Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Milikku


__ADS_3

Angell menatap gelas berisi minuman beralkohol yang di tuangkan Wili kepadanya. seluruh tubuhnya bergetar menatap gelas itu dengan hati yang cemas. bagaimanapun ini pertama kalinya ia akan mencoba minuman memabukan itu. aura intimidasi Wili begitu kuat memenuhi ruangan ini, dan keberanian Angel menguap entah kemana meninggalkan kegugupan dan kecemasan yang luar biasa.


"Mengapa ada banyak senjata api dan benda tajam disini." Angell tak tahan untuk bertanya. sesekali matanya melirik senjata-senjata itu dengan perasaan yang tak nyaman.


"Aku suka mengoleksi." jawab Wili santai.


"Pribadimu aneh." Angell memejamkan matanya,ia merasa sedikit ngeri.


"Tergantung dari sudut pandangmu Angell."


"Baiklah...semua orang punya kebiasaan masing-masing, dan juga hobi." ucap Angell dengan pelan.


"Minumlah." ucap Wili sambil mengangkat gelasnya.


"Tidak..aku tidak pernah meminum ini sebelumnya." Angell memberanikan diri bersuara.


"Benarkah..seorang putri dari tuan Rusell Wins tidak pernah menyentuh minuman ini sebelumnya."


"Kau pikir aku berbohong." tatap Angell tak terima.


"Kau pikir aku percaya bahwa kau berkata jujur malam ini Angel." Wili menatap mata Angell dengan sinis.


Mata Angell berkaca-kaca antara menahan kekesalan dan rasa frustasinya menghadapi Wili malam ini. apalagi pemandangan senjata api dan pisau, pedang yang begitu banyak dipajang layaknya hiasan pelengkap ruangan. ia hampir tak bisa bernafas. berulang kali Angel memijit dahinya karna sakit kepala tiba-tiba yang menyerangnya.


"Terserah padamu Wili tapi aku hanya jujur kalau aku bukanlah seorang peminum yang baik, namun aku akan mencoba."


"Apa kau yakin...jika tidak, aku tidak akan memaksa." ucap Wili tenang.


Angell meraih gelas yang telah penuh berisi minuman itu dan membawa di dekat mulutnya. mungkin setelah minum ia akan merasa lebih baik dan kegugupannya akan hilang. sementara Wili tersenyum dengan penuh perhitungan, malam ini Angell terlihat sangat cantik, gaunnya..riasan wajahnya yang luar biasa cantik, tubuhnya juga indah, senyumnya dan juga tatapan matanya. malam ini Angell akan menjadi milikknya.


"Aku akan mencobanya..seorang Angell Wins tak boleh takut apapun bukan." Angell tersenyum skeptis.


"Wili mengangkat bahu dengan tanda kalau ia setuju.


Menatap gelas itu Angell kembali tertegun....


"Minumlah Angell, itu hanya champagne..minuman yang sangat ringan untukmu, rasanya manis dan tidak begitu keras hanya ber efek menenangkan." ucap Wili menjelaskan.


Angell mengangguk kemudian meneguk sekaligus minuman itu sampai habis. yang pertama ia rasakan adalah rasa manis yang langsung menyebar di tenggorokan kemudian rasa hangat yang begitu kuat mulutnya, hingga Angell terbatuk-batuk karnanya.


Wili hanya menggeleng tertawa...


"Minumlah sedikit demi sedikit, mengapa kau meminumnya sekaligus Angell, kau akan kehilangan rasanya. Wili mengeluh.

__ADS_1


"Aku sudah jujur bahwa aku tidak pernah meminum ini sebelumnya, bahkan di pesta-pesta aku sangat menghindarinya."


"Apa kau takut mabuk dan di manfaatkan." ucap Wili menyandarkan punggungnya di kursi dengan santai.


"Yah...kau tau seorang gadis rentan akan itu." Angell menatap gelasnya dengan senang, minuman ini enak sekali.


"Bagaimana dengan malam ini apa kau tidak waspada sedikitpun." Wili menaikan alisnya.


Angell menggeleng.....dan tersenyum, sepertinya ia mulai merasa sedikit tenang karna efek minuman ini mulai bekerja.


"Kau mau melakukan apa padaku." ucap Angel terkekeh.


Jemari Wili menggenggam jemari Angell dengan kuat. menatapnya dengan penuh keinginan.


"Kemungkinan terburuk adalah kita tidur bersama."Wili menaikan sudut bibirnya.


"Kau tak boleh melakukan itu."


"Mengapa."


"Karna kau bukan calon suamiku, seharusnya aku bersama Oscar sekarang." Angell mulai kehilangan kontrol pada dirinya.


