan Stela." teriak Aksana tajam...


"Aku....tidak akan membiarkan ular ini mulai memfitahku papa,aku tidak bisa membiarkan Hana melimpahkan kesalahan kepadaku...


"Tembak saja aku nona Stela, walaupun aku mati, semua tidak akan pernah berubah kalah kau terlibat..kau juga terlibat dalam serangkaian perbuatan buruk pada nyonya dan nona Mikha."


"Tutup mulutmu Hana....atau kau akan mati...aku sudah bilang aku tidak pernah terlibat." jerit Stela dengan panik...

__ADS_1


"Stela.....papa tidak akan marah padamu...cepat katakan apa kau terlibat.."


Stela meneteskan airmata....


"Mengapa papa lebih percaya pada pelayan rendahan itu papa..."? jerit Stela dengan histeris...


"Kembalikan pistol itu sekarang Stela."ucap Aksana mengulurkan tangannya......


Stela menggeleng sesaat menatap Hana yang tersenyum penuh kemenangan kepadanya,dan Stela menggertakan gigiinya...tidak akan ada bisa menjatuhkannya secepat ini,dan pelayan sialan ini,Stela harus menyingkirkannya dengan segera.


"Tuan...sebenarnya nona Stela juga terlibat..."


"Dorrrrrr......" kata-kata Hana terputus....


Sebuah peluru di tembakan Stela tepat di tubuh Hana, dan wanita itu jatuh tersungkur di lantai dan tidak bergerak....drah keluar dari tubuh Hana dengan sangat banyak. sementara Aksana dan anak buahnya terdiam seakan tidak percaya dengan penglihattannya....


"Matilah kau Hana...kau tidak bisa memfitnahku tidak....." jerit Stela dengan keras....


Aksana meraih pistol dari tangan Stela dan menatapnya tajam....


"Mengapa kau malah membunuhnya Stela.."


"Dia pantas mati papa, dia akan mengadu domba aku dan papa termasuk dengan Mimha dan Ibu....jadi dia harus mati." teriak Stela keras...


"Apa artinya kau juga terlibat."


"Tentu saja tidak, pelayan murahan itu..selama ini dia mencuci otakku agar membenci adik kandungku sendiri dan juga ibu yang membesarkan aku...tidak papa...aku bahkan tidak sanggup mendengar semua fitnahnya." ucap Stela dengan mata tajam menyala-nyala...


Aksana terdiam...


"Baiklah..papa percaya kepadamu Stela, kau tidak mungkin melakukan hal serendah itu. namun papa akan menyelidikinya Stela dan semoga kau memang tidak terlibat......"


Aksana lalu memerintahkan anak buahnya menyingkirkan Hana yang sudah tidak berdaya, pria itupun pergi meninggalkan ruangan menyisakan Stela sendiri..


Stela menatap tubuh Hana yang sekarat,wanita itu bahkan masih bergerak, seorang anak buah Aksana yang masih diruangan itu yang bertugas mengangkat tubuh Hana terkejut ketika pistol yang ia pegang direbut oleh Stela, wanita itu menatap tajam ke arah Hana......


"Stela....."desah Hana yang sudah sekarat..jemarinya menggapai ke arah Stela...


"Matilah kau penghianat." Stela kembali mengarahkan pistol yang di rebutnya tadi pada Hana.....


"Dorrrr........"

__ADS_1


__ADS_2