Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hilangnya kesucian


__ADS_3

"Layani aku Zefanya." ucap Rafael mendekati gadis itu dan menyentuh jubah mandinya. menariknya mendekat hingga keduanya bertatapan tajam..


"Ra..Rafael..." desah Zefanya yang begitu gugup, bahkan keringat terbit di dahinya dengan cepat walau baru saja selesai mandi dan...tentu saja ruangan ini ber AC. Zefanya sangat panik..bagaimana rasanya, kalau yang ia baca di internet akan terasa sakit, seperti apa...bagaimana rasa sakit itu. Zefanya merasa seakan gila memikirkannya.


"Zefanya." Rafael menyentuh wajah pucat gadis itu dengan setengah mencengkram wajahnya.


"Aku...takut." mata gadis itu menyipit dengan sungguh.


"Astaga kau membuatku gila...aku benci jika kau memasang wajah lugumu aku...benci." teriak Rafael dengan tegas.


Kesabarannya habis ketika Zefanya menghindar dari sentuhannya. dengan gerakan cepat Rafael melepaskan jubah mandi Gadis itu dengan paksa.


Mata Zefanya melebar ketika sebagian tubuhnya terbuka dengan paksa..tidak..seumur hidupnya ia tak pernah menginjinkan seorangpun melihat tubuhnya tidak...ia tdak bisa ia terlalu takut. ini pertama kalinya dan ia sama sekaki tak punya pengalaman. dan Rafael sama sekali tidak mau repot untuk bersikap lembut.


"Lepaskan aku Rafael aku mohon." jeit Zefanya histeris.


"Diam." Rafael akhirnya berhasil melepaskan semua pakaian Zefanya dan matanya terbakar. Zefanya terlalu indah sebagai seorang wanita.


"Aku mohon Rafael." airmata turun dengan derasnya. namun Rafael sama sekali tak bergeming. ia mendorong tubuh Zefanya jatuh keranjang.


Sambil menanggalkan juga jubahnya Rafael menaiki ranjang dan menjebak Zefanya yang hendak melarikan diri.


namun apalah daya gadis itu, ia terlalu kecil untuk melawan seorang Rafael Wins. tak berdaya Zedanya terperangkap dibawah tindihan Rafael bagai penjara.


"Diam atau aku akan membuatmu merasakan kesakitan yang begitu dalam." desis Rafael mendekatkan wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan."


"Memberimu kenikmatan Zefanya, bukankah kau pernah merasakannya."


"Rafael...tidak."


Rafael tidak menggubris tangisan Zefanya, jemarinya naik dan menyentuh bagian atas tubuh sensitif gadis itu hingga ia sendiri terbakar. bibirnya mencari-cari pasangannya hingga menemukannya dan bergelut disana. Zefanya sungguh menggila segala sensasi aneh yang baru pertama kali ia alami begitu membuat semua syaraf inti di otaknya berhenti bekerja. kenikmatan yang baru baginya menggodanya secara berulang dan membuatnya ikut mendamba.


Rafael sangat ahli di dalam hal percintaan, ia terus mendesak Zefanya agar gadis itu menyerah dalam cumbuannya.


"Kau adalah milikku Zefanya Arneta." bisiknya dengan suara yang parau. otaknya di penuhi sensasi kenikmatan yang berbeda. jelas... Zefanya sangat indah.


Zefanya memekik ketika Rafael mendesak masuk ke dalam miliknya. terlalu sesak dan perih, itu yang pertama kali dirasakan Zefanya. matanya melebar, ia meronta berusaha melepaskan diri namun tak bisa.


Nafasnya tak beraturan, keringat sudah membasahi wajahnya, Rafael menatapnya dengan tajam.. mengecup bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


"Mulai saat ini...tubuhmu adalah milik seorang Rafael Wins." desahnya di tengah kepungan kenikmatan yang akan ia raih beberapa saat lagi.


"Rafael." suara Zefanya menjadi serak...


"Aku akan bersikap lembut jadi kau hanya perlu diam dan menerima dengan senang hati."


Zefanya memejamkan mata terlihat takut. dan sikapnya itu menggetarkan hati Rafael walau sesaat, karna ia langsung sadar dan mengeraskan hatinya.


"Buka matamu..aku ingin kau menatap wajahku ketika kita sedang bercinta." ucap Rafael bagai perintah.


Zefanya membuka matanya namun kesakitan langsung menghantam sadarnya ketika Rafael memasukinya dengan hentakan yang keras.


