
Angell mendekati Melinda yang mengulurkan tangan kepadanya. sedikit iba karna tatapan wanita ini membuat Angell sedih. Alex menuntun Angell hingga jemarinya disambut jemari Melinda.
Angell tertegun ketika wanita itu langsung mendekapnya dengan begitu erat. hingga Angell merasa sedikit sesak. Alex yang menyadari itu langsung menyadarkan ibunya dan memberi isyarat lewat tatapan mata bahwa Angell akan terkejut. dan Melinda melepaskannya.
"Maafkan ibu nak..ibu hanya terlalu senang bertemu denganmu." ucap Melinda enggan melepas genggaman tangannya.
Angell hanya mengangguk teringat kata-kata Alex jika ibunya sangat menyukai semua karyanya dan selalu menjadi pelanggan setia.
"Terimakasih ibu, sudah menyukai semua hasil rancanganku, aku sangat tersanjung." ucap Angell lembut.
Melinda menatap ke arah Alex dan tersenyum mengerti.
"Putraku selalu memberikan hadiah gaun tapi aku selalu jatuh cinta dengan semua rancanganmu, entah mengapa seperti masuk kedalam jiwaku." ucap Melinda memuji.
"Aku sangat senang mendengarnya terimakasih ibu."
Melinda mengangguk lalu menatap ke arah Angell dan Alex.
"Ibu sudah menyiapkan makan siang, ayo temani ibu makan...jarang ibu bisa makan bersama anak-anak ibu." ucap wanita itu tak sabar.
Angell tertegun ketika Ibu Linda menyebut kata anak, namun ia segera menepis segala kecurigaannya. ibu Melinda pasti merindukan sosok anak perempuan di dalam hidupnya itu sebabnya ia sangat senang melihat Angell datang.
"Baiklah bu...aku juga sudah sangat lapar." ucap Angell kemudian melangkah ke belakang Melinda dan mendorong kursi roda menuju ruang makan. Alex yang melihat pemandangan itu terlihat senang.dia terdiam sebentar dan memikirkan sebuah rencana...
Bagaimana kalau mereka bersatu dalam sebagai sebuah keluarga.?
Alex menaikan sudut bibirnya ketika melihat sebuah pesan di ponselnya. itu pesan dari anak buahnya yang mengabarkan jika Wili telah menerima foto kemesraan mereka. dan Alex tidak sabar lagi untuk menghadapi Wili.
Pria itu melangkahkan kakinya menuju ruang makan.
Angell menatap semua hidangan di meja dengan tatapan lapar. semua yang ada disini sesuai dengan kesukaanya. ia menatap ke arah ibu Angel dengan senyuman terimakasih.
"Aku menyukai semua masakan ini ibu, terimakasih." ucap Angell sumringah.
"Baiklah..ayo makan, semoga sesuai dengan lidahmu Angell." ucap Melinda tersenyum penuh haru.
Angell menatap ke arah Alex yang hanya menatapnya tanpa ingin makan. Angell mengerutkan dahi.
"Mengapa kau tidak makan."?
"Aku hanya terlalu senang siang ini." ucap Alex tenang.
"Kemarikan piringmu akan ku ambilkan makanan, kau harus makan juga setelah ini kau harus menyetir dengan sangat jauh."
"Kau mau melakukannya untukku."?
"Yah..kenapa tidak."
Angell mengambil piring dan mulai mengambil nasi dan beberapa lauk pauk sesuai selera Alex dan meletakan piring di hadapan pria itu."
Melinda hanya diam menatap Alex yang terlihat jatuh cinta kepada keponakannya. wanita itu tenggelam dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Terimakasih Angell."
"Sama-sama Alex"
"Ach..Angell, ceritakan tentang keluargamu..ibu ingin mendengarnya." ucap Melinda serius.
Angell menatap ke arah Alex yang juga menatap ke arah Melinda.
"Ibu..tidak sopan bertanya tentang keluarga Angell." ucap Alex mengelengkan kepalanya.
"Tidak...aku tidak keberatan sedikitpun jadi tenanglah Alex."bela Angell.
Angell lalu tersenyum kepada Melinda dan mulai bercerita.
"Aku punya orangtua yang mencintaiku dan seorang adik lelaki yang selalu menghormatiku Ibu. aku sangat mencintai mereka dengan segenap hatiku."
"Yah...itu terlihat di wajahmu dan sifatmu yang lembut Angell." Melinda terpesona.
"Tentu saja Ibu, aku beruntung."
