
"Kau hamil Angell."? Wili terlihat begitu bahagia..
Tubuh Angell di angkatnya tinggi-tinggi dengan gerakan memutar.
"Wili..astaga kau membuatku pusing, turunkan aku Wili." Angell tertawa ikut bahagia.
Yah..dia sudah telat 4 minggu dan Angell tidak menyangka dirinya hamil lagi setelah Mike berusia 5 tahun. saat yang tepat untuk memberi adik bagi Mike.
Wili menurunkan tubuh Angell dan kemudian mengecup bibirnya dengan penuh cinta.
"Aku mencintaimu sayang terimakasih."
"Aku juga mencintaimu Wili." ucap Angell memeluk tubuh suaminya dengan penuh rasa haru.
💚
Mereka pulang kerumah mama Livia sekaligus untuk menjemput Mike. karna sekolah Mike dekat dengan mansion orangtua Angell.
Mobil terparkir dengan pelan di garasi rumah Mama Livia. mereka turun dengan wajah berseri tak sabar untuk menemui orangtua Angell untuk memberi kabar bahagia.
Sesampainya di teras samping terlihat Papa Rusel sedang berbicara dengan Mike hingga Wili dan Angel, saling menoleh.
"Papa mendapatkan teman bicara." bisik Wili tersenyum senang.
Keduanya mendekat hingga menarik perhatian Rusell dan Mike.
"Bunda...Papa."? ucap Mike tersenyum ia langsung berlari ke arah Wili dan di gendong dengan penuh kasih sayang oleh Wili.
"Anak papa sudh makan."?
"Sudah,...kakek yang memasak untukku." ucap Mike dengan polos.
"Lalu dimana para Wanita."? yang dimaksud Angell adalah Mama Livia dan Tiara.
"Nenek sedang bersama kak Tiara di taman, sedang memetik bunga."
Angell mengangguk, ia membelai wajah sang putra.
"Pergi dan katakan pada nenek, Bunda ingin bicara." ucap Angell lembut.
"Baik Bunda."
Mike turun dari gendongan sang papa dan melangkah ke arah taman.
💖
"Kau hamil Angell."? oh...mama senang sekali nak.
Mama Livia melirik Tiara yang juga terlihat senang..
Angell memeluk tubuh mama Livia dengan begitu erat...
__ADS_1
"Kau harus menjaga kandunganmu sayang, Wili bagaimana perasaanmu."?
"Aku sangat bahagia Mah..dan aku seperti tak ingin berangkat kerja dan selalu bersama dengan anakku."
"Mama mengerti perasaanmu Wili."
"Kau harus tetap bekerja sayang...mana mungkin kau terus membolos."
Wili menangkap jemari Angell dan menciumnya...
"Aku ingin selalu dekat dengannya Angell entah mengapa...suatu saat aku ingin dimanapun aku berada anakku juga berada dekat denganku." ucap Wili serius.
💔💔
Angell membuka mata...kali ini ia berada diruangan rumah sakit lagi.....ada selang di hidungnya dan jarum infus yang menancap di tangannya.
"Aaaccch....."keluhnya...
Mike yang berada di sampingnya terkejut..
"Bunda."? desahnya pelan..
Angell menoleh dan memejamkan mata, jadi tadi ia hanya bermimpi...airmatanya kembali menetes...
"Bunda." desah Mike kali ini ikut menangis....
"Dimana papa..cepat panggil papa...cepat Mike." bisik Angell gemetar.
"Tidak..kau berbohong pada bunda, cepat panggil..." teriak Angell frustasi.
Rafael yang baru saja datang dan sampai di pintu, mendengar teriakan histeris Angell kemudian berlari secepatnya ke kemar.
pintu terbuka...
"Kakak..."
Angell menatap Rafaell.
"Cepat panggil Kak Wili aku butuh kak Wili ada disini." Angell meronta sekuat tenaga. tidak ia tidak mau menerima sedikitpun kenyataan yang mengerikan ini. bahkan dalam mimpipun Angell tak pernah membayangkan kebahagiaan ini di ambil secepat ini darinya.
"Kakak...sadarlah...kak Wili sudah meninggal."
Rafael meneteskan airmata melihat kakaknya begitu hancur kak Angell yang berulang kali pingsan ketika di berikan kenyataan. ini sudah hampir dua minggu kak Wili pergi dan Kak Angell tak juga mau menerima kenyataan.