💕💕


Rafael menatap Zefanya yang duduk dihadapannya dengan berbagai ekspresi. mereka sedang makan setelah percintaan itu sudah selesai, menyisakan ingatan kenikmatan yang membekas pada Rafael. yah..sungguh ia tak pernah menyangka bahwa Zefanya adalah seorang perawan. itu berarti ia adalah lelaki pertama bagi gadis ini.? ada rasa senang yang begitu jelas ia rasakan. rasa hangat dan rasa puas itu kembali membuat Rafael tersenyum.


Zefanya mengaduk sup dengan penuh minat, sesekali ia terlihat meringis. namun ia sangat lapar.


"Bagaimana keadaanmu." ucap Rafael menatap begitu dalam.


Zefanya mengangkat muka ia tak menyangka jika Rafael sedang memperhatikannya, hingga ia terbatuk-batuk.


"Aku..baik-baik saja." ucapnya sambil meminum air yang diberikan Rafael.


"Maafkan aku...aku sungguh tak tau jika ini adalah pertama kali bagimu." Rafael menatap lurus pada Zefanya.


"Tidak mengapa." balas Zefanya menunduk.


Rafael meraih sebuah kartu emas dari dalam dompetnya dan meletakan di meja.


Zefanya menghentikan makannya dan menatap ke arah Rafael.


"Apa ini...maksudku untuk apa."?


"Aku akan membiayai hidupmu mulai dari sekarang, pakailah kartu ini untuk membeli apapun sesukamu, kau bisa membeli mobil dan perhiasan, baju mahal dan semua yang kau inginkan."


Zefanya melonggarkan tenggorokannya.. sesaat ia tersenyum dengan kesakitan yang muncul di dadanya. matanya berkaca-kaca. lalu menatap Rafael.


"Aku ingin bicara soal ini Rafael."


"Katakan."

__ADS_1


"Aku tak bisa menerima kartu ini, aku hanya meminta kau membiayai sekolah adikku dan masa depannya karna aku tidak sanggup soal hidupku..aku akan menanggungnya sendiri."


"Apa maksudmu." ada rasa nyeri sekaligus bangga karna Zefanya masih memikirkan adikknya walau ia harus menderita.


"Aku tak bisa."


"Mengapa."


"Aku bukan seorang pelac**..." airmata Zefanya menetes di wajahnya.


"Zefanya..."


"Aku akan tetap bekerja."


"Baiklah..kau bisa membuka butik, restoran dan apa saja..aku akan membiayaimu." Rafael tidak menyerah membujuk .


"Aku tidak bisa, nuraniku tidak menerimanya." ucap Zefanya menatap Rafael dengan tajam.


"Kau tau kalau kau adalah..."


"Aku tau..aku tidak akan melanggar janjiku percayalah kau sudah memilikiku dan aku akan setia sampai....." mata Zefanya melebar. airmatanya menetes...


Rafael merasa nyeri melihat ekspresi pasrah yang di tunjukan Zefanya. dengan gerakan refleks Rafael meraih tubuh Zefanya ke pelukannya. mendekapnya dengan erat. hingga tangisan yang awalnya tak terdengar mulai berubah menjadi isakan yang memilukan. Zefanya hanya memejamkan matanya dengan airmata yang terus mengalir seolah tak lelah.


"Semua akan baik-baik saja..aku akan melindungimu Zefanya..karna kau adalah milikku." ucap Rafael berjanji.


💞💞


Disebuah ruangan sebuah hotel, seorang wanita masuk dengan menahan rasa geram dan marahnya. ia membuka pintu dan mengepalkan tangannya. iapun melangkah masuk dan tertegun, menatap sebuah pemandangan yang menyakiti hatinya. disana terlihat sepasang pria dan wanita sedang bercumbu di bawah selimut yang sama. dengan begitu panas seolah tak terganggu dengan kehadirannya....


"Apa yang kau lakukan." jerit wanita itu dengan histeris.


Sang pria mendorong pasangannya dengan tatapan kesal. iapun berdiri dan menatap tajam ke arah Wanita yang sedang menangis di hadapannya. namun ia sama sekali tidak terganggu dengan airmata itu. baginya tugasnya sudah selesai......


"Kau....untuk apa kesini sayang."


"Pacccckkkkkk........" sebuah tamparan keras mendarat di pipi pria tampan itu...


"Inikah dirimu yang sebenarnya."?


"Hahahahah........"

__ADS_1


__ADS_2