Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku
Hati yang mulai goyah


__ADS_3

Roni menutup telp dengan wajah kecewa. mata-mata yang ia tugaskan untuk mengawasi Livia memberi informasi jika hubungan Livia dan Rusell semakin dekat saja. bahkan dikabarkan bahwa Rusell menghabiskan waktu hanya berdua bersama Livia. jika terus dibiarkan seperti ini maka dia akan kalah dan akan segera kehilangan Livia. pria itu melangkah menuju jendela kamar dan menatap dengan kerutan di dahinya, otaknya terus mencari jalan bagaimana caranya agar memisahkan mereka, dan dia punya kesempatan untuk membujuk Livia kembali kepadanya.


Dan......setelah lama berpikir, Roni tersenyum dengan tajam.


"Livi, kau akan segera kembali kepadaku."janji Roni.


🧡


Meri memperhatikan dengan tajam di sela-sela mengurus Angell, tepatnya ketika Rusell sedang berpamitan untuk berangkat ke kota seperti biasanya. jemarinya terkepal tidak sabar untuk menjalankan rencananya. kali ini dia harus berhasil mempengaruhi nyonya Livia.


"Cepat kembali sayang, ucap Livia merapikan dasi Rusell yang sedikit miring.


"Aku sangat berat meninggalkanmu dan Angell."


"Kau punya tanggung jawab sayang, mengapa kau jadi seperti ini."? tatap Livia tersenyum.


Livia membalikan tubuhnya dan meraih jass yang diberikan pelayan lalu membantu Rusell untuk memakainya. sebuah perhatian kecil yang mulai dilakukan Livia beberapa hari ini.


Rusell tak berhenti menatap Livia yang tampak sibuk, sementara Angell juga mulai merengek meminta perhatiannya. gadis kecil itu sudah mulai cemburu jika Livia berdekatan dengan Rusell lebih dari padanya. Rusell merasa lucu, haruskah dia dan putrinya bersaing mendapatkan perhatian Livia? pria itu menggeleng dengan senyuman tipis.


"Sayang, kemarilah." ucap Rusell.


Livia mendekati Rusell dan terkejut ketika Rusell mendekapnya dengan gemas. sementara para pelayan hanya memalingkan muka melihat tingkah tuannya.


"Rusell, anak buahmu sudah menunggu."


"Kau belum menciumku, desahnya merajuk."


Livia menggeleng, lalu mendekatkan wajahnya dan sesaat kemudian, dia melum** bibir Rusell dengan singkat dan memejamkan matanya marna malu.


Rusell terkekeh melihat betapa istrinya sangat menggemaskan, ingin rasanya dia membawa Livia ke kamar dan menghabiskan waktu lagi. namun Livia akan membunuhnya dengan segera dan Rusell yakin Angell akan bersikap sama, gadis kecil itu sangat mengidolakan Livia.


"Bagaimana, cukup kan."?


Rusell menggeleng kembali merapatkan tubuh Livia kepadanya dan kemudian dia yang lebih dulu mendekatan wajahnya dan kembali melu*** bibir Livia lebih panas dari sebelumnya. dan melepaskan Livia yang terlihat sangat gugup.


"Itu baru cukup untukku." desis Rusell menahan tubuh Livia yang sedikit goyah.


"Akan kuajarkan yang lebih baik dari ini Livia, setelah aku kembali." Rusell mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Astaga...." Livia menyerah dengan kelakuan Rusell.


"Aku mencintaimu sayang." ucap Rusell denan penuh cinta.


"Aku juga mencintaimu tuan Rusell Winss, suamiku." balas Livia memejamkan matanya malu.


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Rusell pergi juga bersama anak buahnya.


Livia meraih Angel yang sudah selesai makan dan mandi, biasanya ia aka menghabiskan waktu bersama Angell di taman atau balkon dan memutari kolam ikan yang terletak dibagian depan rumah. Angel, semakin pintar hingga Livia semakin merasa gemas dan bahagia.


Meri mendekati Livia yang sedang menggendong Angel.


"Nyonya Livia." ucap Meri menunduk dengan hormat.


"Meri, ada apa." Livia menoleh dan tersenum kepadanya.


"Aku ingin bicara sesuatu yang penting."


"Hm..bicaralah Meri kau serius sekali sih."? t!atap Livia sambil mencium Angel.


"Ini tentang tuan Roni."


wanita itu menoleh lagi ke arah Meri yang sedang menatapnya dengan tekad yang kuat.


"Apa yang kau tau."?


Meri menundukan kepala lagi sebelum ia mulai bercerita.


