
Mikha begitu terkejut ketika Martin menariknya dengan sangat kuat, matanya begitu tajam menatap Mikha...sudah lama wanita ini melarikan diri darinya..sudah lama Mikha membuat tidurnya tak pernah nyenyak lagi..setiap malam ia selalu tersiksa dengan bayangan Mikha yang begitu mengganggunya...
"Mikha....kemana kau selama ini..mengapa kau meninggalkan aku.."?
Mikha meronta ia sungguh belum siap untuk bertemu Martin apalagi pria ini tampak sangat marah, dan Mikha bisa merasakan itu dari cengkraman Martin yang sedikit kuat...
"Martin...lepaskan aku...." jerit Mikha meronta...
"Kau....tau betapa frustasinya aku ketika mencarimu...kau tau bagaimana aku hampir gila karna kau seolah menghilang di telan bumi..."
Martin begitu hancur ketika menyadari Mikha yang memandangnya dengan tatapan bingung dan sedikit dingin...Mikhanya...apa yang sungguh terjadi, apa yang sebenarnya Mikha alami....mengapa ia seolah tidak tersentuh,...mengapa ia sangat dingin.?
Martin mencoba menarik Mikha agar masuk kedalam mobilnya sungguh kebetulan yang membahagiakan bertemu Mikha di restoran ini, tadinya Martin hanya akan singgah makan di sini sambil berharap keajaiban menemukan kekasihnya di sekitar sini. dan akhirnya ia bisa menemukan Mikha juga setelah mencari dengan segenap kekuatannya namun tempat yang tidak ia sangka, justru menjadi tempat perjumpaannya dengan kekasihnya....sungguh Martin sangat mensyukuri perjumpaan mereka.
"Mikha..ayo...kita harus pulang..." ucap Martin menarik tangan Mikha namun,
"Tidak...aku tidak mau.."
Martin sungguh terkejut....
"Tidak mau..."? ulangnya seolah tak yakin Mikha mengatakan hal itu...
Pegangan tangan itu terlepas....keduanya berdiri berhadap-hadapan...
"Apa maksudmu."? ucap Martin sungguh terluka...
Mikha mengeraskan tatapannya...jemarinya terkepal erat...
"Martin...aku akan pulang tapi tidak denganmu."
Martin tertawa....mengusap wajahnya dengan kasar tatapannya menajam, mendekati Mikha yang menatapnya dingin...
"Apa kepalamu terbentur sesuatu sayang, jangan membuatku kehilangan kesabaran karna aku tidak akan pulang sebelum membawamu dan tentu kau harus menjelaskan semua padaku Mikha..."
"Menjelaskan apa...bukankah aku sedang tak ingin bertemu denganmu..jangan mengejarku terlalu gigih karna kau akan kecewa." ucap Mikha melonggarkan tenggorokannya..
Martin tak mampu lagi menahan semua perasaannya, ia mendekati Mikha dan menarik paksa wanita yang di cintainya itu dan membawanya ke mobil. walau secara paksa Martin akan melakukannya.
"Martin....lepas..."
"Kau kehilangan hak bicara Mikha....kita harus pulang sekarang." ucap Martin membuka pintu mobil....
"Lepaskan dia." suara dingin itu begitu menusuk dan membuat Martin dan Mikha terkejut..
Marti melepaskan pegangannya dan menoleh,menemukan seorang pria dengan setelan jas tidak kalah mahal menatapnya dengan sangat tajam....
__ADS_1
Damian dengan santai mendekati keduanya dengan senyum mengerikan....
"Siapa kau."? desis Martin tanpa takut...
"Aku punya hubungan dengan Mikha yang hanya kami berdua yang tau...namaku Damian Russ."
"Damian Russ, kau yang membawa Mikha selama ini.? tatap Martin kemudian menatap Mikha...
Mikha memejamkan matanya, mengapa ia harus dihadapkan dengan situasi yang begitu sulit.? apa yang harus ia lakukan, siapa yang harus ia pilih...
"Apakah kau adalah kekasih Mikha yang sebentar lagi akan menjadi mantan."?
Martin sangat marah dengan ucapan Damian.....ia bergerak mendekat pria itu bersiap memukul namun langkahnya terhenti ketika dengan cepat Damian sudah mengarahkan pistolnya kearah Martin...
"Jangan bermain denganku anak muda..kau..bukanlah tandinganku." desis Damian menarik pelatuk......
Martin mengeraskan rahangnya, ia hampir lupa dengan perinbatan Mike untuk berhati-hati menghadapi Damian Russ pria yang gila dan kejam...