"Apa kau mencintainya."


Wili kembali meneguk minumannya dengan tatapan membara.


"Di mansion ini apa kau tinggal sendirian."


"Ya.."


"Dimana Dani tinggal."


"Berhentilah membahas lelaki lain dihadapannku karna aku bisa kehilangan kedaliku Angel." lirik Wili tak suka.


Angel mencibir dengan tatapan jengkel...


"Kita tak punya hubungan apapun Wili, jadi santailah..mengapa kau emosi sekali jika aku membahas lelaki lain, aneh..."


Wili meraih kursi putar Angell untuk mendekat kepadanya. wajah keduanya begitu dekat dengan tatapan yang tak terbaca.


Dengan kedua tangannya Wili meraih tubuh Angell hingga dengan mudah berpindah ke pangkuannya dengan posisi saling menatap. rasa panas mulai menjalar dan mengendalikan semua syaraf inti di tubuhnya dengan penuh keinginan yang kuat.


Angell mendekat.....merasakan aroma nafas Wili yang begitu manis.

__ADS_1


"Apa kau cemburu."


"Yah....rasanya aku akan menggila mendengar nama pria lain keluar dari mulutmu Angell Wins." Wili sudah memeluk tubuh Angell dengan sebelah tangannya. sementara satu tangannya yang lain sudah menjelajah mencari kenikmatan di balik gaun Angell.


"Lucu sekali...seorang tuan Wili Pearl merasakn cemburu." Angell tertawa dengan keras.


"Sayang...percayalah kau harus bertanggung jawab atas semua yang kau timbulkan malam ini kepadaku."


"Seperti apa Wili." Angell mendekatkan wajahnya. hingga bibir mereka nyaris bersentuhan.


Wili tersenyum menang ketika Angell menggodanya. iapun merapatkan tubuhnya. dan menatap Angell dengan hasrat yang sudah bangkit.


Wili kemudian melum** bibir Angell dengan perasaan yang mendalam, ketika ia merasa Angell sama sekali tidak menolak justru menerimanya tak kalah panas. Wili semakin memperdalam ciumannya pada Angell.


Lepas kendali itulah yang dirasakan Wili dan Angell ketika tubuh mereka sudah berpindah tempat ke atas ranjang yang seolah siap menyambut keduanya. pakaian sudah terlepas, tak ada yang menghalangi dua anak manusia yang akan memadu kasih dibawa redupnya lampu kamar.


Wili menatap wajah Angell dibawahnya yang tampak sudah pasrah, dikuasai kepungan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan. pria itu tersenyum lega ketika ia sudah menguasai Angell sepenuhnya. tinggal melaksanakan semua rencana yang telah tersusun rapi di kepala.


"Sayang...aku akan bergerak dan percayalah..setelah ini, kau adalah milikku seutuhnya, hanya milik Wiliam Pearl." ucap Wiliam dengan senyuman puas.


Angell hanya menganggukan kepala, membiarkan semua perasaan menguasai logikanya. meski ia sempat ragu namun entah mengapa sentuhan Wili membuat logikanya mati suri. terlalu indah untuk di lewatkan..malam yang pas, suasana yang mendukung dan..perasaan yang hangat..seolah semua pas baginya.


Angell tersenyum....


"Lakukanlah Wili..milikilah aku." desah Angell sembari memeluk tubuh Wili untuk melampiaskan rasa sakit yang baru pertama ia alami. menerima tubuh Wili sepenuhnya dan membiarkan mereka bersatu.


Mata Wili bersinar tajam....kemudian memasuki Angell dengan kekuatan penuh.


**************************


Matahari pagi menembus masuk melalui jendela kamar. Angel mengucak matanya. untuk sesaat ia mengira sedang berada dikamarnya seperti biasa. tubuhnya kedinginan. Angell menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. pada saat itulah ia tersadar, kalau dia tidak sendirian di atas ranjang.


Angell membuka mata lebar, dan langsung terkejut dengan mata yang melebar..Wili sedang menatapnya tajam.


"Angell sayang...selamat pagi." bisiknya dengan sangat intim.


Angel berusaha bangun dan kemudian terkejut bukan main...ketika rasa sakit menghantam dirinya dengan kuat. airmatanya mengalir deras..ketika kenyataan begitu menyakitkan.....


"Apa yang telah kau lakukan."


Angell meronta ketika Wili menarikknya di dalam rangkulan posesifnya.


"Sekarang kau adalah milikku Angell Wins." ucap Wili dengan tajam...

__ADS_1


__ADS_2