
Mikha begitu terkejut...Bicara tentang M group pastilah berhubungan erat dengan perusahaan MJ grop, milik Mike...Mikha menghela nafas.....
"Kau sepupu Mike."? ucap Mikha dengan tatapan tak terbaca.
"Yah.....kau benar Mikha..."ucap Martin membenarkan...
Mikha sungguh kehilangan kata, airmatanya menetes.....jadi selama ini ia merasa seperti sedang di bohongi oleh Martin kekasihnya sendiri. dia bukan pengawal Mike tapi sepupunya, itu berarti mereka selama ini tertawa di belakangnya. sungguh Mikha kehilangan kata.......
"Mengapa kau melakukannya."?
Martin membeku dengan airmata kecewa yang di perlihatkan Mikha saat ini. apakah Mikha salah paham...jelas Mikha menyimpan kemarahan di dalam matanya.
"Mikha...aku hanya menunggu saat yang tepat."ucap Martin mencoba mendekati Mikha..
"Apakah kau sedang mengujiku apakah aku pantas untukmu atau tidak, apakah aku memenuhi kriteria menjadi istrimu begitu, dan selama ini biar aku tebak kau pasti sedang menertawai aku......" jerit Mikha dengan suara yang lantang.
"Aku tidak pernah berpikir seperti itu Mikha."
"Lalu aku harus bagaimana Martin...aku tak percaya kau mampu membohongiku aku sungguh tidak percaya."
Martin memejamkan matanya mendekati Mikha dan menyentuh bahu wanita yang ia cintai dengan tatapan takut, sungguh ia tak menyangka kejumurannya akan melukai Mikha....
"Aku mencintaimu Mikha aku minta maaf jika selama ini aku berbohong bukan maksudku..."
Martin meraih tubuh Mikha ke pelukannya, matanya basah....sungguh ia sangat takut kehilangan Mikha, wanita ini adalah alasan mengapa Martin mencintai lagi.
"Jangan marah Mikha aku mohon...."
Sekuat tenaga Mikha mendorong tubuh Martin hingga pelukan itu terlepas...
"Aku sungguh tidak mengerti apa alasanmu melakukan itu Martin...aku benar-benar tidak mengerti."tangis Mikha sedih...
Martin kehilangan kata......ia tidak menjawab alasannya ia takut itu akan semakin membuat Mikha tersinggung.
"Itu tidak penting Mikha..aku mencintaimu itu yang penting."
"Yah..aku bukan malaikat Martin, apa kau tertawa di belakangku karna selama ini aku pernah menghinamu begitu."
"Mikha....." Martin sungguh tak menyangka jika Mikha begitu marah dan tersinggung..
"Aku benar-benar kecewa Martin....kau pikir aku apa..kau sungguh mempermainkan aku.." jerit Mikha menatap dengan tajam.....
__ADS_1
"Mikha aku minta maaf."
Mikha menggeleng bergerak meninggalkan Martin melangkah menjauh menuju mobilnya..
Martin memejamkan matanya, ia mengerang sama sekali tidak menyangka jika reaksi Mikha akan semarah ini..
Martin melangkah cepat dan mencegat Mikha sebelum ia sampai di mobilnya dan menariknya agar berbalik..
"Mikha aku mohon..kau mau kemana, aku mohon jangan marah..aku sungguh minta maaf."seru Martin masi(h tak ingin melepaskan Mikha...
Mikha menghapus airmatanya, ia menatap Martin dengan kesedihan yang begitu dalam. jika Martin sepupu Mike..apa yang harus dilakukannya keadaannya sekarang tak mungkin lagi mendampingi Martin. ia tak mungkin bisa punya anak jika melakukan operasi pengangkatan rahim itu, Mikha sungguh tak sanggup menyakiti Martin, dia putra satu-satunya group M yang kaya raya..tuan Alex dan keluarga mereka pasti membutuhkan keturunan untuk menjadi penerus...dan Mikha tak bisa memberikan hal yang paling penting dalam pernikahan.
"Aku butuh waktu sendirian...dan aku mohon jangan paksa aku." ucap Mikha membuka pintu mobil dan segera melaju kencang meninggalkan Martin yang menundukan wajahnya dalam-dalam....sungguh ia tak tau apa yang harus ia lakukan...
💗💗
Mikha memandang jalanan sepi di hadapannya dengan tatapan kosong, airmatanya tak berhenti menetes, seolah beban tak ingin pergi darinya.
