Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Menyebalkan


__ADS_3

Angel membuka pintu mobil dan melangkahkan kaki panjangnya kedalam gedung yang sangat tinggi itu. beberapa pasang mata memandangnya dengan penuh rasa ingin tau.


Angel Wins memiliki wajah Rusell versi perempuan, ia sangat cantik dengan wajah blesteran, Angel mempunyai tinggi seperti Papanya. tubuhnya padat berisi dan rambut ikal berwarna coklat yang panjang sampai pinggangnya. Angel adalah gadis sempurna, ia sering menjadi model untuk gaun pengantin di butiknya sendiri maupun butik ternama kenalan mama Livia yang memintanya untuk memperagakan baju mereka ketika mengadakan fashion show.


Angel mengabaikan tatapan beberapa pegawai kepadanya. ia melangkah cuek ke arah Lift dan menekan angka 40.


Pintu lift terbuka baru saja ia akan masuk namun tertegun ketika melihat seorang pria yang sangat tampan sudah berada lebih dahulu di lift. mereka saling bertatapan.memakai jass yang begitu rapi dan seolah jas itu dibuat untuk tubuhnya yang begitu terbentuk. pria ini terlihat mahal dan sepadan dengan dirinya, setidaknya dengan penampilannya yang tidak murahan. batin Angel menilai.


"Silahkan masuk nona." ucapnya dengan sopan.


Angel menjadi salah tingkah dan buru-buru masuk ke dalam lift. kebetulan hanya ada mereka berdua didalam ruangan sempit itu.


"Ehm....apa kau pegawai baru disini." ucap pria itu membuka pembicaraan.


"Ya..aku sekertaris dari tuan Wiliam Pearl." Angel menjawab.


"Namaku Daniel, panggil aku Dani." pria itu mengulurkan tangan dengan senyuman yang sanggup membuat Angell berbunga-bunga.


"Namaku Angel, Angel Wins." ucap Angel sambil membalas uluran tangan Dani.


"Ting....." pintu lift terbuka.


Angel menoleh sekali lagi kepada Dani.


"Kau mau ke lantai berapa." tanya Angell mengerutkan dahi.


"Lantai 1."


"Lalu mengapa kau tidak turun saja tadi."Angell menaikan kedua alisnya heran.


Dani mengusap rambutnya dengan senyuman lagi.


"Aku hanya mengantarmu saja, kau sangat cantik Angel, sampai jumpa." Dani mengerakan tangannya ke arah Angel yang masih terpaku, yah...Angel terhipnotis dengan sosok pria yang seumuran dengannya barusan.


Pintu lift tertutup, sekaligus memisahkan mereka.

__ADS_1


dia bekerja dibagian mana, di lantai berapa.....sial, seharusnya Angel bertanya tadi.


Ponselnya kembali bergetar, Angel begitu terkejut ketika sadar itu adalah panggilan dari si "Pria tua melebalkan",begitulah Angel menamai Wili di ponselnya. astaga.. ia sudah terlambat.


"Dia akan membunuhku...." desis Angell segera berlari menuju ruangan Wiliam.


>>>>>***<<<<<


"Kau terlambat 30 menit Angell Wins."Wili terlihat marah. menatap Angel yang berdiri di tengah ruangan, sedikit mengagumi bahwa gadis ini sangat cantik dengan pakaian kantornya. rambutnya digulung ala pramugari dan memakai setelan blose dan rok sampai lututnya. gadis kaya raya ini, berubah seperti pegawai kantoran biasa. Wili tersenyum misterius.


Pria dengan setelan jass tiga potong itu menatapnya dengan tajam seolah ingin menelannya utuh-utuh. Angell hanya melonggarkan tenggorokannya seraya mengumpat. pantas saja sampai sekarang pria tua ini belum menikah. Angel curiga pengembalian gaun pengantin itu hanya alasan baginya. mungkin wanita yang ia ceritakan sebagai calon istrinya itu sudah memilih pergi. siapa juga yang akan bertahan dengannya. Angell menggelengkan kepala prihatin.


"Apa kau sudah cukup mengumpatku didalam hati dan pikiranmu." Wili seakan bisa membaca pikiran Angell bagai buku yang terbuka. Wili menyandarkan punggungnya di sofa kebesarannya dengan santai. mengetukan jemarinya pada meja kaca dihadapannya.