"Kau adalah suruhan Roni."? ucap Livia sangat terkejut.


"Anda benar nyonya Livia, dulu tuan Roni pernah menolong keluarga saya, dan saat itulah saya memutuskan mengabdikan diri untuk membantu tuan Roni.


"Kau tau, jika Rusell menyadari kau adalah mata-mata..kau akan celaka Meri." jerit Livia dengan suara tercekat.


Meri gadis muda itu hanya menundukan kepala..


"Saya bahkan rela mati untuk itu nyonya."ucapnya dengan suara bergetar.


Livia memejamkan matanya jemarinya menyentuh dadanya dengan gemetar. tubuhnya bahkan menjadi ngilu membayangkan kemarahan Rusell jika tau semua yaang Roni rencanakan.

__ADS_1


"Meri..semua sudah berlalu, aku tidak akan mungkin kembali pada Roni..dia berhak mendapatkan yang lebih baik." ucap Livia putus asa, sejak malam dimana Rusell mengungkapkan kesalahannya. hati Livia menjadi goyah dan dia telah memutuskan tidak akan meninggalkan Rusell dan Angell, mereka adalah sebuah keluarga sekarang.


"Nyonya Livia, ampuni saya jika saya sudah lancang, tapi apakah sedikitpun saja nyonya Livia tidak pernah memikirkan tuan Roni."?


"Maksudmu."?


"Tuan Roni sangat terpukul denan pernikahan nyonya dan sampai mengalami kecelakaan dan mengalami koma selama beberapa hari, dan ketika sadar, tuan Roni selalu memanggil nama nyonya Livia. orangtua tuan juga sangat terpukul. tuan Roni seperti pria yang kehilangan arah. bahkan sampai kehilangan berat badan dengan sangat cepat." Meri menatap Livia yang sudah mulai terpengaruh.


"Roni kecelakaan, karna aku."?


"Maafkan aku nyonya Livia tapi memang itu yang terjadi." Meri kembali menunduk meminta maaf.


Livia menyandarkan punggungnya yang lelah seolah memikul beban yang berat. airmatanya menetes tanpa ia sadari, mengapa Roni tidak melupakannya saja. bahkan sudah hampir setahun mereka berpisah. mengapa Roni tidak melanjutkan hidupnya dengan baik agar Livia bisa lebih tenang.


"Roni, bagaimana kalau kita berpisah dan kau tergoda gadis lain."? tanya Livia sesaat sebelum berangkat untuk melanjutkan kuliahnya.


"Itu tak akan pernah terjadi Livia, kau adalah hidupku, jangan meninggalkanku Livia karna aku tak akan bisa hidup tanpamu."


Livia menundukan wajahnya dalam-dalam. ia kehilangan kekuatannya ketika mengingat semua perkataan dan janji seorang Roni kepadanya.


"Meri semua sudah terlambat, aku sudah menikah." ucap Livia dengan pasrah.


"Tapi tuan Roni tidak perduli semua itu, ia bahkan akan menunggu nyonya seumur hidupnya." Meri menatap penuh keyakinan.


"Aku tidak bisa Meri, aku sudah berjanji pada orangtuaku bahwa aku akan menjaga pernikahan ini sampai seumur hidupku." ucap Livia jujur.


Baiklah saya tidak akan memaksa anda nyonya Livia, namun paling tidak nyonya harus mengatakan langsung kepada tuan Roni." ucap Meri tak kehilangan akal.


"Bagaimana caraku bertemu dengannya Meri,apa kau sudah kehilangan akal.. Rusel, tidak akan memaafkan aku jika dia tau aku diam-diam menipunya." ucap Livia menggelengkan kepalanya dengan enggan.


"Saya punya sebuah cara nyonya Livia." tatap Meri dengan tajam.


Livia mengerutkan dahinya kepada Meri. apa yang harus ia lakukan, mengikuti perkataan Meri ataukah bertahan saja. toh Rusell mencintainya. namun akan sangat ebois jika ia tidak mengatakan langsung perasaannya pada Roni. jika punya kesempatan itu dia mau bertemu dan meminta maaf secara langsung. bahwa hatinya sudah menjadi milik Rusell sekarang.


"Katakan kepadaku Meri."


Haiii teman-temanku, terimakasih sudah membaca karya Author ini yah..


tetap dukung Author agar bisa semangat up setiap hari dengan cara, Like, Koment dan Vote juga beri Rating pada setiap bab yang sudah dibaca.

__ADS_1


Terimakasih ❤❤❤❤


__ADS_2