"Ibumu yang sekarang bukanlah ibu kandungmu Angell, aku mendengar beberapa kabar burung, maaf jika ibu lancang bertanya." Melinda menatap penuh permintaan maaf.
"Yah..itu benar ibu, Mama Livia bukan mama yang melahirkan aku, namun bagiku dia lebih dari segalanya..aku sangat mencintainya melebihi apapun di dunia ini."
Melinda menggenggam sendok dengan sangat kuat menyalurkan kemarahannya. Livia...wanita itu berhasil mencuci otak Angell dengan sangat kuat.
"Ibu kandungmu..apakah punya saudara lain."? Melinda tak tahan untuk bertanya.
Sedangkan Alex mulai kesal dengan ibunya. tak bisakah wanita ini menahan mulutnya agar berhenti bertanya.? bahkan ini baru pertemuan mereka yang pertama.
Melinda menjatuhkan sendok dan garpu yang ia pegang lalu terbatuk-batuk. hingga Angel, dan Alex terkejut dan memberikan segelas air pada Melinda.
"Apa kau baik-baik saja Ibu." tanya Angell khawatir.
"Ibu..baik-baik saja, maafkan Ibu Angell."
"Aku yang seharusnya minta maaf, aku berbicara terlalu banyak siang ini." Angell merasa tidak enak.
Alex melirik jam tangannya. mungkin sebaiknya ia membawa Angell pergi sebelum Ibu mengatakan semuanya.
"Ah...aku ada rapat siang ini, bagaimana kalau selesai makan kita langsung pulang saja."? ucap Alex menatap Angell.
"Yah..benar, karna mama akan khawatir padaku jika aku terlalu lama berada di luar." ucap Angell menatap Alex.
Melinda memejamkan matanya. baru saja ia menghabiskan waktu beberapa saat dengan Angell. tapi dia harus berpisah lagi.
"Ibu, sebelum kami kembali aku ada sesuatu untuk ibu." ucap Alex seraya memberika bungkusan.
Wajah Melinda melotot...
"Apa ini."
__ADS_1
"Gaun dari salah satu desainer favoritku bu." ucap Angell.
"Jadi ini bukan hasil rancanganmu Angell."tatap Melinda kecewa.
"Ibu..aku sedang mengerjakan gaun ibu yang indah, dan sambil menunggu ibu bisa memakai ini."
"Baiklah..aku ikut kata-katamu saja, pandangan Melindatertuju pada Alex. terimakasih nak..ibu mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu bu." balas Alex kemudian mengecup dahi ibunya.
Akhirnya mereka berpamitan pulang dan Angell berjanji akan mengunjunginya lagi. Melinda mendekati Angell lalu mengeluarkan sebuah cincin berlian dan meletakannya di dalam genggaman Angell.
"Apa ini bu."
"Ibu memberikannya untukkmu, melihatmu ibu merasa seperti melihat anak ibu sendiri."
"Aku mengerti bu, tapi ini cincin berlian dan aku tidak bisa..."
"Haruskah kau membuatku bersedih Angell."?
"Ibu.."
"Jika kau sayang padaku maka terimalah."
Alex menatap Angell dan mengangukk agar Angell menerimanya saja.
"Baiklah..aku terima Ibu."
"Baguslah ibu senang."
Melinda memasangkan cincin itu dengan gemetar. cincin itu adalah milik Mutia kakaknya yang sudah lama ia simpan. akhirnya cincin itu kembali pada pemilikknya. batin Melinda lega.
sungguh kebersamaan seperti ini akan begitu ia dirindukan.
Angell memasuki mobil dan di ikuti Alex mereka melambaikan tangan kepada Melinda dan mobil itu meluncur pulang.
Angell terus menatap cincin itu dengan tertarik. lalu tersenyum.
"Jarimu terlihat semakin indah dengan cincin itu."
Angell mengangguk..cincin ini begitu pas di jarinya dan ia menyukainya.
Mobil memasuki kota dan tiba-tiba Alex menghentikan laju mobilnya.ketika ia di hadang oleh beberapa mobil hitam.
"Alex."? ucap Angell yang terbangun dari tidur ayamnya dan sangat terkejut melihat sosok di hadapan mobilnya berdiri dengan tatapan membunuh ke arahnya.
"Wili." desahnya dengan mata melebar dramatis.
Alex menaikan sudut bibirnya tanpa takut sedikitpun.
Selamat menjalankan ibadah Puasa ya bagi para readersku sayang yang menjalankan.
__ADS_1
semoga puasanya lancar dan full yah...
Semangat.....😇😇🤲🤲