
Wili memejamkan matanya, otaknya berputar dengan cepat memikirkan alasan yang tepat. agar Angell tidak curiga. mereka sudah keluar dari restoran dan di sekitar restoran itu ada sebuah taman kecil di lengkapi tempat duduk.
"Sebenarnya aku....cemburu ketika kau bicara tentang Oscar." akhirnya Wili mengatakan alasannya. wajah Angell berubah memerah. ia lantas tertawa dengan keras."
"Hahahah...astaga kau membuatku kaget saja sayang."
"Apa itu sangat lucu bagimu." tatap Wili seraya meraih tubuh Angell hingga tenggelam dalam pelukan posesifnya. matanya menajam dengan ekspresi penuh cinta.
"Tentu saja sangat lucu..mengapa kau cemburu."?
"Dengar..kau milikku Angell, tak akan kubiarkan pria manapun dari masa lalu atau yang sedang mengincarmu saat ini berhasil..karna akulah pemilikmu." ucap Wili dengan tajam.
"Itu bagus..aku senang mendengarnya, percaya dirilah sayangku." bisik Angell seraya membetulkan letak dasi Wili.
"Kita akan menikah jadi berhentilah cemburu padaku."
Wili mengangguk, menatap bibir Angell yang memerah di bawah lampu. rasanya ia ingin menyesapi dan mereguk kemanisan di bibir Angell saat ini juga. jika saja ia tak mengingat mereka sedang di tempat umum.
"Aku...rindu..bolehkah Angell." pinta Wili dengan suara serak.
"Tapi...."
Kata-kata Angell terputus ketika Wili sudah menggendong tubuhnya dan memasukannya ke dalam Mobil dan menguncinya. sesaat kemudian Wili ikut masuk dan mobil itu melaju kencang menuju apartemen Wili.
💞
Pintu apartement terbuka dan masih menggendong tubuh Angell. Wili sangat bersemangad.
Menurunkan tubuh Angell hati-hati di atas ranjang miliknya Wiki tersenyum lapar dan Angell adalah makanan yang lezat baginya.
"Mandilah Wili aku akan membuat makan malam."
"Tidak..aku akan memesan makanan, hari ini aku tak mau kau lelah karna memasak."
Wili menerjang tubuh Angell hingga mereka berdua jatuh di atas ranjang dan saling menatap.
"Mengapa." ucap Angell pada Wili yang sedang menatapnya dari atas tubuhnya.
"Aku akan membuatmu kelelahan karna percintaan kita sayang." ucap Wili mendekatkan wajahnya ingin menyentuh bibir Angel...
"Hey...mandi dulu sana." ucap Angell mendorong paksa Tubuh Wili hingga pria itu menyerah dan bangun.
"Aku akan segera kembali." ucapnya mengedipkan matanya.
Angell menggelengkan kepalanya ia tersenyum bahagia...suara deringan ponsel menghempaskan lamunannya. Angell meraih ponselnya dan terdiam.
__ADS_1
"Oscar."?
Bagaimana ini..jika Wili tau dia menerima telp dari Oscar maka pria itu akan marah. Angell menggeleng dan meletakan kembali ponsell itu di atas meja. membiarkan nada dering itu terus berbunyi tanpa niat mengangkatnya. meski ia masih di liputi rasa penasaran karna informasi yang akan diberikan Oscar. namun Angell tak ingin menambah masalah baru.
Wili keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. ia menatap Angell dengan tatapan lapar.
"Giliranmu sayang."
"Baiklah...tunggu aku." senyum Angell bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Wili tersenyum tak sabar iapun melirik cermin dan bersiul. menyemprotkan parfum dan merasa puas. jiwanya seakan menari-nari memimpikan kenikmatan yang akan membuatnya terbang dan Wili tak sabar lagi.
Bunyi pesan masuk di ponsel Angell menarik perhatian Wili. pria itu menatap dengan tajam. mendekati lalu meraih ponsel itu.
Matanya melebar ketika ia mendapati beberapa panggilan masuk dan ada pesan dari Oscar. Wili menggertakan giginya. dan segera membuka isi pesan itu dan membacanya.
Oscar
Angell, temuilah aku sekarang di cafe White dan aku akan memberitau sesuatu kepadamu, ini tentang Grace dan alasan Wili ingin menikahimu. aku menunggumu Angel.