Mikha tak ingin pulang kerumah karna tak ingin menjadi beban orangtuanya, Mikha bersyukur Stela sudah pulang kerumah dan paling tidak bisa menggantikan posisinya yang saat ini tak memungkinkan untuk menemani orangtuanya dan berubah menjadi lebih baik, Mikha sungguh merasa lega. meski begitu mama selalu menghubunginya namun ia selalu beralasan banyak pekerjaan jika disuruh pulang kerumah oleh sang mama. dan untunglah mama tidak bertanya lagi.
Ponselnya tiba-tiba berdering, nomor yang tidak dikenal....?
Mikha : Hallo...siapa ini...?
Mikha : Dion...? mengapa menangis...apa yang terjadi Dion.?
Dion : Tante.....aku sedang di Mall kemarin, aku bersemhhnyi di tolilet aku lari dari pengasuhku...aku rindu tante....(Menangis keras)
Mikha : Di Mall...baiklah..tunggu tante..jangan kemana-mana.
Dion : Yah...cepatlah datang..aku takut.......
Telp terputus seiring airmata Mikha yang menetes Khawatir....Dion..anak itu memang nekat...
"Dion,....apa yang terjadi padamu." jerit Mikha sambil menancapkan pedal gas dan melaju dengan kencang.
💝💝
Mikha memasuki Mall dan matanya mulai mencari-cari setiap toilet yang ada di Mall itu, mulai dari lantai 1 sampai penghujung lantai 3....wajahnya terlihat cemas dan mulai sedikit lemah.......namun ia sangat khawatir dengan Dion....sampai di toilet terakhir,Mikha menghela nafas,....mendekati pintu toilet yang tidak terpakai,
"Dion.....Dion...keluarlah, ini tante Mikha,..kau dimana."? jerit Mikha pelan lalu melangka semakin mendekati pintu toilet dan tiba-tiba saja...seseorang keluar dari sana....
__ADS_1
Menghambur ke pelukannya....
"Tante Mikha....." tangis Dion pecah di pelukan Wanita cantik itu..
Mikha membeku airmatanya menetes menikmati pelukan Dion yang begitu erat, menangis sesegukan di bahunya...
"Dion...kau tidak apa-apa."?
"Yah....aku merindukanmu tante..aku tidak apa-apa." desah Dion semakin mempererat pelukannya..
Mikha menjadi lega...kemudian menatap wajah Dion...lalh tersenyum...
"Mengapa sembunyi disni."?
"Aku membujuk pengasuh untuk bermain disini dan ketika pengsuh lengah aku bersembunyi darinya dan melarikan diri."
"Nakal...bagaimana jika ayahmu tau.....dia akan marah."ucap Mikha menunjukan wajah khawatirnya.
"Ayah sedang sibuk sekarang, jadi ayah tidak akan tau, lagi pula tante akan mengantarku pulang bukan..."
"Tante mengantarmu lagi."?
"Yah.....aku kan sudah menemui tante jadi tante harus mengantarku pulang.." ucap Dion mengecup pipi Mikha hingga ekspresi Mikha begitu terkejut....
"Dion...licik yah..." ucap Mikha bersedekap pura-pura cemberut...
Dion lalu memasang ekpresi menggemaskan....
"Maafkan aku tante, tapi aku lapar tante..ayo kita makan." ucap Dion tidak perduli dan menggenggam jemari Mikha dengan posesif dan membawanya menuju Restoran....
Mereka menghabiskan waktu dengan makan dan menonton film anak-anak....Dion tampak senang. sepanjang perjalanan ia tak berhenti tersenyum..
tak terasa waktu beranjak sore, jika menghabiskan waktu bersama Dion rasanya waktu terasa begitu cepat. Mikha bisa melupakan rasa sedih dan sakitnya.
"Sekarang saatnya pulang." ucap Mikha menuntun Dion menuju mobil....
Namun baru saja akan masuk beberapa mobil hitam langsung menghadang mobilnya..wajah Mikha begitu pucat..ia tau siapa yang datang dan Mikha tau semua tidak akan baik-baik saja.
Damian turun dari mobil mewahnya dangan tatapan tajam....matanya tertuju pada putranya yang terus menggenggam tangan Mikha...jemarinya mengepal lalu mendekati mereka....
Matanya memenjara mata Mikha...rahangnya mengeras.....
__ADS_1
"Kau.........menculik anakku lagi Mikha...." desis Damian dengan begitu marah.....
Mikha menghela nafasnya....wajahnya menjadi pucat....