"Ironis sekali pria terhormat sepertimu mau melakukan hal hina dengan merebut kekasihku tuan Damian Russ." ucap Martintanpa taku sedikitpun..
"Merebut adalah hobiku Martin Sebastian..aku, bahkan sangat serakah ketika menginginkan sesuatu." Damian melirik ke arah Mikha yang terlihat cemas.....
"Dia milikku.."
"Tapi sekarang dia juga sudah menajdi milikku Martin,bagaimana bisa kita membaginya....salah satu dari kita harus mengalah." ucap Damian dengan tatapan membunuh.
"Sayang sekali aku juga tidak bisa menyerahkan Mikha..."ucap Damian tak kalah tajam.
Damian menurunkan pistol itu dan tanpa di duga, Martin menerjangnya dengan satu pukulan keras.......
Damian terdorong beberapa langkah namun tidak sampai jatuh, ia mengeaskan rahangnya...mendekati Martin lalu membalas pukuulan itu..
"Bughhh...."
Martin tersungkur karna kerasnya pukulan Damian, pria dingin itu kembali mengeluarkan senjata, kesalahannya karna mengampuni pria ini, dan saatnya Martin menemui kematiannya
Damian meraih ujung baju Martin dan menempelkan ujung pistol pada Martin hingga pria itu terdiam...
"Beraninya kau menyentuhku..aku pastikan kau mati...."desis Damian bersiap menembak...l
Mikha yang sedari tadi melihat aura membunuh dari keduanya mendekat, ia menatap ke arah Damian yang tampak serius menatap Martin, bahkan ia tak ragu sedikitpun jika mungkin akan menembak Martin disini,dan Mikha tak ingin itu terjadi...
"Damian..."
Mata Damian melirik Mikha namun masih bersiap menembak......sementara Martin juga tak ingin kalah, ia bahkan menantang Damian untuk menembaknya..
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah mengampuninya Mikha.."
"Aku mohon...berhentilah, aku mohon." desah Mikha dengan isakan pelan....
Damian dan Martin menatap ke arah Mikha yang menangis lalu dengan sendirinya keduanya saling melepaskan pegangan........
"Mikha..." ucap Damian dan Martin bersamaan..
"Aku akan menyelesaikan semuanya, dengan caraku dan sampai itu terjadi aku mohon pada kalian berdua jangan pernah melakukan hal memalukan lagi.." ucap Mikha menatao mereka bergantian...
Damian menghela nafas, menyimpan pistolnya lagi, ia sungguh tak menyangka jika pengaruh Mikha sangat kuat padanya...ia langsung menurut tanpa protes...
"Martin...ayo...aku akan ikut denganmu aku akan mejelaskan semuanya....." ucap Mikha dengan tegas,
Sesaat kemudian ia memandang Damian dengan tatapan beku...
"Aku akan menghubungimu nanti Damian." Mikha menunduk hormat lalu melangkah dengan lelah menuju mobil milik Martin....
Damian hanya menatap kepergian Mikha dengan tatapan beku....
"Apa yang seharusnya menjadi milikku akan tetap menjadi milikku tuan Damian Russ, permisi." Martin tertawa dengan kemenangan yang nyata, lalu melangkah menuju mobilnya,dan sesaat kemudian...mobil itu menghilang dari sana....
Damian menaikan sudut bibirnya....tidak....ia tidak akan pernah kehilangan lagi....cukup ia kehilangan Celine ia tidak akan pernah kehilangan Mikha... Damian meraih ponselnya dan segera menelp seseorang....
💖💖💖💖
Sepanjang perjalanan Mikha hanya diam sementara Martin sesekali menatapnya...
"Kita akan menemui bibiku, besok dia akan pulang sebentar lalu akan kembali ketika kita menikah nanti." ucsp Martin...
Mikha memejamkan matanya....
"Aku ingin bicara penting denganmu Martin sebelum kita bertemu siapapun di luar sana..aku ingin bicara..."
"Jika kau ingin bicara tentang pria itu dan mulai membuat alasan Mikha aku tidak akan pernah membiarkannya, kau milikku kita akan menikah..aku...tidak akan pernah membiarkan pria itu merebutmu..." ucap Martin dengan peringatan yang tegas.....berusaha menekan emosinya yang naik....
"Martin dengarkan aku dulu.." jerit Mikha..
"Tidak Mikha aku tidak mau dengar..."
"Martin....."
"Diam...." bentak pria itu dengan keras.......
"Aku baru saja melakukan operasi pengangkatan rahim." jerit Mikha dengan airmata menetes....
__ADS_1
Seketika Martin menghentikan mobilnya di tengah jalan....ia sungguh terkejut....
"Apa.."?