Kurang ajar..berani sekali Oscar ingin menjatuhkannya. sinar mata Wili berkilat-kilat..apakah dia ingin mati.? dia ingin menghancurkan segala rencana yang telah disusun rapi oleh Wili sudah payah.
Pria itu tersenyum kejam meraih pistol di laci meja kamarnya. dan menyimpannya di saku jassnya. pria itu akan mendapatkan pelajaran berharga karna sudah mengganggu kesenangannya siang ini.
Sebelum menghapus pesan di ponsel Angell, Wili sempat mengirim pesan pada Oscar seolah itu memang dari Angell.
Angell
Oscar
Baiklah..aku kesana sekarang.
Tepat sesaat sebelum Angel membuka pintu Wili telah meletakan ponsel itu kembali ke tempatnya. Angell tak akan tau apa yang terjadi. Wili sudah memakai jassnya.
Angell keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Wili sudah sangat rapi. sementara dirinya memakai jubah mandi.
"Kau mau kemana." ucap Angell mendekati Wili.
"Maafkan aku sayang..baru saja sekretarisku menelfon dan bilang aku melupakan tanda tangan sebuah dokumen dan itu sangat penting."
"Astaga..kau harus kesana..sebaiknya aku..."
"Tidak...kau tak boleh kemana-mana sayang, lagi pula aku tidak akan lama, bersantailah disini sambil menungguku." Wili mengecup bibir Angell dengan sayang.
"Tapi bagaimana jika mama..."
__ADS_1
"Aku telah menelfon mama Livia dan mengatakan bahwa anakknya sedang berada bersama calon suaminya."
Angell terkekeh...dan kemudian mengangguk...
"Aku akan tidur saja."
"Itu akan lebih baik, karna setelah aku pulang..kau tak akan pernah bisa tidur." bisik Wili tersenyum ketika Angell memasangkan dasi padanya. ia menatap wajah Angell dan tertegun..andai saja Angell tidak menjadi dalang dari bunuh diri adikknya mungkin Wili akan sangat bahagia sekarang.
"Selesai..berhati-hatilah sayang." bisik Angell.
Wili kembali meraih tubuh Angell ke pelukannya dan kembali menyentuh bibirnya dengan bibir Angell dan menyesapnya dengan penuh perasaan. lalu melepasnya kalau tidak ia tak akan bisa pergi.
Oscar...pria itu...Wili bersumpah setelah ini ia akan berpikir seribu kali untuk menguji seorang Wili.
"Aku pergi sayang." Wili tersenyum kemudian melangkah keluar dari apartemen.
Angell kemudian meraih ponselnya dan menimbang..apakah dia harus menelfon Oscar saja. mungkin Oscar akan memberitahunya lewat telp.
💞💞
Taman sepi di pinggir laut....
Hari sudah mulai sore dan Oscar mulai merasa cemas, sudah tiga puluh menit ia menunggu Angell di tempat ini. namun..wanita itu tak kunjung datang.
Tiba-tiba saja dari arah belakang, tanpa di duga oleh Oscar sebuah benda keras menempel kuat di pelipisnya hingga ia gemetar seketika.
"Tuan Wili."ucapnya dengan wajah yang memucat....
"Mengapa...wajahmu terlihat sangat kecewa, apa kau sedang menunggu orang lain."? ucap Wili dengan sorot mata yang tajam seolah menembus jantung Oscar. pria itu hampir tak bisa bernafas ketika Wili menendangnya hingga ia jatuh tersungkur dengan posisi berlutut.
"Kau...ingin menghianatiku yah."? ucap Wili menaikan alisnya.
"Tuan Wili..aku...."
"Kau mau mengatakan semua rencanaku pada Angell yang telah aku susun rapi...kau pikir kau bisa melawanku Oscar."?
Wili mengarahkan pistol itu di tangan Oscar dan....
"Duuuuuuaaaaarrrrrrr......."
"Jika kau coba-coba mengulanginya lagi maka kau akan mati." ucap Wili dengan tatapan membunuh.
Oscar sangat terkejut dan berteriak dengan kencang ketika peluru Wili menembus lututnya. ia meringis kesakitan dengan tangisan yang menggema.
Pada saat bersamaan suara dering pada ponsel Oscar memecah kesunyian di sana.
__ADS_1
Mata Wili menajam.....ia menatap ke arah Oscar dan kali ini pistol itu mengarah pada kepala pria malang itu.
"Tuan...ampuni aku...." teriak Oscar dengan suara kesakitan yang teramat panjang.....