"Astaga mengapa kau menuduhku, aku tidak mengumpatmu kok." Angell buru-buru menggeleng


"Aku akan menambah masa hukumanmu menjadi 6 bulan 10 hari."


"Apa maksudmu." jerit Angel tidak terima.


"Baiklah...aku minta maaf." ucap Angel menyerah.


Wili mengangguk....lalu bangkit dari tempat duduknya mendekati Anggel yang masih terpaku di tempatnya berdiri. mencium aroma parfum Angell sambil menahan diri, gadis ini punya sejuta pesona jadi Wili harus menahan dirinya agar tidak jatuh didalam pesonanya.


"Buatkan aku kopi sebagai pekerjaan pertamamu." ucapnya menaikan alisnya."


"Apa."??? seru Angel sambil menarik nafasnya bingung.


................................****..................................


Elena menatap gedung kampus di hadapannya dengan sedikit berdehem gugup. rasanya seperti ia baru saja datang dari planet lain saja. selama ini dirumah orangtuanya Elena nyaris tidak bepergian keluar rumah dan hanya menghabiskan waktu dengan buku-bukunya dikamar. Ayah selalu bersikap sangat keras padanya.


"Kau harus menciumku lebih dahulu jika ingin turun dengan selamat." ucap Rafael dengan santai.


"Apa sih maksudmu, aku tidak akan selamat jika tidak meladenimu...apa kau akan membunuhku." desis Elena memincingkan matanya kesal.

__ADS_1


"Aku calon suamimu ingat, aku bahkan harus mengalah ketika papa melarang kita tinggal bersama hingga pernikahan dan aku sekarang tinggal dirumah bukan di apartemen."


"Cih...tapi setiap malam kau selalu mengendap-endap ke kamarku." cibir Elena.


"Itu karna aku merindukanmu sayang." Rafael menatap tajam, memajukan tubuhnya hingga mereka saling menatap.


"Rafael, ini dikawasan kampus."


"Maka itu cium aku dan kau bisa keluar dengan tenang."


"Tidak nanti saja."


"Bukankah aku sudah sedikit bersabar denganmu." kilat kemarahan mulai muncul di wajah Rafael, hingga Elena terkejut. apa yang terjadi kepada Rafael...mengapa ia berubah seperti ini, menjadi seperti orang lain.


"Apa yang terjadi kepadamu." ucap Elena gugup.


Rafael tak banyak bicara dengan cepat ia menyambar bibir Elena dan melum**nya dengan penuh hasrat tidak membiarkan Elena menyiapkan dirinya. pria itu seperti memberi hukuman didalam ciumannya hingga Elena kelelahan di pagi hari Rafael baru melepaskannya. namun tidak dengan tatapan matanya yang masih tajam memenjara Elena.


"Mulai sekarang, bersikaplah sedikit aktif sayang, karna aku tidak suka mencumbumu seperti aku mencumbu manekin."liriknya kesal.


"Apakah ini adalah dirimu yang sebenarnya Rafael."


"Tentu saja, dan aku ingin kau mengenal diriku yang sebenarnya mulai dari sekarang."


Elena merasa seperti dicekik. dengan cepat ia membuka pintu mobil dan hendak keluar, namun sekali lagi tangannya tertahan. Elena menoleh,


"Aku akan menjemputmu jadi pastikan kau tidak kemana-mana. jangan dekat dengan pria manapun atau kau akan tau akibatnya."


"Kau mengancamku."? ucap Elena dengan suara bergetar.


"Itu peringatan dariku sebagai calon suamiku, kau adalah milikku Elena Rive." Rafael menaikan alisnya dengan tajam.


"Aku sudah terlambat." ucap Elena dengan cemas.


Lalu merasa lega karna Rafael melepaskannya.

__ADS_1


Elena melangkah dan tidak menoleh lagi kearah belakang, hatinya benar-benar cemas...bagaimana seorang Rafael Wins yang begitu terlihat hangat dirumah namun, menyimpan sifat kejam didalam dirinya ketika di berada di lingkungan luar. bagaimana nasibnya setelah pernikahan. pria ini pasti akan menyiksanya. Elena menggeleng dengan enggan, mungkin dia harus memikirkan cara agar bisa melepaskan diri dari pernikahan mereka.


__ADS_2