"Kau bohong padaku kau jahat...Rafael...kalian semua jahat..."
"Kakak...sadarlah, ada Mike disini dia membutuhkanmu, iklaskan kak Wili sekarang dan kak wili akan tenang disana."
Angell menggeleng sambil meratap....
"Bagimana bisa aku merelakan Wili, aku sangat mencintainya..aku sangat mencintainya, anakku..aku kehilangan suami dan anakku sekaligus aku benci hidupku aku benci." Tangis Angell kembali meronta..
__ADS_1
Pintu kembali terbuka dan Rusell juga Livia masuk dan begitu terkejut dengan keadaan Angell.
"Angell."
"Mama.....aku mohon...tolong aku mah....Rafael bilang Wili dan anakku sudah meninggal tapi aku rasa tidak mama, dia masih ada..,dia menciumku mah..dia masih memelukku." tangis Angell menjatuhkan tubuhnya di pelukan mama Livia..
"Oh..anakku..." isak Livia dengan kepedihan yang dalam.
Rusel, Rafael dan juga Mike hanya mampu terdiam lalu mereka memutuskan meninggalkan Livia dan Angell sendiri. membiarkan Livia menenangkan Angell.
Livia membiarkan Angell menangis sampai airmatanya sudah mengering..dan hanya terdengar isakan berat yang masih menyiksanya....
"Angellku sayang..." Livia mengusap punggung Angell dengan penuh kasih sayang....
"Mah..mengapa, mengapa kebahagiaan harus di ambil dariku,,mengapa rasanya Tuhan tidak adil kepadaku mama." isak Angell pilu.
"Ssst...jangan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi di hidup kita sayang, baik itu suka atau menghadapi duka yakinlah Tuhan tetap baik untuk kita nak."
"Tapi suamiku...anakku, semua di ambil dariku dengan kejam, haruskan aku rela...haruskah aku menerima kebaikan Tuhan yang satu ini Mama."?
"Kita adalah hamba, kita adalah ciptaan Tuhan kita berasal darinya dan jika memang sudah saatnya...kita harus kembali kepadanya tanpa kompromi Angell, dan bukan wewenang kita untuk mempertanyakan keputusan Tuhan....sekali lagi sudah mama katakan berulang kali,di dalam setiap keadaan kita harus selalu bersyukur dan berserah..disitulah kita akan menemukan kedamaian." Livia menjelaskan dengan hati-hati.
Angell memejamkan matanya masih terasa sakit..
"Kau harus bersyukur nak, kau memiliki seorang putra yang begitu mencintaimu, Wili sudah tenang bersama anakmu di alam sana, saatnya kau bangkit dan menjaga Mike anakkmu yang tidak pernah lelah berada disisihmu."
"Sangat berat mama."
"Kau bisa Angell, kau adalah wanita yang kuat..Tuhan mengijinkan ini terjadi kepadamu karna Tuhan tau kau mampu melewatinya."
Angell menatap mata mama Livia, dalam hatinya terasa hangat dan sedikit merasa damai...yah walau masih terasa sakit namun ia sedikit lebih lega...
"Mama..terimakasih..kau selalu menjadi tempatku untuk bersandar."
"Seorang Ibu..dia sangat istimewa yang di ciptakan Tuhan karna hanya pelukan ibu kita merasa lebih baik Angell, mama mau kau jadi seorang ibu yang kuat untukk Mike..beri dia pelukan saat dia butuh dan beri dia dukungan jika dia sedang perlu dukunganmu nak...jangan membiarkan anakkmu sedih."
Angell menangguk..membiarkan Mama Livia menghapus airmatanya.
"Tuhan begitu adil sayang dia beri satu anakmu untuk menjaga papanya di alam sana, dan satu anakmu menjagamu disini."
Angell tersenyum untuk pertama kalinya....disaat bersamaan pintu terbuka ketiga prianya muncul satu persatu. melihat Angell yang sudah lebih tenang membuat Rusell menghela nafas lega...
"Bunda...mau eskrim." ucap Mike dengan suara yang serak.
"Mike." bisik Angell dengan tangis yang pecah
Angell membuka tangannya lebar-lebar hingga Membuat Mike menghambur kepelukannya. sepasang ibu dan anak itu berpelukan dalam tangis penuh kesakitan....
"Bunda...."
"Maafkan bunda nak...bunda sangat mencintaimu Sayang..bunda sangat mencintaimu."
__ADS_1